Rabu, 17 Februari 2016

Sang Sayur - S Y S



- Ketika Sayur-mayur Bisa Berlari -


Judul buku: Sang Sayur
Penulis (cerita dan gambar): S Y S
Editor: Gupta Mahendra S.
Desainer grafis: Haru Lesmana
Penerbit: M&C
Cetakan: Ke-1, 2012
Jumlah halaman: 112
ISBN: 9786022109006


Di suatu tempat rahasia di sudut bumi, terdapatlah sebuah negeri yang tak hanya dihuni manusia dan hewan, namun juga sayur-mayur dan buah-buahan imut...

Cerita dengan tokoh hewan-hewan pasti sudah biasa. Bagaimana dengan cerita yang mengangkat sayur-mayur sebagai tokoh? Komik Sang Sayur ini menceritakan kehidupan sayur-mayur.

Mereka diceritakan tinggal di suatu tempat di bumi. Tempat itu tidak diketahui manusia. Mereka mempunyai kehidupan seperti manusia. Mereka bersekolah, saling berteman, bahkan berwisata seperti halnya kita.

Tokoh utama komik ini adalah Bawang Putih, yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Dia mempunyai ayah Terong, ibu Daun Ketumbar, dan kakak Tomat. Dia bersahabat dengan Stroberi, yang diidolakan banyak murid lain.

Buku ini terdiri atas beberapa cerita. Cerita pertama tentang Stroberi yang diangkat menjadi asisten guru masak. Bawang Putih pun mengikuti ekstrakulikuler memasak supaya bisa menarik perhatian lebih dari Stroberi. Bawang Putih naksir dengan Stroberi. Bawang Putih membayangkan dirinya akan berhasil karena dia berniat mencontoh resep dari buku memasak koki idola Stroberi.

Cerita selanjutnya ada mengenai Bawang Putih dan keluarganya yang mendapat tiket menonton sirkus. Bawang Putih sangat senang karena tiket itu sulit didapat. Teman-temannya pun iri. Bawang Putih ingin teman-temannya semakin memuji dengan memberikan bukti foto-foto yang mengesankan. Dia ingin mengambil foto hewan buas yang ada di pertunjukan padahal sudah ada larangan. Dia bermaksud membuat teman-temannya menganggapnya hebat karena telah mempertaruhkan nyawa demi foto yang mengesankan.

Selain dua cerita itu, masih banyak cerita-cerita lainnya.

* * *

Buku ini adalah komik lokal pertama yang kubaca. Sebetulnya, masih banyak komik lokal lain. Penerbit komik ini pun, M&C, mempunyai imprint sendiri untuk komik-komik lokal, yang diberi nama Koloni. Sayangnya, komik lokal masih kalah eksis dengan komik luar, terutama Jepang. Mungkin, lebih tepatnya kalah jumlah sehingga yang lebih mudah tertangkap oleh mata adalah komik luar.

Kebetulan, aku menemukan Sang Sayur di Popcon Asia 2015 dan bertemu juga dengan komikusnya. Sekarang, beliau masih sibuk sebagai ilustrator. Beliau adalah lulusan Parsons School of Design. Beliau bisa dihubungi di Facebook-nya: facebook.com/shirleysys.

Hal yang membuatku tertarik dengan komik ini adalah komik ini mendapat menjadi salah satu pemenang International Manga Award.  Di bagian cover pun tertulis “Komik Finalis International Manga Award” di bagian covernya. Seperti apa, sih, komik yang berhasil merebut hari para juri IMA?

Kesederhanaan menjadi keunggulan komik ini. Tokoh komik ini memang bukan manusia, tetapi kehidupan mereka tidak jauh dengan kehidupan sehari-hari manusia. Penulis, well, komikus, mengemas cerita menjadi lucu dari segi gambar maupun percakapan.

Ada beberapa bagian yang cukup mengarah ke fantasy, seperti ketika muncul roh kulit pisang dan dewa hujan. Bagaimanapun, buku ini menceritakan suatu sempat di bumi yang tidak diketahui manusia. Wajar kalau kehidupan mereka sedikit berbeda.

Format komik ini menyerupai komik-komik Jepang. Gambar-gambar dalam komik ini sangat menggemaskan. Aku, yang sangat tidak menyukai bawang putih, bisa mengikuti komik ini dengan baik. Bawang Putih dalam komik ini cute dan tidak terlalu terlihat seperti bawang putih. Sugesti aroma bawang yang biasanya langsung timbul ketika melihat gambar bawang putih pun sirna ketika membaca komik ini. Sifat Bawang Putih yang baik walaupun kadang ingin pamer menambah perubahan citra sebuah bawang putih menjadi lebih baik.

Kesan lokal terasa dari kehadiran sayur-sayuran dan buah-buahan lokal. Sambil membaca komik, pembaca diajak mengenal lebih dekat dengan sayur-sayuran. Beberapa tumbuhan yang ada dalam komik ini bukan tumbuhan yang terkenal. Beberapa di antaranya baru aku ketahui setelah membaca buku ini.        

Sifat-sifat mereka disesuaikan dengan sifat asli tumbuh-tumbuhan yang kita kenal itu. Contohnya, bawang putih yang sangat bau badan dan stroberi yang menjadi primadona. Kita bisa sekaligus belajar mengenai sifat-sifat asli tumbuhan melalui sifat-sifat mereka yang ada pada buku ini. Belajar sambil membayangkan bahwa sesuatu itu hidup, mungkin akan lebih mudah menyerap hal yang dipelajar itu.


Setiap bab diselingi trivia. Hal ini dimaksudkan supaya pembaca lebih mengenal sayur-sayuran dan buah-buahan. Beberapa trivia juga menyesuaikan dengan isi komik. Hal-hal yang disampaikan adalah hal yang mungkin menimbulkan pertanyaan, tetapi tidak ada dalam cerita, seperti bagaimana cara sayur-sayuran tidur padahal bentuk mereka beragam dan tidak rata.

Ada satu trivia yang cukup menarik perhatianku sehingga aku share di grup Whatsapp. Sebagai anak yang masih ingat kelakuan masa kecil, aku tahu seperti apa tanggapanku kalau melihat gambar semacam itu ketika aku masih kecil. Namun, sebagai anak yang mulai banyak bergaul dengan ibu-ibu muda, aku juga ingin tahu pendapat mereka tentang hal itu.

Trivia itu menceritakan hubungan pohon ara dengan Adam dan Hawa dalam kitab suci Kristiani. Ada gambar yang menurutku cukup bold. Menurut pandangan para ibu, gambar itu cukup itu “wow” untuk berada di buku dengan kategori Semua Umur. Kalau aku menemukan gambar itu sewaktu kecil, mungkin aku hanya akan ber-“oh”. Gambar itu tidak serealistis lukisan aliran realisme atau surealisme, tetapi memang tampak terbuka karena mungkin penggambaran di kitab suci seperti itu (correct me if I’m wrong). Bagaimanapun, setiap orang mempunyai pandangan berbeda.

Bagian lainnya, kurasa aman dikonsumsi anak-anak dan tidak menimbulkan pertanyaan “bagaimana kalau anak-anak membaca ini?”. Di beberapa bagian pun, terselip amanat. Hal baik boleh ditiru, hal kurang baik bisa diambil hikmahnya untuk menjadi baik. Seperti itulah komik untuk semua umur.

Rating:


4 komentar:

  1. wah menarik sekali ada komik kisah sayur-sayuran

    BalasHapus
  2. keren yaaa..jadi pengen baca

    BalasHapus
  3. mau bacaaaaaa afifah yaaa. pinjem bawa atau setiap pertemuan asinan blogger aku baca di tempat yaaa.

    BalasHapus
  4. awww.... cover komiknya terlihat lucu dan menggemaskan deh! Hebat ya bisa masuk final International Manga Award! Proud of our local artist! *two thumbs up*

    Langsung kumasukin ke wishlist dengan harapan nantinya bisa baca komik ini bareng anak2ku. kebetulan yang sulung (4 tahun) sudah mulai suka baca ^^

    Thanks for reviewing it!

    BalasHapus