Sabtu, 05 November 2016

[Blog Tour + Giveaway] Fasava - Aniqotuz Z



- Bermula dari Kebohongan -


Judul buku: Fasava
Penulis: Aniqotuz Zahro
Penyunting: Suci Amanda
Penata letak: @aryo ceria
Desain cover dan ilustrasi: Deki Nosra
Penerbit: Penerbit Ikon
Cetakan: 1, Agustus 2016
Jumlah halaman: 254
ISBN: 9786027465312

Dasar Fasa iblis. Setan. Jin. Genderuwo. - hlm. 13

Fasa dan Sava tidak bisa dibilang teman. Mereka hanya sebatas sekelas ketika kuliah. Sava bahkan bukan kategori yang diingat namanya oleh Fasa. Namun, tiba-tiba saja Fasa mengakui Sava sebagai pacarnya kepada ibunya.

Ibu Fasa yang sangat baik itu bahkan meminta Sava tinggal di rumah mereka. Mau tidak mau, Sava menuruti permintaan beliau. Sayangnya, perlakuan Fasa sangat tidak menyenangkan. Fasa justru bertindak seolah Sava adalah pengganggu.

Sava ingin mengakhiri semua ini, tapi Fasa bersikeras untuk berlanjut. Ketika Fasa berencana membongkar kebohongan mereka, justru Sava yang mencegahnya karena suatu. Sava merasa hal itu bukan cara yang terbaik. 

Sava pun menemukan win-win solution untuk masalah mereka. Sayangnya, solusi justru menjadi bumerang.

"Sava, cewek tukang ngaret. Tukang tidur. Tukang nyontek. Tukang nyusahin orang." - hlm. 13

* * *

Jangan bohong, nanti jadi kenyataan.

Seolah hal itu yang ingin disampaikan buku ini. Entah kenapa, tiba-tiba saja aku teringat kebohonganku di masa lampau, yang kemudian menjadi kenyataan. #tsaaah. Yah, bukan bohong, sih, cuma asal jawab. *ngeles*

Sebagai orang yang masih jarang membuka Wattpad, aku tidak tahu ada cerita terkenal berjudul Fasava. Pertama kali melihat buku, aku mengira ceritanya adalah romance dewasa. Ilustrasi sampulnya cantik dan terkesan dewasa. Tidak tampak unyu ala abege sama sekali. Ketika melihat sinopsisnya, barulah aku menduga buku ini ditujukan bagi pembaca remaja. Oke, young adult

Mungkin usia kedua tokoh utama sudah bukan remaja. Mungkin remaja akhir. Katanya (lupa kata siapa), usia remaja sekarang ini rentangnya lebih lama. Mungkin maksudnya usia psikologis.

Fasa dan Sava adalah anak kuliahan. Penulis memberikan kisah yang "remaja banget" (walaupun remaja tidak ada yang tinggal serumah, sih). Cara penyampaiannya pun memberikan kesan bahwa buku ini diperuntukan bagi pembaca muda. 

At first, aku sama sekali tidak bersimpati pada Fasa. Demi apa pun, Fasa itu jahat banget. Mengorbankan orang lain untuk kepentingannya sendiri. Mending ya, cuma merampas "kebebasan", ini loh dia pakai jutek, galak, pokoknya menyebalkan terhadap Sava. Memang ada bagian yang menceritakan alasan Fasa bersikap seperti itu, tapi bagiku, tetap saja Fasa menyebalkan.

Seiring berjalannya cerita, Fasa mulai berubah. Dia lebih baik, lebih perhatian, lebih menunjukkan bahwa dia manusia. Lol. Perubahannya ini tentu saja berkat Sava.

Sava memang buka tipikal cewek malaikat. Aku malah pasti akan tidak suka kalau Sava tipikal seperti itu. Hehe. Sava itu sangat "manusia". Sepertinya, karakter seperti Sava bisa banyak ditemukan dalam kehidupan nyata. Bagaimana karakter yang terkesan biasa bisa membuat cerita terus berjalan? Menurutku, sih, justru karakternya biasa sehingga cerita bisa berjalan. Aku ngomong apa, sih? Haha. Pokoknya, baca buku ini kalau mau mengerti maksudku. Hehe.


Buku ini beberapa kali membuatku tertawa. Banyak adegan yang menurutku kocak. It was really fun. Apalagi, bacanya tengah malam. Aku bahagia kalau menemukan buku yang tidak membuat baper tengah malam. :D

Latar dalam buku ini sangat menunjukkan kehidupan orang muda. Ada juga beberapa latar yang romantis. Walaupun beberapa adegan lucu, mungkin latar romantis bisa sukses membuat baper kalau dibaca malam minggu sendirian. #plak

Cerita dalam buku ini disematkan banyak ilustrasi. Bukan ilustrasi yang "plek" satu halaman, melainkan beberapa baris kalimat, lalu ada ilustrasi. Lebih mirip ilustrasi seperti dalam serial Lima Sekawan. Sebagai pecinta ilustrasi, aku senang dengan banyaknya ilustrasi di buku ini. 

After all, pepatah "jangan menilai buku dari sampulnya" memang benar. Minimal baca sinopsisnya. Buku ini sangat menunjukkan jiwa muda penulis. 

"Pernah nggak sih, lo ngebayangin jadi bulan di malam yang mendung kayak gini nggak ada bintang?" - hlm. 79

Rating:



Giveaway






1 novel Fasava akan dikirimkan untuk seseorang yang beruntung.

Caranya:


  1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Follow Twitter @afifahmazaya, @penerbit_ikon, dan @aniqotuzz_ serta Instagram @penerbitikon dan @aniqotuzz_.
  3. Follow blog ini via GFC, Bloglovin, atau email.
  4. Share info giveaway ini dengan tagar #Fasava #aniqotuz #penerbitikon. Mention ketiga akun itu, ya.
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan username Twitter. 
  6. Setiap orang bisa ikut di keempat blog dan berkesempatan menang di semuanya.
  7. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 5 sampai 8 November 2016.
  8. Pengumuman pemenang tanggal 9 November 2016 (kalau tidak ada halangan). Pemenang diharapkan memberikan konfirmasi paling lambat 2 hari setelahnya.

Pertanyaannya:

Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?


Semoga beruntung! Kalau ada pertanyaan,silakan mention aku. OK?

59 komentar:

  1. Mbak, itu tagarnya gak salah? Kok #KaliKedua?

    BalasHapus
  2. Iya. Salah. Maaf, ya. Makasih diingatkan. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip...oke, aku share ulang, tadi belum ada #aniqotuz #penerbitikon :D

      Hapus
  3. @hensus91

    'Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?'
    Reaksi pertama : shock
    Reaksi kedua : nolak mentah-mentah
    Bukannya apa-apa, tapi yang namanya diakui itu berarti bukan benar-benar pacar kan? Dan itu artinya kalau aku tidak menolak maka selanjutnya aku harus jadi pembohong pada sekian banyak orang yang mendengar dan tahu status 'aku-akuan' itu. Dan tentu saja aku tidak mau diajak menjadi pembohong publik dengan efek suatu saat akan kehilangan kepercayaan orang lain.

    Kalau dia mau mah mending nembak aku di depan umum daripada ujug-ujug bin tiba-tiba mengakuiku sebagai pacar yang jelas-jelas bukan. Kalau ditembak kan siapa tahu bisa tepat sasaran terus malah berlanjut kepelaminan #ups :D

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  4. Twitter: @san_fairydevil


    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Kalo ada orang lain, aku paling cuman senyum aja. Tapi kalo udah enggak ada orang aku bakal tanya alasannya sejrlas-jelasnya. Dan kalo alasannya menurutku enggak jelas, ya udah. Nanti kalo ditanyain, aku bilang kita udah putus atau kalo mau lebih ya udah jujur aja.. kita enggak pernah pacaran..

    BalasHapus
  5. @ratnaShinju2chi

    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Kaget dong pastinya dan langsung menolak klaim tersebut. Siapa dia ngaku-ngaku pacar? Lagipula kenapa hidup harus dalam kebohongan? Itu tidak baik. Saya akan meminta orang itu minta maaf pada saya, juga pada orang-orang yang telah dibohonginya. Kebohongannya itu bisa menebar fitnah dan merusak nama baik saya. (Siapa tahu orang yang diakui pacar itu tidak menganut paham pcaran) Kalau suka ya, bilang dulu sama orang yang bersangkutan, atau langsung datang ke rumah bilang orang tua. Eh, Hheh. jangan mengaku-ngaku.

    BalasHapus
  6. Twitter: @rohaenah
    Jawaban: awalnya pasti kaget,tapi kalo teman minimal kita tau sifat dia kaya apa jadi harusnya bisa mengantisipasi saat keaadaan yg bisa dibilang genting ini. Anggap aja shock terapi buat kita. Kalo didepan umum harus bisa mengontrol emosi dan sikap dulu,nah kalo udah tinggal berdua langsung *hajar bleh* becandaπŸ˜†. Saat sudah memungkinkan tanya si teman itu apa maksud dan tujuan dia berkata demikian,ngga mungkin kan dia asal bicara gitu aja tanpa ada alasan. Kalo sudah jelas baru deh tentuin sikap,dan seandainya tidak merugikan kita ngga ada salahnya membantu. Sama kaya Fasa dan Sava,win win solution. Anggap aja kita beramal asal jangan sampai merugikan kedua belah pihak atau memyinggung pihak lain. Why not??

    BalasHapus
  7. Twitter : @ainekayul

    Kalo ada temen cowok yang tiba-tiba ngaku pacar. Ngamuk sengamuk-ngamuknya. Saya nggak suka diklaim-klaim sebagai milik orang tanpa kejelasan latar belakang klaim itu. Saya tipikal orang yang suka mendominasi, jadi kalo temen tiba-tiba ngaku pacar, siap-siap aja kena semprot!

    BalasHapus
  8. Twitter: @bety_19930114

    Kalau ada teman biasa yg mengakuiku sebagai pacar, aku sih cuek aja karena dia mengakuiku cuma sebagai pacar, bukan suami. Aku justru akan menantangnya balik, jangan hanya mengakui sebagai pacar saja tapi harus berani melangkah lebih jauh dengan menemui orang tuaku untuk meminta ijin berkenalan denganku secara benar terlebih dulu. Dia harus bisa membuktikan dan meyakinkanku bahwa aku lah wanita yg paling beruntung telah terpilih untuk berada di sisinya. Lalu, aku akan mempertimbangkannya.

    BalasHapus
  9. User twitter : @vita_novita26

    jika ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?



    pertama-tama pasti kaget parah kok bisa tiba-tiba dia ngaku aku sebagai pacar padahal bukan teman deket dan lebih bikin heran lagi di antara teman perempuannya kenapa harus aku yang di jadikan pacarnya. tindakan yang di lakukan adalah menanyakan kenapa bisa dia menjadikan aku korbannya . jika dia tidak menjawab atau tidak memberi alasannya secara otomotis mungkin itu hanya ke isengan dia untuk menghilangkan rasa bosannya. untuk beberapan saat aku akan mengacuhkan berita tersebut. dan bila berita itu sudah membuat kehebohan dan membuat diriku tidak nyaman aku akan mengambil langkang selanjutnya menanyakan dengan 'paksaan' ala diriku, jika memang rencana itu tidak berhasil aku akan mencari tahu lewat teman nya, kenapa dia melakukan hal seperti itu. dan aku selalu yakin, ada alasan di balik setiap peristiwa termasuk tentang dia.

    BalasHapus
  10. Twitter : @widiaa_ap

    Kalau ada teman biasa, tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang kamu lakukan?

    Jawaban :

    Yang pasti kaget banget kalau denger berita kayak gitu, kita yang enggak tau apa" tiba-tiba dapat berita kayak gitu kan bikin syokkk..
    Hampir mirip sama ceritaku bedanya dia tidak mengaku sebagai pacarku tapi dia mengaku ke teman"nya kalau dia suka kepadaku hingga setiap aku ketemu sama temanku aku selalu di panggil dengan nama cowok itu , Entahlah aku juga enggak tau gimana ceritanya yang pasti aku langsung dapat kabar itu kaget aja, aku sama cwok itu pernah chat sekali dua kali itu hanya masalah sekolah enggak pernah lebih bahkan kita jarang berbicara saat ketemu kalau enggak ada yang penting tapi kenapa jadi seperti ini .. Aku enggak nyalahin dia, terserahlah dia mau suka apa enggak itu kan hak dia tapi kalau menjadi salah paham seperti ini kan jadi panjang ceritanya..

    Sebenarnya sih agak risih selalu di panggil nama cowok itu takutnya semakin kesini semakin banyak yang salah paham ..
    pengen ngelurusin tapi udah beda kelas dan takutnya dianya gimana gitu ke aku, tapi kalau enggak di lurusin teman"ku semakin menjadi..
    Seperti makan buah simalakama hiks😒
    Disenyumin ajalah kalau mengelak juga percuma teman"ku akan semakin menjadi ..
    Yah semoga saja teman"ku cepat sadar dan enggak akan manggil" gitu lagi..

    Intinya akan aku senyumin aja toh percuma kalau mengelak enggak akan di dengerin, kan anak jaman sekarang gitu semakin dilarang malah semakin dilakukan, dan yang enggak dilarang malah enggak dilakukan..
    seperti dinasehatin tapi malah melanggar nasehat itu..

    BalasHapus
  11. @RaaChoco


    Kalau ada teman biasa yang tiba-
    tiba mengakuimu sebagai pacar,
    apa yang akan kamu lakukan?


    Pertama pasti terkejut dan bingung, pasti deg-degan juga. Kalo yg ngomong orang yang disuka pasti keringet dingin, tapi kalo yang ngomong orangnya biasa (nothing special) pastinya aku mikir "ada apa nih?". Aku punya dua perkiraan jika dihadapkan pada situasi seperti itu. Pertama hanya bercanda, aku pasti menanggapinya seperti ini dulu. "Ah bohong dia mah, cuma bercanda aja. Kamu sih aneh-aneh aja, ga ada kerjaan bilang begitu" pasti perkataan itu bisa terlontar begitu saja dari mulutku. Perkiraan kedua, jika dia terlihat serius, aku akan diam saja sambil menatapnya terus menerus, lalu minta bicara berdua dengannya langsung. Menanyakan maksud dari perkataannya tadi. Jika dia masih seperti itu terus, maka aku akan mendiamkannya, tak menanggapinya, biar aja cape sendiri.

    BalasHapus
  12. Twitter : @azizah_0271
    https://twitter.com/azizah_0271/status/794888322854240256

    Kalau ada teman biasa, tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang kamu lakukan?

    Yang pasti sih kaget.ini orang kenapa tiba-tiba ngaku jadi pacar aku? Kalo ngaku-ngakunya cuma sama sahabat2 dia sih yaudah diemin aja tapi kalo udah nyebar kesemua orang dan buat aku ga nyaman aku langsung tanya dia walaupun didepan banyak orang,apa maksudnya ngaku-ngaku aku pacarnya sedangkan akupun blm terlalu mengenalnya dan langsung nolak.kalo terus-terusan ngaku kalau aku pacarnya yaaa udah diemin aja toh aku juga udah ngasih informasi yg sebenarnya nanti juga dia cape dan semua informasi tentang itu lama2 hilang sendiri

    BalasHapus
  13. @Octannow_
    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Wah, aku pernah tuh beberapa bulan lalu ngalamin yang begitu :3 rasanya kesel-kesel gimana gitu. Bilangnya ke temen2 aku pula, hrrr :3
    Awalnya pasti shock. Terus mikir 'apasih maunya?' Ngeselin kataku. Kalo yang ngaku-ngaku laki-laki yang aku suka sih pasti beda reaksi juga. Tapi ini kan yang ngaku-ngaku temen 'biasa'. Apalagi yang namanya temen 'biasa' itu bisa saja temen cuma kenal nama, atau temen lama yang pernah sekelas alias gapernah dekat samasekali. Bagaimana dia bisa ngakuin aku sebagai pacarnya? Aneh. Jadi, kalo konteksnya cuma bercanda sih aku biarin. Tapi kalo ujung-ujungnya mengusik kehidupan aku ya harus dibicarakan. Ditanyain dulu; apa alasannya? Kenapa bisa begini? Kalo alasannya wajar atau karna sesuatu yang mendesak, okelah gapapa. Anggap saja membantu.

    BalasHapus
  14. @fujasagita_45

    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Aku bakalan ngejauh dari orang itu/ cowok itu. Aku bakalan langsung takut, karena orang itu tiba-tiba mengakuiku sebagai pacarnya. Syok, pasti sudah tentu. Tapi ya, intinya aku bakalan ngejauhin dia, takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dari dia dan aku juga tidak mau kejadiannya bakalan lebih rumit lagi. Aku beneran nggak mau, apalagi orang tersebut tidak akrab dengan aku.Yang jelas aku tidak mau terjerumus dan mendapatkan masalah dari kebohongan yang ia buat, titik. :v :3

    BalasHapus
  15. Twitter : @keyminoz

    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Kaget & marah yang pasti, itu fitnah bukan fakta, enak aja ngaku-ngaku pacaran, kenal juga enggak seberapa udah berani bilang ke semua orang kalo kita pacaran, kapan nembaknya tau2 udah pacaran. Aku akan ngomong baik-baik sama dia maksud menyebarkan berita tak enak ini motifnya apa, trus aku juga mau dia klarifikasi sama temen2 kalo kita emang belum pacaran. Berteman boleh ajasih tapi kalo sampe dia ngaku-ngaku aku ini pacarnya ya mending menjauh secara halus kan risih baru kenal deket udah dibilang pacaran, lah gimana kalo udah berteman lama? entar dia bilang ke temen2 aku ini istrinya wkwkwk :)

    BalasHapus
  16. Twitter: @haidarohsholeh

    Kalau ada teman yang mengakuimu sebagai pacar, bagaimana menurutmu?

    Tentu saya akan kaget bukan main. Dan bertanya, apa maksudnya. Apakah dia benar - benar sayang sama saya. Kalau dia hanya mau main main alias pamer pamer tidak jelas, saya akan marah sama dia. Menjauh dengan teratur. Kalau dia sayang sama sama saya, saya akan menanyakan kenapa sayang sama saya, apa alasannya. Lalu saya akan menjelaskan sama dia bahwa tindakan seperti itu salah. Tidak hanya membikin kaget, namun juga malu. Bisa saja misalkan saya orang yang anti pacaran, lalu diakuin sebagai pacar seseorang? Jelas saya malu. Dan yang jelas mengakui seseorang sebagai pacar padahal bukan pacar adalah sebuah kebohongan, kebohongan adalah dosa. Kebohongan adalah kerumitan. Dan saya ingin hidup apa adanya saja, jauh dari dusta, jauh dari kebohongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://twitter.com/HaidarohSholeh/status/795137355086643200

      Hapus
    2. https://twitter.com/HaidarohSholeh/status/795137355086643200

      Hapus
  17. @tewtri

    Kalau menyangkut soal status, saya terbilang agak sensitif sih. Apalagi kalau ada teman yang ngaku-ngaku gitu tanpa persetujuan saya. Jelas saya bakal marah banget. Secara disamping melakukan kebohongan, perkataannya itu pasti menciptakan banyak akibat buat saya. Duh, kalau gara-gara omongannya itu membuat cowok yang lagi deket sama saya mundur teratur kan berabe yah atau Ibuk-Bapak saya denger, bisa-bisa dia malah disuruh kerumah buat ngelamar kan nggak lucu. Jadi, saya nggak akan menahan diri buat ngomelin temen saya itu. Secara kalau dia bener-bener anggep saya sebagai temen pasti dia bakal diskusi dululah. Apalagi ini menyangkut nama seseorang.

    BalasHapus
  18. Nama : Farida endah
    DomisiLi : Pacitan Jawa Timur
    Twitter : @farida271
    Link share : https://twitter.com/farida271/status/795142186799079424
    jawaban : bengong duLu kayak orang bodoh, yang tidak tahu apa-apa kemudian pegang jidat si teman cowok itu tadi, jika hangat berarti dapat dipastikan dia demam dan sedang ngigau jika normaL suhu badannya berarti obat dia Lagi habis makanya ngomongnya ngeLantur gak jeLas

    BalasHapus
  19. Twitter: @skhumairade

    Reaksi alamiah udah pasti kaget dong, ya. Kalau aku, sih, istigfar dulu, baru meledak wkwkwk Tapi nggak sampe nyamperin si temen dan marah-marah. Aku tipikal cewek yang ‘masa bodoh’ soal gituan. Toh, temen-temen pada tahu aku orangnya gimana. Aku nggak tertarik dalam urusan pacaran. Jadi, udah pasti tahu kalau si temen ini ngibul. Paling-paling kalau ditanyain, “Eh kata si A kalian pacaran. Itu beneran?” reaksiku cuman, “Hah?” Kalau si temen ini udah kelewatan dengan nyebar sesuatu yang nggak bener, baru deh aku nyamperin dia. Minta klarifikasi dari awal sampai akhir. Bisa dibilang, tindakan ‘masa bodoh’ aku di awal itu adalah proses sabar. Mudah-mudahan jawabanku ini nggak ngawur :”) Hehehe.

    BalasHapus
  20. Akun Twitter: @nurulastrirmdn

    Tentunya aku bakalan shock banget ya. Tapi sebelumnya, aku mau liat gimana ekspresi dia pas bilang kayak gitu. Misalkan serius, aku pasti bakalan minta penjelasan. Takutnya orang-orang udah keburu salah paham kan tentang hubungan aku dan dia. Aku nggak mungkin diem aja terus nerima walaupun cowok itu ganteng. Daripada nolak mentah-mentah, mending tanya baik-baik alasannya. Jangan berpikir negatif dulu, siapa tau aja dia lagi kepepet atau butuh bantuan XD

    BalasHapus
  21. @dreravios


    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?


    Shock banget pastinya, nggak ada petir nggak ada ujan tiba-tiba ngaku jadi pacar. Yang pasti aku bakal tanyain ke dia, kenapa ngaku-ngaku kalau kita itu pacaran, kalo niatnya buruk ya pergi aja sono ke laut tapi kalau niatnya baik sih masih bisa di pertimbangkanlah ya.
    Apalagi kalau misalnya temen kita itu yang udah kita taksir dari dulu, pasti seneng banget! Cinta kan karena terbiasa bisa aja karena keterpaksaan itu dia bisa jadi cinta hehe.

    Tapi kalau misalnya musuh atau orang yang gak kenal banget biasa aku angep angin lalu, di pikiran aku pasti ini orang lagi ngelindur deh. Tapi kalau misalnya dia serius sih aku marah banget sama dia, Tapi.aku bakal tetep minta penjelasan yang logis, kalo masuk di akal aku bakalan ikutin permainan dia, kalo nggak, makasih deh.

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. @widyayu15

    Aku akan tanya ke dia... "maksud kau apa?"
    Selebihnya tergantung dari apa jawaban dia.
    Udah itu aja. Makasih :)

    BalasHapus
  24. Nama : Muthiara Rafli
    Twitter : @MuthiaraRafli
    Link share : https://twitter.com/MuthiaraRafli/status/795231910943330304

    jawabnnya
    yang aku lakuin pertama kali ya pasti cengok dan gak ngerti apa yang mau aku omongin dan ya cengok kayak kambing congek. Dan reaksi selanjutnya adalah liat dulu muka temen gue yang ngaku ngaku itu, kalau misalnya Ganteng ya sikatttttttttt wkwkwkwk kan aku gak munafik. Eitsssss tapi kalau yang ngaku ngku tuh cowok yang aku gak suka, cowok nyebelin, cowok sok ganteng. Pastinya aku bakal teriak dan nyakar mukanya sambil teriak "Gue bukan PACAR lo" dan ngamuk ngamuk depan dia
    *oke ini agak alay

    BalasHapus
  25. Bismillah
    Nama twitter : NhisaMinoz75
    Jawaban : awalnya mungkin shock terus marah. Tpi marahnya tergantung situasinya kalau dia ngakuin aku pacarnya di hadapan teman2nya aku mungkin cuman bisa tersenyum dulu, gak langsung marah marah, kan kasian dianya nanti malu dan di ketawain temannya karena berbohong. Nanti kalau tinggal kita berdua baru marah tpi marahnya gak lebay amat mungkin minta alasannya atas pengakuan yg tiba tiba itu. Tpi kalau dia mengakui saya sbgai pacarnya didepan orang tuanya saya mungkin akan langsung marah tpi marahnya gak smpai diliat sama orang tuanya, saya juga akan meminta penjelasannya secara langsung kalau memang situasinya mengharuskan saya untuk membantunya saya mungkin akan membantunya. Terima Kasih.

    BalasHapus
  26. Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Heran dan kaget pastinya. Dan yg akan kulakukan adalah berkata 'Lah gila lo ya?'

    Twitter : @yosiucaaaa

    BalasHapus
  27. @RinitAvyy

    Diakui sebagai pacar?

    Pertamanya, aku kaget lah, secara tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba aku akui jadi pacar tanpa adanya persetujuan terlebih dahulu.
    Iya, kalau sebelumnya sudah ada persetujuan bersama atau paling tidak di rundingikan dulu. Tentang rencana aku akan menjadi pacar benerannya atau kepura-puraannya. Yang padahal nih ya, kalau di minta menjadi pacar beneran pun aku keberatan lho, soalnya aku belum ada niat yg menjurus kesitu.

    Kedua, tentu aku langsung mengucapkan terang-terangan, aku bukan pacarnya. Tidak peduli situasinya sedang sepi atau ramai. Dan Bukannya bermaksud menyakiti, tapi aku pikir ucapan bohong dadakan seperti itu dampaknya bisa menjadi kesalahpahaman besar dari beberapa pihak. Misalnya tindakan temanku itu pasti ada maksud tertentunya, salah-salah aku malah bisa jadi, dijadiin kambing hitam diantara pihak tertentu. Dan siapa sih yg mau di salahkan padahal nggak salah sama sekali dan parahnya dikambing hitamkan? Aku? Ya nggak mau dong tentunya. Lagi pula, tindakan temenku itu sama saja melakukan kebohongan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa, bohong itu dosa lho!

    BalasHapus
  28. @RinitAvyy

    Diakui sebagai pacar?

    Pertamanya, aku kaget lah, secara tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba aku akui jadi pacar tanpa adanya persetujuan terlebih dahulu.
    Iya, kalau sebelumnya sudah ada persetujuan bersama atau paling tidak di rundingikan dulu. Tentang rencana aku akan menjadi pacar benerannya atau kepura-puraannya. Yang padahal nih ya, kalau di minta menjadi pacar beneran pun aku keberatan lho, soalnya aku belum ada niat yg menjurus kesitu.

    Kedua, tentu aku langsung mengucapkan terang-terangan, aku bukan pacarnya. Tidak peduli situasinya sedang sepi atau ramai. Dan Bukannya bermaksud menyakiti, tapi aku pikir ucapan bohong dadakan seperti itu dampaknya bisa menjadi kesalahpahaman besar dari beberapa pihak. Misalnya tindakan temanku itu pasti ada maksud tertentunya, salah-salah aku malah bisa jadi, dijadiin kambing hitam diantara pihak tertentu. Dan siapa sih yg mau di salahkan padahal nggak salah sama sekali dan parahnya dikambing hitamkan? Aku? Ya nggak mau dong tentunya. Lagi pula, tindakan temenku itu sama saja melakukan kebohongan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa, bohong itu dosa lho!

    BalasHapus
  29. Tentu aja kaget tapi yang akan aku lakukan selanjutnya adalah bertanya apa maksudya. Meluruskan segalanya supaya kembali ke tempatnya semula itu harus dan nggak akan bisa kulakukan tanpa bertanya. Aku nggak bisa menolak mentah2 apalagi di depan orang banyak karena itu akan mempermalukannya dan sebagai teman tentu aja itu nggak bagus. Jadi aku akan menanyakan maksudnya secara empat mata dan tergantung jawabannya apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Namun yang pasti aku nggak akan mau berpura2 jadi pacarnya kalau memang daru jawabannya ada maksud yang mengarah kesana

    @sitasiska95

    BalasHapus
  30. @Taqya1999

    Pertama, mikir keras. Kapan dah punya pacar? Perasaan gebetan aja gak punya.
    Kedua, kalo dia ngomongnya lagi di tempat rame, aku bakal menjauh dari keramaian biar enak ngomonginnya. Aku bakal tanya ke dia: tujuannya apa? Ada masalah apa?
    Aku rasa dia punya masalah yang bisa diselesaikan dengan cara ngaku2 jadi pacarku, jadi sebisa mungkin aku tanya dia dulu masalahnya apa, supaya aku bisa bantu. Tapi bukan dengan cara jadi pacarnya.

    BalasHapus
  31. @fitania09
    Kalau ngedrama ala Kpop sih pastinya kaget & bilang "Apa?" Terus ketawa-ketiwi sambil ngeliat muka dia yg tanpa beban bilang pacar aku. Reaksi awal kalo masih ada orang lain :))
    Habis semua pergi, langsung deh inspeksi mendadak eh maksudnya introgasi. Kepo pengen tau apa alasan dia bilang kaya gt. Kalo uda ndengerin baru deh buat keputusan. Dan keputusanku adalah nginjek kakinya terus ngloyor pergi...itu hukuman awal. Untuk selanjutnya aku bakal minta dia gak ngulangi perbuatan itu sebagai pengampunan baginya...

    BalasHapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  33. Akun twitter: @dwitaandhara

    Karena sudah jelas itu sebuah kebohongan, jadi aku akan nyangkal. Apalagi kalau kasusnya seperti di atas. Ya Tuhan.. demi apa itu seorang ibu loh, orang tua, masa bohong! Walau mungkin ibunya senang tapi percaya saja aku gak akan nyaman ke depannya. Ingat! Sebuah kebohongan, pasti akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain. Jadi dari pada nyiksa diri sendiri dan di hantui rasa bersalah ke depannya, aku lebih pilih jujur. Jelasin baik-baik dengan bahasa yang lembut kalau itu tidak benar ke semua orang. Persetan dengan perasaan temanku, dia aja nggak mikir dulu gimana aku kalau dia bohong jadi akupun juga gitu. Terlebih kalau dia malah bohong itu hanya untuk kepentingannya sendiri... Aduh sori-sori aja deh, aku nggak mau!

    BalasHapus
  34. Akun Twitter: @azwaravisin
    Link Share: https://twitter.com/azwaravisin/status/795461049273069568

    aku diakui pacar?

    jelas aku lihat - lihat orang yang ngakuin aku jadi pacar, kalau dia cantik menurut ukuranku atau dia pintar dalam pelajaran, atau dia menggemaskan untuk dijadikan pacar, saya rasa kenapa tidak mengiyakan kalau dia pacarku, meski diawali kebohongan atau pengakuan demi status atau apalah yang jelas saya akan merasa senang, saya akan mengukur apa kelebihan dan kekurangan saya sampai saya diakui sebagai pacar sama orang lain.

    tapi kalau yang mengakui saya sebagai pacar adalah cewek yang nyebelin, dan mukanya nggak cantik - cantik amat, lalu hanya sebagai gaya - gayaan, saya akan mikir lebih keras lagi daripada cewek yang diakuin pacar sama cowok lain. aku memilih untuk jujur saja pada benyak orang kalau dia bukan pacarku, nggak peduli ah dia nggondok atau kesal sama aku, aku udah dibuat malu sama dia.

    intinya jawabannya, tentative. lihat - lihat orangnya dulu. dan semoga ketika diakui sebagai pacar orang itu aku sendiri juga sedang tidak ada pacar, jadi tidak jadi rumit, kalau aku sendiri ada pacar, aku tetap milih pacarku kok,kali ini nggak tentative, aku masih orang yang setia sama kekasih.

    BalasHapus
  35. Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Teman biasa tiba-tiba mengakui aku sebagai pacar?
    Hmm...pasti ada alasannya niy. Jadi, aku akan samperin dia, dan menanyakan alasannya itu. Bisa saja kan, dia sebenarnya emang suka padaku, tapi nggak berani bilang langsung, dan membuat pengakuan itu untuk mencari perhatianku? Kalau dia emang serius, aku akan coba mempertimbangkannya jadi pacar beneran, dengan catatan kalau memenuhi standarku yaa hahahaaa :D
    Tapi kalau dia cuma iseng, wah, aku pasti bakalan marah, dan maksa dia untuk mencabut pengakuannya itu di depan semua teman-teman. Karena bisa saja kan, pengakuannya itu bikin cowok yg tadinya mau nembak aku, jadi mundur karena dikiranya aku udah punya pacar beneran. Apalagi kalau cowok itu cowok yg aku taksir. Bisa hilang kesempatan emas kan?

    twitter: @nunaalia

    BalasHapus
  36. Yang saya lakukan adalah lepas sandal kemudian pukul kepalanya!
    Mau teman biasa atau deket sekalipun.
    Seenaknya saja mengklaim sesuatu secara pribadi. Terlebih lagi melibatkan saya.
    Ya, mau dia ganteng atau punya kebon pisang 2 hektar juga ngga asal ceplas-ceplos untuk ngomong gitu.
    Sudah pasti saya akan merasa dirugikan, apalagi kalo dia mengatakan saya pacarnya ke depan mantannya yang baru-baru putus. Kan bisa berabe saya dikira saingan mantannya itu dan berujung pada "rebutan cowok" yang enggak banget.
    Jadi, kalo mau ngajak "pacaran bohongan" mending kita rapat meja di starbak dulu choy! Biar kepala dingin.

    Twitter: @anggitaravina

    BalasHapus
  37. Yang aku lakukan ya ikutin aja alur yang dia buat. Karena aku jomblo dan jadi jomblo di geng aku itu nista banget elahh... Yang kaget pasti bukan aku tapi teman se geng aku karena a ku emang belum pernah pacaran ,kebayangkan aku di bully selama inih �� oke malkah curhat.

    Twitter : @NindyaPravita

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  39. Ini konteksnya teman lho... Jadi aku atau dia sama2 tau kebiasaan bahkan aib nya. Dia pasti tau kapn aku marah apa gak...pertama pasti kaget dan bilang ke orang dia cuma bercanda... Selanjutnya aku tanya baik2 maksud dia apa... Kalo dia scra to the point blng cuma main2..aku marah dan bilang ke semua orang aku bukan pacarnya... Terus mendiamkannya...bodo amat
    dia mau ganteng mau jelek kalo emang cuma buat mainan ya udah tinggalin aja... Entahlah selama dia blm minta maaf ya ...aku gak akn menghubinginya

    Kalo dia serius, aku tanya seserius apa...knp dia gak langsung blang dulu ke aku... Malah nyebarin gituu...apa dia benran cinta? Aku butuh alasan
    walau ada orang bilang cnta tak butuh alasan...tapi bagiku aku butuh penjelasan terutama penjelasan yg jujur, dari situ aku bisa tau dan yakin bahwa dia cinta aku... Apalagi kalo ada tindakan yg membuktikan seperti melamar...

    Twitter : @Afifah_1412
    https://twitter.com/Afifah_1412/status/795627291376091136

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  41. Akun twitter: @ulvanov

    Kalo temen biasa ngaku" pacar?

    Pasti kaget donk y. Apaan ni maksudnya ngomong gini. Kalo disitu masih ada orang lain yg kemungkinan bikin dia bilang gitu, diemim dulu deh sambil pasang senyum innoncent aja.
    Tapi kalo udah gak ada orang lain, ya pasti minta kejelasan donk. Apaan maksudnya nyebut-nyebut kalo aku pacarnya. Iye kalo aku gak punya pacar, gak begitu masalah. Lha kalo aku punya pacar? Kan bisa berabe kalo si pacar tau 😰

    BalasHapus
  42. Akun twitter: @ulvanov

    Kalo temen biasa ngaku" pacar?

    Pasti kaget donk y. Apaan ni maksudnya ngomong gini. Kalo disitu masih ada orang lain yg kemungkinan bikin dia bilang gitu, diemim dulu deh sambil pasang senyum innoncent aja.
    Tapi kalo udah gak ada orang lain, ya pasti minta kejelasan donk. Apaan maksudnya nyebut-nyebut kalo aku pacarnya. Iye kalo aku gak punya pacar, gak begitu masalah. Lha kalo aku punya pacar? Kan bisa berabe kalo si pacar tau 😰

    BalasHapus
  43. Akun twitter: @ulvanob

    Kalo temen biasa ngaku" pacar?

    Pasti kaget donk y. Apaan ni maksudnya ngomong gini. Kalo disitu masih ada orang lain yg kemungkinan bikin dia bilang gitu, diemim dulu deh sambil pasang senyum innoncent aja.
    Tapi kalo udah gak ada orang lain, ya pasti minta kejelasan donk. Apaan maksudnya nyebut-nyebut kalo aku pacarnya. Iye kalo aku gak punya pacar, gak begitu masalah. Lha kalo aku punya pacar? Kan bisa berabe kalo si pacar tau 😰

    BalasHapus
  44. Akun twitter: @Aim_La27

    Kalau ada temen biasa bilang pacar aku. Waah, pertama pastilah diem + masang tampang syok lah ya!! Secara gak ada angin gak ada hujan? Tiba-tiba kok ngaku-ngaku jadi pacar. Nah loh!! Terus yang kedua aku bakal ajakin ngomong empat mata terus aku tanya baik-baik. Kenapa dan untuk tujuan apa ngomong gitu? Yang pasti aku gak akan langsung marah karena siapa tau dianya cuma becanda. Kan gak lucu kalau tiba-tiba kita marah dianya bilang cuma becanda. Waah, bisa malu maksimal kan??

    BalasHapus
  45. Twitter : @rofita_syafira

    Pertanyaan : Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Jawaban :

    Bismillah,
    Kalau teman biasa, terus ngakuin aku pacarnya, jelasnya aku heran.
    Aku bakalan datengin dia, minta penjelasannya juga kenapa dia ngakuin aku sebagai pacarnya. Mungkin aja sebenarnya dia butuh pertolongan, tapi karena situasinya kedesak dia ngak bisa bilang dulu dan akhirnya berita itu kesebar dulu sebelum jelasin.

    Setelah dia jelasin, aku bakalan mikir penjelasannya masuk logika apa ngak. Kalau emang bener dia butuh bantuan dengan ngakuin aku sebagai pacarnya aku bakal iyain sampe masalahnya selesai. Tapi kalo dia ngakuin aku sebagai pacar dan alesannya ngak rasional aku bakalan nyuruh dia berhenti ngakuin aku pacar, dan aku suruh jelasin ke temen-temen yang dia bilang kalo aku pacarnya. Soalnya kalo ngak gitu, bakalan banyak gossip yang kesebar dan pasti bikin aku ngak enak bahkan canggung.

    Sekian.

    BalasHapus
  46. twitter: @Kikii_Rye

    setiap perempuan ingin dipilih, tp sebagai perempuan juga memiliki kesempatan untuk memilih.
    seperti halnya ketika teman datang dan tanpa angin tanpa api ngakuin kita sbg pacar merupakan hal yg terlalu riskan.
    meninggalkan banyak pertanyaan dibalik sbuah pernyataan.
    apa yg membuat dia melakukan hal seperti itu?
    ada apa dengan dia?
    apa dia gila?
    heh!? pacar!?
    itu hanya sebagian kecil pertanyaan spontan yg keluar setelah pernyataan sbg kepemilikan terlontar.

    kaget tentu saja, aplg jika 'teman' itu tidak terlalu dekat dengan kita bahkan asing bagi kita, hanya sekedar tau nama dan sikap luar. tanpa tau dan mengerti sosoknya yg sebenarnya.
    penasaran. ada alasan apa sampai dia dengan berani menyatakan kepemilikan sebelah pihak. alasan yg nantinya akan menentukan kemana kita akan bersikap. menerimanya? menolaknya? atau justru mempertanyakannya? karena tidak semua alasan memiliki sisi positif dan untung bagi kedua belah pihak.

    jika pernyataan tersebut hanya utk kebohongan belaka, tentu masih ada pertanyaan lain dibelakangnya, knp musti bohong? walaupun bohong demi kebaikan, lebih baik jujur meskipun pahit bukan? karena hubungan yg dilalui dg kebohongan tidak akan nyaman. meskipun alasan dibaliknya cukup masuk di akal.
    dan karena tidak setiap manusia memiliki hati dan sikap sperti Fasa dan Sava. memiliki pemikiran logis ttg sbuah komitmen yg diawali kebohongan, yg dg baik hati menerima ajakan utk berbohong wlaupun kebebasannya dengan sukarela dirampas.

    Jawaban akan sikap yg diambil adalah jika alasan ikrar kepemilikan mempunyai alasan lain yg lebih kuat maupun lemah. alasan yg menentukan pemikiran dan hati untuk melangkah.

    BalasHapus
  47. @LelyNurvita

    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Oke, konteks pertanyaan hanya dibatasi sebagai teman biasa. Terus tiba-tiba dia ngaku sebagai pacar aku? What??!! Kaget, shock, emosi tingkat dewa, pengen nabok dia sampai babak belur rasanya. Pertanyaan dalam hati pasti, kenapa harus aku? Emang cewek cuma satu? Dan masalahnya itu sama aja dengan membohongi orang lain. Oke awalnya hanya satu kebohongan, “dia pacarku”. Selanjutnya, “kita harus gimana supaya gak ketahuan kalau kita pura-pura pacaran?” dan kebohongan pun terjadi secara terus-terusan. Takkan pernah putus hingga semua orang mengetahuinya sendiri atau minimal bongkar sendiri karena terlalu lelah bersandiwara. :D
    Tapi terlepas dari akibat buruk yang terjadi, pasti si teman ini punya alasan tertentu dong. Mungkin awalnya aku marah, tapi aku harus tau juga apa alasan di balik semuanya. Sepahit, seberat dan separah apapun alasan itu. Toh, dia kan teman kita apa salahnya membantu dia? Tapi bukan dengan cara berbohong ya, karena apapun ceritanya kalau didasari dengan kebohongan gak kan menyelesaikan masalah. Yang ada bikin nambah masalah, lagian setiap masalah kan selalu ada solusi. Intinya, always try to think positive. :)

    BalasHapus
  48. Akun Twitter : @vanesyakeiko

    Kalau ada teman biasa
    yang tiba-tiba mengakuimu
    sebagai pacar, apa yang
    akan kamu lakukan?

    lhah? emang ada? wkwk :)
    oke, mungkin awalnya pasti bingung sih kenapa tiba-tiba ngakuin kita sebagai pacar. mungkin aja ada hal yang lagi disembunyiin sama dia. kita perlu curiga tuh kalau seumpama si dia berlaku aneh. tapi kalau aku sih mungkin cuma diem aja dan berlaga tak tau apa-apa. jadi nggak ada yang tau kalo aku ngakuin juga atau enggak. bisa aja sih dia bilang gitu gara-gara mau minta bantuan sama kita. nggak tau juga kan kita? kalau bohong sekali-kali buat kebaikan kan nggak papa.

    BalasHapus
  49. Aku bakalan nanya dulu setelah kejadian sepi. Barangkali ada maksud tertentu dia mengakuiku sebagai pacar di depan teman-temannya, di depan keluarganya.
    Setelah mendapat penjelasannya, aku tentu saja bukan memarahi namun menasihati agar apabila ada sesuatu yang mau dikondisikan, biar dimusyawarahkan terlebih dahulu agar hal yang diharapkan bisa terwujud.
    Bila memang dia omongannya serius, aku dengan jelas akan meminta waktu buat berpikir dan apabila memang aku hanya menganggap teman biasa dan tidak ada rasa, dengan halus terpaksa kutolak meski mungkin itu beresiko pada pecahnya persahabatan meski tentu saja saya lebih berharap persahabatan bisa tetap jalan terus.

    @MukhammadMaimun

    BalasHapus
  50. Twitter : @riskabudiarti3
    Kalau ada teman biasa
    yang tiba-tiba mengakuimu
    sebagai pacar, apa yang
    akan kamu lakukan?

    haha .. pasti nggak ada yang mau deh sama saya :D
    tapi kalo beneran terjadi sih saya alhamdulillah aja. tapi saya pasti bingung dengan alasan kenapa orang itu mengakui saya sebagai pacarnya. apakah wajah saya seperti mantannya? itu bisa saja terjadi :p jika seperti itu alasannya, mungkin saya akan bilang tidak dan berkata kepada orang-orang jika dia bukan pacar saya. hal itu terlihat seperti dia sedang memanfaatkan saya. dan saya pasti tidak ingin di permainkan olehnya. saya juga manusia yang mungkin masih punya kekurangan. dan jika saya mengakuinya bahwa dia adalah pacar saya, mungkin saya sudah melakukan kesalahan yang besar. dan saya mungkin tidak pantas untuk menjadi orang yang bisa dipercaya lagi. bahkan mungkin saja pengakuan saya itu bisa membuat sebagian orang tidak terima dan malah menjudge saya. jadi lebih katakan tidak pada kebohongan. :) sekian.

    BalasHapus
  51. Twitter: @ainunmarhamah

    Kalau ada teman biasa yang tiba-tiba mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    Bakal ada dua hal berbeda yang bakal aku lakuin. Pertama, kalau dia ganteng, awal mula aku bakal sok sok kaget gitu, abis itu ngemis-ngemis minta hapus gosip kalau aku pacaran sama dia, padahal dalam hati mah mau-mau aja hehe πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi ya, tetep aja gaenak, nanti lama kelamaan akunya baper ehh malah suka beneran sama dia nya πŸ˜“ padahal sejak awal cuma bohongan doang 😭
    Yang kedua, kalau dia jelek *eh. Ya langsung nolak lah hahahahaha *sok cantik banget gue* πŸ˜‚ intinya sih mau ganteng atau ngga ya tetep aja gaterima, enak banget situ tiba-tiba ngakuin aku jadi pacarnya πŸ˜ͺ seenak-enaknya pacaran itu pacaran yang asli bukan sekedar ngaku-ngakuin doang, padahal aslinya gapernah nembak 😭 πŸ˜‚

    BalasHapus
  52. TWitter : zizin_alhamid
    Kalau ada teman biasa yangvtiba2 mengakuimu sebagai pacar, apa yang akan kamu lakukan?

    1. Pertama saya akan tanya dulu ke temanku apa alasannya mengakuiku sabagai pacar.
    2. Kalau alasannya logis,semisal dia butuh bantuan saya supaya nggak dikejar2 sama mantannya. Masuk akal kan dia butuh bantuan, Sebagai makhluk soaial saya akan membantunya. Oke saya terima dia mengakui saya sebagai pacarnya.
    2. Kalau alasannya tidak logis misal seperti dia hanya ingin mempermainkan saya/dia hanya ingin pamer keteman2nya kalau punya pacar cantik seperti saya (grπŸ˜‚) maka saya dengan tegas akan menolaknya. Secara saya wanita yang punya harga diri mau dimainkan sorry ya broo.

    BalasHapus
  53. @p_ambangsari

    Ketawa ngakaklah. Gila apa tiba-tiba ngaku-ngaku jadi pacar, dia pasti cuma bercanda jadi aku juga cuma bisa ngakak walaupun  dalam hati kemungkinan tetap GRπŸ˜…

    Karena dalam kamusku nggak ada kata pacaran, maka yg akan aku lakukan selanjutnya adalah ikut 'bermain' dalam 'permainan' si cowok. Emang kayak drama banget tapi ini bakal lebih asik buat ngilangin deg-degan akibat GR daripada cuma diam, bengong, atau marah.

    Aku bakal ngakuin dia sebagai pacar tapi dengan nada bercanda dan nggak bisa dipercaya juga dengan gestur aneh seperti nginjak kaki atau nonjok bahunya. Jadi kalau orang yg lihat itu pasti sadar kalau sense of humorku tinggi😎

    Setelah ngakuin kita pacaran, aku bakal nanya serius sama si cowok. Apa maksudnya? Aku nggak suka digosipin atau ikutan dalam skandal, nggak mutu. Karena ketidaksukaanku itulah aku ngakuin pacar dg cara yg gk bisa dipercaya. Selanjutnya aku bakal jadi cewek biasa lagi terserah teman-teman mau nganggap aku tetap cewek si cowok itu atau bukan. Kalau masih iya, aku bakal tambah menggila dengan peran anehku, "pacar si cowok gila".

    *kemudian aku gelundungan karena baper*

    Terima kasih kak Afifah

    BalasHapus
  54. Tergantung siapa, alasan dan sikon (saat itu).
    Kayanya, agak langka juga kalau temen biasa yg ga akrab (bukan rekan ngalay kita sehari-hari-kalau ini mah, lempar aja pake bata :3 ) berani/nekat (bercanda) ngakuin kita sebagai pacarnya, kalau bukan ada keadaan mendesak saat yang mengharuskan dia begitu, dan kebetulan kita lg ada d TKP.
    Awalnya mungkin terkejut, tapi kalau itu memang mendesak (mantan dia nguber-nguber minta balikan sambil bawa cobek, emaknya maksa dia harus bawa pacar saat itu juga atau bakal di sunat utk yg ke 2 kalinya :D, dll) aku bakal welcome aja-kasih senyum (itukan bkn berart kit ngelak/ngaku-tergantung penafsiran pihak ke 3. Ini lebih aman).
    Memang, sesuatu yg di mulai dgn kebohongan itu ga baik. Tapi selama itu (biasanya dia spontan) darurat (menyangkut keadaan dia/org yg menyebabkan ini) aku bakal bantu. Untuk kedepannya, klarifikasi dan mencari jln keluar yg terbaik. Asal dia & keadaan selamat-kondusif dulu.
    (dgn catatan aku(kita)nya sama² blm ada gandengan. Kalau ada, klarifikasi lebih utama.

    (Kalau masalah taruhan, liat dulu alasan (mungkin aja dia di jebak, menjelek²kan ortu, dll) & apa yg dipertaruhkan. Mari kita rundingkan -50:50- mungkin ? :D )

    Mencoba memahami, " seandainya aku di posisi dia. ketemu tmn yg kita kenal itu, lega. Apalagi bisa nolong, surga itu" :)
    *Berfikir positif aja sih intinya

    @Jju_naa

    BalasHapus
  55. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  56. @vadiamendes98

    Reaksi alamiah nya pasti kaget ya, apalagi ini nyangkut sebuah hubungan.

    kalo langkah selanjutnya sih, liat-liat dulu temennya kek gimana. kalo temen aku emang orangnya humoris dan nyablak banget ya aku maklum kali, namanya juga temen:'v kadang ada sisi kesialannya untuk temannya sendiri. Tapi pasti ya, kalo orang-orang nganggepnya serius pasti aku sangkal lah.

    kalo emang temen akunya suka baperan atau gimana, aku pasti gak bakal langsung nolak berita itu gitu aja kali ya, butuh kepastian dulu dari temen akunya sendiri tentang alasan kenapa dia bilang kaya gitu, kalo emang iseng ya aku umumin langsung kalo omongan dia itu iseng aja, dan kalo emang ada sebuah rencana baik di baliknya, masa aku gak bantuin dia tentang rencana itu, walaupun seharusnya dia bisa bilang dulu sama aku dari awal gak langsung tiba-tiba gitu, lagian pura-pura pacaran sama temen gak susah soalnya kan udah biasa deket sama dia.
    dan kalo emang dia nya baperan ya aku takutnya malah dianggap serius kalo gak ditolak pemberitaannya jadi ya aku rasa menyangkal tentang aku sama dia pacaran itu jalan satu-satunya yang bisa aku lakuin biar gak terlalu jauh.
    Sebenrnya kadang hal gosip kaya gini, bisa bikin aku canggung sendiri sama temen, takutnya aku atau dia malah kebawa baper:'v
    Jadi ya, tergantung orang kek gimananya dulu yang ngaku-ngaku dan alasan dibaliknya, jadi aku bisa ngambil langkah yang tepat buat nanggepinnya.

    BalasHapus