Rabu, 13 Januari 2016

Dae-Ho's Delivery Service – Pretty Angelia



- Ketika Rahasia Harus Dibagikan -


Judul buku: Dae-Ho’s Delivery Service
Penulis: Pretty Angelia
Editor: Cicilia Prima
Desain cover: Margaretta Devi & Ivana PD
Ilustrator isi: Mico Prasetya
Penata Isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Ke-1, Agustus 2015
Jumlah halaman: 226
ISBN: 9786023751648
Selesai baca: Desember 2015


Ia langsung menyadari, selain kematian, begitu banyak hal-hal yang bisa memisahkan sebuah keluarga. – hlm. 114

Han Dae-Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae-Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae-Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun-Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.

Dae-Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari-harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae-Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba-tiba datang di hadapannya. Dae-Ho pun bertanya-tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?

“Maafkan Min Ho Appa, Eomma. Min Ho cinta Appa dan Eomma yang dulu, sekarang, dan selamanya.” – hlm. 127

* * *

Sinopsis di atas adalah sinopsis yang terdapat di cover belakang. Sudah bisa membuat kita mempunyai gambaran jalan ceritanya, kan? Aku selalu suka buku-buku seperti karena tidak perlu browsing hanya untuk mencari sinopsis versi pembaca ketika sedang melihat-lihat di toko buku. Tapi, aku berharap sinopsis di Goodreads juga selengkap di cover belakang. Di Goodreads, hanya ada paragraf pertamanya. Kadang, ada orang yang mencari referensi di Goodreads sebelum pergi ke toko buku. Selain itu, aku juga bisa langsung copas. Hehe. #reviewermalas.

Ide cerita buku ini unik: mengantar surat. Zaman sekarang surat-menyurat sudah dilakukan melalui media elektronik. Sangat jarang orang yang masih mengirim surat melalui pos. Walaupun begitu, tidak semua hal bisa disampaikan melalui media elektronik. Surat elektronik memang cepat sampai, tapi sangat mudah dihapus atau dimasukkan ke folder spam kalau seseorang tidak ingin membacanya. Tidak ada yang bisa menjamin surat itu dibaca. Karena itulah, keberadaan Dae-Ho’s Delivery Service sangat menolong.

Pengalaman Dae-Ho ketika mengantar surat sangat mengesankan. Rata-rata orang yang menerimanya tidak mau membaca sendiri surat mereka. Entah karena berbagai perasaan terkait hubungan dengan pengirim, atau hanya karena malas. Dae-Ho yang membacakan surat pun akhirnya tahu banyak tentang kehidupan seseorang. Ada surat yang membuat bahagia, membuat sedih, bahkan ada yang membuat Dae-Ho disiram oleh penerima surat. Dae-Ho, yang mempunyai masalah sendiri, banyak belajar dari orang-orang itu. 

Bagian favoritku adalah ketika Dae-Ho harus mengantarkan surat kepada seorang penderita Alzheimer. Belum sampai lima menit Dae-Ho duduk di sampingnya, gadis itu sudah lupa bahwa dialah yang mempersilakan Dae-Ho masuk. Gadis itu pun menangis sehingga Dae-Ho memilih pergi. Dae-Ho tahu dia tidak akan bisa membacakan suratnya. Kegigihan Dae-Ho sangat terlihat ketika dia sampai berusaha mencari cara lain agar perasaan pengirim bisa tersampaikan. 

"Kenangan itu sangat mahal, Sang-Min, bahkan uang tidak akan mampu mengembalikan kenangan yang hilang.” – hlm. 190

Setiap bab diawali dengan ilustrasi yang menggambarkan akan seperti apa kisah yang ingin disampaikan pengirim surat. Beberapa bab mempunyai ilustrasi yang bisa membuatku langsung bersiap menghadapi kisah yang akan kubaca. Ilustrasi beberapa bab lainnya sangat implisit sehingga sulit menebaknya. 

Aku menyukai bagaimana penulis membuat twist ending. Sepanjang cerita sebetulnya sudah ada indikasi, tapi tetap saja pada akhirnya mengejutkan. Sayangnya, cerita Dae-Ho dan Hana kurasa kurang padahal Dae-Ho beberapa kali memikirkan Hana sehingga membuatku mengharapkan lebih.

Image source: Pixabay, edited by me.

Buku ini mengambil latar Korea Selatan. Karena profesi tokoh utama adalah pengantar surat, ada banyak tempat yang dijadikan latar. Tempat-tempat itu bukan tempat yang umum dan sering muncul di drama Korea. Tempat-tempat itu masih cukup asing bagiku, tapi bisa diceritakan dengan cukup baik. Perjalanan Dae-Ho ke tempat tujuan pun diceritakan dengan detail, naik angkutan umum apa atau lewat jalan mana. Pembaca pun jadi mempunyai gambaran mengenai latar, seperti apa tempat itu dan seberapa jauh dari pusat kota. Bahkan, mungkin bisa dijadikan petunjuk jalan ketika bertandang ke Korea.

Satu hal kekurangan buku ini adalah aku menemukan typo dan kalimat rancu. Seperti pada quote dari halaman 127 di atas. Setelah “Min Ho”, setahuku, seharusnya diberi tanda koma. Kata “Eomma” seharusnya dicetak miring karena merupakan bahasa asing. Kemudian, kalimat di halaman 143:

Ia lantas menyadari jika 6 Kings lalu berdiri di samping Kyu-Jong, tanpa mengalihkan matanya pada makam di depan sana. – hlm. 146

Kurasa, sebelum kata “lalu” sebaiknya ada kata lain supaya tidak rancu. 

Walaupun begitu, secara keseluruhan, aku bisa menikmati buku ini. Dae-Ho’s Delivery Service adalah karya Pretty Angelia yang pertama kubaca. Cerita ringan, tapi bermakna mendalam, dengan kalimat-kalimat yang sederhana membuat buku ini mudah mengena bagi pembaca dan mudah juga menyelesaikan membaca buku ini. 

Oppa, sampai kapan pun, selamanya hingga ke alam baka nanti, meski kita bereinkarnasi, Oppa itu tetap oppa-nya Cho-Hee.” – hlm. 122

Rating:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar