Jumat, 15 Juli 2016

The Dragon Next Door - Cho (Jung Sol)


 
- Naga yang Suka Games

Judul buku: The Dragon Next Door
Penulis: Cho (Jung Sol)
Penerjemah: Silvanissa
Penyunting: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Layout: Frendy Putra, @teguhra
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan: Pertama, September 2015
Jumlah halaman: 328
ISBN: 9786027742529


Hari saat akun game Kim Yong terkena hack, terjadi hujan badai terbedar dalam sejarah di Gunung Jiri. - hlm. 39 

Choi Woo Hyuk akhirnya bisa menyewa apartemen walaupun hanya apartemen sempit. Ketika akan membagikan kue ke tetangga, dia mendapati seekor naga yang sedang bermain game di apartemen sebelah. Ternyata, tetangganya adalah seekor naga ceroboh yang sudah sering ketahuan oleh manusia lain.

Namanya Kim Yong. Dia bisa berubah wujud menjadi manusia. Dia sangat menyukai games. Untuk menunjang hidupnya, Kim Yong bekerja sebagai penulis.

Woo Hyuk pun sering direpotkan oleh naga, tetapi ada kalanya mereka kompak.

* * *

Aku pecinta komik, komik Jepang ataupun Barat. Komik Indonesia pun aku suka (walau beberapa baru sempat hanya aku nilai dari gambarnya). Sayangnya, aku kurang menyukai komik Korea alias manhwa. Aku tidak suka gambarnya. Gambar adalah sesuatu yang pertama kali memberi kesan dari sebuah komik. Berhubung aku kurang menyukai gaya gambar komik Korea, aku tidak tahu ceritanya seperti apa. 

Kalau K-Toon termasuk komik Korea, mungkin bisa menjadi pengecualian. Aku menyukai gambar Simple Thinking About Blood Type Series dan The Dragon Next Door. Blood Type sudah pasti sangat pengucalian karena tokohnya bukan manusia. Berbeda dengan The Dragon Next Door, yang tokohnya adalah manusia (dan naga). Nah, penggambaran manusialah yang biasanya kurang pas bagiku pada komik Korea.

Berhubung salah satu tokohnya naga dan sampulnya imut, aku cukup tertarik membaca buku ini. Pertama kali membuka buku ini, kesan pertamaku adalah gambarnya bagus. Cukup normal. Bagi yang masih kesulitan membaca komik, aku rasa komik ini cukup mudah dibaca. Urut-urutannya jelas, hampir seperti comic strips.


Ada juga bagian dengan gambar yang lebih detil ketika menceritakan isi novel yang ditulis Kim Yong. Gaya penggambarannya dibuat berbeda dan tidak diberi warna selain hitam, putih, dan warna darah. Salah satu keunggulan komik berwarna adalah pewarnaan bisa dijadikan pembeda adegan. Kalau komik hitam-putih, adegan yang perlu berbeda, seperti flashback atau menceritakan sesuatu, biasanya hanya ditandai dengan bagian pinggir yang diberi warna hitam (istilahnya apa, ya).

Kok aku jadi membanding-bandingkan, sih?

Pokoknya, komik ini mudah dibaca dan dipahami. Komik ini semakin menarik karena berwarna.

Dari segi cerita, buku ini juga mudah dipahami. Sangat ringan. Buku ini memang tipe yang dibaca untuk mencari hiburan. Setiap bagiannya tidak berupa cerita yang sambung-menyambung yang membuat penasaran kalau tidak dilanjutkan, tetapi semua bagian itu tetap saling berhubungan. Intinya tetap satu, tetapi disampaikan melalui potongan-potongan cerita per bagian.

Tokoh-tokoh dalam buku ini sudah berusia dewasa. Walaupun begitu, aku bisa mengatakan buku ini bukan untuk dewasa saja. Sifat para tokoh hampir semuanya sama. Sama-sama akan dianggap aneh kalau memang nyata, tapi kalau di komik, justru menjadi daya tarik tersendiri.  Lucu, walaupun kadang garing.

Aku beri rating berapa, ya? 4? Kalau ada The Dragon Next Door 2, mungkin aku akan menantikannya.

Rating:




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar