Selasa, 09 Mei 2017

Joshua Joshua Tango - Robert Wolfe



- Kura-kura pun Tidak Lamban -


Judul buku: Joshua Joshua Tango
Penulis: Robert Wolfe
Alih bahasa: Monique Soesman & Maya Sutedja-Liem
Desain & ilustrasi sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1, September 2008
Jumlah halaman: 384
ISBN: 9789792239829


"Kalau orang pergi, tidak berarti kita harus tidak sayang lagi pada orang itu!"

Marcel adalah objek bullying. Marcel tidak mempunyai teman. Ayahnya sibuk. Ibunya pergi. Pengasuhnya jahat.

Suatu hari, ayah Marcel membawa pulang kura-kura raksasa. Kura-kura itu adalah objek penelitian. Konon, kura-kura itu sangat pintar. 

Sayangnya, penelitian ayah Marcel tidak menunjukkan apa pun. Walaupun demikian, Marcel tahu kura-kura itu ajaib. Kura-kura itu memperkenalkan dirinya sebagai Joshua.

Marcel dan Joshua mengalami petualangan seru: terbang, bertelepati, bermain bola, dan banyak lagi. Tapi, hanya Marcel yang boleh tahu hal itu.

"Kau gila ya? Kau mencetak empat gol tapi hanya mau memikirrkan yang satu itu. Ayo, cerrita! 

* * *

Aku menemukan buku ini di meja swap IRF dua tahun lalu. Yup, sudah lama ada di timbunan. Sempat baca bagian awal, tetapi belum lanjut. Adegan bullying sempat membuat ngilu. Selain itu, penceritaan di awal agak membuat mengantuk. Hehe.

Aku mengambil buku ini asal saja tanpa tahu ceritanya seperti apa. Kata "Tango" menarik perhatianku karena itu adalah salah satu cemilan favorit. Lebih dari itu, aku juga menyukai sampul buku ini. 

Sampul depan buku ini sangat mengesankan fantasi anak-anak. Fantasi ringan yang dibangun berdasarkan mimpi anak-anak. Mungkin, terbang adalah salah satu impian fantasi yang paling banyak.

Membaca lembar demi lembar, fantasi dalam buku ini adalah untuk mempermanis dan menguatkan cerita. Dialah yang mengantarkan tokoh utama from zero to hero. Tokoh utama dalam buku ini, tentu saja, seorang objek bullying: Marcel.


Walaupun sering dianiaya secara fisik maupun verbal, Marcel bukan seorang yang depresi. Hal ini dipengaruhi ayah, yang walau sibuk, masih cukup perhatian. Kelemahan Marcel lebih disebabkan karena fisiknya dan teman-temannya.

Keberadaan Joshua menjadi penolong Marcel. Petualangan-petualangan yang mereka lalui mulai mengubah Marcel. Tanggung jawab Marcel terhadap Joshua pun membawa dampak baik.

Walaupun berlabel buku anak, buku ini cukup filosofis. Tentang "tenaga mimpi", sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian mimpi, bagaimana berdamai dengan pikiran semrawut, dan semacam pengobat depresi.

Lebih lagi, buku ini juga mengajak pembaca merasakan persahabatan, cinta keluarga, ketulusan, dan banyak hal lainnya. Emosi pembaca pun dicampur aduk. Salah satunya mengenai persahabatan yang akhirnya bisa dibuat oleh Marcel dan teman-temannya.

Untuk buku dengan tebal kurang dari empat ratus halaman, buku ini padat isi. Kalau tidak di-stop, review ini sepertinya akan panjang. Mengingat kembali buku ini saja, sudah membuat gembira. 😁

Rating:


2 komentar:

  1. aku kira juga mau menceritakan ttg wafer tango hehehe

    BalasHapus
  2. Bukunya bagus sepertinya, tapi keberadaan wafer tanggo pada fotonya mengalihkan fokusku, hehehe...
    salam kenal mbak.

    BalasHapus