Sabtu, 30 Desember 2017

Death on the Nile - Agatha Christie



- Kesempurnaan yang Tak Sempurna -


Judul buku: Death on the Nile
Judul terjemahan: Pembunuhan di Sungai Nil
Alih bahasa: Mareta
Desain & ilustrasi sampul: Satya Utama Jadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 392
Cetakan: 7, Oktober 2015
ISBN: 9789792263299


"Saya takut," katanya sederhana. "Ya, saya Hercules Poirot takut...."

Poirot mengikuti wisata Sungai Nil. Suatu kebetulan yang tak biasa menjadikan peserta wisata lainnya mempunyai hubungan dengan Linnet Ridgeway. Wanita itu adalah pewaris sejumlah kekayaan dan baru saja menikah tanpa diketahui walinya.

Suami Linnet adalah Simon Doyle. Dulu, pria itu adalah kekasih sahabat Linnet, Jacqueline. Dan, gadis  yang tampak patah hati itu membuntuti pasangan tersebut ke mana pun mereka pergi. Dia membawa sebuah pistol dan Poirot mengetahui hal itu.

Suatu malam di atas kapal, Linnet benar-benar terbunuh. Ada lubang kecil di atas telinganya. Dinding kamarnya ternodai huruf "J" berwarna merah kecokelatan.

"Tidak menyenangkan memang kalau kita berpikir bahwa dalam keadaan seperti ini seseorang bergirang hati karena dia berhasil dengan rencananya."

* * *

Untuk pertama kalinya, aku merasa Poirot benar-benar bersimpati kepada seseorang. Awalnya, aku merasa Poirot hanya berusaha bersikap baik. Lalu, pada suatu percakapan, aku merasakan kesan simpati yang sungguh-sungguh darinya.

Pada bagian awal, pembaca disuguhi adegan-adegan yang menjadikan orang-orang dari negara nun jauh berkumpul di Sungai Nil demi "menguntit" Linnet. Tokoh Linnet dibuat sedemikian rupa sehingga tampak sempurna sekaligus berpotensi untuk dibunuh. Pada beberapa buku Agatha Christie, pembaca tidak akan langsung tahu tokoh yang akan terbunuh, tapi buku ini adalah salah satu buku dengan tokoh yang terbunuh sudah tepampang jelas sejak awal. Walaupun demikian, pembaca harus bersabar hingga kasus benar-benar datang.


Kasus dalam buku ini cukup sederhana. Pembunuhannya tidak terlalu rumit. Namun, penyelesaian kasus ini cukup membuat berpikir mengenai suatu pengorbanan akibat hawa nafsu. Lagi-lagi, aku rasa, sisi kemanusiaan Poirot perlu dipertanyakan. 

Terlepas dari semua peristiwa mengerikan, buku ini pun menyajikan beberapa side story manis. Cukup untuk menetralkan segala drama menyedihkannya. Mungkin begitulah perpaduan buah pikir penulis misteri yang juga menulis romance

Secara keseluruhan, buku ini dapat dikatakan sederhana, tetapi dapat membuat pembaca terus ingin menyelami hampir 400 halaman.

Rating:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar