Jumat, 15 Juli 2016

Monthly Giveaway (July) │ Free "Care" Day




Selamat hari Jumat!

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan. Selamat beraktivitas kembali juga.

Sebelumnya, aku mohon maaf lahir dan batin kalau tema bulan ini agak membuat baper. Walaupun tema baper, semoga pertanyaannya tidak sebaper bulan lalu, ya. Hehe.

Tema bulan ini adalah patah hati atau move on. Membaca kata-kata itu saja sudah bisa membuat keselek. *itu sih kamu, Fah*

Pokoknya, kalau kamu mau curhat seputar patah hati dan perjalanan move on, silakan curahkan kepada host-host FCD selama seminggu ini. Barangkali ada yang membaca curhatmu dan merasa senasib, lalu lalu lalu . . . lalu apa pun bisa terjadi. Habis patah hati, terbitlah move on. At leaset, kamu berkesempatan memenangkan beberapa buku.

Buku yang bisa kamu menangkan dari blog ini adalah


Surat untuk Ruth karya Bernard Batubara


Pinggirannya sudah timbul sedikit bercak, tapi bagian dalamnya masih bagus. Buku ini juga bersampul plastik. Bukan aku yang menyampulnya, sih, melainkan pemilik terdahulu. Aku mendapatkannya dari swap.


Kalau mau buku ini, berikut caranya:
  1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Follow Twitter @afifahmazaya, @princessahr, @Inokari_, dan @WoMomFey.
  3. Follow blog ini via GFC, Bloglovin, atau email.
  4. Share info giveaway ini dengan hashtag #FreeCareDay. Mention host, ya.
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan username Twitter. 
  6. Setiap orang bisa ikut di keempat blog dan berkesempatan menang di semuanya.
  7. Giveaway ini berlangsung dari 15 Juli 2016 sampai 21 Juli 2016.
  8. Pengumuman pemenang tanggal 22 Juli 2016 (kalau tidak ada halangan). Pemenang diharapkan memberikan konfirmasi paling lambat 2 hari setelahnya.

Pertanyaannya:

Bagaimana kamu memaknai sebuah perpisahan? (Bukan perpisahan abadi karena kematian)



Komentar aku moderasi. Jadi, komentar yang masih tidak langsung muncul, ya. 

Pesanku masih sama seperti bulan lalu: no baper, please

Good luck!

Ikut juga Free "Care" Day di blog Kingdom Girls ini:

Kitty Pelahap Kata

Empu Ketimpuk Buku

Princess Peek A Book


31 komentar:

  1. Nama : yunika anwar
    Twitter : @yunikaanwar1

    Aku memaknai sebuah perpisahan sebagai takdir. Karena segala sesuatunya sudah diatur oleh Allah kita hanya dapat menerima dan menjalankan aja. Tapi satu yg aku yakini pasti dibalik suatu perpisahan ada alasannya dan mungkin itu yg terbaik untuk kita.

    BalasHapus
  2. @sitasiska95

    Bagi saya perpisahan adalah hal menyakitkan yang mendatangkan perasaan rindu dan kehilangan. Apalagi itu orang yang kita cintai. Awalnya akan sangat sulit untuk menerimanya, ada perasaan tidak rela jika sesuatu yang telah menyisakan banyak kenangan harus berakhir tapi yang harus saya lakukan adalah ikhlas dan belajar menerima bahwa itu adalah jalan paling baik yang sudah Tuhan pilihkan. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi bagi saya selalu berjalan atas kehendak Tuhan, jadi meski sakit saya pasti akan baik-baik saja, karena sudah ada hal yang telah Tuhan persiapkan untuk saya sebagai pengganti atau peghibur hati atas kehilangan yang saya alami

    BalasHapus
  3. Twitter : @hervayulyanti
    Jawaban : Berpisah sudah menjadi hal yang lumrah terjadi dalam hidup. Ketika lulus sekolah saya mesti berpisah dengan teman-teman sekelas. Ketika saya memilih kuliah di luar kota juga mesti harus berpisah dengan keluarga. Perpisahan memang sebuah retorika perjalanan hidup dan pilihan yang harus dijalani.
    Perpisahan itu tak perlu disesali. Artinya, perpisahan tidak menutup jalan untuk tetap melakukan komunikasi, melakukan hubungan silahturrahmi satu dengan yang lainnya. Dan mengenang serta merindukan menurut saya menjadikan perpisahan semakin berarti.

    BalasHapus
  4. @RiienJ

    Perpisahan hanyalah peralihan dari masa lalu ke masa depan.
    Entah itu selamanya atau sementara di setiap hal yang ditemui pasti ada jejak yang ditinggalkan.
    Kenangan bersama orang yang dicintai. Mimpi yang tak terwujud.
    Tapi perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. :)

    BalasHapus
  5. @yutakaNoYuki

    Perpisahan itu sebuah fase dimana kita belajar untuk menerima bahwa tidak ada yang benar-benar bisa selamanya di sisi kita. Baik itu teman,saudara, pacar bahkan orang tua. Perpisahan itu merupakan pembelajaran untuk melepas orang lama dan bersiap bertemu dengan orang baru. Atau kalaupun tidak bertemu orang baru, perpisahan membuat kita belajar agar melakukan sesuatu untuk mengisi tempat kosong yang telah ditinggalkan orang lama ...

    BalasHapus
  6. @Rinitavyy

    Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Hanya terpisah masalah ruang dan waktu, itu hal biasa dalam hidup. Sebagai manusia yg sewaktu-waktu pernah mengalami perpisahan, entah berpisah dengan sahabat yg mau meneruskan pendidikan ke luar kota, berpisah dengan keluarga karena akan memiliki keluarga baru/ kecilnya sendiri, berpisah dengan mantan pacar/gebetan, dan kisah2 perpisahan lainnya. Semua yang terjadi seharusnya bisa dipergunakan sebagai jalan pembelajaran dalam kehidupan kita kedepannya. Sebagaimana kita menangani secara cepat dan tepat saat mengalami perpisahan diatas. Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah janganlah terlalu lama bersedih hati karena perpisahan. Seharusnya kita belajar dan lebih menghargai adanya waktu yang pernah kita miliki ketika bersama mereka yg ada pernah mewarnai kehidupan ini. Dan dapat Menyimpan kenangan sebelum perpisahan itu dalam memory dan Hati.

    BalasHapus
  7. @Imah_Fatma29
    Perpisahan adalah sesuatu hal yang harus dijalani meski pahit dirasakan. Berpisah eengan orang yang kita sayangi bukan akhir dari segalanya. Toh kita masih bisa berkomunikasi lewat sms, email, telepon, video call, ataupun akun sosmed yang lain. Berpisah dengan orang yang kita sayangi akan memberikan hikmah tersediri bagi yang bersangkutan, lho. Memang jika kita berpisah dengan orang yang kita sayangi akan kehilangan sesuatu yang pernah mengisi hari-hari kita bersama yang kemudian disebut kenangan. Jangan pernah berfikir untuk melupakan sebuah kenangan tetapi simpanlah kenangan itu dengan bungkus yang rapi di memori kita selamanya.

    BalasHapus
  8. @MukhammadMaimun
    Perpisahan hanyalah masa awal kita membangun masa baru. Perpisahan adalah hal yang pasti terjadi karena di dunia ini butuh keseimbangan. Yin Yang. Ada baik ada buruk. Ada pertemua ada perpisahan.
    Perpisahan betatapun sakitnya harusnya bisa membuat kita melangkah maju ke depan. Oh, mungkin kita bisa mendapatkan yang lebih baik. Atau mungkin bila tidak berpisah kita hanya akan stuck stagnan tanpa ada kemajuan.
    Yang jelas seharusnya perpisahan bisa menjadi momentum ttik balik kita menuju kesuksesan. Buktikan dengan perpisahan kita bukannya semakin terpuruuk meratapi nasib. Justru semakn membaik arena perlahan-lahan kita menyadari kekurangan kita dan memperbaikinya

    BalasHapus
  9. @SAN_FAIRYDEVIL

    Perpisahan hanya awal untuk pertemuan selanjutnya. Perpisahan adalah hal yang umum dan wajar terjadi sebab setiap manusia yang dipertemukan oleh sesuatu hal akan dipisahkan oleh sesuatu hal yang lain. Misalnya ketika dipertemukan di sekolah yang baru sebagai teman sebangku, pada suatu hari nanti mereka pasti akan dipisahkan oleh yang namanya hari kelulusan. Dan mereka harus melakukan itu kalau tidak mereka akan tetap diam di tempat yang sama padahal waktu terus berjalan dan meninggalkan mereka.

    Perpisahan bukan akhir segalanya.
    Mereka yang terpisahkan pasti bisa saling dipertemukan kembali karena mereka masih berada di atas bumi dan di bawah langit yang sama. Lalu ketika sebuah pertemuan datang dari yang namanya perpisahan akan menjadi sebuah kenangan baru yang menyenangkan dan tak terlupakan. Mengenang kembali masa-masa dulu saat mereka belum berpisah dan membuat harapan baru, seperti pertemuan selanjutnya.

    BalasHapus
  10. @retnomauli08

    Perpisahan adalah suatu kata yang tak perlu disesali untuk selamanya. Meskipun itu menyakitkan namun perlahan kita akan mengerti karna dalam hidup ini datang dan pergi itu adalah takdir Allah. Dengan perpisahan kita akan mengenal hal baru yang akan datang kpda kita.

    BalasHapus
  11. @RaaChoco

    Bagaimana kamu memaknai sebuah perpisahan? (Bukan perpisahan abadi karena kematian)


    Aku selalu berpikir jika ada pertemuan maka akan ada perpisahan, setiap yang datang pasti akan pergi, cuma waktu yang bisa menjawab semuanya dan takdir yang berperan penting disini. Jika kami ditakdirkan bersama, aku yakin bagaimana pun beratnya jalan tersebut, kami akan selalu bersama, apapun caranya, entah itu sebagai sahabat, kekasih atau pun pasangan hidup. Dan jika kami tidak ditakdirkan bersama, aku bisa apa? Sekuat apapun aku menyangkal dan memaksa untuk tetap bersama, itu tak akan pernah mungkin terjadi. Pertama itu terjadi aku pasti sedih dan merasa terpukul, berpikir apa salahku dan apa yang membuat perpisahan ini terjadi. Lambat laun aku pasti mengerti jika memang sudah seharusnya seperti ini, dan aku yakin, suatu hari nanti akan ada orang yang datang -tanpa harus pergi lagi- menggantikan mereka yang pergi.

    BalasHapus
  12. @MrsSiallagan

    Perpisahan ditandai dengan berpisahnya dua insan. Perpisahan pasti menyakitakan, hisup seakan tidak lengkap tanpa orang yang kita sayangi membuat kita patah hati dan bersedih. Perpisahan pasti membawa dampak besar dalam hidup kita. Kita dituntut untuk selalu berpikir dan berbuat positif, kita harus berubah lebih baik guna mendapatkan yang terbaik pula. Bukankah ada kata Good dari "Goodbye"? artinya ada kebaikan dari sebuah perpisahan.Percayalah, bahwa Tuhan menentukan jalan hidupmu dengan membuat perpisahan dengan orang yang kita cintai. Terkadang kita menyalahkan Tuhan dengan berpisah dari orang yang kita sayangi, tetapi Tuhan sesungguhnya bermaksud mengganti orang yang sesuai dan yang terbaik untuuk kita.So, dengan perpisahan bangkitkan dirimu dan tetap semangat dalam hidupmu jangan buat perpisahan menghancurkan hidupmu tetapi jadikanlah itu sebagai pelajaran berharga untukkmu sehingga kamu tidak akan salah memilih yang terbaik dalam hidupMu.

    BalasHapus
  13. @LelyNurvita

    Menurutku, perpisahan bukanlah akhir dari suatu pilihan melainkan langkah awal dalam meniti kehidupan yang lebih berat di masa depan. Memang segala perpisahan selalu diliputi dgn kekecewaan tp gak selamanya diiringi tangisan. Karena tanpa disadari dgn adanya perpisahan kita bisa bertemu seseorang yg lebih baik, bisa menata kehidupan menjadi lebih indah, bisa mendewasakan diri, bisa membangkitkan keinginan yg selama ini terpendam, dan bisa melupakan kenangan buruk yg menyelimuti hati.

    Dan ingatlah, dgn adanya perpisahan adalah pertanda Allah masih menyayangi kita dan akan memberikan hal yg lebih baik kepada kita.

    BalasHapus
  14. @reyzamzamy

    Kalau menurut aku pribadi, perpisahan itu merupakan sebuah tahap untuk melangkah ke sebuah kehidupan yang baru. Aku ambil contoh sederhana, ketika kita berpisah dengan pacar, mungkin itu sudah saatnya kita melangkah ke kehidupan yang baru dengan orang yang berbeda.

    Nah, kalau untuk memaknai perpisahan tersebut sederhana saja menurut aku, yaitu cukup dengan rasa ikhlas dan tawakkal. Ikhlas untuk menerima perpisahan tersebut dan tetap tawakkal terhadap Allah SWT. Sejatinya, jika kedua hal tersebut memang dilakukan ketika memaknai sebuah perpisahan, maka niscaya sebuah perpisahan akan terlihat lebih baik dengan pandangan yang positif pula.

    Awal perpisahan memang sakit dan itu wajar, namun ketika kita memaknai perpisahan dengan dua hal diatas, yaitu ikhlas dan tawakkal, pasti rasa sakit tersebut akan dengan cepat berangsur hilang. Ikhlas melepaskan dan tawakkal saja kepada Allah SWT kalau setelah perpisahan tersebut, Allah SWT pasti sudah menyiapkan pengganti yang jauuuuh lebih baik :)

    BalasHapus
  15. @ratnaShinju2chi

    Perpisahan bagiku sama dengan pertemuan. Semua ada waktunya masing-masing. Jadi perpisahan itu seperti kita melangkah terus pada jalan-jalan yang baru. Seperti perpisahan dengan teman SMA, kita akan bertemu dengan teman baru di bangku kuliah dan seterusnya. Jadi perpisahan itu bukan sebuah akhir tapi bisa menjadi langkah awal.

    BalasHapus
  16. Memaknai sebuah perpisahan?

    Beginilah caraku…

    Jika perpisahan bagaikan malam, dan pertemuan bagaikan siang. Maka butuh perputaran bumi untuk mempertemukan kita dengan keduanya. Secara bertahap.

    Dan saat perpisahan menjelma sebagai malam, maka yang perlu kita lakukan adalah… meyakini bahwa bumi akan mempertemukan kita dengan siang. Meyakini bahwa akan ada pertemuan di balik perpisahan. Menggantikan kesendirian kita yang telah lama ditelan oleh gelapnya malam.


    @Bintang_Ach

    BalasHapus
  17. Perpisahan merupakan satu kosakata yang mempunyai makna mendalam. Makna yang setiap orang memiliki porsi menyampaikan opininya masing-masing..

    Awal dari perpisahan itu pasti berujung pada kesedihan akan luka yang tertoreh, walaupun hanya merasakan sedikit sakitnya. Perasaan sedih itu wajar, mengingat perpisahan dampaknya selalu meninggalkan banyak kenangan. Dan aku orangnya bila sudah mengalami suatu peristiwa, akan susah untuk menghapus kenangan peristiwa yang terlanjur terjadi itu. Mau diapakanpun, aku berpendapat, jika kenangan adalah alat pengatur laju scenario flashback di balik makna sebuah perpisahan.


    Nama: Mega Widya
    Twitter: @widy4_w

    BalasHapus
  18. @She_Spica

    Perpisahan bagiku adalah peristiwa yg harus ditanggung oleh seseorang yg mengalami pertemuan. Perpisahan adalah akibat dari pertemuan yg semula dilakukan. Seperti siang-malam, sedih-bahagia, pertemuan yg menyenangkan pun pada akhirnya harus diakhiri dgn perpisahan yg menyedihkan. Bagaimana pun bentuk perpisahan itu sendiri. Rasa kehilangan itu sudah seharusnya dipersiapkan oleh setiap manusia yg mengalami pertemuan.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  19. @keyminoz

    Menurutku perpisahan dalam kehidupan itu lumrah dan tidak perlu disesali. Dengan perpisahan kita masih bisa tetap melakukan komunikasi, melakukan silaturahmi satu dengan yg lainya. Rasa sedih dan rindu tentu masih ada, jika rindu ingin bertemu namun karna situasi dan kondisi yg tdk memungkinkan maka ingatlah kebersamaan dan kenangan2 indah yg pernah terjalin. Memaknai sebuah kebersamaan dan kenangan jauh lebih penting daripada mengenang waktu pertemuan dan menyesali waktu perpisahan

    BalasHapus
  20. Bagaimana kamu memaknai sebuah perpisahan? (Bukan perpisahan abadi karena kematian)

    Perpisahan itu bagian dari hidup. Jika ada pertemuan, akan ada perpisahan, begitu juga sebaliknya. Perpisahan memang menyakitkan dan mengecewakan, tapi aku selalu berusaha berpositif thinking aja. Kalau memang harus berpisah itu tandanya tidak berjodoh, dan jika itu kehendak Tuhan tidak akan ada yg bisa menentangnya. Aku hanya harus menerimanya dengan ikhlas, dan selalu meyakini kalau kelak Allah SWT akan mempertemukan dengan yang lebih baik lagi, dengan sebenar-benarnya jodohku.

    Twitter: @nunaalia

    BalasHapus
  21. Twitter @frdliash

    Bagi aku perpisahan hal yang biasa terjadi. karena dimana ada pertemuan, disitulah ada perpisahan. saat kita mengalami pertemuan, bersiaplah suatu hari nanti kita akan mengalami perpisahan. entah perpisahan seperti apa yang akan terjadi nanti, itu tergantung pada Sang Penulis Skenario kita. entah itu akan dibuat perpisahan yang indah atau yang pahit. tapi yang pasti kita harus selalu siap menerima sebuah perpisahan.

    BalasHapus
  22. Twitter : @ivedvedi.

    Maknanya perpisahan, bukanlah akhir dari sagalanya. Orang yang baru saja bertemu di satu tempat saja, setelah mereka selesai ngobrol2 ataupun makan. mereka juga akan berpisah. Satu keluarga pun juga akan mengalami perpisahan, anaknya yg pergi ke sekolah. ayahnya yang pergi kerja. sementara ibunya dirumah,. Tetapi perpisahan yang terjadi hanyalah sesaat, namun berulang2''' terjadi di dunia nyata bukan???

    Yang namanya perpisahan itu, adalah awal dari pertemuan terbentuk. jadi maknanya perpisahan itu bukanlah akhir dari segalanya....

    BalasHapus
  23. @fitania09

    Aku memaknai perpisahan seperti lirik lagu anak-anak yang berjudul sayonara. Dimana lagu tersebut selalu kita nyanyikan di TK saat jam belajar telah usai. Dan arti sayonara sendiri adalah ByeBye bukan? Kalo tak salah sih...hehe tapi coba kita liat lirik lagunya. Kita diajarkan untuk tidak susah atau bersedih saat kita akan berpisah. Karena berpisah itu pasti. Perpisahan hanyalah suatu fase dimana kehidupan kita akan berubah. Dari yang tadi bertemu di kelas setelah itu harus pulang kerumah masing-masing lalu esoknya kembali bertemu lagi. Saat perpisahan itu terjadi kita akan diajarkan betapa berharganya saat waktu bersama. Dan perpisahan juga mengajarkan bahwa tiada pertemuan yang abadi di dunia ini.

    BalasHapus
  24. @DiddySyaputra

    Bicara perpisahan berarti juga bicara tentang melepaskan. Dan melepaskan selalu lebih sulit dari perpisahan itu sendiri. Tapi yah mau gimana lagi? Jika gak berkeinginan melepaskan ya jangan berpisah dong, dan jika gak ingin berpisah mbok ya jangan bertemu. Simpel kan? ;D Namun menurutku, perpisahan itu ialah permulaan untuk memulai hal baru dg berkaca pd masa lalu. Perpisahan gak harus selalu dibarengi dg airmata, toh gak semua perpisahan berakibat buruk. Justru terkadang perpisahan merupakan pintu gerbang bagi yang ingin berhijrah (move on) dari masa lalu ke masa depan. Karna itu must go on aja. Hidup itu udah sulit. Maka dari itu jangan makin dipersulit.

    BalasHapus
  25. @murniaya

    Sebuah kebersamaan yang telah terjalin lama akan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama. Maka saat perpisahan itu terjadi, tidak ada yang tidak merasa sedih. Tentu ada rasa kehilangan karena harus merasakan sesuatu yang baru, yang tidak seperti biasanya tanpa dia/mereka.

    People that leave, making less contact. Seriously, when we get older little by little, real friendship and real love are really hard to come by. People that leave, making less contact. We have less friends. We know more people but don't really care. Because of that, it's really sad. Even I couldn't include a "thanks to" section. Because I have less people that I can call my real friends, I wasn't able to write it. We have to see everybody we love leave one by one. Even maybe ourselves who leaving. It's an awful responsibility. We're meant to be apart from people we love. How else would we know how important they are to us? Such as with parents when we start a new life with our spouse. And with best friends or siblings or our children when they have their own life someday.

    Waktu masih deket aja jambak-jambakan, giliran udah jauh baru kangen-kangenan. Sebuah perpisahan dapat menyadarkan kita bahwa senyebelin apa pun orang itu pasti punya arti dan peran sendiri di hidup kita. Menurutku, itulah bagaimana hidup mengajarkan kita melalui sebuah perpisahan agar kita bisa lebih menghargai orang-orang yang masih berada di sekitar kita. Manfaatkan waktu dan momen sebaik mungkin sebelum masa itu expired, hilang sia-sia.

    BalasHapus
  26. Twitter: EXOgen02

    Perpisahan.Pahit,menyakitkan dan argh, saya nggak pernah suka sama kata itu. Saya tau kalo perpisahan bukan akhir dari segalanya. Perpisahan membuat kita sadar bahwa di dunia ini nggak ada yang abadi. Perpisahan adalah pelajaran mengikhlaskan hati untuk melepas seseorang yang telah berperan penting dalam hidup kata. Tapi, yang membuat saya tidak pernah menyukai kata perpisahan itu adalah kerinduannya ini. Perpisahan memang datang sekali, tapi rindu di dalam hati ini datang berkali-kali.

    BalasHapus
  27. @anabahtera
    Jawaban:
    Perpisahan??
    Perpisahan itu kebahagian. Karena setiap kata perpisahan menciptakan kehidupan yang akan lebih baik lagi. Imbas dari perpisahan akan menimbulkan kebahagian yang lebih hakiki.

    BalasHapus
  28. @hensus91

    Perpisahan bagiku adalah fase untuk mendewasakan diri dalam seluruh rangkaian perjalanan hidup. Perpisahan dan rasa sakitnya membuat kita menyadari makna keberadaan seseorang dalam hidup kita, rasa syukur dengan kehadirannya, kesadaran bahwa tidak semua pilihan yang kita buat adalah yang terbaik dan harus selalu dipertahankan, juga pelajaran bahwa ada masa depan yang lebih baik menunggu setelah perpisahan.

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  29. @Kimol12

    Perpisahan itu ya takdir. Wajar, lumrah, ada pertemuan, ada perpisahan. Ada yang datang, ada yang pergi. Begitulah hidup. Menurutku tergantung kitanya bagaimana menyikapi perpisahan itu. Jika kita berpisah dengan seseorang, jangan risau. Jika ditakdirkan bertemu lagi, pasti akan bertemu lagi. Jika tidak, pasti Allah telah menyiapkan yang lebih baik. Sakit memang sakit, tapi pasti ada hikmahnya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  30. @rinicipta

    Aku memaknai perpisahan sebagai pembaruan. Pembaruan ini dalam berbagai aspek kehidupan, baik positif maupun negatif. Semangat baru, kesempatan baru, harapan baru, pertemuan yang baru dan sebagainya. Mungkin kita memang tidak menginginkan perpisahan, tapi jika keadaan yang mengharuskan haruskah kita tetap keras kepala? Perpisahan juga membuatku semakin dewasa.
    Sejak mengenal jarak, sebenarnya aku nggak pernah suka dengan perpisahan. Aku selalu menyukai momen untuk pulang, untuk berkumpul lagi dengan orang-orang tersayang. Tapi aku juga sadar bahwa kita sangat dinamis, pasti terjadi perubahan. Kita nggak mungkin terus berdiam diri, sementara dunia ini terus menerus berputar. Memang awalnya perpisahan itu sangat berat. Tapi selanjutnya, segalanya akan kembali lagi seperti biasa. Persepsi tentang perpisahan kita sendiri yang menentukan. Perpisahan juga sama seperti hal lain di dunia ini yang punya sisi baik dan sisi buruk. Aku selalu mencoba untuk memandang perpisahan dari sudut pandang yang berbeda. Setiap kali aku melihat orang tersayangku melambaikan tangan dan tersenyum berkaca-kaca mengiringi kepergian sementaraku, aku bertekad untuk membanggakan mereka yang telah percaya sepenuhnya :)

    BalasHapus
  31. @p_ambangsari
    Makna perpisahan buatku bisa dalam versi negatif/positif. Positifnya adalah hal/jalan terbaik dari Tuhan. Jadi kita harus terus berjalan siapa tahu ketemu di depan.

    Makna negatifnya sih perpisahan adalah arti dari Tuhan nggak merestui kebersamaan kita, bukan jalan terbaik bagi kita, bukan takdirnya, emang nggak cocok untuk terus bersama.

    BalasHapus