Kamis, 28 Januari 2016

The Journey (Guardians of Ga'Hoole #2) - Kathryn Lasky



- Perjalanan Berbekal Harapan -


Judul buku: The Journey (Guardians of Ga'Hoole #2)
Penulis: Kathryn Lasky
Penerjemah: T. Dewi Wulansari
Tata letak: Tim Desain Kubika
Penerbit: Penerbit Kubika
Cetakan: Ke-1, September 2012
Jumlah halaman: 302
ISBN: 9786029698749
Selesai baca: Desember 2015


"Harapan bukan sesuatu yang memalukan  – meskipun yang lain akan beranggapan seperti itu." - hlm. 157

Soren, Gylfie, Twilight, Digger, dan ular buta, Mrs Plithiver masih melanjutkan perjalanan mereka mencari Pohon Ga'Hoole. Mereka menemui berbagai rintangan. Mereka bertemu burung hantu lain yang tidak percaya adanya Ga'Hoole. Mereka juga pernah diserang sekawanan gagak.

Suatu kali, mereka terbang melintasi daerah kebakaran. Di sana, mereka bertemu seekor burung hantu sekarat. Menjelang napas terakhirnya, burung hantu itu seperti mengatakan ada sesuatu yang lebih mengerikan daripada St. Aggie. Sayangnya, burung hantu tidak sempat mengatakan yang sebenarnya. 

Mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di Danau Cermin. Tempat itu sangat indah dan damai. Makanan banyak tersedia. Sulit melepaskan diri dari tempat itu dengan segala keindahannya.

Ketika akhirnya mereka menemukan Pohon Ga'Hoole, mereka hanya dianggap seperti burung hantu-burung hantu muda lain. Bukan diperlakukan seperti burung hantu yang telah berhasil keluar dari St. Aggie dan banyak melalui banyak rintangan. Walaupun begitu, kehidupan di Pohon Ga'Hoole sangat baik. Namun, Soren masih merasa ada yang kurang: Eglantine. Soren masih mengkhawatirkan adiknya.

"Dia tak memilih burung hantu lain yang berpengalaman. Dia menginginkanmu, dengan atau tanpa tanda." - hlm. 191

* * *

Aku menonton film adaptasi Guardians of Ga'Hoole beberapa tahun lalu. Film itu diberi judul Legend of Guardians: The Owls of Ga'Hoole. Aku menyukai film tersebut dan hampir selalu menontonnya setiap kali tayang di televisi. Sangat disayangkan tidak ada kelanjutan film tersebut.

Ketika aku menemukan buku ini di meja swap IRF, aku langsung mengambilnya. Aku takut kalau buku ini keburu dimangsa orang lain. Aku tidak memikirkan buku ini buku seri yang keberapa. Ketika sampai di rumah, barulah aku sadar buku ini buku kedua. Kalau aku mencari buku pertama dahulu, sepertinya akan ribet. Toh, aku sudah menonton filmnya. 

Semula kukira buku ini akan menceritakan kelanjutan dari film yang kutonton. Aku tidak membaca sinopsis di bagian belakang buku. Ternyata, film tersebut adalah kompilasi tiga buku pertama Guardians of Ga'Hoole. Pantaslah tertulis "Segera difilmkan dengan judul Legend of The Guardians: The Owls of Ga'Hoole" dengan huruf-huruf kapital pada cover buku ini. Sepertinya aku terlalu bernafsu membaca buku ini.

Sayangnya, nafsuku tidak bertahan lama setelah mulai membaca buku ini. Mungkin aku memang mempunyai masalah dalam membaca high-fantasy. Buku ini tidak seberat buku-buku high-fantasy lain, tapi tidak seringan light-fantasy. Ketika membaca high-fantasy ada lebih banyak hal yang perlu diimajinasikan. Terlebih, aku perlu me-refresh ingatan untuk tahu apa yang sekiranya terjadi di buku pertama walaupun tidak banyak yang diinfokan dari film. 

Satu halaman bisa hanya terdiri dari satu setengah paragraf deskripsi. Tulisannya tidak rapat, sih. Memang membuat tidak pusing ketika dibaca. Mungkin karena itu satu halaman jadi bisa saja hanya memuat satu setengah paragraf. Untungnya, tidak banyak halaman seperti itu. 

Terjemahan buku ini sudah cukup nyaman dibaca. Sedikit lebih luwes lagi mungkin akan lebih baik. Atau mungkin karena ini high-fantasy jadi rasanya seperti ini? 

Setelah menonton film dan membaca bukunya (yang kedua saja), aku paham mengapa buku pertama sampai ketiga dijadikan satu film. Film biasanya memilih bagian-bagian yang dramatis untuk ditayangkan. Dalam buku kedua saja, bagian dramatisnya tidak begitu banyak. Walaupun begitu, ada hal-hal penting yang terlewat.

Image source: Unsplash, edited by me.
 
Buku ini lebih banyak menceritakan proses Soren dan kawan-kawannya untuk berubah. Perjalanan yang mereka tempuh untuk mencapai Pohon Ga'Hoole membuat mereka memberi mereka banyak pengalaman. Seperti anak yang baru melihat dunia luar, hal itu membuat mereka excited, bingung, takut, dan pada akhirnya, tumbuhlah keberanian.

Ketika mencapai Ga'Hoole, mereka pun belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Mereka belajar seperti halnya di sekolah. Hal yang menarik dari sekolah fiksi adalah selalu ada guru yang menyebalkan dan ada juga bijaksana. Di sini, kedua sifat itu ada dalam satu orang, yaitu Ezylryb.

Walaupun sudah menonton filmnya, aku tidak bisa menduga hal apa yang akan kutemui pada pembukaan buku ketiga. Aku tidak ingat ada hal seperti di ending buku ini dalam film. Sayangnya, sepertinya akan sulit menemukan buku ketiga versi terjemahan. 

Guardians of Ga'Hoole terdiri dari 15 buku. Sepertinya, buku yang sudah diterjemahkan baru sampai buku ketiga. Entah apa kabar dengan penerbit buku ini. Kalau aku menemukan buku pertama dan ketiga versi terjemahan, tetap saja aku harus mencari versi asli kalau ingin tahu kelanjutan cerita sampai akhir *siap-siap celengan*. Sangat disayangkan padahal buku ini International Bestselling Series.

Petualangan Soren dan teman-temannya sebetulnya seru. Aku memang merasa ada yang kurang. Mungkin karena buku ini baru buku kedua. Petualangan sesungguhnya belum dimulai. Buku ini lebih menceritakan proses Soren dan kawan-kawan untuk menjadi lebih baik.

Jadi, secara keseluruhan, aku tidak bisa memberikan rating 3 untuk buku ini. Aku pun belum bisa memberikan rating 4. Lagi-lagi, aku menyalahi aturanku sendiri. Aku memberikan 3,5 untuk buku ini. 

"Anda pasti menganggap saya bodoh, jika saya mengataka bahwa langit tidak ada hanya karena saya tak bisa melihatnya atau tak bisa terbang di sana. Karena itu sungguh bodoh jika Anda tidak percaya kalau Hoolemere ada." - hlm. 23

Rating:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar