Rabu, 12 April 2017

Baca Novel Wattpad?




Selamat Rabu!

Memasuki hari ketiga maraton. Ternyata, kalau disuruh curhat, membuat blogpost memang enak, ya. Tahu-tahu panjang.

Nah, hari ketiga ini aku mau curhat tentang penulis-penulis baru yang aku baca setahun belakangan. Sepertinya, setahun belakangan aku memang lebih banyak membaca buku-buku yang penulisnya belum kukenal. Ini khusus novel, yaaa. Kalau dihitung dengan komik, ya, pasti lebig banyak yang sudah kukenal.

Setahun belakangan juga aku mencicipi dunia Wattpad, tapi yang sudah diubah menjadi bentuk novel. Aku sempat beberapa kali membaca novel di Wattpad, tapi tidak bertahan lama. Entahlah. Aku kurang sreg dengan model bacaan seperti ini, padahal dulu aku pembaca Fanfiction.

Diingat-ingat lagi, perkenalanku dengan novel dari Wattpad sudah dimulai sejak tahun 2015. Waktu itu ada Posbar BBI tentang buku yang awalnya diterbitkan online. Sayangnya, perkenalan itu kurang berjalan mulus. Aku benciikkk banget dengan tokoh buku itu. Jadi, yaaa, mending dilupakan. *Duh, 'kan jadi ingat lagi. Huhu*

Walaupun begitu, aku nggak ada masalah dengan novel Wattpad dibukukan. 'Kan penulisnya beda. Sama halnya seperti menemukan buku amit-amit dari genre tertentu, masa mau menghakimi genre tersebut secara keseluruhan.

Untungnya, novel-novel Wattpad yang kubaca setahun belakangan tidak ada yang membuatku bencik amit-amit seperti sebelumnya. Penulis-penulis ini nggak membuatku trauma pada perjumpaan pertama. Haha.

Ini buku-buku dari Wattpad yang aku baca setahun belakangan.





Buku ini seolah memuat mimpi ala remaja dalam hal romantisme. Walaupun tokoh dalam buku ini sudah kuliah, aku rasa buku ini khas cerita untuk remaja SMP-SMA. Dinamis, manis, dan yaaa ... kadang meledak-ledak.





Sampai setengah bagian buku ini, aku belum menemukan konflik sesungguhnya. Yaaah, pembaca mungkin sudah mulai menebak-nebak, tapi tetap saja geregetan kalau belum tahu yang sesungguhnga. Kayak menebak-nebak perasaan orang yang sedang di-PDKT. #apasih





Buku ini beberapa kali membuatku tertawa. Banyak adegan yang menurutku kocak. It was really fun. Apalagi, bacanya tengah malam. Aku bahagia kalau menemukan buku yang tidak membuat baper tengah malam. :D





Gaya bercerita penulis tergolong cheerful tanpa menanggalkan kesan emosionalnya. Hal itulah yang membuatku bisa bertahan tanpa harus "beristirahat" dahulu. 

(Edisi malas mengetik komentar lagi. Copas dari review)

Keempatnya buku blog tour. Kalau bukan blog tour, apakah aku mau baca? Entahlah. Buku yang dari wishlist saja banyak yang aku timbun.

Setahun belakangan aku memang kurang banget baca novel. Lebih banyak baca komik. Malah, mungkin satu komik bisa dibaca berkali-kali.

Satu hal yang pasti, aku nggak menolak dengan kehadiran penulis-penulis baru yang asalnya dari Wattpad. Tentunya, dengan cerita yang dibukukan memang menarik, bukan sekadar karena telah "dibaca" sekian kali.

Cerita mengesalkan juga bisa dibaca sekian kali, 'kan? Karena yang membuat penasaran biasanya hanya yang sangat baik atau yang sangat buruk.

Platform Wattpad sangat membantu untuk yang ingin membaca tanpa beli buku. Dan, cerita Wattpad yang dibukukan membantu untuk yang ingin tahu cerita Wattpad tapi #TimBukuCetak garis keras.

6 komentar:

  1. belakangan ini saya sering baca cerita dari wattpad. tapi itupun hasus pintar2 milih cerita yg bagus :)

    BalasHapus
  2. Wah...coba dicari deh buku2 di atas.
    Aku pernah nemu sih penulis yang akhirnya masuk autobuy list yang awalnya berangkat dari wattpad.

    BalasHapus
  3. jujur belum pernah baca buku wattpad. dan belum pingin juga. satu2nya yg aku baca dari wattpad itu karangannya ika BBI joglo.. jdlnya JCD. yah memang novelnya isinya karakter anak BBI semua sih. buat seneng2 aja.. hehe

    BalasHapus
  4. Mpah kalau disuruh curhat lancar...curhatnya ga cuma sama MbaIn aja kan? :'D

    Kalau buku - buku Wattpad..aku baca cuma satu. Karya Acariba yang diterbitkan Elex. Masalahnya, itu buku kayak ga diedit dari naskah asli. Makanya aku pun malas. Jujur aku belum tertarik baca buku karya dari Wattpad dan itu juga karena aku ga suka sama false advertising mereka (duh, aku mah, banyak yang aku ga suka di dunia ini kayaknya :))) )

    BalasHapus
  5. Aku coba baca Wattpad terbitan kantor yang kata editornya lumayan sih, dan sudah diedit banyak tapi kayaknya udah jiper dulu lihat tebalnya halaman buku itu.

    BalasHapus
  6. Novel wattpad rasanya sebagian besarsama saja dengan teeblit. Dan aku sudah terlalu malas mengulang masa romantis sekolah. Menatap masa depan,, jiah

    BalasHapus