Sabtu, 17 September 2016

[Blog Tour] Wonder Fall - Elektra Queen



- Menerima Patah Hati -

Judul buku: Wonder Fall
Penulis: Elektra Queen
Editor: Alit Tisna Palupi
Desainer sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penata letak: Gita Mariana
Penerbit: Twigora
Cetakan: 1, Juli 2016
Jumlah halaman: 328
ISBN: 9786027036260


"Kesepian adalah alasan utama yang dipercayai." - hlm. 107

Amelie seorang single parent. Gosip miring kerap tertuju pada dirinya. Dia berada bersama seorang lelaki sedikit lebih lama daripada biasanya saja bisa menjadi bahan kabar burung. Walaupun demikian, Amelie berusaha mengabaikan semua itu.

Suatu hari, dia diminta atasannya, Pak Jonas, untuk menjadi asisten sementara seseorang yang terkenal galak: Zach. Sejak asisten yang sudah membantunya bertahun-tahun berhenti, tidak ada orang lain yang bisa tahan bekerja langsung di bawah Zach. Amelie awalnya tidak percaya isu-isu soal Zach hingga dia mengalaminya sendiri.

Puncak kekesalan Amelie adalah ketika Inge, seseorang yang mengaku pacar Zach, datang dan meluluhlantahkan kesabarannya. Namun kemudian, Inge datang bersama seorang anak yang memanggil Zach dengan sebutan "Papa". Anak yang kemudian justru menjadi dekat dengan Amelie.

Di sisi lain, Amelie harus menghadapi masalah yang dibawa mertuanya. Sosok ibu mertua yang selalu membuat Amelie ketakutan. Ditambah lagi, beliau ingin menjodohkan Amelie dengan Otto, saudara kembar mendiang suaminya. Selama ini, Amelie menyimpan rapat-rapat rahasia kelam sang suami, bahkan dari keluarganya sendiri.

Kadang, masa lalu rasanya terlalu jauh untuk dikunjungi. - hlm. 47

* * *

Ada satu hal yang kusesali soal membaca buku ini: aku membacanya di transportasi umum. Kurasa, buku ini bisa menjadi titik balik bagiku untuk kembali membaca roman dengan tokoh orang dewasa. Dulu, aku memang menyukai roman dengan tokoh yang sudah dewasa, tetapi lama-kelamaan, ada rasa lelah membaca sesuatu yang penuh drama.

Pada awalnya, ada kekhawatiran aneh ketika mengetahui siapa tokoh utama buku ini. Seseorang yang mempunyai masalah dalam pernikahan. Aku khawatir kembali ditawarkan kehidupan penuh drama. 

Kehidupan Amelie mungkin memang penuh drama, tetapi penulis bisa menyampaikannya tanpa membuatku merasa lelah. Akan sangat menghibur kalau aku membacanya selagi santai dan sendirian di kamar. Hal itu bisa menjadi "me time" yang memuaskan.

Buku ini sepertinya ingin menunjukkan sesuatu terhadap spekulasi masyarakat yang masih memandang seorang janda dengan cara pandang yang salah. Dulu sekali, kupikir pandangan miring itu hanya ada dalam cerita fiksi. Ketika menyimak sharing beberapa orang nyata, rupanya memang ada pandangan demikian. Orang-orang seperti Amelie sudah harus mengalami hal pahit, masih harus digunjingkan. Rasanya kejam.

"Perempuan sepertiku tidak diberi kesempatan untuk berduka, Zach. Seakan-akan, status ini menjadi cap bahwa perempuan adalah makhluk penggoda yang egois. Makhluk yang pantas disumpahi oleh seisi dunia." - hlm. 107

Amelie bukan tokoh perempuan favoritku. Dia adalah tipikal yang akan membuatku geregetan. Di dalam cerita pun, Amelie kerap membuat orang-orang di sekelilingnya merasa perlu melakukan sesuatu untuknya. Perubahan yang terjadi pada Amelie pun sangat tipis, nyaris tidak kentara. Berkali-kali, aku merasa penulis membuat Amelie tampak kuat, tapi berkali-kali juga aku merasa penulis memperlihatkan Amelie hanya berpura-pura kuat. Walau demikian, sejak awal, gaya penulis membuat aku tidak begitu jengah terhadap Amelie. 

Untuk urusan Zach, aku rasa penulis membuat sesuatu yang aman. Devil outside, angel inside. Sepertinya, karakter seperti itu cukup digemari. Um... Oke, aku yang menggemari karakter seperti itu.


Konflik pada buku ini sebetulnya cukup banyak walaupun, memang, ada konflik utama. Aku awalnya cukup penasaran dengan konflik sahabat Amelie, tetapi hanya dibahas sekilas. Seolah hanya ingin menunjukkan bahwa setiap manusia mempunyai masalah dan cara bereaksi yang berbeda, serta yang terpenting adalah mantap mengambil keputusan.

Namun, aku lebih terpikirkan soal Inge. Kok tidak ada kabar lagi? Sekilas saja, aku yakin Inge adalah tipikal yang tidak akan menurut atau menyerah begitu saja sebelum benar-benar dijatuhkan. Atau mungkin aku terlewat bagian tersebut? Peran Inge seolah hanya sebagai "pengantar". Tapi, untung juga, sih, Inge tidak muncul lagi. Dia karakter yang membuat para perempuan ingin melemparkan piring kepadanya. Hihi.

Aku berharap, kalau penulis memang menyukai cerita dengan banyak subkonflik, tidak akan ada yang menimbulkan tanda tanya lagi bagiku. Tentunya, tanpa menghilangkan gayanya yang cukup santai.
Secara keseluruhan, konflik yang disampaikan cerita ini adalah konflik yang mungkin dekat dengan kehidupan nyata. Soal gosip, mertua, pekerjaan, dan semacamnya. Hanya saja, kemasan yang berbeda memang memberikan daya tarik berbeda. 

Untuk masalah typo dan semacamnya, ada beberapa yang aku temukan di buku ini. Misalnya, nama belakang Zach yang tiba-tiba berubah menjadi Bastian di halaman 130, padahal seharusnya Barat. Di halaman 234, ada typo "ama", yang seharusnya "lama". Lalu, di halaman 210, Amelie tiba-tiba mengganti "aku" menjadi "saya" ketika berbicara dengan ibunya. Untungnya, hal-hal seperti tidak terlalu dirasa mengganggu.

After all, aku menyukai buku ini dan mungkin akan penasaran dengan karya Elektra Queen lainnya. Dan tentunya, aku masih menyesal kenapa membaca buku ini di transportasi umum padahal bisa menjadi penggenap liburanku.

Rating: 3,5





Aku sempat bertanya-tanya kok tumben blog tour Twigora tidak ada challenge-nya. Begitu melihat blog Kak Sulis, ternyata aku yang tidak teliti membacanya. Maafkan aku yang sangat lalai ini. Hiks...

Jadi, challenge kali ini adalah berpose semirip mungkin dengan cover. Tadinya, mau memakai foto berbulan-bulan lalu saja, tapi masa pakai foto yang sudah ada di Instagram. Jadi, mari kita coba walau hasilnya ternayata yang dulu lebih baik. Lol.


PS: hanya diedit dengan sedikit menggelapkan. :P






36 komentar:

  1. Kece badai ,, haha #SisiLainKakFifahYangJarangNarsis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kan sekarang tukan selpi, Aya.
      Lol.

      Hapus
  2. Taglinenya "Menerima patah hati" ya fah? 😆

    BalasHapus
  3. Janda oh Janda..! Kisah yang begini banyak, tapi yang dicari pembaca tentu saja eksekusi ceritanya. Dan sebagai pemenang di kompetisi, saya penasaran banget ada poin apa yang menjadikan WonderFall ini layak jadi juara. Hemmm, mungkinkah penyelesaian konfliknya yang tuntas atau justru ada hal-hal baru meski kecil yang dimasukkan penulis ke dalam premis cerita yang sebenarnya bukan premis baru? I want read thid book!!!

    BalasHapus
  4. Wah tentang single parent gitu ya. Berkali-kali baca buku dengan tema ini yaa selalu terkesan. Semoga dapet kesempatan baca buku ini hehe.

    @indriahr

    BalasHapus
  5. Cakep bro, janda pula!
    Memang sih banyak banget orang-orang di luar sana yang seolah selalu menyamakan status janda sebagai wanita penggoda. Biasanya karena janda itu memiliki tingkat ketertarikan fisik yang lumayan. Cantik, sexy dan enak dipandang. Kadang aku juga merasa heran kok bisa pada mikir begitu? Padahal kan kita nggak akan tahu seseorang itu seperti apa sebelum kita benar-benar mengenalnya dengan dekat. Kok bisa langsung menyimpulkan?
    Entah laki-laki maupun sesama perempuan, banyak sekali yang beranggapan seperti itu soal janda. Aku rasa konflik utama dalam buku ini dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari dan akan memberikan pesan yang sedikit berbeda dan pandangan baru soal status sebagai janda.

    Btw kakak fotonya cakep :D

    BalasHapus
  6. Selalu penasaran dengan buku-buku yang menjadipemenang dalam sebuah lomba. Karena sehabis membaca jadi tahu keunikan dan kelebihan novel tersebut dan bisa buat belajar juga. Belum lagi ini mengambil tema yang kurang dilirik para penulis lainnya.

    @ratnaShinju2chi

    BalasHapus
  7. Stereotipnya emang kejam sih. Mentang-mentang masih muda dan ditinggal pasangan 'kan belum tentu seburuk itu tapi lumrahnya lingkungan emang nudingnya begitu. Jahat. Saya kayaknya belum pernah baca cerita sejenis ini sih atau udah tapi lupa. Sepertinya ini masalah yang cukup berat, secara umumnya kehidupan orang dewasa nyatanya demikian. Belum kegambar jelas cara menulisnya Kak Elektra sih tapi dari blurb dan kesan yang disampaikan Kak Afifah Mazaya, ini sangat patut sekali untuk dibaca.

    @tewtri

    BalasHapus
  8. Aku pernah mendengar gosip yg lebih buruk ttg single parent tapi review yg dibuat Fifah tetap membuatku penasaran dengan buku ini.
    Kyknya ga percuma nih Fifah punya hape yg katanya khusus buat selfie potonya jadi keren.

    @poetstories

    BalasHapus
  9. Kisah cinta yg unik, dan terasa fresh jika bisa aku membaca ceritanya..


    @Rinitavyy

    BalasHapus
  10. Aku pernah mendengar gosip yg lebih buruk ttg single parent tapi review yg dibuat Fifah tetap membuatku penasaran dengan buku ini.
    Kyknya ga percuma nih Fifah punya hape yg katanya khusus buat selfie potonya jadi keren.

    @poetstories

    BalasHapus
  11. Ameli nanti jadinya sama zach yaa
    waah biasanya aku baca novel yang cowo yg singel parent, sekarang yang cewe??
    kalo aku mikirnya bakal lebih ribet karena cwe pasti mikirin bgt gimana perasaan anaknya kalo dia deket sama cowo lain
    ratingnya 3,5
    hmmm jadi penasaran kenapa ga dikasih bintang 4 atau 4,5

    @tanyafcsh_

    BalasHapus
  12. yang mereview menurutku sangat analisis, hihi bsa belajar nih carax mereview, i like it! btw smga bkux bsa aq grab nti hhh

    BalasHapus
  13. Ternyata novel ini banyak konfliknya sebelum menemukan konflik utama. Aku kira hanya sekedar -maaf- janda, memiliki seorang anak, punya pekerjaan yang pasti berhubungan dengan si bos diiringi gosip kanan-kiri yang bikin kuping panas. Ternyata masih banyak lagi. Fix aku pengen baca karna makin penasaran. Mungkin sama seperti afifah, novel ini bisa mengembalikan mood membaca.

    @RaaChoco

    BalasHapus
  14. penasaran sama bukunya karena novel ini karya pertamanya -menurutku- dan berhubung dapat juara pertama juga jadi nambah kesan gimana gituu.. Meskipun nggak terlalu eh sama genre romance tapi setelah baca reviewnya jadi tertarik..

