Selasa, 21 November 2017

Stardust - Neil Gaiman



- Akibat yang Istimewa -


Judul asli: Stardust
Judul terjemahan: Serbuk Bintang
Penulis: Neil Gaiman
Alih bahasa: Femmy Syahrani Ardiyanto & Herman Ardiyanto
Desain dan ilustrasi cover: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 5, Mei 2017
Jumlah halaman: 256
ISBN: 9789792226881


"Kau tidak bisa menemukan orang... tapi... beritahu aku, Nak, kau bisa menemukan jalan ke bintang yang kaucari itu?"

Tristran Thorn tergila-gila pada gadis tercantik di desanya. Victoria Forester, nama gadis itu. Sayangnya, gadis itu hanya menganggap Tristran angin lalu.

Suatu malam, dalam usaha Tristran merayu Victoria, muncul bintang jatuh. Sesumbar, Tristran pun menjanjikan bintang itu. Victoria lagi-lagi hanya menganggapnya bercanda. 

"Semua pemuda dalam situasimu adalah pemuda paling merana yang pernah hidup."

Namun, Tristran membuktikan diri. Dia berkelana mencari bintang itu hingga masuk ke Negeri Peri. Dia pun menemukan sesuatu yang tak sekadar bintang jatuh. Dia pun harus melawan kekuatan-kekuatan lain yang menginginkan bintang itu. 

"Jadi, setelah menemukan seorang gadis, tak bisakah dia kautolong, atau tidak diganggu? Kenapa harus diseret ke dalam kebodohanmu?"

* * *

Sepertinya, ini pertama kalinya aku membaca novel fantasi yang selesai dalam satu buku. Awalnya, aku bertanya-tanya bagaimana cerita fantasi bisa diselesaikan dalam satu buku. Harus kuakui, bacaanku memang belum banyak. 

Di bagian awal, aku sempat berpikir, "Baiklah. Sepertinya memang bisa selesai dalam satu buku." Garis besar buku ini cukup jelas. Buku ini membawa suatu cerita tipikal, yang bahkan mudah dijumpai dalam buku anak-anak. 

Walau begitu, memasuki bagian tengah, aku justru kembali bertanya-tanya bagaimana mungkin cerita berakhir dalam satu buku? Banyak tokoh bermunculan. Para tokoh itu pun sepertinya bukan tokoh "numpang lewat". Selain itu, ternyata ceritanya cukup kompleks. Konfliknya cukup banyak. 

Untungnya, sampai menutup buku ini, aku tidak merasa penyelesaian cerita terburu-buru. Memang rasanya buku ini kurang tebal. Kalau saja bisa sampai 300-400 halaman, mungkin konflik bisa diperdalam dan lebih banyak aksi. 

Well, karena buku ini merupakan buku dongeng (untuk orang dewasa), mungkin memang lebih baik tidak terlalu tebal. Dongeng memang lebih pas kalau bisa diceritakan habis dalam semalam, 'kan? Besoknya, berganti dengan dongeng lain.


Dari segi penceritaan (dan terjemahan), aku sangat menyukai buku ini. Sejak paragraf pertama, sudah terasa sekali sensasi dongengnya. Berlanjut ke halaman-halaman berikutnya, yang sukses membuatku ingin masuk ke hutan. 

Beberapa adegan sempat membuatku ingin berhenti membaca buku ini karena takut.  Mungkin aku terlalu cemen. Hehe. Aku terlalu khawatir hal sangat buruk akan menimpa tokoh walaupun cerita semacam ini sudah bisa ditebak akhirnya. 

Di sisi lain, rasa penasaran membuatku berlanjut. Beberapa adegan mengandung kekerasan. Deskripsinya sangat jelas. Karena itu (dan hal lainnya), buku ini dikatakan untuk orang dewasa.  

Deskripsi yang sangat jelas ini bukan hanya ketika adegan kekerasan, melainkan untuk semua bagian. Tidak heranlah akhirnya aku bisa segera selesai membaca buku ini. Deskripsi hal-hal magis selalu membuatku tertarik.

Bahkan, setelah menonton filmya, aku rasa imajinasi pribadi tetap lebih menyenangkan. Filmnya memang lebih banyak menyuguhkan aksi, tapi buku ini memberikan pengalaman berbeda. Beberapa bagian pun sedikit berbeda.

Dan akhirnya, aku memutuskan bahwa aku menyukai Neil Gaiman. Buku ini merupakan salah satu pilihan bagi orang dewasa (sepertinya, dewasa muda pun tak apa) pencinta dongeng dan fantasi. 

Rating:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar