Kamis, 07 Juni 2018

Hickory Dickory Dock - Agatha Christie



- Mahasiswa Tidaklah Lugu -


Judul buku: Hickory Dickory Dock
Judul terjemahan: Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa
Penulis: Agatha Christie
Alih bahasa: Julanda Tantani
Sampul: Staven Andersen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 6, September 2017
Jumlah halaman: 320
ISBN: 9789792294408


"Seorang wanita yang hanya memakai sepatu di kaki kanannya menggunakan sebuah gelang di tangan kirinya."

Hercule Poirot terganggu oleh kesalahan-kesalahan sekretarisnya, Miss Lemon. Tidak biasanya wanita itu membuat kesalahan. Dia selalu sempurna. Rupanya, Miss Lemon sedang memikirkan kasus yang membuat adiknya terlibat. Adik Miss Lemon adalah seorang pengawas pondokan mahasiswa.

Demi Miss Lemon dapat bekerja efisien lagi, Poirot pun turun tangan. Pondokan itu terletak di Hickory Road Nomor 26, daerah yang dulunya ditempati orang-orang kaya. Belakangan, terjadi serangkaian pencurian di pondokan tersebut.

Bukan pencurian besar, tetapi justru di situlah keanehannya. Barang-barang yang dicuri tampak tidak berhubungan: sepatu pesta (masih baru dan hanya sebelah), gelang (perhiasan imitasi), kotak bedak, pemantik, garam mandi, bola-bola lampu listrik, dan beberapa benda yang tampak tak berharga lainnya. Satu-satunya benda berharga justru kemudian ditemukan kembali di piring sup. Poirot pun menyelidiki pencurian aneh itu. Lalu, terjadi serangkaian pembunuhan di pondokan tersebut.

Gadis yang dipersoalkan itu, juga mempunyai sebuah informasi lain yang berbahaya. 

* * *

Kenapa, ya, cerita detektif hampir selalu identik dengan pembunuhan? Aku sungguh berharap menemukan Poirot menyelesaikan kasus selain pembunuhan. Pencurian saja, misalnya. Ternyata, buku ini pun menampilkan pembunuhan.

Walau bagaimanapun, aku tetap penasaran dengan isi buku ini. Ada hal-hal berbeda dari buku ini. Atmosfer mencekam cukup terasa pada buku ini, membayangkan rumah lama megah di Inggris disatroni kasus pembunuhan. Belum lagi, tampak ada sesuatu yang disembunyikan di pondokan tersebut.

Tokoh-tokoh yang terlibat mempunyai kepribadian yang unik. Tipikal tempat kos mahasiswa dari berbagai negara. Aku perlu waktu untuk mengingat satu per satu karakter dan hal-hal yang mereka bicarakan.


Selain itu, ada banyak bagian Hercule Poirot tidak terlibat, sekadar kejadian atau omongan orang-orang yang dihantui pembunuhan. Walaupun begitu, tetap saja pada akhirnya, pikiran Poirot seolah mampu menembus dimensi lain.

Kasus kali ini cukup tertutup hingga menjelang akhir. Ada pencurian, ya. Ada pembunuhan, ya. Tapi, belum jelas kasus sebenarnya apa atau apa yang tersembunyi di rumah tersebut.

Ketika akhirnya kasus terungkap, lagi-lagi, Agatha Christie menunjukkan kebisaannya dalam mengolah cerita misteri menjadi cerita penuh perasaan. Agatha Christie seolah ingin mengungkapkan peran keadilan dan membandingkannya dengan kondisi pskis seseorang.

Secara keseluruhan, buku ini menjadi salah satu judul Agatha Christie, yang sudah kubaca, yang cukup memuaskan. Membuat berpikir sampai bagian akhir.

Rating:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar