Jumat, 13 Mei 2016

Before It's Too Late - Luqman Hakim



- Sekarang atau Tidak  Sama Sekali -

Judul buku: Before It's Too Late
Penulis: Luqman Hakim
Penyunting Fatimah Azzahrah
Desain sampul: Mahar Mega
Penata letak: Cintia
Pemeriksa aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Cakrawala
Jumlah halaman: 164
Cetakan: 1, 2014
ISBN: 9789793832432

"Pastikan hanya ada satu bintang yang dapat menerangi malammu. Dan, jangan pernah engkau siakan, seseorang yang ada di hatimu...." - hlm. 36

Kekasih Ren meninggal dunia. Tidak lama berselang, Ren mendapat kabar duka lain. Ayahnya pun meninggal. Ditinggalkan dua orang yang disayanginya dalam waktu bersamaan, memukul telak Ren. Namun, hidup harus terus berlanjut. 

Ren bekerja sambilan dengan menjadi tutor di sebuah bimbingan belajar. Di sanalah dia bertemu Rei. Mulanya, Rei sama seperti murid lainnya. Lama-kelamaan, perasaan itu berubah. Mereka pun semakin dekat, bukan lagi sebatas guru dan murid. Sayangnya, kata "sayang" tidak pernah terungkap.

Hingga suatu ketika, jarak pun memisahkan. Komunikasi mereka kian renggang. Di saat seperti itu, Rei yang merasa hubungan mereka memburuk, semakin dekat dengan laki-laki bernama Affat. Ren yang mengetahui hal itu merasa hilang arah. Di sisi lain, Rei pun dikejutkan dengan kedekatan Ren dengan sahabatnya dan akhirnya memilih jalannya sendiri.

"Aku... udah memanah bintang yang salah." - hlm. 142

* * *

Cover-nya unyu, ya? Dari sana, aku beranggapan buku ini mungkin "makanan" anak SMP. Walaupun anak SMP sekarang bacaannya sudah lebih berat, tidak menutup kemungkinan juga ada yang prefer bacaan yang dari luar sudah terlihat ringan ini. 

Aku tidak mempunyai ekspektasi seberapa seru cerita dalam buku ini. Pertama, aku belum pernah membaca karya lain penulis. Kedua, aku pun baru mengetahui tentang penerbit buku ini. Maafkan kekurang-update-anku. Karena dua hal itulah, aku tidak tahu apakah buku ini sesuai dengan cangkir kopiku atau tidak. Satu-satunya perkiraanku adalah bahwa buku ini ringan. 

Yap, ternyata memang ringan. Bahkan, terlalu ringan. 

Beberapa adegan di buku ini terlalu klasik, terutama di bagian awal. Sebetulnya, aku tidak keberatan dengan adegan-adegan klasik. Asalkan penulis mengolahnya dengan sangat baik, pembaca pun akan senang. Bahkan, bisa juga pembaca membayangkan dirinya sendiri berada di situasi seperti itu. Sayangnya, mengolah adegan klasik, aku rasa, lebih sulit daripada mengolah adegan yang inovatif. Orang-orang sudah tahu adegan itu, tidak ada dag-dig-dug ketika membacanya. Karena itu, penulis harus lebih pandai mengolah adegan klasik tersebut sehingga bisa membuat pembaca lebih excited.


Ekspektasiku mulai naik ketika mulai merambah ke bagian tengah. Adegan klasik masih ada, tapi pembawaannya sudah lebih oke. Konflik cukup memutar walaupun menurutku putarannya terlalu banyak untuk buku setipis ini. Kalau putarannya tidak terlalu banyak, mungkin cerita buku ini bisa lebih kuat karena akan lebih tergali.

Sampai di bagian akhir, aku sedikit kecewa. Aku katakan saja di sini, bahwa ending cerita ini mempunyai hubungan dengan bagian pembuka. Sepanjang cerita, aku memang bertanya-tanya apa kaitannya pembuka semacam itu dengan keseluruhan cerita. Walaupun begitu, tetap saja, aku berharap ada alternatif lain.

Setidaknya, tujuan penulis bisa ditangkap dengan jelas. Seperti judul buku ini, Before It's Too Late. Mempertimbangkan segala sesuatu itu bagus, tetapi terlalu banyak pertimbangan akhirnya menyusahkan diri sendiri. Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai terjebak menjadi seperti para tokoh di buku ini.

Mungkin buku ini memang cocoknya untuk remaja awal yang masih unyu-unyu. Kalau dariku, rating yang bisa kuberikan hanya 2.

Rating: 


Buku aku dapat Whella dalam rangka Blind Date with A Book. Thank you for the book, Whella. 

Aku sempat berpikir bookmark bawaan dari penerbit ini lucu dan unik. Bentuknya standar, tetapi cetakannya sangat menyerupai buatan tangan. Ketika dibalik, ternyata ada tulisan lain yang menandakan memang bookmark itu buatan tangan. Buku ini masih segel dan hanya sedikit koyak jadi aku tidak mengira ada sesuatu diselipkan di dalamnya. So cute.  ^^

Sebelumnya, karena kesibukannya, Whella khawatir tidak bisa mengikuti jadwal pengiriman Blind Date with A Book tepat waktu sehingga mau mengirimkan lebih awal. Aku memberi alternatif untuk mengirimkan ke alamatku dulu supaya nanti aku yang mengirimkan ke target. Waktu itu, dia belum membuat list buku. Siapa sangka, aku yang memang berjodoh dengan bukunya.

Aku tertarik dengan clue yang dibuatnya:

Terjebak masa lalu. mencintai muridnya. meminta sebuah hal yang mustahil.

Bukan "terjebak masa lalu" yang membuatku tertarik. Itu, sih, sudah membuatku lelah.

Bukan juga "meminta sebuah hal yang mustahil" yang menarikku. Itu hal yang biasa, menurutku.

"Mencintai muridnya" mungkin hal yang biasa bagi sebagian orang. Menurutku juga biasa selama tidak melewati batas. Hal yang membuatku tertarik karena aku teringat komik yang pernah kubaca, dengan tokohnya guru dan murid di sebuah sekolah. Aku membayangkan cerita semacam itu, tetapi dalam bentuk novel. 

No. Aku tidak kecewa ketika mengetahui hubungan guru dan murid "hanya" di bimbingan belajar. Walaupun aku memberi rating hanya 2, aku juga tidak merasa menyia-nyiakan waktu membaca buku ini. Aku mendapat sesuatu dari buku ini, tentang komunikasi yang baik. Lagi, aku mengatakan, aku tidak berharap (aku yakin semua orang pun demikian) mengalami konflik seperti dalam buku ini.

Jadi, sekali lagi, terima kasih untuk bukunya. Of course, I'll keep this book. ^^

Oh, ya, ada sesuatu di postingan setelah ini.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar