Minggu, 03 Juni 2018

Your Playgirl - Christina Tirta



- Ketika Kepercayaan Diri Berlebih -


Judul buku: Your Playgirl 
Penulis: Christina Tirta
Editor: Irna Permanasari dan Anastasia Aemilia
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1, 2018
Jumlah halaman: 264
ISBN: 9786020377162


"Nanti tahu-tahu banyak cowok terjun dari lantai atas gara-gara patah hati."

Lyla Melati terkenal seantero kampus. Cantik dan selalu memakai baju putih sesuai ciri khasnya. Banyak cowok mengejarnya, tetapi kedekatannya dengan seorang cowok tidak pernah bertahan lama. Dia tidak suka komitmen. Baginya, cinta sejati hanya omong kosong. Lebih baik dipuja banyak cowok daripada mempunyai pasangan dan menutup akses cowok lain.

Di balik banyak kekagumaan, tentu ada saja yang tidak menyukainya. Lyla mulai menerima teror berupa surat kaleng. Tapi, hampir bersamaan dengan itu, dia pun mendapat surat kaleng romantis. Apakah orang yang sama?

Lalu, muncul Om Leonard yang sangat memesona, seorang pemilik kafe. Juga, ada cowok unik yang mempunyai nama yang juga unik: Rain. 

"Saya nggak minta dikasih kado kok. Swear. Saya mau ngajak kamu ke tempat istimewa."

* * *

Aku sangat tertarik dengan konsep Bad Girl Series. Awalnya, sampul buku-buku tersebutlah yang menarik perhatianku. Bukan hanya bagian punggung yang saling menyambung, melainkan juga bagian depan. Perpaduan warnanya pun tampak misterius sekaligus menyegarkan. 

Ide mengambil sosok "bad" sebagai tokoh utama seri pun, menurutku, sangat menarik. Kalau biasanya tokoh utama adalah sosok yang baik, Bad Girl Series menawarkan hal berbeda. Karena itu, aku senang ketika buku-buku seri ini hadir di Gramedia Digital.

Aku memilih buku ini sebagai buku pertama seri ini untuk dibaca karena ... entahlah, aku lupa.

Ini pertama kalinya aku membaca karya Christina dan lini Young Adult GPU yang kubaca. Aku sempat heran mengapa ada Teenlit dan Young Adult dalam satu penerbit. Menurut teman-teman yang pernah membaca Young Adult GPU, tokoh-tokoh Teenlit umumnya SMP-SMA, sedangkan YA umumnya SMA-kuliah. Selain itu, cerita YA lebih kompleks.

Kata-kata "lebih kompleks" itulah yang membuatku berekspektasi banyak terhadap buku ini. Karena itu, ketika ekspektasiku kurang terpenuhi, aku jadi membandingkan dengan beberapa Teenlit yang pernah kubaca dan menurutku mempunyai cerita lebih kompleks daripada buku ini. Cerita di buku ini termasuk ringan, menurutku.

Awalnya, kupikir Lyla adalah gadis cerdas yang arogan. Lalu, ketika menutup buku, aku berkesimpulan dia hanyalah gadis lugu yang mendapat contoh yang salah.

Dengan kehadiran antagonis, cerita sudah dapat ditebak. Aku hanya terus berharap tebakanku salah. Setidaknya, aku berharap hal buruk yang kupikirkan tidak akan benar-benar menimpa Lyla.

Hal yang membuatku lebih tertarik justru side story mengenai tante Lyla dan Moon. Kedua cerita sampingan ini tidak betul-betul sampingan. Pada akhirnya, cerita sampingan tersebut masih berhubungan dengan cara berpikir Lyla.

Tokoh Lyla seolah ingin menunjukkan terkadang kaum muda mempunyai idealisme yang sangat dipegang teguh. Sesuatu yang diyakini dengan sangat, bahkan cenderung merasa bisa mengendalikan idealisme tersebut. Buku ini, dengan cara yang sangat ringan, tampak ingin menunjukkan bahwa idealisme terkadang salah jalan.


Omong-omong, sebelum membuat review ini, aku sedang memikirkan sesuatu dan sepertinya cukup related dengan buku. Kampanye anti body shaming sepertinya sedang gencar. Di sisi lain, seperti tokoh-tokoh dalam buku, sering kali kita mengagumi seseorang hanya dari tampilan luarnya.

Ketika membaca buku ini, aku berpikir, "Mahasiswa di sana kok begitu banget? Tergila-gila karena kecantikan." Setelah dipikirkan lagi, terkadang, bukan hanya orang muda yang seperti itu, kan?

Hal yang terbersit olehku adalah kekaguman-kekaguman berlebihan terhadap penampilan seseorang akan menjadi semacam indikator dan berpotensi memunculkan bentuk-bentuk baru kekurangpercayaan diri. Kurang lebih, seperti berlomba-lomba mendapatkan likes. Kalau likes sedikit, berarti konten tidak pantas dipajang. Kalau pujian sedikit, berarti ...

No offense, ya. Itu hanya pikiran randomku.

Secara keseluruhan, ide buku ini sebenarnya cukup menarik. Penyampaian yang ringan mungkin ditujukan untuk lebih menarik banyak pembaca, terutama yang baru akan mengenal suatu novel.

Rating:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar