Senin, 14 Maret 2016

[Blog Tour + Giveaway] Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah - Sisimaya



- Jalan yang Tidak Ingin Diambil -


Judul buku: Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Akan Pernah Mudah
Penulis: Sisimaya
Penyunting: Misni
Penyelaras akhir: RN
Tata sampul: Wulan Nugra
Tata Isi: Violetta
Pracetak: Antini, Dwi, Wardi
Penerbit: Diva Press
Cetakan: Pertama, Februari 2016
Jumlah halaman: 268
ISBN: 9786023910809


"Kata orang-orang tua, orang yang kejatuhan cecak itu pertanda akan ada hal yang tidak enak. Bisa sakit, celaka, atau kehilangan sesuatu." - hlm. 11 

Ketika ayahnya meninggal, Agus diangkat menjadi anak Pak Lurah. Beliau dan istrinya memperlakukan Agus seperti anak mereka sendiri. Pak Lurah dan istrinya mempunyai dua orang anak, Mas Bayu dan Ratna. Keduanya juga memperlakukan Agus dengan sangat baik. Agus seolah sudah menjadi bagian dari keluarga itu sejak lahir.

Walaupun demikian, Agus tidak ingin berleha-leha. Baginya, kebaikan Pak Lurah dan keluarganya adalah utang budi. Agus merasa harus membayarnya. Dia belajar dengan giat dan bekerja keras. Selepas kuliah, akhirnya dia bisa mendapatkan posisi aman. Dia bukan lagi anak desa. Dia hijrah ke Jakarta dan mempunyai kehidupan yang sangat baik. Dia bahkan sudah bisa berdonasi untuk desanya.

Di Jakarta, dia juga bertemu seorang perempuan. Namanya Anggi. Mereka telah lama menjalin hubungan. Agus berencana segera memperkenalkan Anggi kepada keluarga angkatnya. Hubungan mereka sudah sampai ke tahap serius. Agus sudah mempunyai rencana untuk menikahi Anggi.

Rencana itu tiba-tiba terganggu oleh kedatangan Mas Bayu ke Jakarta. Mas Bayu bukan sekadar ingin menjenguk Agus. Dia ingin Agus kembali ke desa. Dia ingin membangun pabrik gula jawa dan berharap Agus bisa membantunya. Agus, yang merasa Mas Bayu mempunyai peran penting dalam hidupnya, tidak bisa langsung menolak. Di sisi lain, dia pun tidak merasa sangat sayang kalau harus melepas karirnya, terlebih dia juga tidak bisa meninggalkan Anggi.

"Cinta itu memang klise. Tapi terkadang ia bisa membuat segala urusan menjadi rumit." - hlm 75

Anggi tidak mau Agus kembali ke desa. Dia juga tidak mau ikut bersama Agus karena enggan meninggalkan karir dan keluarganya. Namun demikian, akhirnya Agus dan Anggi sepakat untuk melakukan hubungan jarak jauh selama dua tahun. Berhasil atau tidaknya pabrik gula jawa, Agus berjanji akan tetap kembali dua tahun ke depan.

Sayangnya, rencana seseorang memang sangat mudah diputarbalikkan oleh takdir. Seharusnya Agus tahu, itu tidak akan pernah mudah.

"Dan pasti akan lebih sedih lagi kalau kita seorang diri ketika sedang kehilangan." - hlm. 167

* * *

Pertama kali melihat buku ini, aku langsung menyukai cover-nya. Sampul buku ini sederhana, tetapi bisa menunjukkan sesuatu yang kompleks. Aku sempat mengira akan banyak kisah cinta dalam buku ini karena warna merah muda yang cukup mendominasi. Ternyata, kisah cinta yang banyak diceritakan di sini adalah cinta keluarga.

Buku ini dibuka dengan hal menyedihkan. Bagian awal yang suram membuatku sempat berpikir negatif, jangan-jangan bagian dalamnya jauh lebih suram. Judul buku dan cover buku ini saja sudah menandakan seolah ceritanya berliku. 

Mulai dari bagian tengah, aku sudah semakin memahami buku ini. Tidak seperti pikiran negatifku, buku ini tidak benar-benar suram. Ada banyak tikungan yang harus dilalui para tokoh, tetapi penyampaian ceritanya tidak membuatku mengernyitkan dahi. Penulis membuat buku ini enak dibaca walaupun topik yang ingin disampaikannya adalah topik serius.

 "Hidup memang tidak selamanya bisa dijalani dengan mudah, Le. Ada banyak kerikil, bahkan batu besar yang menghalangi jalanmu. Tapi, jangan sampai kesulitan-kesulitan itu membuatmu jadi bikin orang lain susah. Hidupmu ya kamu sendiri yang harus tanggung jawab." - hlm. 33

Latar utama buku ini Desa Manggar Wangi, sebuah desa penghasil nira. Aku tidak tahu seperti apa desa itu sesungguhnya. Desanya saja baru aku ketahui. Aku bahkan tidak tahu apakah desa itu benar-benar ada atau tidak. Aku tidak bisa menemukannya di Google. Entah saking terpencilnya, entah fiktif. Kalaupun Manggar Wangi tidak benar-benar ada, kehidupan desa penghasil nira tentu memang ada. 

Kalau Manggar Wangi hanya sebuah desa fiktif, mungkin itu agar penulis bisa leluasa menceritakan desa tersebut. Mungkin sulit membangun sebuah pabrik fiktif di sebuah desa yang nyata. Belum lagi, halangan yang dibuat datang dari penduduk desa. Tidak mungkin juga membuat penduduk desa yang innocence menjadi orang-orang yang menghambat keberhasilan Agus dan Mas Bayu.

Hal pertama yang paling bisa membuat seseorang mundur adalah killing statement. Penulis tidak lupa mencantumkan hal tersebut. Setelah itu, barulah halangan-halangan lainnya. Aku rasa, buku ini bisa menjadi gambaran bagi seseorang yang ingin membuat terobosan baru dari sesuatu yang sudah dikenal dan dipercaya sejak zaman nenek moyang. Hal itu memang tidak akan pernah mudah. Semua kisah itu disampaikan dengan cara yang mudah dicerna dan mudah mengena.


Aku menyukai ketiga anak Pak Lurah. Ketiganya mempunyai kelebihan masing-masing yang cukup menonjol dan bisa menutupi kekurangan mereka. Aku sempat berpikir, Mas Bayu adalah tokoh yang hebat. Dia adalah calon pemimpin ketika masih kanak-kanak. Ketika sudah dewasa, dia memang menjadi pemimpin. Sebagai permulaan, dia bisa memimpin mimpinya. Aku sempat berpikir dia terlalu sempurna. Namun, kemudian aku menemukan bahwa dia juga manusia biasa.

Aku justru sempat kurang menyukai Agus. Aku suka Agus kecil, tetapi Agus dewasa yang sudah mapan di Jakarta tampak seperti melupakan sesuatu yang sangat penting. Mungkin ada benarnya. Pembuatan pabrik gula jawa adalah awal Agus kembali mengingat hal penting itu.

Terakhir, si anak bungsu, Ratna. Siapa pun bisa mengetahui kekurangannya ketika melihatnya. Berkat kedua kakaknya, dia bisa membangun kepercayaan diri dan menjadi bermanfaat bagi orang lain. Dia juga seseorang yang senang belajar. Banyak hal bisa didapat dari Ratna yang tampak selalu ceria dan semangat.

Tokoh-tokoh pendukung lain pun likeable. Kehidupan desa membuat mereka menjadi individu yang sederhana, tetapi mengerti hal-hal berharga dalam kehidupan. Tidak semua penduduk desa. Sebagian besar masih cukup alot terhadap perkembangan zaman. Walaupun begitu, mereka yang cukup dekat bagi Agus adalah orang-orang yang cukup baik. Anggi, yang bukan penduduk desa, pun akhirnya bisa mencuri perhatianku secara positif walaupun awalnya aku sama sekali tidak menyukainya.

"Sebab tidak ada yang lebih menyedihkan daripada tak tahu apa manfaatnya kita diciptakan, bukan?" - hlm. 108

Buku ini membuatku sulit berhenti membacanya. Bukan karena promosi, loh, ya. Aku sempat takut akan menemukan sesuatu yang suram menjelang bagian tengah, tetapi ternyata gaya penulis bisa dibilang ringan untuk tema semacam ini. Walaupun begitu, kedalaman cerita, latar, dan sebagainya masih bisa dirasakan.

Pada akhirnya, buku ini bisa menjadi teman yang baik bagiku. Rasanya sudah lama aku tidak membaca buku tentang sebuah mimpi, tentang keluarga, dan tentang cinta yang banyak bentuknya.

"Kalau gagal, setidaknya kita sudah melakukan sesuatu demi sebuah impian. Itu jauh lebih baik daripada punya mimpi tapi hanya bisa diam saja." - hlm. 125

Rating:

 
* * *

GIVEAWAY



Mau tahu kelanjutan kisah Agus? Ada satu buku Sejak Awal Kami Tahu, Ini Tidak Pernah Mudah.

Rules-nya sebagai berikut:

  1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Follow blog ini via GFC, Bloglovin, atau email.
  3. Follow akun Twitter @divapress01 dan @afifahmazaya.
  4. Like Fanpage Penerbit Diva Press (wajib) dan Lady Book's Notes (optional).
  5. Share info giveaway ini di Twitter dengan mention @divapress01 dan @afifahmazaya.
  6. Jawab di kolom komentar dengan menyertakan nama dan link share. Pertanyaannya: Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?
  7. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang paling menarik.
  8. Giveaway ini berlangsung 14-20 Maret 2016. Pengumuman pemenang tanggal 21 Maret 2016. Pemenang diharapkan memberi konfirmasi paling lambat 2x24 jam atau akan dipilih pemenang baru.

Kalau ada yang kurang jelas, silakan mention akunku. Kalau sudah jelas, langsung saja ikutan.

Semoga beruntung! ^^

NB: Komentarnya dimoderasi, jadi tidak langsung muncul.



25 komentar:

  1. Nama : Risa Pramita
    Twitter : @ichapramita
    Link Share : https://twitter.com/ichapramita/status/709232247459557376

    Menurutku, lebih baik Anggi dan Agus tetap merencanakan pernikahan jika memang sudah ke tahap serius. Namun jika setelah menikah Anggi tetap tidak mau ikut kemana pun Agus pergi dan memilih karir, lebih baik Agus memilih Mas Bayu dan berpikir ulang untuk menikahi Anggi. Karena tugas istri harus selalu bersama Suami kemana pun ia pergi.

    BalasHapus
  2. Ini adalah dua pilihan yang sangat sulit. Bagaimanapun juga, hidup adalah pilihan,sesulit apapun itu, ya harus memilih. Jika berkaca pada tokoh Agus, Mas Bayu dan Anggi adalah dua pilihan yang akan membuat kepala bergetar untuk mengambil keputusan. Jika saya berada pada posisi ini, saya akan melihat kembali siapa yang punya peran penting dalam membuat saya mampu berdiri sampai saat ini. Ibarat kata Mas Bayu, dari kecil kami sudah bersama bahkan kekuatan yang berkumpul di kaki saya untuk mampu berdiri tegak tidak lepas dari peranannya. Sedangkan Anggi? Dia adalah seseorang yang akan membantu saya menatap masa depan. Seseorang yang baru mengenal saya tatkala kesuksesan mulai mendekati, berbeda dengan Mas Bayu yang sedari kecil ikut memberi saya motivasi. Selain melihat dari sisi apa yang sudah mereka berikan terhadap kesuksesan diri ini, saya akan memantapkan keputusan ini dengan melibatkan Dia sang Mahacinta di dalamnya.

    BalasHapus
  3. Nama : whella Nurlela
    link share : https://twitter.com/whella_ND/status/709252271964467200

    ini sangat sulit. tetapi menurutku lebih baik memilih mas Bayu, karena Agus memiliki hutang budi kepadanya. meskipun mas Bayu tidak merasakannya. tetapi Agus harus sadar diri, memang berat meninggalkan orang terkasih. tapi ini lebih baik daripada menjadi anak durhaka,atao apalah itu :v

    mbak, pengen bukunya :((

    BalasHapus
  4. Saya menangkapnya, novel ini bergaris besar: kesulitan - perjuangan - berbuah manis. Hal serupa sebenarnya sudah banyak diangkat novel lain. Mungkin yang membedakannya adalah setting dan pelengkap cerita. Settingnya pasti sangat lokal banget. Sedangkan pelengkapnya berupa pengasil nira. Sepanjang saya membaca novel, belum pernah ada yang membahas soal gula nira ini.

    Dan saya juga pernah membaca review dari blog tetangga, katanya pabrik yang dibangun akan menjadi titik kumpulnya bakat sesama saudara (Mas Bayu, Agus dan Ratna). Bakal mengharukan sekali kerja sama bersama sudara sendiri.

    Twitter: @adindilla
    Link Share:

    Jawaban:
    Saya akan memilih berdasar tujuan hidup saya. Saya akan memegang prinsip kalau menjadi manusia yang berguna untuk sesama itu lebih baik dari mnjadi manusia yang egois. Kalau melihat kasus Agus, saya akan memilih Mas Bayu juga.

    Mas Bayu, menawarkan untuk menjadi manusia mulia. Manusia mulia adalah manusia yang berguna untuk sesama. Dengan jalan membangun pabrik yang kelak akan berguna untuk kepentingan desa dan masyarakat.

    Anggi, menawarkan menjadi sosok yang hanya mementingkan kepentingan pribadi. Egois sekali kan? Agus hanya akan menjadi sosok berguna bagi Anggi sendiri. Sedangkan Agus sebenarnya mampu berguna lebih besar dari itu. Dan asal tahu saja, Anggi seharusnya mendukung sepak terjang orang yang kelak menjadi imamnya.

    Jadi jelas dong pilihan terbaiknya memilih siapa?

    BalasHapus
  5. Saya menangkapnya, novel ini bergaris besar: kesulitan - perjuangan - berbuah manis. Hal serupa sebenarnya sudah banyak diangkat novel lain. Mungkin yang membedakannya adalah setting dan pelengkap cerita. Settingnya pasti sangat lokal banget. Sedangkan pelengkapnya berupa pengasil nira. Sepanjang saya membaca novel, belum pernah ada yang membahas soal gula nira ini.

    Dan saya juga pernah membaca review dari blog tetangga, katanya pabrik yang dibangun akan menjadi titik kumpulnya bakat sesama saudara (Mas Bayu, Agus dan Ratna). Bakal mengharukan sekali kerja sama bersama sudara sendiri.

