Selasa, 17 Januari 2017

Cinderella Syndrome - Leyla Hana (Review + Giveaway)





- Bukan Cinderella - 



Judul buku: Cinderella Syndrome 
Penulis: Leyla Hana
Penyunting: Woro Lestari
Proofreader: Esvandiary Sant
Penata letak: woro2
Pewajah sampul: albirru
Penerbit: Salsabila
Cetakan: 1, Mei 2012
Jumlah halaman: 240
ISBN: 9786029854428


Erika

Sepertinya Tuhan ingin menunjukkan bahwa pernikahan bukan sesuatu yang baik untukku, dan untuk sebagian besar wanita di muka bumi ini.

Kisah pahit dalam keluarga membuatnya sangat berhati-hati terhadap kaum laki-laki. Belum lagi, dia sering mendapat cerita dari teman-temannya yang mempunyai nasib buruk dalam pernikahan. Semakin bulatlah tekadnya untuk tidak menikah. Dia berusah menunjukkan perempuan bisa hidup mandiri dan baik-baik saja tanpa laki-laki. Baginya, menikah bukan pilihan, melainkan pantangan.


Namun, suatu kejadian yang menimpa orangtua asuhnya membuatnya berpikir ulang mengenai posisi pernikahan.

Violet

Sudahkah aku siap menikah? Aku bahkan tidak bisa mengurus diriku sendiri, bagaimana bisa mengurus orang lain? 

Violet adalah seorang penulis. Kesehariannya dihabiskan di rumah. Kalau harus pergi ke suatu tempat sendirian, dia pasti tersasar. Hidupnya belum mandiri di usia yang sudah menginjak 25 tahun. Dia adalah anak kesayangan kedua orangtuanya. 

Lelah dengan kebiasaannya yang tersasar, dia ingin mempunyai pengawal pribadi. Di lain pihak, orangtuanya pun ingin dia segera menikah.

Annisa

Aku akan membuktikan bahwa aku bukan perawan tua sebagaimana yang mereka tasbihkan kepadaku selama ini.

Annisa merasa nasib buruk selalu menimpanya. Orang-orang di sekitarnya selalu menggunjingkannya. Ibunya pun banyak menuntut ini-itu. Dia berharap seorang pria mapan bisa membawa perubahan pada hidupnya. 

Lalu, muncullah seorang pangeran dalam wujud duda beranak satu.

* * *

"Mending nikah aja, deh."

Pernah mendengar atau membaca kalimat itu? Kalau tidak, selamat, lingkunganmu sangat mandiri dan optimis. Mungkin. Yaaah, belum tentu juga yang melontarkan kalimat itu tidak mandiri dan optimis, sih. Bisa saja itu hanya candaan.

Hanya saja, candaan "mending nikah" itu biasanya semacam harapan bahwa menikah bisa mengeluarkan diri dari sisi dunia yang gelap. Misalnya saja, sedang banyak tugas kuliah yang sulit, tersebutlah kalimat itu. 

Kalimat itu mungkin hanya salah satu dari gejala Cinderella Syndrome, menurutku. Cinderella Syndrome adalah sindrom berupa mimpi manis bahwa menikah dengan seorang pangeran akan membuat hidup lebih baik. Dalam hal ini, pangeran versi zaman sekarang adalah seseorang yang setidaknya sudah bisa membiayai hidup sekeluarga. Atau, kalau tidak butuh tunjangan finansial, bisa juga pangeran adalah seseorang yang akan memberikan perhatian dan kasih sayang dan segala hal yang membahagiakan. 

"Ingin belum berarti siap."

Aku tidak akan bilang aku tidak pernah terkena Cinderella Syndrome. Mungkin pernah, hanya saja gajah di pelupuk mata sering kali tidak tampak. Aku sering melontarkan sarkasme ketika ada teman yang mulai menunjukkan tanda-tanda sindrom ini kumat. Aku lelah dengan segala mimpi-mimpi putri raja ini, Kakaaak. Pada akhirnya, percakapan akan langsung sepi begitu sarkasme itu muncul. Huhu. Salahku, deh. Salahkuuu.

Di sisi lain, penulis buku ini bisa melontarkan apa yang kupikirkan tanpa sarkasme sedikit pun. Buku Cinderella Syndrome adalah sebuah bacaan yang santai. 

