Jumat, 13 Mei 2016

Autumn Once More - Ilana Tan, Ika Natassa, aliaZalea, dkk



- Mengulang Harapan -

Judul buku: Autumn Once More
Penulis: aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan
Penyunting: Tim editor GPU
Desain sampul: Marcel A.W.
Penata letak: @bayu_kimong
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1, April 2013
Jumlah halaman: 232
ISBN: 9789792294712

Banyak orang bilang cinta terkadang membuat pikiran kita tidak rasional. Dan biasanya, ketidakrasionalan tersebut dimulai dari rasa suka, yang sekilas terdengar lebih jinak daripada cinta, meski tidak begitu kenyataannya. - hlm. 7

Be Careful What You Wish For (aliaZalea)

Entah sejak kapan "aku" menyukai Gonta. Bermula dari sering tanpa sengaja bertemu, berubah menjadi rasa penasaran, semakin memerhatikan, lalu timbul rasa suka. Namun, mereka tidak pernah benar-benar saling kenal. Karena suatu kejadian, "aku" ingin melupakan Gonta. Lalu, Gonta pun menghilang. Namun, "aku" mempunyai keinginan lain yang membuatnya kelimpungan juga.

Autumn Once More (Ilana Tan)

Side story dari buku Autumn in Paris. Mengambil latar waktu ketika Tatsuya dan Tara belum lama mengenal. 

* * *

Sepertinya otakku kurang dilatih. Semakin karatan. Sulit bagiku mengingat detail cerpen sebanyak ini tanpa membolak-balik halaman demi halaman buku ini lagi. Karena itulah, sinopsis yang aku berikan hanya segitu. Malas bolak-balik. Hehe.

Buku ini berisi tiga belas cerpen yang ditulis oleh tiga belas penulis. Dari nama-nama penulis sebanyak itu, hanya dua penulis yang pernah aku baca karyanya, aliaZalea dan Ilana Tan. Fix, aku memang kurang update. Beberapa nama sebetulnya sudah bertengger manis di rak buku, sih. Hanya saja, tahu kan . . . ^^v

Mungkin setelah ini aku harus mulai membaca buku-buku itu.

Oh, ya, tidak semua penulis dalam buku ini memang basic sebagai penulis, ada juga yang basic-nya adalah editor. Kalau biasanya editor sebagai orang di belakang layar saja, dalam buku ini, editor ikut unjuk gigi.

Cerpen-cerpen dalam buku ini sebetulnya ringan. Sangat ringan. Ada beberapa yang membuatku sedikit berpikir, tapi tidak banyak.

Nuansa Metropop cukup terasa. Terlihat dari latar metropolitan. Hampir semua cerpen "memamerkan" profesi para tokohnya. Cerpen yang cukup berbeda bagiku adalah cerpen "Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku" karya Hetih Rusli. Suasananya cukup dark. Aku sempat merasa cerpen ini lebih mirip terbitan penerbitan sebelah daripada terbitan GPU.

Berhubung aku hanya mengenal aliaZalea dan Ilana Tan, aku tidak tahu perbedaan penulis-penulis lain ketika menulis novel dan cerpen. Ada beberapa yang bisa aku bilang bagus, sedangkan yang lainnya hanya "okaaaaay".

Untuk cerpen aliaZalea, aku merasa kurang "aliaZalea". Kalau soal adegan yang cukup membuat berkipas yang biasanya muncul di novelnya, mungkin memang kurang pas kalau hadir di buku ini, terlebih karena cerpennya berada paling awal. Aku tidak bicara tentang itu. Aku hanya merasa ada yang hilang. Dan, aku kehilangan kata-kata untuk mengungkapkannya *halah*

Cerpen Ilana Tan justru sangat terasa "Ilana Tan"-nya. Mungkin karena ini side story dari novelnya. Mungkin karena gayanya akan selalu begitu. Cerpen ini juga menjadi salah satu cerpen favoritku. 100% subjektif, sih. Aku kurang menikmati novel Autumn in Paris ketika tahu masalah utamanya. Ketika membaca buku ini, aku justru menyukainya karena . . . aku tipikal yang suka mengharapkan sesuatu walau hanya sekadar bayang-bayang, mungkin. *ini apa maksudnya, Fah?* (Eh, ini bukan spoiler novelnya, kan?)

Satu lagi cerpen favoritku adalah "Her Footprints on His Heart" karya Lea Agustina Citra. Di bagian awal, aku masih merasa biasa saja. Memasuki konflik, aku cukup dibuat penasaran dan tidak sabar. Aku juga menyukai gaya berceritanya. Meskipun cerita yang galau, penceritaannya tidak begitu galau, tetapi tetap membuatku tertarik.


Sebetulnya, cerpen yang membuatku penasaran dan tidak sabar bukan hanya cerpen itu. Ada cerpen "Senja yang Sempurna" karya Rosi L. Simamora, misalnya. Sayangnya, aku merasa gayanya kurang pop. Kalau bayang-bayang Metropop-nya dihilangkan, mungkin "sayangnya" dariku juga bisa dihilangkan.

