Kamis, 03 Mei 2018

The ABC Murders - Agatha Christie



- Terkadang, Terpilih adalah Hal Mengerikan -


Judul buku: The ABC Murders 
Judul terjemahan: Pembunuhan ABC
Penulis: Agatha Christie 
Alih bahasa: Luci Dokubani
Sampul: Staven Andersen
Cetakan: 11, November 2017
Jumlah halaman: 320
ISBN: 9789792285239


Jalan yang kita tempuh masih panjang.
Tipperary? Belum–masih terlalu jauh. Huruf T. 

Hercule Poirot menerima surat kaleng. Dia menunjukkannya kepada pihak kepolisian. Sayangnya, polisi menganggap hal tersebut olok-olok. Polisi terlalu banyak menghadapi hal semacam itu setiap hari. 

Ketika insiden-insiden mulai terjadi secara berurutan, barulah mereka kembali pada surat kaleng tersebut. Warga Inggris menghadapi pembunuhan berantai. 

Tidak ada hubungan dari ketiga korban. Status berbeda, golongan berbeda. Hal yang meyakinkan semua orang bahwa itu pembunuhan berantai adalah ditemukannya buku panduan kereta di setiap TKP dan lokasi serta nama korban selalu berurutan abjad. Dan, setiap akan melakukan aksinya, sang pembunuh selalu memberi peringatan pada Hercule Poirot. 

"Di tengah-tengah kematian, kita berada dalam kehidupan."

* * * 

Salah satu karya Agatha Christie yang konon banyak direkomendasikan. Sebuah pembunuhan besar-besaran. Dan, tentu saja, siapa yang tidak penasaran dengan  identitas seorang maniak? Penasaran sekaligus takut. 

Ketika membaca buku ini, aku bersyukur tidak ada keluargaku yang mempunyai nama berawalan B. Aku tinggal di Bogor. Kalau sudah menyelami cerita misteri terlalu dalam, kadang-kadang rasanya seperti mendenyutkan luka. Huff. 

Salah satu hal yang paling mempengaruhi seberapa dalam pembaca akan mau menyelam adalah gaya bercerita. Buku ini memakai sudut pandang yang cukup unik. Gaya bercerita yang masih terbilang baru pada masa itu.  

Buku ini diceritakan melalui sudut pandang pertama rekan Hercule Poirot, Kapten Hastings. Penceritaan dibuat seolah Kapten Hastings sedang menuliskan cerita ini pada sebuah buku. 

Sesekali, cerita berpindah ke sudut pandang lain. Sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang kehidupan seorang kakek renta yang tidak diketahui Hercule Poirot: Mr. Alexander Bonaparte Cust. Jadi, apakah beliau pelakunya? 

Agatha Christie menggiring pembaca untuk tidak serta merta berpendapat demikian. Ada juga tokoh-tokoh lain yang mempunyai peran besar dan cocok dengan karakter pembunuh dan dituliskan dengan sudut berbeda.


Pada akhirnya, penyelesaian kasus tentu saja di luar dugaan. Dugaanku, setidaknya. Buku ini mengajak pembaca untuk lebih mengenali cara berpikir Poirot melalui orang terdekatnya. 

Jujur saja, aku masih sedih dan kesal mengingat pelaku dan motifnya. Akhir cerita tentang pelaku memang tidak sedramatis dugaanku, tapi dramatis dengan caranya sendiri. Manusia memang sangat obvious sekaligus di luar dugaan. 

Di sisi lain, aku pun bahagia karena ada tokoh yang luar biasa baik. Dia menunjukkan kebaikan dengan cara yang unik. 

Jadi, dengan semua yang ada pada buku ini, aku rasa, aku mau memberikan 4 hati. 

Rating:




2 komentar:

  1. Kayaknya aku harus baca. Sejak baca Five Little Pigs aku jadi penasaran sama kisah Hercule Poirot lain :)

    BalasHapus
  2. Saya pernah baca buku ini juga beberapa tahun silam.. jadi sekarg agak lupa siapa pembunuh sebenarnya.. mnrtku bagus memang ceritanya.. saya suka novel2 karya Agatha Christie sejak duduk d bangku SMP.

    BalasHapus