Selasa, 01 Mei 2018

Gastronomi Molekular - F. G. Winarno & Sergio Andino Ahnan Winarno



- Lebih dari Sekadar Kenyang -


Judul buku: Gastronomi Molekular 
Penulis: F. G. Winarno & Sergio Andino Ahnan Winarno
Perwajahan sampul: Irsan Febrianto
Perwajahan isi: Mulyono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 186 (baca di Gramedia Digital)
Cetakan: 1, tahun 2017 
ISBN: 9786020356457


Beberapa koki memanfaatkan sifat pendingin dari nitrogen cair untuk membuat unctuous ice creams

Pernahkah terpikirkan kenapa bahan tertentu harus dimasak pada suhu tertentu? Pernahkah terpikirkan bahwa telur ikan pada suatu sushi sebenarnta terbuat dari melon? Dan, kenapa harus melon?

Pada dasarnya, ketika memakan sesuatu, prosesnya tidak begitu saja selesai sampai kita kenyang dan berakhir di sistem pembuangan tubuh. Ada proses sains di dalamnya. Begitu juga dengan memasak. Bahkan, sesederhana memasak telur pun ada proses sains yang terlibat. Gastronomi molekularlah yang akan menjelaskan segalanya. 

Gastronomi molekular merupakan seni atau sains dari good eating, culinary custom, atau culinary style

* * *

Kalau bukan karena reading challenge yang diadakan Kak Sharie dan Kak Niesya bulan Januari lalu, aku mungkin tidak akan membaca buku ini. Tema yang ditentukan adalah science. Boleh buku fiksi atau nonfiksi. Aku sempat terpikirkan membaca buku lain, tapi aku pun terpikirkan untuk membaca buku yang tipis. Hehe. 

Jadi, begitulah aku membaca buku ini. Tipis. Dan, dilengkapi gambar. Semakin cepatlah buku ini bisa selesai dibaca. 

Gambar pada buku ini memang tidak begitu banyak, tapi cukup sebagai keterangan tambahan. Mendengar istilah "gastronomi molekular" saja mungkin sudah terbayang hal-hal rumit. Bagaimana kalau buku ini tidak dilengkapi gambar? Aku, sih, mungkin tidak akan mencoba membacanya. Oh, ya, gambar-gambar dalam buku ini berwarna. Cukup menarik minat.


Menurutku, buku ini tergolongan ringan. Untuk kategori buku nonfiksi dewasa, ya. Penjelasan-penjelasan dalam buku ini cukup untuk sekadar memenuhi rasa ingin tahu pembaca awam. Untuk keperluan referensi, buku ini sepertinya cukup sebagai referensi dasar. 

Buku ini menjelaskan gastronomi molekular sesederhana dan semenarik mungkin melalui cara serius. Gastronomi molekular sudah ada sejak lama. Penerapannya bisa menjadikan makanan lebih lezat dan lebih menarik. Pada tahap lain, gastronomi molekular menjadi atraksi tersendiri bagi para penikmat kuliner. 

Buku ini mengajak pembaca berpikir mulai dari hal sangat sederhana hingga hal-hal yang bisa membuat pembaca kagum pada penerapan sains. Kalau tahu latar belakang suatu makanan, kita akan lebih semangat memakannya, kan? Dan, bagi pekerja kuliner pun, akan ada "panggilan" tersendiri untuk menghasilkan seni terbaik dari sains. 

Secara keseluruhan, buku ini memudahkan kaum awam untuk memahami gastronomi molekular. Beberapa hal dalam buku ini pun bisa menjadi pengetahuan baru bagi pembaca. Buku yang cukup sedap dibaca selagi menunggu makanan matang. 

Rating: 





11 komentar:

  1. Memasak dan seninya buku yang menarik. Sayaingin juga membacanya.

    BalasHapus
  2. Buku yang unik. Aku sering bertanya kenapa harus dimasak seperti ini, kenapa gak seperti itu. Jadi penasaran nih.

    BalasHapus
  3. Aku pengen banget melihat langsung proses memasak gastro gitu mba. Tapi kalau dalam buku ini kayaknya membantu :)

    BalasHapus
  4. Memasak pun ada seninya. Sekarang mulai banyak bermunculan yg gastronomi2 ini ya mbak :D
    Biasanya suka liat di tipi2 yg acara2 cooking aja, mau jg liat langsung hehe

    BalasHapus
  5. memasak ada seninya. noted. itulah kenapa aku nggak suka masak. tapi aku suka seni. k9k malah curhat wkwkwk

    BalasHapus
  6. Selalu ada proses sains di setiap kehidupan.
    Itulah mengapa aku masuk jurusan sains (Kimia) saat kuliah.
    Hahha...mulai ga nyambung.

    Sebenarnya sederhananya, kita diminta menjadi kaum yang berpikir begitu kira-kira sama Allah.

    BalasHapus
  7. Memasak dan prosesnya adalah seni. Wah, aku baca ini kok jd inget buku tere liye yang matahari itu cerita ttg perjalanan ke klan bintang dimana smua masakannya bubur tp rasanya mirip dg makanan favorite kita. Enggak banget deh ad teknologi begitu. Ga asik lg hidup. Hihi

    BalasHapus
  8. Baru denger namanya GASTRONOMI MOLECULAR. Hehehehe. Ternyata kalau di dalam I, memasak pun punya seni dan ilmu tersendiri. Keren deh chef yang bisa masak dengan ahli seperti itu

    BalasHapus
  9. Waaah memasak ternyata ada seninya ya mbak, pantesan katanya chef gajinya besar hihi

    BalasHapus
  10. Memasak pun ternyata punya seni ya mbak. Waah baru tahu nih. Di gramedia ada kan ya? Nanti mau cari-cari ah.

    BalasHapus
  11. Baru dengar soal Gastronomi Molekular, ilmu baru nih. Mesti baca bukunya juga nanti ah XP

    BalasHapus