Aku cukup tertarik membaca cerpen "Critical Eleven"-nya Ika Natassa. Bukunya sangat booming, kan? Saking booming-nya, aku malah jadi malas ikut-ikutan. Hehe. Cerpennya bagus. Hanya saja, hampir setengah bagiannya menggunakan bahasa Inggris. Mungkin ini hanya seleraku. Aku kurang suka cerpen ataupun novel Indonesia yang porsi bahasa asingnya hampir menyamai porsi bahasa Indonesia.

Aku bukan pecinta cerpen, hanya sekadar pembaca. Sejak awal buku ini terbit, aku tertarik dengan idenya sebagai kumpulan cerpen Metropop. Cerpen-cerpen yang kubaca biasanya sangat nyastra atau terlalu serius dan hanya berkutat pada inti masalah. Cerita Metropop biasanya tidak begitu serius (dalam standarku) dan "menjual" kehidupan metropolitan selain tetap mengutamakan plot yang menarik. Aku ingin tahu bagaimana masalah tetap disajikan dengan jelas dan kehidupan metropolitan tetap terlihat. Walaupun cukup tertarik, aku belum mencapai titik merasa harus membelinya.

Ketika akhirnya mendapat kesempatan membaca buku ini, aku merasa kepuasaanku hanya berada di taraf 3 dari 5. Aku tidak kecewa, hanya merasa buku ini tanggung. Ada cerita bagus, tapi sisi Metropop-nya kurang terasa. Ada yang yang sisi Metropop-nya terasa, tapi ceritanya kurang tergali. Setidaknya, beberapa cerpen aku rasa bisa menutupi rasa tanggung itu. Walaupun begitu, kalau cerpen-cerpen ini dilepas, bukan menjadi sebuah buku, mungkin aku bisa lebih menikmatinya. Aku tidak akan mempunyai ekspektasi apa pun.

Oke, jadi sudah tahu, kan, aku memberi rating berapa?

Rating:


* * *

Halo, Debora! Makasih bukunya, ya.

Iya, buku ini aku dapat dalam rangka Blind Date with A Book juga. 

Bukan sengaja bermaksud kemaruk. Jadi ceritanya, aku sama Kak Putri sudah pusing memasangkan buku dan peserta. Kok ada yang sama? Kok ada yang tidak dapat? Jadilah alternatifnya aku "berkorban". Berkorban ongkos kirim karena mengirim 2 buku, tapi dapat 2 buku juga. Hehe. Untungnya, aku memang dapat buku-buku yang membuatku penasaran. 

Sewaktu pertama melihat list buku di blog Debora, aku langsung tertarik dengan pilihan nomor 2:

Kumcer. cinta. penulis perempuan semua. Beberapa diantaranya penulis best-seller.

Aku langsung membayangkan buku yang sudah lama masuk wishlist-ku. Buku dari penerbit sebelah. Tidak tahu, sih, siapa saja yang menjadi penulis best-seller di antara penulis buku itu, tapi tidak bisa memikirkan buku lain.

Tidak terbayang juga buku ini. Ilana Tan kan masih misterius laki-laki atau perempuan. Hehe.

Aku tidak kecewa sewaktu tahu buku yang kudapat bukan yang perkirakan. Namanya juga Blind Date. Lagipula, seperti yang aku bilang, aku tertarik dengan buku ini, tetapi belum ingin membelinya. Kalau bukan karena pemberian Debora, mungkin aku belum akan membaca buku ini.

Aku terharu sewaktu membaca surat dari Debora. Mungkin rasa sukaku terhadap buku ini belum sebesar Debora, tapi aku cukup suka, seperti yang aku bilang di paragraf terakhir review.

Setelah membaca buku ini, kok aku jadi pengin menikmati Autumn secara langsung, ya? Mungkin efek terlalu sering membaca judul buku ini. ^^v

Oh, ya, aku menyiapkan minuman favoritku untuk membaca buku, tapi sepertinya tidak ada efek lebih romantis karena minuman favoritku hambar: air putih. Aku cerita di blogku yang satu lagi minggu lalu. *malah promo*

Sekali lagi, thank you, Debora. *Hug*

Nah, aku juga mau buka-bukaan buku apa saja yang aku siapkan untuk Blind Date with A Book. Ini dia:

  1. Masa muda. Laki-laki yang kekanakan. Perempuan yang dewasa. Duduk depan-belakang. = You are The Apple of My Eyes - Giddens Ko
  2. Bullying. Sekolah elit. Uji kesetiaan. = Unfriend You - Dyah Rinni
  3. Pertemuan yang terencana. Cerita misteri yang pembunuhannya tidak di awal. = Towards Zero - Agatha Christie

Semua buku itu pernah kubaca. Bukunya ada yang masih segel karena aku beli lagi untuk GA (tadinya). Ada yang beli lagi untuk orang lain tapi belum kesampaian memberi. Ada beli lagi hanya karena penasaran dengan desain bagian dalam. Semuanya adalah buku-buku yang aku suka.

Semoga para penerima buku ini menyukainya juga. ^^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar