Kamis, 26 Juli 2018

Buku yang Menjadi Permulaan Langkah Baru




Setiap pembaca hampir pasti mempunyai buku yang mengubah hidup mereka. Makna "mengubah hidup" tentu saja berbeda bagi setiap orang. Apa pun, aku harap merupakan perubahan ke arah yang lebih baik.

Aku pernah sekilas membahas buku-buku yang mengubah hidupku. Pertama, pada blogpost Liebster Blog Award. Kedua, pada blogpost tentang nonfiksi favorit. Aku lupa apakah aku pernah membahas lebih detil atau dalam blogpost lain, tapi hanya dua blogpost itu yang aku ingat. 

Pada, blogpost ini, aku mau menceritakan lebih rinci mengenai buku-buku yang mengubah hidupku. Buku-buku yang menjadi permulaan langkah baru. 

Seri Doraemon


Buku-buku lain mungkin bisa membawa perubahan yang sangat besar bagiku. Walaupun demikian, aku mungkin tidak akan pernah menerima dampak itu seandainya aku tidak pernah membaca seri Doraemon. Kenapa?

Karena tanpa seri ini, aku mungkin tidak akan gemar membaca. Tidak akan aku melangkah menuju buku-buku luar biasa lainnya. Bagaimana aku akan menerima efek buku lain kalau aku tidak gemar membaca, kan? Kemungkinan, aku hanya akan menjadi picky reader. Sekarang juga cukup picky, sih, tapi kalau tidak gemar membaca pasti akan lebih picky.

Sejak balita, aku sudah dikenalkan dengan membaca. Board books dan majalah Bobo menemani hari-hariku. Aku ingin bisa membaca supaya bisa membaca majalah Bobo sendiri, tapi hanya itu.

Bahkan, ada board book yang membuatku sedikit takut. Buku tersebut bercerita tentang rumah sakit (atau dokter. Aku lupa). Mungkin karena tempat tinggalku dulu dekat rumah sakit, makanya segala hal tentang rumah sakit membuatku kurang nyaman. Padahal, buku cerita anak paling juga tentang apa, sih? Mana ada cerita berdarah, 'kan?

Walaupun demikian, aku tidak anti terhadap buku. Hanya saja, kesukaanku sebatas suka biasa. Kalau ada buku dan mainan lain, aku masih akan berpikir ulang mengenai mana yang akan kupilih.

Sampai kemudian, aku berkenalan dengan seri Doraemon. Sepupuku mempunyai banyak komik Doraemon. Aku, yang memang penggemar Doraemon, tentu saja tertarik.

Thanks to Ibuk yang sudah membiasakanku menonton Doraemon setiap hari Minggu. Jadi, menonton televisi tidak selamanya buruk, kan?

Begitu bisa membaca dan mencicipi  komik Doraemon, aku pun keranjingan. Komik sangat berbeda dengan buku cerita anak. Ada sesuatu mengenai komik yang membuat kecanduan.

Awalnya, komik-komik yang kubaca hanya hasil pinjam sepupu. Suatu hari, aku diajak ke toko buku beramai-ramai. Biasanya, aku hanya akan memilih buku cerita bergambar. Tapi, saat itu, aku bingung mau membeli apa.

Aku mempunyai 1 buku cerita Winnie The Pooh yang sangat kusukai. Aku ingin buku yang sepadan dengan itu. Tapi, aku tidak bisa menemukannya. Lalu, sepupuku yang biasa aku pinjam komiknya itu membeli komik, seperti biasa. Tercetuslah keinginin untuk membeli komik.

Jadi, akhirnya, aku mempunyai komik pertama. Aku lupa buku nomor berapa. Aku masih ingat sampulnya dan cerita terakhirnya, tapi aku sama sekali lupa nomornya.

Sejak saat itu, aku ketagihan membeli komik. Komik ternyata mempunyai sesuatu yang magis. Ada sesuatu yang membuatnya bisa menjadikan seseorang gemar membaca. Lalu, ketika sudah memiliki 1 saja, ada sesuatu yang membuatnya seolah memanggil teman-temannya ke dalam rak buku yang sama.

Setelah itu, aku mulai mengoleksi komik. Bukan hanya Doraemon, tetapi komik-komik lainnya.


Aku masih ingat serial cantik pertamaku: Little Cherry. Dipilihkan Bapak karena sampulnya lucu. Aku sempat enggan membelinya karena, yang kutahu, serial cantik berisi cerita cinta. Aku sadar masih kecil. Ternyata, komik tersebut tidak begitu cinta-cintaan.

Aku juga pernah mencoba serial misteri. Aku ingin mencoba menantang diri. Dunia Cermin adalah komik misteri yang pertama kupunya. Dan, sepertinya yang terakhir. Aku kurang begitu menyukai ceritanya walaupun komik tersebut tidak begitu seram. Bertahun-tahun kemudian, barulah aku menemukan komik misteri yang cukup seram. Hasil lungsuran. Hehe.


Doraemon yang kubaca pun semakin variatif. Salah satu favoritku adalah seri Ensiklopedia. Setiap selesai beberapa cerita, ada halaman-halaman tertentu khusus membahas suatu ilmu pengetahuan dalam bentuk narasi. Dari situlah aku mulai menyukai tulisan yang agak panjang. Walaupun, yaaa, bacaanku masih didominasi komik.

Beberapa komik yang dulu kupunya masih ada sampai sekarang. Kecuali Doraemon. Aku sudah tidak mempunyai komik Doraemon sama sekali.

Ketika adikku sudah bisa membaca, komik-komik Doraemon-ku menjadi salah satu sasarannya. Jadi, dia mulai mengenal komik lebih awal daripada aku dulu. Dan, tiba-tiba saja semua hilang entah ke mana. Sedih? Nggak kok.

Lebih sedih kalau komik-komik itu hanya tersimpan tanpa ada orang lain yang membacanya. Semoga saja di mana pun mereka berada sekarang, mereka bermanfaat bagi orang lain. 😊

Semula, aku bermaksud menuliskan cerita tentang buku-buku lainnya dalam satu blogpost. Tapi, sepertinya blogpost ini sudah terlalu panjang, ya. Semoga nanti aku bisa melanjutkan cerita mengenai buku-buku lainnya. 😄




Tidak ada komentar:

Posting Komentar