    Twitter: @adindilla
    Link Share: https://twitter.com/adindilla/status/709306051590377472

    Jawaban:
    Saya akan memilih berdasar tujuan hidup saya. Saya akan memegang prinsip kalau menjadi manusia yang berguna untuk sesama itu lebih baik dari mnjadi manusia yang egois. Kalau melihat kasus Agus, saya akan memilih Mas Bayu juga.

    Mas Bayu, menawarkan untuk menjadi manusia mulia. Manusia mulia adalah manusia yang berguna untuk sesama. Dengan jalan membangun pabrik yang kelak akan berguna untuk kepentingan desa dan masyarakat.

    Anggi, menawarkan menjadi sosok yang hanya mementingkan kepentingan pribadi. Egois sekali kan? Agus hanya akan menjadi sosok berguna bagi Anggi sendiri. Sedangkan Agus sebenarnya mampu berguna lebih besar dari itu. Dan asal tahu saja, Anggi seharusnya mendukung sepak terjang orang yang kelak menjadi imamnya.

    Jadi jelas dong pilihan terbaiknya memilih siapa?

    BalasHapus
  6. Nama: Arie E. Pradianita
    Link Share: https://twitter.com/APradianita/status/709315061643214848

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Menurut saya pribadi berada di antara dua pilihan memang tidak mengenakkan. Selalu saja ada rasa bersalah dan menyesal saat menjalankannya. Kita tidak pernah merencanakan hidup kita akan berada di antara dua pilihan, tetapi terkadang garis hidup yang kita jalani, membawa kita ke posisi tersebut, di mana dengan atau tanpa kita sadari kita sudah menempatkan hati dan diri kita berada dalam dua pilihan.

    Dalam memilih kita harus paham bahwa ada konsekuensi atas apa apapun yang kita pilih, selalu akan ada lebih dan ada kurang. Ada baik dan buruk, ada senang dan ada kecewa. Ini hukum alam, apapun pilihan kita, semua itu ada konsekuensi yang harus kita terima dan jalani, karena dunia memang tidak sesempurna harapan kita. Dan apapun yang kita pilih, maka itulah yang akan kita jalani.

    Ketika kita harus memilih, dan jika ternyata itu merupakan sebuah pilihan yang sulit membuat kita bingung karena kadang kita melihat keduanya begitu indah, sehingga kita hanya diam saja dan tidak beranjak dari tempat itu. Tetapi sampai kapan kita akan tetap diam?

    Tapi kita harus yakin akan keputusan kita dan kita pribadi harus menentukan sampai kapan kita harus bertahan. Karena jika kita memilih sebuah jalan tapi kenyataannya kita hanya berputar-putar, bukankah lebih baik kita memulai jalan yang baru dan mencobanya dengan sesuatu yang baru.

    Jangan sekali-kali kita menimbang untung atau ruginya, karena ini adalah sebuah keputusan yang penting. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, karena itu dalam Islam dianjurkan untuk melakukan SHALAT ISTIKHARAH.

    Setelah selesai shalat istikharah, biarkan Allah memberi hidayah kedalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunahkan mengulangi salat istikharah itu sampai menemukan kemantapan.

    Shalat istikharah intinya adalah permohonan kita pada Allah untuk memilihkan pilihan yang baik. karena kadang kita bingung dalam menentukan pilihan. Pilihan atau alternatif-alternatif yang ada kadang membingungkan kita seperti resiko yang harus kita pertimbangkan, sesuatu yang belum pasti, dan adakalanya alternatif cuma dua (antara melakukan dan tidak), dan kita bingung bagaimana memutuskannya. JADI, SEBENARNYA, YANG TERPENTING DALAM SHALAT ISTIKHARAH ITU ADALAH KEPASRAHAN KITA KEPADA ALLAH AGAR MEMBERIKAN PILIHAN KEPADA KITA YANG TERBAIK. Kita pasrah sampai Allah memberikan dihati kita kemantapan atas sebuah pilihan di antara alternatif-alternatif yang ada.

    BalasHapus
  7. Nama: Rizki Wulandari Madfia
    Twitter: @blogpostrizki
    Link share: https://twitter.com/BlogpostRizki/status/709396296449130496

    Jika dihadapkan pada pilihan sulit seperti itu, aku akan sejenak menghilang. Maksudnya mengambil waktu untuk diri sendiri. Jika pilihannya antara dua orang seperti cerita di buku tsb, aku akan menjauh dari mereka selama paling lama 3 hari. Di saat itu, aku akan shalat istikharah. Aku minta petunjuk sama Tuhan. Begitulah caraku. :)

    BalasHapus
  8. @noeranggadila
    https://twitter.com/NoerAnggadila/status/709396359023996928

    Hidup itu pilihan, yap!
    Dan Agus harus memilih, aku menyarankan memilih Mas Bayu karena, ketika mau menikahi anggi dia harus memperkenalkan keluarga angkatnya termasuk mas Bayu, jadi otomatis dia harus membiha harmonis dulu dengan keluarga angkatnya termasuk mas bayu, kalau dia tetap milih Anggi, ada kemungkinan hubungan dengan kelurga angkatnya jadi tidak baik, dan itu mempersulit jalannya pernikahan. Jadi mungkin ada waktu untuk fokus pada mas Bayu dulu, setelah itu kasih penjelasan tentang Anggi dan semua yang akan direncanakannya kedepan bersama Anggi, setidaknya kemungkinan untuk bisa bersama Anggi juga ada.

    BalasHapus
  9. Desanya d pulau Jawa Fah? Aq taunya di Balikpapan ada namanya Pantai Manggar, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Ceritanya di Pulau Jawa. :))

      Hapus
  10. Nama: Rini
    Twitter : @putpen_
    Link share: https://mobile.twitter.com/putpen_/status/709520684389519360?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4192499008

    Kalau menurut saya Agus lebih baik mengutamakan mas Bayu dulu. Karena mas Bayu lebih membutuhkan Agus. Dan untuk Anggi, dia dan Agus telah merencanakan hal tersebut ke depannya. Jadi, Anggi tidak perlu kuatir. Jika memang Anggi dan Agus berjodoh, mereka pasti bersatu.

    BalasHapus
  11. Nama: Rini
    Twitter : @putpen_
    Link share: https://mobile.twitter.com/putpen_/status/709520684389519360?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4192499008

    Kalau menurut saya Agus lebih baik mengutamakan mas Bayu dulu. Karena mas Bayu lebih membutuhkan Agus. Dan untuk Anggi, dia dan Agus telah merencanakan hal tersebut ke depannya. Jadi, Anggi tidak perlu kuatir. Jika memang Anggi dan Agus berjodoh, mereka pasti bersatu.

    BalasHapus
  12. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    Twitt: @nyipenengah
    Link shared : https://twitter.com/NyiPenengah/status/709590249291321344

    Jawab: Saya tidak akan memilih salah satunya, karena saat saya memilih saya akan kehilangan dua-duanya.

    BalasHapus
  13. Sri Darmawati
    Twitter : @Eyiaz_AB
    Link share : https://twitter.com/Eyiaz_AB/status/709650562619416576

    Kalau saya harus memilih antara dua orang penting seperti Mas Bayu dan Anggi, maka meski sama-sama berats nya kedua pilihan tersebut, maka saya lebih memilih Mas Bayu. Kenapa? Pepatah lama mengatakan, "Hutang budi dibawa mati." Sebagai orang yang telah dibantu kehidupannya, maka saya akan memilih mendahulukan Mas Bayu. hidup yang hanya sekali, maka semaksimal mungkin membayar hutang budi tersebut. Adapun cinta, akan mengikuti dengan sendirinya jika memang itu cinta. Jika pada akhirnya tidak bersama, maka hati yang lapang mesti disiapkan untuk menerima kemauan takdir.

    BalasHapus
  14. Nama : M. Sulhan Habibi
    Link Share : https://twitter.com/SulhanHabibi/status/709700651723284480

    Pertanyaannya: Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Jawaban :
    Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, baik ataupun buruk. Tapi, tentu saja dalam memilih kita selalu berharap mendapatkan yang terbaik bagi kita dan bagi semua orang.

    Dua pilihan antara Anggi dan Mas Bayu merupakan pilihan yang berat. Pasti akan ada rasa sedih, kecewa, dan tidak puas apapun yang akan kita pilih.
    Namun, jika harus memilih (tentunya dengan pertimbangan yang masak) aku (Agus juga) akan memilih Mas Bayu karena dia adalah keluarga bagi Agus. Keluarga adalah orang yang akan selalu hadir dan mendukung apapun yang kita lakukan dan perjuangkan.

    Memilih Mas Bayu mungkin dengan alasan membalas budi, rasa tanggung jawab. Namun, bukankah keluarga itu memang yang paling berharga? Memilih keluarga berarti tetap mempertahankan silaturahim dengan mereka. Keluarga itu adalah hubungan yang gak akan pernah putus sekalipun kadang ada kekecewaan di dalamnya.

    Hei, tapi ada yang perlu diingat baik-baik.
    Memilih keluarga (Mas Bayu) bukan berarti Agus harus melepaskan cita-cita, masa depannya, dan juga melepaskan Anggi. Memilih keluarga juga bukan berarti berhenti berjuang. Lagipula Agus berjanji akan menemui Anggi setelah beberapa tahun. Tentu saja niat itu harus diperjuangkan semaksimal mungkin.
    Dengan memilih kembali ke desa, membangun pabrik gula, Agus juga bisa membuktikan bahwa dia berjuang. Dia peduli keluarganya. Dia masih berjuang untuk masa depannya bersama Anggi. Wanita itu suka (jatuh cinta) dan akan luluh dengan pria yang berbuat lebih untuknya, berjuang untuknya. Siapa tau dengan perjuangan Agus, Anggi pun akan luluh karena Anggi pun sebenarnya harus memilih antara Agus atau karir yang ingin dia raih.

    Sekali lagi, terlihat bahwa hidup itu adalah perjuangan dan kadang harus memilih.
    Setiap pilihan itu pasti ada konsekuensinya. Tinggal bagaimana kita berusaha dan berdoa saja untuk yang terbaik.

    --

    Btw, terima kasih atas GA-nya :)

    BalasHapus
  15. Nama: Farikhatun Nisa'
    Twitter: @littlepaper93
    Domisili: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
    Link Share: https://mobile.twitter.com/Littlepaper93/status/709580084684828672?p=v

    Jawaban: semua orang dekat yang berada di sekitar kita pastilah sangat berhaga. Dan jika harus memilih di antara mereka yang paling berharga pastilah itu pilihan yang sangat sulit untuk dipilih. Tapi namanya pilihan, haruslah tetap dipilih. Jika posisi saya seperti tokoh Agus dalam novel ini, sebelum memilih saya benar-benar memikirkannya secara matang. Dan memiliki gambaran dari kedua pilihan itu. Gambaran tentang konsekuensi dari keduanya jika kita harus memilih dari salah satunya. Karena setiap pilihan memiliki risiko penyesalan sebab harus merelakan pilihan yang satunya, yang sama beratnya untuk dipilih. Selain itu, saya harus memiliki kesiapan besar untuk menghadapi dan menjalani proses dari pilihan yang saya pilih. Karena terkadang, pilihan yang kita pilih membuat kita menyesal telah memilihnya. Maka sebelum menjatuhkan pada satu pilihan, haruslah diri kita benar-benar siap, karena ini sebuah pilihan berharga dari yang paling berharga.

    BalasHapus
  16. Nama: Eni Lestari
    Link share: https://twitter.com/dust_pain/status/709906491529154560

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    hmm sungguh pilihan yang sangat sulit. tapi kalo aku Agus, aku akan mendahulukan keluarga, aku akan milih Mas Bayu. bukan berarti aku gak serius sama Anggi. tapi, hutang budi itu dibawa mati. kalau aku gak membayarnya selama masih hidup, gimana aku mempertanggungjawabkannya kelak? mungkin akan berat pada awalnya harus berpisah sementara dengan Anggi. tapi, jodoh itu gak ke mana kan? siapa tahu ada skenario lain di balik ini semua. misalnya, kalau pabriknya sudah sukses, Agus bisa mengajak Anggi ke desa dan menikah. atau akan ada perempuan lain yang lebih pantas bagi Agus, semisal Anggi gak mau menunggu Agus dan lebih memilih pria lain. yah, spekulasinya bisa macam2. yang pasti, aku akan mendahulukan keluargaku terlebih dahulu, baru kebahagiaanku sendiri :)

    BalasHapus
  17. Nama : Tri
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/710027098702872576

    Disaat-saat kritis kadang kita justru disodorkan dengan pilihan yang satu hari pun tidak cukup buat di pakai mikir. Dan kalaupun saya dihadapkan dengan opsi tersebut, memilih satu diantara dua orang paling berarti bagi saya. Tidak ada cara lain. Ini wajib, saya tau akan ada pihak yang merasa kecewa dan paling parah mungkin bisa merasa terkhianati. Tapi, setidaknya saya mencoba untuk memilih dia yang kiranya akan terluka sangat dalam ketika saya abaikan. Membuat luka bagi seseorang sangatlah mudah, oleh karenanya saya berupaya untuk meminimalisir resiko tersebut. Memilih orang yang sepertinya akan memiliki luka lebih besar adalah wujud percaya saya bila salah satu sisanya adalah dia yang saya yakini sanggup bertahan meski tanpa saya. Dia yang punya kekuatan lebih dan saya tau dia akan terluka namun kuasa untuk bangkit kembali.

    BalasHapus
  18. Nama : Pida Alandrian
    Email : shafrida.alandrian@gmail.com
    Twitter : @Pida Alandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/710089709423345668

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Pertama-tama aku akan beristikharah terlebih dahulu. Karena keputusan yg kita ambil pasti berpengaruh ke hidup kita ke depannya. Makanya setiap keputusan yg di ambil harus matang-matang dipikirkan.

    Kalau aku di posisikan seperti agus, aku akan memilih Mas Bayu. Kenapa? Karena bagiku kelurga lebih aku utamakan. Tanpa keluarga kita bukanlah apa-apa. Kelurga selalu ada jika kita butuhkan, keluarga menjadi penyemangat dalam hidup kita, walaupun keluarga angkat seperti posisi agus di keluarga pak lurah. Tapi bukankah kesuksesan agus diperoleh melalui keluarganya Mas Bayu? Karena keluarga Mas bayulah agus bisa sesukses yang di jalaninya selama di Jakarta. Agus di didik dengan sangat baik seperti anak kandung tidak membeda2kan antara anak angkat dan anak kandung.

    Masalah anggi. Bukankah kalau kita sudah berjodoh pada seseorang mau sejauh apapun jaraknya pasti kita akan bertemu dan berjodoh juga, walaupun proses utk bersatunya mungkin banyak permasalahan2 yang muncul.
    Utk masalah anggi tidak mau mengikuti agus karena tidak mau meninggalkan karirnya, itu menurutku bukan masalah yang sangat serius ya.
    Karenakan agus dan anggi belum menikah, jadi wajar2 aja kalau anggi tidak mau mengikuti agus ke desanya. Kalau aku ada di posisi anggi pasti aku akan melakukan hal yg sama juga. Kecuali kalau anggi dan agus sudah menikah baru dehh tuu kelakuan anggi tidak bagus.
    Karena di mana2 seorang istri itu harus wajib mengikuti kemanapun suami pergi kan.

    Sekian tanggapan aku kalau di beri pilihan antara Mas Bayu dan Anggi bagi Agus.
    Semoga tertarik dengan jawabanku.
    Terima Kasih

    Salam Pida Alandrian

    BalasHapus
  19. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/710334932422361088

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Pilihan yg sulit karena keduanya adalah orang-orang yg paling berharga.
    Namun aku rasa hubungan keluarga lebih kuat dari hubungan asmara.

    Keluarga adalah orang-orang yg sudah bersama aku dari aku kecil hingga dewasa, meski kadang terlibat pertengkaran dengan saudara. Keluarga akan selalu ada dalam keadaan suka dan duka, dan mereka adalah orang-orang yg selalu mendukung dan melindungi aku. Ikatan itu tidak akan putus begitu saja, sudah tertanam dalam hati dan jiwaku. Bahkan untuk saudara angkat seperti Agus dan Mas Bayu sekalipun.

    Sementara kekasih adalah orang yg baru aku kenal setelah aku dewasa, bahkan mungkin setelah aku sukses. Memang masalah cinta tidak akan ada yg bisa mengelak. Namun dalam jatuh cinta, logika pun harus berjalan. Jika kekasih tidak mau mendukung apa yg aku lakukan, apalagi demi keluarga, berarti dia bukanlah orang yg tepat untuk masa depanku.

    BalasHapus
  20. Nama: Avida Novi
    Twitter:@avidanovia
    Share:https://twitter.com/AvidaNoviA/status/709248446020976640?s=09
    Menurutku, jika aku mnjadi agus maka aku akan memilih mas bayu terlebih dahulu. Karna keluarga mas bayu sudah mengangkatnya sbagai anak apalagi sudah merawatnya sampe ia besar. Tanpa keluarga mas bayu, agus tidak bsa mnjadi seseorang seperti sekarang. Dengan memberi bantuan kepada mas bayu berarti secara tidak langsung agus sudah membalas budi kepada keluarganya. Sedangkan anggi, jika memang dia wanita yang baik. Pasti dia akan tahu sebab agus harus meninggalkannya. Dia juga pasti akan menunggu dia kembali atau malah memilih untuk pergi bersama ke desa.

    BalasHapus
  21. Nama: Kitty
    Akun twitter: @womomfey
    Link Share: https://twitter.com/WoMomFey/status/710980770395869184

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Hmmm... pertanyaan ini sungguh teramat sulit untuk dijawab. Sekalipun kita semua tahu bahwa hidup ini adalah pilihan, tetap saja ada kalanya kita merasa tidak ingin memilih jika dihadapkan pada pilihan yang benar-benar tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Atau, kalau bisa... kita pasti ingin memilih semua pilihan yang akan berakhir dengan "happy ending" untuk semua pihak. Tapi tetap saja... hidup adalah pilihan. Dan sering kali pilihan itu memang harus kita buat, suka atau tidak suka.

    Kurasa hal inilah yang sedang menimpa Agus ketika diperhadapkan dengan pilihan antara Mas Bayu dan Anggi. Mas Bayu yang sudah dianggap sebagai kakak kandungnya dan membawa misi yang akan mengubah hajat hidup banyak orang di desanya terpaksa harus "berhadapan" dengan Anggi yang berada di sisi lain, wanita yang selama ini dicintai dan mencintai Agus, yang bahkan akhirnya memberikan kesempatan kepada Agus untuk membangun mimpi menyejahterakan penduduk desanya.

    Jika dilihat dari sisi kekeluargaan, tentu kita akan dengan mudah berpendapat bahwa memilih Mas Bayu dan membangun desanya adalah hal yang patut dan sudah sewajarnya dilakukan oleh Agus. Apalagi Agus sendiri memang berhutang banyak kepada Mas Bayu dan keluarganya yang telah mengambilnya sebagai keluarga.

    Namun disisi lain, keberadaan Anggi tentu saja tidak boleh dipandang hanya sebelah mata saja. Dia bukan hanya wanita yang dicintai dan mencintai Agus, dia juga bahkan memberikan kesempatan kepada Agus untuk mewujudkan misi membangun desanya selama 2 tahun. Dan itu berarti dia juga sudah mengorbankan waktu dan perasaannya untuk menjalani hubungan jarak jauh yang sudah pasti tidak pernah mudah.

    Manusia harus selalu melangkah ke depan namun juga tidak boleh begitu saja mengabaikan masa lalunya. Dengan statement seperti ini maka kalau aku jadi Agus, pertama-tama aku akan berusaha terlebih dahulu membangun desa yang selama ini sudah menjadi tempatku bernaung. Mungkin dengan begini aku dipandang egois oleh Anggi, tapi aku juga tidak bisa memaksanya ikut bersamaku jika ia benar-benar memiliki karir dan keluarga yang dicintainya, sama seperti aku mencintai keluarga angkatku dan desa ini. Aku percaya, jika kita berusaha keras memberikan sumbangsih yang baik bagi orang-orang di sekitar kita, maka hal-hal baik akan mengikuti di depan.

    Que sera sera...

    BalasHapus
  22. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Link share: https://twitter.com/chynrm/status/711566709639946241

    Baiklah, aku berusaha membuat jawabanku bisa sesingkat-sejelas-sepadat mungkin.

    1. Jika aku jadi Bayu, aku tidak akan menganggap kasih sayang keluarga Pak Lurah hanya sebatas utang budi. I used to think that finding a new lover is easier than to leave my beloved family. Mempunyai keluarga yang sudah mau menerima menyayangi kita sedari kecil nggak akan bisa dicari dan ditemukan di mana pun lagi. Mas Bayu yang selama ini berjasa sekaligus punya misi untuk memajukan desa, maka aku akan lebih memprioritaskannya. Keputusan ini bukan hanya untukku, melainkan juga untuk Mas Bayu. Dan ini bukan semata untuk Mas Bayu, melainkan juga untuk kemakmuran penduduk desaku. Jodoh? Kalau aku sukses, insya Allah, jodoh itu akan datang sendiri tanpa kucari.

    2. Jika aku jadi Bayu, satu hal yang selalu kuyakini: kalau Anggi adalah takdir dan jodohku, no matter what happen to us, there's always a path which could lead us to find our way that we're meant for each other. Kami bertemu berkat campur tangan Tuhan, kami pisah pun karena skenario-Nya, dan jika kami bertemu lagi pun itu nggak lain karena Tuhan yang menuntun kami untuk kembali bersama.

    BalasHapus
  23. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @aulyarzky
    Link Share : https://twitter.com/aulyarzky/status/711582754719211521

    Kalau harus memilih satu dari dua orang yang paling berharga bagimu (seperti Mas Bayu dan Anggi bagi Agus), bagaimana cara kamu memilihnya?

    Hidup adalah pilihan. Selama jantung masih berdetak, darah masih mengalir dan oksigen masih membekap, kita harus terus memilih untuk tetap menjalani kehidupan. Terkadang setiap pilihan yang kita buat memiliki konsekuensi, bagaikan ekosistem yang memiliki hubungan timbal balik. Pilihan sama saja resiko untuk kehidupan, resiko yang harus di tanggung akibat pilihan yang sudah kita putuskan.

    Tentunya sebelum mengambil keputusan apalagi memilih salah satu dari dua orang yang berharga bagiku, tentu aku akan memikirkan secara matang. Aku akan berpikir ke depan, apa resiko yang akan ku hadapi jika memilih salah satu dari mereka. Tapi terkadang, memilih merupakan hal yang sulit. Karena jika pilihanku salah, hal itu akan membuat hidupku semakin rumit dan akhirnya ada penyesalan. Biasanya aku meminta bantuan dari Allah untuk mengatasi rasa bingung jika memilih sesuatu. Meminta yang terbaik untuk kedepannya. Melaksanakan
    Shalat Istikharah untuk meminta petunjuk Allah, karena aku merupakan orang yang ceroboh setiap mengambil keputusan. Terkadang jika pilihanku tidak sesuai, aku akan merasa bahwa memang ini yang terbaik, Allah sudah memberikan jalan untuk setiap umatnya. Selain itu, aku akan bertanya kepada orang sekitarku, terutama ibu. Karena menurutku, beliau memiliki feeling yang sangat kuat dan tentunya ia akan mencari pilihan yang terbaik untuk anaknya. Aku pun pernah merasakan kebingungan yang luar biasa, ketika menentukan di mana aku akan melanjutkan sekolahku. Aku sudah di terima di salah satu sekolah yang di setujui oleh orang tuaku namun aku ingin masuk ke salah satu sekolah yang orang tuaku tidak menyetujuinya. Bimbang tentunya, walaupun ini bukan memilih seseorang yang berharga tapi ini sama saja menentukan masa depanku. Akhirnya aku memilih sekolah yang di setujui orang tuaku. Alasannya klise, Ridho Allah, Ridho orang tua. Intinya hidup adalah sebuah pilihan, jika merasa ragu untuk memilih namun ada tuntutan untuk tetap memilih, serahkan kepada Allah SWT dan tanya kepada diri sendiri dan hati nurani, siapa atau apa yang harus kita pilih untuk kedepannya?

    Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus