Selasa, 23 Agustus 2016

Launching Buku Karya Cipto Junaedy



Hari Jumat, 12 Agustus 2016 lalu, aku menghadiri launching buku di Gramedia Central Park. Genre bukunya bisa dikatakan berat. Bukan fiksi, melainkan nonfiksi, lebih tepatnya nonfiksi bisnis. 

Ada dua buku terbaru yang diluncurkan, yaitu Strategi B25: Pegang Buku Ini agar Mesin Uang Properti Anda Tidak Mangkrak, Dianggap Jadul dan Kata-kata Lecutan Harian Baca Buku Ini, 'Jewer' Diri Anda 101 Kali Maka Anda Akan Kesetrum Nambah Rumah Tanpa Utang. Kedua buku tersebut ditulis oleh Cipto Junaedy, yang disunting oleh editor yang sama. Sebelum kedua buku tersebut, Cipto Junaedy juga sudah menulis tiga buku lainnya yang juga diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.


Acara launching berlangsung seharusnya pukul 14.00 WIB, tetapi sedikit terlambat. Sebagian besar yang hadir adalah orang-orang yang tertarik dalam dunia bisnis. 

Moderator pada acara hari itu adalah salah satu dari editor kedua buku tersebut. Kedua buku tersebut memang disunting oleh editor yang sama. Keduanya disunting oleh dua editor. 

Menurut Cipto Junaedy, memilih pemimpin sebaiknya yang tidak memiliki utang atau maksimal utang 30% dari kekayaan. Cipto Junaedy berpendapat, bagaimana seseorang bisa memimpin orang lain kalau memimpin diri sendiri saja masih dengan utang?


Beliau sangat concern terhadap kehidupan bebas utang. Baginya, tidak ada istilah "gali lubang, tutup lubang". Semakin sering menggali lubang, lubang akan semakin besar. Beliau pun tidak setuju dengan guyonan "Kalau lubang semakin besar, sekalian saja membuat kolam renang". Itu kan kalau bisa dibuat kolam renang, kalau tidak? Utang merupakan sesuatu yang pasti harus dibayar. Sayangnya, sumber untuk membayarnya itu yang tidak pasti.

Beliau sering menemukan seseorang yang hidupnya sulit, tetapi sebetulnya kesulitan itu berasal dari perkataan. Terkadang, seseorang yang merasa hidupnya sulit dan berkata, "Bagaimana mau beli rumah, untuk makan saja susah?" Bagi Cipto Junaedy, kata-kata seperti itu tidak boleh terlontar. 

Kata-kata merupakan semacam perintah, semacam doa. Ketika sedang mengalami kesulitan, usahakan berkata-kata yang baik. Tidak boleh pesimis. Kata-kata yang baik akan membantu memperbaiki jalan hidup.

Cipto Junaedy mengatakan bahwa sekarang bukan lagi saatnya kita membelikan baju untuk ibu. Sekarang saatnya membelikan rumah untuk ibu. Begitu pun bagi para orangtua, sudah zamannya membelikan rumah untuk masing-masing anak.

Rumah yang dibelikan pun bukan hasil mencicil melainkan langsung tunai. Lagi-lagi, Cipto Junaedy berbalik kembali kepada "kata-kata yang baik". Percayakan diri terhadap sugesti positif.

Sugesti positif maupun negatif terkadang merupakan hasil pengaruh dari lingkungan. Seseorang yang bergaul dengan pemabuk, besar kemungkinan dia menjadi pemabuk. Seseorang yang bergaul dengan tukang gossip, besar kemungkinan dia pun akan sama. Maka, seseorang yang bergaul dengan pebisnis sukses, dia besar kemungkinan menjadi pebisnis sukses. 

Untuk orangtua, Cipto Junaedy berpesan agar jangan berutang sebab hal tersebut bisa diikuti anak. Perilaku orangtua seringkali menjadi cermin bagi anak. Karena itu, sebisa mungkin, jauhi utang.

Pada kesempatan ini, turut hadir juga murid-murid Cipto Junaedy. Mereka adalah orang-orang yang sudah menggeluti bidang properti. Ada yang semula seorang karyawan, ibu rumah tangga, atau anak muda seperti pada umumnya. Mereka pun berbagi pengalaman.


Pada dasarnya, hal-hal yang disampaikan oleh Cipto Junaedy pada acara launching kali ini merupakan hal paling fundamental bagi kehidupan. Sugesti positif. Semua bermula dari pikiran dan perkataan. 

Hal tersebut pun sempat disinggung di dalam buku Strategi B25. Untuk buku Kata-kata Lecutan Harian, isinya lebih menyerupai quotes yang kadang menyinggung, kadang "jleb". 

Di akhir acara, ada sesi tanda tangan bagi yang sudah memiliki buku beliau. Untuk blogger, ada sesi makan dan foto bersama, sambil sharing tambahan. Acara keseluruhan selesai sekitar pukul 18.00 WIB. 






3 komentar:

  1. Waah, ada Mba Echa, seru pasti yaa bisa ketemu sama temen2. Konsepnya bisnis tanpa hutang gitu ya.

    BalasHapus
  2. wah seruuu ya, aku belum punya bukunya, harus punya nih

    BalasHapus