Rabu, 18 Oktober 2017

Murder is Easy - Agatha Christie



- Kepercayaan Diri Berlebih -


Judul buku: Murder is Easy
Judul terjemahan: Membunuh Itu Gampang
Penulis: Agahtha Christie
Alih bahasa: Ny. Suwarni A.S
Sampul: Staven Andersen
Cetakan: 8, Mei 2017
Jumlah halaman: 328
ISBN: 9786020339375


Rasanya dia telah meninggalkan kehidupan normal sehari-hari dan memasuki dunia aneh yang penuh pesona. 

Luke Fitzwillian, pensiunan polisi sedang dalam perjalanan menuju London. Di salah satu stasiun, dia turun untuk melihat hasil pacuan kuda. Tapi, ketika berbalik, kereta yang ditumpanginya tidak ada.

Dia pun menumpangi kereta selanjutnya dan bertemu seorang wanita tua yang menceritakan pembunuhan berantai di desanya. Luke tidak percaya. Banyak wanita tua berhalusinasi seperti itu karena hidup yang monoton. 

Tidak lama setelah itu, Luke mendapat kabar wanita itu meninggal. Kemudian, ada satu orang lain yang meningga lagi. Seseorang yang menurut wanita itu akan menjadi target pembunuhan selanjutnya.

"Kau adalah setan yang kejam." 

* * *

Untuk pertama kalinya, aku sebal dengan tokoh detektif. Well, bahkan aku tidak tahu apakah Luke Fitzwilliam bisa dikategorikan sebagai tokoh detektif atau bukan. Dan, yang lebih membingungkan, buku ini masuk ke dalam seri Battle, sedangkan Battle hanya muncul sedikit di akhir dan tidak berperan dalam deduksi.

Awalnya, aku merasa cerita dalam buku ini menjanjikan. Mulai dari tokoh detektif yang mengalami halusinasi, latar yang mendukung, hingga tokoh-tokoh dengan sifat "ajaib".

Sampai di bagian tengah pun cerita masih cukup menjanjikan. Tapi, menjelang akhir, aku merasa seperti tiba-tiba dibelokkan secara paksa. Aku tidak masalah dengan siapa pun pelakunya. Hanya saja, ada beberapa hal yang terasa mengambang.


Begitu pun dengan tokoh detektif, Luke. Cara kerjanya sekadar menyerupai ketika kita, kaum amatir, ketika menemukan kasus. Sekadar menanyakan fakta (yang padahal belum tentu memang fakta), beropini sana-sini, dan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.

Aku sempat menyangka tokoh penjahat dalam buku ini diubah secara tiba-tiba ketika penulis akan menyelesaikan buku ini. Walaupun begitu, kalau mengesampingkan semua yang membuat gemas di pertengahan cerita, eksukusi buku ini tidak begitu mengecewakan.

Aku rasa rating 2 terlalu rendah untuk buku ini walaupun 3 sepertinya terlalu banyak. Jadi, sebenarnya aku ingin memberikan 2.5 saja.

"Itulah keburukan kaum wanita yang paling besar--mereka selalu membenci kaumnya sendiri."

Rating:


3 komentar: