Sabtu, 17 September 2016

[Blog Tour] Wawancara dengan Elektra Queen, Penulis Wonder Fall




Setelah lama nyaris pilih kasih terhadap blog ini, senang rasanya masih diberi kepercayaan oleh Twigora untuk menjadi host blog tour. Terima kasih untuk kesempatannya, Penerbit Twigora.

Untuk Kak Elektra Queen, aku ingin mengucapkan selamat atas terbitnya novel ini dan, tentunya, atas kemenangannya di kompetisi menulis Twigora. Terima kasih sudah menambah nama baru di dunia literasi. It will be wonderful to wait for your next novel. :)

Mengawali blog tour ini, ada lima pertanyaan yang aku ajukan untuk penulis. Berikut wawancara singkatnya:

1. Siapa yang paling berperan membuat Kakak suka menulis?

Tertarik menulis karena dari kecil suka membaca. Tidak ada dorongan dari seseorang secara khusus. Ketika remaja, mulai merasa iri dengan orang-orang yang karyanya dimuat di media dan diterbitkan. Akhirnya memberanikan diri untuk menulis dan mengirimkan ke penerbit. 

2. Dari mana ide awal buku ini? 

Ide awal Wonder Fall sudah menyambar kepala saya sejak lama. Saya pengin menulis kisah romance dengan tokoh utama seorang janda sekaligus ibu tunggal. Tapi ide itu terpaksa diabaikan untuk sementara karena terhalang banyak pekerjaan. Nah, saat tahu Twigora menyelenggarakan lomba, saya kok terpikir untuk mengambil ide ini. Menurut saya, tema ini belum banyak ditulis, dibanding tentang CLBK atau persahabatan yang berubah menjadi asmara. Akhirnya mantap menulis Wonder Fall setelah mematangkan idenya.

3. Di bagian "Thanks to", ada kalimat "Kemenangan ini membuat saya lega karena setidaknya menjadi semacam bukti bahwa saya bisa menulis". Seandainya, maaf, saat itu Kakak tidak menang, bagaimana?

Pertanyaan ini sempat bikin saya terdiam. Saya langsung mikir, andai kalah lomba, apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar sih, semangat menulis saya makin tiarap. Merasa memang tidak berbakat di dunia ini. Langkah paling ekstrem, mungkin akan berhenti menulis. 

(Aduh, semangat terus, dong, Kak. Siapa tahu bisa seperti penulis kenamaan yang banyak ditolak terlebih dahulu sebelum mendunia. Tapi, untungnya sekarang sudah menang, ya.) 

4. Apa tips and trick memenangkan lomba menulis?

Sungguh, saya tidak punya tips atau trik supaya bisa menang lomba. Kemenangan Wonder Fall itu mengejutkan saya. Dari awal tidak punya ekspektasi macam-macam. Tapi yang pasti, saat menulis naskah ini, saya melakukannya dengan hati. Benar-benar menjiwai (terutama) bagian Amelie saat berinteraksi dengan Zach. Ikut tersipu-sipu, gemas, kesal, bahagia. Sementara saat berhadapan dengan Otto dan Kalila, saya jadi lebih emosional.

5. Selain menyukai novel romance, Kakak kan juga menyukai komik sains, adakah keinginan membuat komik sains atau cerita yang kental dengan sains?

Kalau komik sains, mungkin tidak. Tapi, novel dengan banyak fakta sains, sepertinya jauh lebih menarik. Novelnya akan punya nilai tambah karena menyelipkan pengetahuan. Semoga mimpi ini bisa terwujud.

Aamiin. Semoga bisa terwujud. :)


Jadi, itulah wawancara singkat dengan penulis Wonder Fall. Di blogpost selanjutnya, akan ada reviu novel dan giveaway. Ikuti terus rangkaian blog tour ini, ya! ^^


Jadwal blog tour Wonder Fall:

15 September: Sri Sulistyowati
http://www.kubikelromance.com/

17 September: Afifah Mazaya
www.theladybook.com

19 September: Asri Rahayu MS
peekthebook.blogspot.co.id

21 September: Shen Meileng
thecutegeek.blogspot.co.id

23 September: Martina Sugondo (Nana)
http://glasses-and-tea.blogspot.co.id/

25 September: Pida Alandrian
https://collection-of-book.blogspot.co.id/

27 September: Neneng Lestari
http://ntarienovrizal.blogspot.co.id/

29 September: Athaya Irfan
http://theboochconsultant.blogspot.co.id/

1 Oktober: Oktabri Erwandra
https://irbatko.wordpress.com/

3 Oktober: Luckty Giyan Sukarno
https://luckty.wordpress.com/

37 komentar:

  1. aku dari kecil juga suka baca, iri juga sama yang karyanya diterbitkan, tapi....hiks, gak ada bakat nulis kayanya

    BalasHapus
  2. "Di bagian "Thanks to", ada kalimat "Kemenangan ini membuat saya lega karena setidaknya menjadi semacam bukti bahwa saya bisa menulis". Seandainya, maaf, saat itu Kakak tidak menang, bagaimana?" Pertanyaan ini mengusik hati. Hehehe. Jawabannya menggambarkan keadaan hati penulis pemula atau orang yang mau jadi penulis. Saya merasa sangat terharu.

    BalasHapus
  3. Whoaaa... pertanyaan ketiga kerenz bgt hafifah. Hebat sampe kepikiran untuk menanyakan itu. Pantesan aja kak elektra queen sampe terdiam begitu. Pertanyaannya gak disangka2. Xixixi...

    BalasHapus
  4. Jadi aku bisa ambil kesimpulan kalau ini adalah novel pertama kak Elektra Queen?
    Memang sih kadang buat siapa aja yang suka menulis ada ide yang nggak terealisasi menjadi tulisan sama sekali. Entah yang diterbitkan atau pun tidak. Buatku kak Elektra keren sih bisa tetap merealisasikan ide tulisan yang sudah lama terabaikan. Kalau aku paling udah lupa duluan apalagi kalau banyak pekerjaan hehe

    @sitasiska95

    BalasHapus
  5. Kok kak Elektra kefikiran ya buat cerita romance tapi tokohnya janda gitu hahaha. Anti mainstream, padahal novel romance sekarang kan ya kebanyakan gitu menceritakan kisah manisnya putih abu-abu gitu. Hahaha sukaaa!

    @indriahr

    BalasHapus
  6. Saya pun sepemikiran jikalau ga menang sepertinya semangat nulisnya bakalan tiarap hahhaa krn pernah saya kirim cerpen ga tembus bikin ga mood lagi :p
    @hervayulyanti

    BalasHapus
  7. Pertanyaan nomor 3 dan nomor 4 bikin tertohok dan tersenyum. Kalau tidak menang? Oh ini sesuatu banget.
    Dan soal trik dan tips,itu memang agak susah dijawab. Karena bisa dibilang naskah itu jodoh-jodohan. Tapi mungkin sambil diselipi doa dan mengikuti aturan main dalam lomba, serta naskahnya memiliki sisi keunikan tersendiri.

    @ratnaShinju2chi.

    BalasHapus
  8. Selamat untuk Kak Elektra Queen atas kemenangannya. Hampir sama dengan kebanyakan yang baca wawancara ini, pertanyaan nomor 3 emang agak mengejutkan dan untungnya yang terjadi sebaliknya. Tuhan udah buka jalan, tentu supaya Kak Elektra terus semangat nulisnya. Dan semoga novel sainsnya bisa terwujud juga suatu hari nanti. Semangat!

    BalasHapus
  9. Aku ikutan seneng kalo ada yg ikutan lomba menulis akhirnya bisa menang, seolah-olah aku sendiri yg menang, sebab, aku nggak bisa kalo disuruh nulis cerita. aku hanya bisa jadi pembaca tulisan orang lain dan memberi sebuah review atau komentar hehe...

    @rinitavyy

    BalasHapus
  10. Selalu kagum sama seseorang yang hobi membaca dan kemudian berhasil menuliskan cerita sendiri. Semangat terus untuk Elektra Queen yang nama penanya catchy banget juga buat host blog ini ^^

    @poetstories

    BalasHapus
  11. Selalu kagum sama seseorang yang hobi membaca dan kemudian berhasil menuliskan cerita sendiri. Semangat terus untuk Elektra Queen yang nama penanya catchy banget juga buat host blog ini ^^

    @poetstories

    BalasHapus
  12. boleh nanya ga sih? saya penasaran gimana caranya membuat adengan romantis dengan kata-kata ka? soalnya saya sering nyoba tapi pas baca kok rasanya jadi garing yaa

    aku kalo ikut lomba nulis novel ga pernah menang >< efek udah fokus mau menang dulu kali yaa?? mulai sekarang kalo mau nulis harus pake hati!!!
    @TanyaFcsh_

    BalasHapus
  13. Aku mengikuti perkembangan penerbitan buku ini sejak voting pemilihan cover buku, dan kalo ga salah aku juga pilih cover yang ini. Liat nama penulisnya aku berpikir ini novel terjemahan. Tapi, begitu tau ternyata ini merupakan juara pertama lomba kepenulisan yang diadakan TWIGORA itu sendiri. Aku merasa makin penasaran ditambah beberapa kali liat cuitan bang ino yang bilang bersyukur banget bisa nemuin karya ini, pasti makin penasaran. Mulai cari-cari akun penulisnya, ga nemu-nemu, sampe aku mikir mungkin ini nama pena. Eh pas blogtour ada bincang-bincangnya, jadi mengikis sedikit rasa penasaranku sama ka elektra. Aku penasaran sama novel ini karna ide cerita yang menarik dan belum pernah nemuin juga :D

    Semoga bisa bawa pulang dan menuntaskan 1/2 rasa penasaranku yang tersisa tadi :p

    @RaaChoco

    BalasHapus
  14. penasaran sama bukunya karena novel ini karya pertamanya -menurutku- dan berhubung dapat juara pertama juga jadi nambah kesan gimana gituu.. Meskipun nggak terlalu eh sama genre romance tapi setelah baca reviewnya jadi tertarik..

    @AdinRim

    BalasHapus
  15. jawaban dri prtanyaan yg terakhir semoga dapat terwujud, amin :)
    dan nanti klo memang bneran trwujud, aku jdi pembaca prtma klo bisa, hehehe. soalnya klo bneran ada novel sains kan pastinya bner" bermanfaat novelnya.

    @mariyam_elf

    BalasHapus
  16. jawaban dri prtanyaan yg terakhir semoga dapat terwujud, amin :)
    dan nanti klo memang bneran trwujud, aku jdi pembaca prtma klo bisa, hehehe. soalnya klo bneran ada novel sains kan pastinya bner" bermanfaat novelnya.

    @mariyam_elf

    BalasHapus
  17. sama, aku juga suka iri dan terinspirasi dengan para penulis yg bisa menerbitkan karyanya. tapi keinginan tingal keinginan, sekarang malah tertarik baca banyak cerita yg bertebaran di inet. dan akhirnya hasrat utk menulis sendiri teredam deh... too bad ya...
    tapi pengalaman mba elektra ini sedikit memicu aku jg sih.
    semoga aja ada waktu dan kesempatan utk kembali giat menulis.

    BalasHapus
  18. Wiiih, hebat deh buat kak Elektra Queen. Penulis yang patut dijadiin inspirasi untuk penulis pemula lainnya. Ide novelnya menarik dan tidak klise. Penasaran juga dengan konflik yang sengaja di tebar sehingga membuat otak pembaca melayang layang dan pembaca merasa masuk dalam cerita dalam novel. Hebat juga buat pertanyaan brilian kak afifah yang bisa makilin kita kita yang mungkin gak bisa bertanya secara langsung pada kak Elekta. Hebat dan amazing deh pokoknya. Novel dari penulis pemula yang bikin penasaran.
    @Aim_la27

    BalasHapus
  19. benar ya kak, menulis itu harus melakukan dengan hati dan benar-benar menjiwai karakter tokoh yang akan dibuat agar para pembaca juga dapat merasakan perasan yang mendalam ketika membacanya.
    sukses untuk yang diwawancarai dan yang mewawancarai ya kakak-kakak :)

    BalasHapus
  20. seriusan, aku penasaran banget sosok di balik Elektra Queen ini. hehe. duh, untung ya novelnya menang. kalau bayangin ada yang patah semangat karena kalah, rasanya pengin ngasih semangat biar mau terus menulis. soalnya aku suka nulis juga sih. kadang pengin berhenti aja karena gak dimuat2 :') tapi kalo ada yang nyemangatin, rasanya pengin nulis lagi deh, gak jadi pengin berhenti :D

    BalasHapus
  21. terharu, akhirnya inspirasiku untuk terus menulis bertambah lagi, semoga aku bisa menyusulmu ka Elektra Queen 💞

    @haniktsr

    BalasHapus
  22. @ccchhy

    Yup, benar! Novel yang bisa menyertakan fakta sains pada fiksi memang terasa lebih menarik karena menambah ilmu juga, bukan cuma menikmati perjalanan tokohnya. Tapi harus hati-hati juga untuk itu. Karena kalau ada kekeliruan sedikit saja, bisa dikritik habis-habisan oleh pembaca yang kebetulan memang lebih menguasai di bidang tersebut hihihi~

    Semoga keinginannya bisa kesampaian ya. Amin... :)

    BalasHapus
  23. poin nomor 3...mirip dg isi hati saya saat ikut lomba nulis dan deg2an takut kalah. ah...


    baiklah...menulis dg hati
    terima kasih motivasinyaaa

    @artha_amalia

    BalasHapus
  24. Sependapat dengan kak Elektra, aku suka novel yang plus-plus. Romance dan sains disatukan, pasti akan jadi bahan bacaan yang paling favoritku. Rasanya kalau baca sambil belajar hal-hal 'berat' dengan cara menyenangkan, buat ilmunya makin lama nyantolnya hehe.. Semoga kak Elektra bisa mewujudkannya di karya terbarunya :)

    @rinicipta

    BalasHapus
  25. "Saya langsung mikir, andai kalah lomba, apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar sih, semangat menulis saya makin tiarap. Merasa memang tidak berbakat di dunia ini. Langkah paling ekstrem, mungkin akan berhenti menulis."

    Jawaban poin 3 diatas sangat mengusik. Karna itu juga yang ada di kepala saya kalau saya kalah di perlombaan--lomba apapun itu. :D
    Barangkali seru yaa kalau Elektra nulis cerita genre science-fiction. Semoga~

    @cahyawid

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  28. Memang tidak jarang jika penulis bisa ikutan baper dengan apa yang ditulisnya. Bahkan si penulis kadang jatuh cinta dengan tokoh lelaki yang ia tulis sendiri. Biasanya tokoh lelaki adah tokoh impian dari penulis wanita. Saya jadi penasaran nih, apa Zach itu tokoh impiannya si penulis? :)

    Ngomong-ngomong soal komik sains, itu yang seperti apa ya? Apa mungkin seperti komik bloodtype yang lagi ramai dibahas itu bukan? :O

    @btgmr

    BalasHapus
  29. @DiddySyaputra

    Sebelumnya selamat untuk Kak Elektra telah memenangkan pertempuran sengit di Twigora *lho kata perang. Hihi. Jujur saja, saya sendiri bisa dibilang pecinta dari buku-buku bertema roman & pernikahan, baik single parent dll. Entahlah. Mungkin karena dirasa sudah berumur untuk ke arah tersebut. Dan pada intinya saya sangat berharap diberikepercayaan menikmati buku ini secara free *eh. Fighting kak!

    BalasHapus
  30. Berarti unexpected banget ya bisa menangin lomba nya dan bisa menerbitkan novel ini. Di pertanyaan nomor 3, pasti seting terpikirkan oleh penulis penulis yg ingin menerbitkan bukunya, tapi keinginan hanyalah kringinan. Salut deh buat kakak! :))

    Twitter: @tiarizee

    BalasHapus
  31. Baca postingan interview di atas,mau tidak mau membuat aku mengambil satu pelajaran penting: nggak boleh patah semangat meski pun kita berada di titik terendah sekalipun. Elektra Queen bersama #Wonderfall telah mampu membuktikan itu.

    Semoga aku tidak hanya bisa membaca bukunya, tapi juga mengikuti jejaknya. Aamiin :))

    Dan nanti kalau beneran terkabul aku bakal pakai nama pena: Elektra King. Whahahahahaha

    @Bintang_Ach

    BalasHapus