    @AdinRim

    BalasHapus
  15. Setiap baca review Wonder Fall pasti jadi nostalgia sama kisah kakak yang menjanda hampir 5 tahun.

    Semoga melalui ini menjadikan orang-orang tidak selalu underestimate pada para janda, single mom, yang berjuang membesarkan anak, menahan diri dari gunjingan miring, menahan sakit hati akibat berbagai macam fitnah yang seolah mencap mereka sebagai wanita yang selalu salah.

    BalasHapus
  16. Setiap baca review Wonder Fall pasti jadi nostalgia sama kisah kakak yang menjanda hampir 5 tahun.

    Semoga melalui ini menjadikan orang-orang tidak selalu underestimate pada para janda, single mom, yang berjuang membesarkan anak, menahan diri dari gunjingan miring, menahan sakit hati akibat berbagai macam fitnah yang seolah mencap mereka sebagai wanita yang selalu salah.

    @hensus91

    BalasHapus
  17. single parent! status itu memang bkin ngeri.. iya klo udh tua dan anak-anaknya udh besar, nah klo mama muda kan rempong.. ini memang msalah yg trjadi di masyarakat..

    BalasHapus
  18. Konfliknya complicated yaa... tapi sepertinya masih berkaitan. Temanya juga agak sensitif namun memang ada dan bahkan banyak kasus terjadi di kehidupan nyata.
    Penasaran sama kisah ini.

    @nunaalia

    BalasHapus
  19. Novel dengan ide yang menarik. Dengan konflik yang bertebaran di setiap cerita sehingga membuat imajinasi pembaca melayang layang bersama alur cerita. Ide novel yang tidak klise sehingga akan membuat pembaca penasaran dengan alur cerita dari awal sampai akhir. Pokoknya novel yang keren dan amazing deh. Apalagi dengan genre office romantic yang bisa bikin anak ABG ikutan baper saat baca. Its Perfect 😊👌👍

    BalasHapus
  20. Amelie yang dituntut menjadi kuat dalam lingkungan yang terkadang malah tidak mendukungnya benar-benar suatu konflik yang menguras emosi pembacanya. dimana sudut pandang lingkungan yang begitu sempit akan gelar single parent. padahal pada intinya single parent lah yang paling kuat karena sudha berjuang sendiri untuk menopang hidupnya.

    BalasHapus
  21. @dust_pain

    hmm melihat perjuangan single parent itu memang luar biasa ya. aku salut. aku jarang sih baca novel dengan sudut pandang janda. keknya ini bakal jadi novel pertama dengan tokoh janda yang kubaca hehe. wish me luck! semoga aku dapet novelnya deh :D

    BalasHapus
  22. aduh selalu tertuju sama kata 'janda', pasti akan seru kalo aku bisa baca novel ini, mauuuuu.

    @haniktsr

    BalasHapus
  23. @ccchhy

    Di sekitarku jarang ada yang jadi janda di usia muda, atau mungkin aku aja yang nggak terlalu mengenal mereka secara dekat. Jadi aku pun jarang dengar omongan buruk tentang janda. Kukira status 'janda' nggak ada masalah bagi orangnya. Aku malah mikir julukan 'janda kembang' yang lebih bersifat negatif kayak yang suka dinyanyikan di lagu dangdut ._.

    Oya, sebetulnya aku suka dengan peran-peran jahat yang muncul di sebuah cerita fiksi. Sehingga untuk novel ini aku malah lebih penasaran dengan tokoh Inge yang katanya bisa bikin perempuan pengen lempar piring gelas sepatu sendal guci payung pigura pot bunga dll. Muahahaha~ seburuk apa sih dia? :p

    BalasHapus
  24. sekarang lagi "in" masalah single parent. mudah2an novel ini ikut tenar yaaa... walau yg dbahas sedikit banyak berbeda, tapi sentral utama kisah tentang kehidupan janda yg tak mudah

    penadaran dg banyak bagian masalah. ada apa dg sang kembarang suami? ada rahasia apa sehingga keberatan bila harus menikah dg nya??
    nama penulisnya juga unik...
    seunik foto kamuuu ‹3

    @artha_amalia

    BalasHapus
  25. Sepertinya akan menemukan sosok Zach 'yang lain di novel ini. Zach yang itu abang-able, kalo yang ini mah idaman perempuan dengan angel inside dan devil outside yang menantang wkwk.. Aku belum pernah baca novel dengan tokoh utama seorang janda dan single parent sih. Tapi kalau di dunia nyata sering banget nemuin cerita begini. Menurutku, sosok-sosok perempuan begini, tangguh sekaligus rapuh. Kasian aja kalau tambah difitnah sama nyinyiran tetangga yang nggak tau apa-apa.
    oya, "menyimpan rapat-rapat rahasia kelam sang suami, bahkan dari keluarganya sendiri" ini maksudnya rahasia bahwa mendiang suami Amelie kembar ya? atau gimana? Penasaran deh sama sang juara ini :)

    @rinicipta

    BalasHapus
  26. Kehidupan seorang janda bonus single parent (mungkin) menarik sekaligus sensitif untuk dibahas. Karna di dalamnya akan ada cerita-cerita lain yang ngga kentara dari luar.
    Saya penasaran bagaimana manis dan pahitnya kehidupan dari kacamata seorang janda cantik--Amelie.

    @cahyawid

    BalasHapus
  27. Di mata saya, novel ini sudah punya kelebihan tersendiri. Ada 'special glue' untuk menarik pembaca pada buku, dan untuk merekatkan antar tokohnya. Siapa? Anak si tokoh. Faktor penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja untuk membangun koneksi hati dari dua tokoh utamanya. Se-adorable apa ya anaknya Amelie ini? :)

    @btgmr

    BalasHapus
  28. @DiddySyaputra

    Hal paling pertama yang membuat saya cukup terperangah dengan Wonder Fall milik Elektra Quin ini adalah tagline MENERIMA PATAH HATI. Sebagai lelaki yang cukup peka dengan keadaan tersebut. Hihi pengalaman *. Saya cukup penasaran dengan ending kisah yang akan disuguhkan penulis. Entahlah. Kisah ini sangat membuat saya tertarik untuk berempati lebih banyak pada perempuan-perempuan yang telah dilabeli janda. Ditambah lagi dilema Amelie untuk kembali membuka hati dan memilih Zach teman sekantornya atau Otto saudara kembar mendiang suami yang dijodohkan padanya. Pada mulanya saya gak terlalu tertarik dengan kisah Amelie ini, tapi setelah berkunjung di beberapa blog saya menjadi sangat expicted dengan novel satu ini. Semoga berkesempatan menikmati. Aamiin.

    BalasHapus
  29. Wah konflik utama novel ini cukup berani sekaligus menarik ya. Janda. Baru kali ini juga menemukan tema seperti ini didalam sebuah novel. Selain itu banyak juga konflik lain yang dibahas oleh penulis di wonderfall ini. Tapi setelah baca reviewnya kalau gaya kepenulisan si penulis tergolong santai, jadi nggak ragu buat baca novel ini x))

    Twitter: @tiarizee

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. Buku ini bisa dibilang domestic drama ngga ya? Melihat status Amelie yang janda soalnya :D

    Tapi aku penasaran banget sama buku ini, pertama karena penulisnya. Dari awal buku ini dikoar2in di twitter twigora/bang chrismor, nama elektra queen sangat membuatku penasaran dg sosoknya. Terlebih saat di postingan interviu di Kubikel Romance, Mba Elektra ini bilang bahwa ia pernah nulis novel sebelumnya tp dg nama lain, dan di novel terbarunya ini ia ingin menyembunyikan sosok aslinya di balik nama Elektra Queen. Aih, jadi misteri banget ya?

    Terus buku ini nampak nikmat untuk dinikmati karna covernya. Elegant, mewah, kinclong deh. Twigora kece bener desain cover.

    Terus, status Amelie sebagai janda membuatku bertanya2 ttg bagaimana cara ia hidup dalam status yang lebih sering dicap negatif di mata banyak orang itu.

    Semoga bisa beruntung dapet novel ini ya Ka Fifaah:))

    @Bintang_Ach

    BalasHapus