Tiga tokoh dalam buku ini merupakan penggambaran perempuan-perempuan pada zaman ini. Dua orang perempuan yang berharap hidupnya akan berubah dengan menikah dan seorang perempuan yang justru yakin untuk tidak menikah. Juga, gunjingan-gunjingan yang terkadang dilontarkan kepada seorang perempuan. 

Menjadi perempuan memang tidak mudah, ya. Deal dengan diri saja kadang sulit, ditambah lagi orang-orang di sekitar yang menudung macam-macam atau sibuk kasak-kusuk. Yaaa, tidak heran, sih, Cinderella Syndrome menjangkit di mana-mana. Mempunyai harapan boleh, kok, tapi juga disertai usaha.


Aku bingung, loh, sebetulnya mau menulis apa di sini. Masih baper. Haha. Lagipula, sarkasku terhadap sindrom ini sepertinya masih banyak muncul di review ini.

Sebetulnya, buku ini bukan menunjukkan bahwa "pernikahan bukan jalan keluar", melainkan menunjukkan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang lebih besar. Kalau hanya sekadar "pernikahan bukan jalan keluar", untuk apa ada Erika, 'kan? Toh, dia enggan menikah. Soal jodoh ini memang bahasan terbesar umat manusia. 

Buku ini cukup ringan, tapi sekaligus bisa membuat mikir pembacanya. Bahkan, ada bagian yang membuatku hampir mrembes mili kalau playlist tidak tiba-tiba memunculkan lagu cerah ceria. Bagian tentang kehidupan sebuah keluarga. Keteraturan sebuah sistem yang sangat indah, menurutku.

Pada akhirnya, buku ini bisa menjadi teman di kala santai sekaligus penghangat jiwa-jiwa galau.*ehem*

"Ketika kita menikah dengan orang yang kita cintai, tanpa sadar kita mau berubah demi menyenangkan hatinya. Pernikahan itu melibatkan dua orang, bukan sendirian. Jadi, kamu harus menyingkirkan egoismemu setelah menikah."

Rating:


* * *

GIVEAWAY


Ada dua buku Cinderella Syndrome siap menjadi temanmu. 

Caranya:

  1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Follow Twitter @afifahmazaya dan @LeylaHana. Instagram @LeylaHana dan (optional) @afifahmazaya
  3. Follow blog ini via GFC, Bloglovin, atau email.
  4. Share info giveaway ini. 
  5. Tulis username Twitter di kolom komentar di bawah ini. Pemenang dipilih dengan random.org
  6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 17 sampai 23 Januari 2017.
  7. Pengumuman pemenang tanggal 24 Januari 2016 (kalau tidak ada halangan). Pemenang diharapkan memberikan konfirmasi paling lambat 2 hari setelahnya.

Semoga beruntung! Kalau ada pertanyaan, silakan mention aku. ^^









58 komentar:

  1. Huwaaah makasih, Fifah udah bikin reviewnya. Hatiku menghangat membaca Review ini.😍😘❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga, Mbak. Bukunya juga bikin aku hangat. :)

      Hapus
  2. @nunaalia

    Bismillah...semoga berjodoh dengan novel ini :D

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Mba aku ikutan GA nya ya

    tertarikkk dengan bukunya

    @novafni

    BalasHapus
  5. Wah tandain ah, moga bisa ikutan GA-nya.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Twitter: @widywenny


    bismillah ^^

    BalasHapus
  8. @Zhaa_Riza23

    Btw, aku gak punya ig jadi gak ikutan rules yg follow ig yaa

    BalasHapus
  9. akun twitter: @alfari_12
    link:https://twitter.com/alfari_12/status/822952962796359680

    BalasHapus
  10. @umimarfa

    Done semua tapi maaf aku ngga ada IG jadi ngga bisa follow, kalau tak dihitung tak apa-apa,semoga sukses GA dan blognya^^9

    BalasHapus
  11. @nihlafuadah09

    Wish me luck kak...😍😙

    BalasHapus
  12. @nihlafuadah09

    Wish me luck kak...😍😙

    BalasHapus
  13. akun twitter : @farida271
    link share : https://twitter.com/farida271/status/823518918748741632

    BalasHapus