Sabtu, 15 April 2017

Suka Duka Melengkapi Series




Woaaaah, hari terakhir maraton! 

Kali ini, aku mau membahas tema Serba-serbi Buku. Semoga bahasa ini masuk tema. Hehe.

Dulu banget, aku sama sekali nggak kepikiran untuk mempunyai suatu seri lengkap. Bisa membaca buku-buku seri itu saja sudah senang. Bisa mempunyai buku seri tersebut merupakan sesuatu yang "wah".

Buku seri yang pertama kali aku punya, sudah tentu, Harry Potter. Lebih tepatnya, "Harry Potter dan Kamar Rahasia".

Dulu itu, aku membaca seri nggak runut. Nggak dari satu sampai sekian. Namanya pinjam ke perpustakaan, baca saja yang sedang ada. Toh, nggak runut pun tetap paham.

Nah, waktu itu, kebetulan sedang main ke toko buku, kebetukan punya uang, kebetulan belum baca yang bagian itu, kebetulan bukunya ada, jadilah aku beli buku kedua Harry Potter itu.

Tadinya, maju-mundur apa beli yang pertama sekalian, tapi yang pertama sudah baca. Akhirnya, hanya beli yang kedua. (belakangan, aku sangat sangat sangat menyesali hal itu).

Waktu buku terakhir muncul, aku bersumpah sepenuh hati bahwa aku mempunyai niat tidak baik tidak akan membaca buku itu dari perpustakaan. Aku mau punya! 'Kan, minimal harus punya si penutup.

Selang sekian tahun, aku baru mempunyai buku itu. Untungnya, waktu itu, buku itu masih mudah ditemukan di Gramedia. Di bagian dalam loh, ya, bukan diobral.

Waktu itu, aku sudah cukup puas dengan mempunyai dua buku itu. Namanya juga anak sekolah. Harry Potter mahal, Kaak. Mending beli buku lain yang belum pernah dibaca, yang lebih murah. Huehe.

Persoalan Harry Potter sudah tuh selesai.


Lalu, aku lihat teman-teman membawa seri "The Secret Immortal of Nicholas Flamel". Dan, aku langsung suka cover-nya! Mungkin seri itu adalah yang pertama ingin aku koleksi karena suka sampulnya. Yaa, dan karena "Nicholas Flamel"-nya juga sih. 'Kan di Harry Potter pernah disebut.

Sayangnya, niatku memang agak telat. Aku berhasil mengumpulkan buku pertama dan kedua yang masih bersegel. Tapi, waktu buku ketiga, sudah mulai langka.

Nggak pakai lama, aku mencari via Facebook. Aku lupa waktu itu aku yang mencari atau kebetulan ada.

Sempat deg-degan juga karena itu pertama kalinya membeli dari orang biasa, bukan toko daring. Mana kondisinya bekas. Mau bagaimana lagi, bukunya sudah susah.

Sayangnya, ternyata punggung buku tersebut sudah agak pudar padahal itu 'kan yang bikin senang kalau lihat. Tapi, ya udahlah, nggak apa. Yang penting bisa tahu kelanjutan cerita. Dalamnya masih wajar, kekuningan gitu.

Buku keempat juga aku beli bekas. Ini aku lupa banget beli di mana. Mungkin karena kurang berkesan karena tanpa drama. Lol. Aku dapat yang masih mulus banget. Bersampul pastik pula.

Nah, nah, buku kelima dan keenam yang agak susah. Bukan agak malah. Memang susah. Mencari di toko buku konvensional sudah pasti tidak ada. Di toko daring pun jarang. Bahkan, di Tokopedia, Bukalapak, Olx juga langka.

Karena banyak hal, aku nggak terlalu memikirkan hal itu, sih. Kadang-kadang saja sedihnya melihat seri belum lengkap.

Sampai suatu ketika, salah satu toko buku di Facebook, Nagareboshi, menjual kedua buku tersebut! Tanpa pikir-pikir lagi, langsung saja beli. Padahal, waktu itu bukan dalam keadaan ingin beli buku.

Mana tahan dengan godaan buku yang sudah lama diinginkan, tiba-tiba terpampang di depan mata. Bersegel pula.

Jadilah seri tersebut lengkap!


Kembali ke Harry Potter, entah bagaimana, aku sampai ingin mengoleksi seri ini juga.

Setelah buku kedua dan ketujuh, yang pertama aku punya adalah buku kelima. Ini nggak sengaja banget. Waktu ada book fair, Kak Dinoy memberi laporan buku-buku yang ada ke grup Whatsapp Jabodetabek. Karena jarang melihat buku itu, langsung saja aku minta tolong Kak Dinoy. Mumpung murah. Hehe.

Buku keenam aku dapat dari Facebook. Ada yang menjual buku ini di salah satu grup jual-beli. Masih segel. Murah. Awalnya sempat ragu, tapi coba dulu, deh.

Kami berhubungan melalui pm. Belum sempat aku transfer, dia sudah kirim bukunya. Katanya, dia percaya aku. Jegeerrr. Aku 'kan digituin aja meleleeh.

Dan, sampailah si buku, yang ternyata masih bagus banget dan ori.

Buku keempat, aku dapat dari Nagareboshi juga. Kebetulan juga. Sempat mau aku batalkan karena hardcover karena aku nggak mau buku itu beda sendiri dengan koleksi yang lain, tapi ternyata aku dapat yang softcover.

Nah, nah, tinggal 1-3. Aku cari di berbagai e-commerce dan Facebook. Buku ketiga nggak sesulit buku pertama dan kedua. Lumayan cepat dapatnya.

Eh, tunggu. Tadi aku bilang buku kedua 'kan sudah punya, kok mencari lagi?

Bukunya sobek. 😭

Mau nggak mau, harus cari gantinya. Ketemulah buku 1-2 di Facebook. Sudah senang banget. Bukunya bagus. Bersampul plastik. Sudah tinggal kirim. Tiba-tiba ...

Mbaknya minta maaf karena buku 1 disobek anaknya. Huhu. Mbaknya kasih pilihan batal sama sekali atau yang kedua saja. Daripada bingung, nggak apa yang kedua saja.

Mencari buku 1 memang susaaah. Lelah dengan situs jual-beli, aku baru kepikiran ke Twitter dan Instagram. Ternyata pernah ada yang menjual doong. Nggak lama sebelum aku cari di media sosial itu. Ah, andaikan lebih cepat.

Setelah sekian banyak drama, akhirnya dapat dari e-commerce. Sampulnya sudah lusuh, tapi mau bagaimana lagi.

Daaaan, ketika mau transfer, muncul buku dari penjual lain yang keadaannya lebih bagus. Harus menguatkan hati dan menghibur diri. Bahwa, buku lusuh mempunyai nilai sejarah. Dan, bahwa janji tetaplah janji.

Walaupun keadaan bukunya nggak sempurna, melihat seri yang komplit sempurna memang indah.

Apalagi, kalau mengumpulkannya sampai guling-guling, 'kan?


Mungkin series yang aku dapat lengkap tanpa guling-guling baru hanya Percy Jackson. Ini pun nggak pernah niat mengoleksi. Nggak sengaja dapat buku ketiga waktu IRF. Nggak lama, ada Harbolnas. Jadilah beli sisanya. Hehe.

Walau nggak sengaja, aku tetap suka. Sukaaa dengan punggung bukunya yang menyatu gitu. Kayaknya aku maniak punggung buku. Haha.

Cerita ini jadi panjang banget, ya. Hehe.

Jadi, catatanku tentang melengkali series adalah:

  • Cari di semua situs yang mungkin, termasuk situs media sosial. Bahkan, bisa juga mencari di Google karena mungkin ada yang menjual di blog. Pokoknya, harus rajin karena nggak tahu kapan orang akan menjual koleksinya. 

  • Jangan membuat permintaan aneh kepada penjual. Aku minta namaku dituliskan di bawah nama dia karena nggak suka ada nama orang lain di bukuku kelak. Jadi, mau nggak mau harus deal. Huehe. 

  • Siapkan uang yang banyaaaaakkkk. Jadi, kalau ada yang baru posting dengan kondisi lebih bagus daripada yang sudah dibayar, bisa beli itu juga. Lol

Selamat menimbun!




3 komentar:

  1. Yaampuun, perjuangannya luar biasa sekali, kak Mpah. Heuheu.
    Aku juga pengin koleksi Harpot :"

    BalasHapus
  2. Aku juga mau melengkapi serial Harry Potter, dulu cuma punya buku kelimanya aja, sisanya pinjam temen kakak. Trus aku jual deh karena mau nyari boxset ya, eh g pernah ketemu lagi. Akhirnya koleksi yang series terbaru ini 😀

    BalasHapus
  3. Selamat ya kak Nicholas Flamelnya terlengkapi. Series itu tentang apa ceritanya?

    @jeruknipisanget

    BalasHapus