Jumat, 01 Januari 2016

Buku-buku Paling Berkesan di 2015




Semoga belum terlambat untuk postingan ini. Kalau pun terkesan "telat", kenapa tidak sekadar melihat kembali yang telah lalu? Sekarang saja masih hari pertama di 2016. Masih perlu adaptasi untuk tidak salah menuliskan tahun.

Di 2015, aku tidak membaca terlalu banyak buku. Review saja hanya 35. Banyak hal baru terjadi di 2015 sehingga memengaruhi bacaanku. Kuharap, tahun ini aku bisa lebih baik. Walaupun begitu, aku pun tidak mau menjadikan membaca seolah-olah kewajiban. Hal itu bisa menjadi beban. Aku hanya ingin menikmati buku sebagai sebuah hiburan.

Karena bacaanku tidak banyak, cukup mudah mengingat buku-buku yang paling berkesan. Kata "berkesan" memang bisa mempunyai dua arti, positif dan negatif. Tapi, untuk apa mengingat yang negatif, kan? Karena itu, berikut buku-buku yang paling memberikan kesan positif di 2015. Aku mengurutkannya 5-1.

Marry Now, Sorry Later - Christian Simamora


25272615

Blame the characters. Tokoh-tokoh dalam buku ini mudah diingat dan loveable. Tentu saja, yang paling berkesan adalah Jao Lee, tokoh yang too good to be true. Gaya Christian Simamora yang refreshing memberikan angin segar menjelang pertengahan tahunku. Ketika sedang sibuk dengan beragam hal yang harus dipikirkan, buku ini sangat menghiburku. Adegan marah-marah dan sedihnya tidak memberikan hawa negatif. Hal yang paling menyenangkan adalah ada banyak adegan yang bisa difavoritkan.

The Giver - Lois Lowry


22915170

Aku tahu bahwa kehidupan harus penuh warna, tapi satu-dua kali aku membayangkan seandainya semua hal di dunia ini disetarakan. Buku ini menjawab "seandainya" itu. Kalau sedang ruwet dan hal-hal tidak sesuai harapan, aku bisa mengingat buku ini supaya tidak mengharapkan dunia yang serbasama. Lebih dari itu, ada banyak hal yang bisa ditafsirkan dari buku ini. 



Awal tahun dibuka dengan buku bagus adalah hal yang luar biasa. Dilihat di akun Goodreads, ternyata aku selesai membaca buku ini Desember 2014, tapi tak apalah aku masukkan ke daftar ini. Aku membuat reviewnya Januari 2015. Buku ini bukan sekadar bagus, tapi juga memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan tanpa terkesan menggurui. Kalau mood sedang turun, mengingat cerita buku ini cukup bisa menghibur. Kuharap kesimpulan buku ini memang benar adanya. 


27425560

Mungkin kesan yang diberikan buku ini bersifat sangat pribadi. Sepanjang membaca buku ini sangat sulit untuk tidak terbawa perasaan. Buku ini menceritakan tentang seseorang yang sulit move on dari mantan tunangannya, tapi jangan salah sangka terhadapku. Aku bukan sulit move on dari seseorang, melainkan dari sesuatu. Walaupun beda objek, buku ini sering membuatku berpikir ulang tentang banyak hal. Aku merasa berjodoh dengan buku ini. :") Aku juga sangat mau kalau bisa berjodoh dengan Si Bule, Wira. *eh* Another too good to be true character.



Ketika Too All The Boys I've Loved Before belum diterjemahkan, aku sudah sangat berniat akan membeli buku ini versi non-terjemahan. Hanya dari sebuah review, aku tahu aku akan jatuh cinta pada buku ini. Aku sangat senang ketika buku ini diterjemahkan. Sayangnya, buku ini terbit di saat aku sedang tidak bisa bersantai. Aku ingin menikmati buku ini di saat yang tepat. Walaupun begitu, aku masih sempat-sempatnya ikut giveaway. Aku sangat bersyukur karena menang giveaway dan bisa mendapat buku ini secara gratis. Rasa senangnya berlipat ganda. 

Ketika sudah membaca buku ini, keinginan berlebihan terhadap buku ini pun tidak sia-sia. Lagi-lagi, Jenny Han membuatku menjadi seperti seorang remaja yang sedang tergila-gila pada lawan jenis ketika aku menutup buku pertama. Aku ingin segera membaca buku kedua, PS: I Still Love You. Untungnya, hanya dalam hitungan bulan, buku kedua diterjemahkan. Walaupun tidak se-"wah" buku pertama, buku kedua pun tidak kalah berkesan. 

Sekarang, aku bisa merangkai cerita buku pertama dan kedua seolah-olah keduanya adalah satu buku. Penyampaian cerita yang sederhana membuat seri ini mudah disukai. Tokoh-tokoh dalam buku ini pun semuanya berkesan. Lara Jean adalah tokoh utama perempuan yang bisa kusukai sama besar dengan tokoh utama laki-laki. Peter K. memang tidak sempurna kalau disandingkan dengan kriteria too good to be true, tapi ketidaksempurnaannya membuatnya sempurna. I hope he could be true.

Ups, sepertinya aku malah membuat review lagi untuk seri ini. ^^

Jadi, itulah buku-buku yang paling berkesan selama 2015. Semuanya adalah murni pendapat pribadi. Bisa saja selera kita sama atau berbeda. Tapi, itu bukan masalah, kan? Karena membaca adalah sebuah hiburan.


10 komentar:

  1. Dari kelima bukunya, gak ada satu pun yang udah aku baca. Aku ngidamin The Giver, The 5 people you meet in heaven,sama seri Jenny Han

    BalasHapus
  2. Beberapa kali ke toko buku, cuma pegang2 buku To All The Boys I've Loved Before. Batal beli. Baguskah ceritanya ?

    BalasHapus
  3. Sudah baca buku sebanyak apapun tetap aja iri sama bacaan orang. Bagus-bagus, mbak. Nanti saya juga niat bikin kalaidoskop buku yang dibaca 2015 kemarin. Hehe :D

    BalasHapus
  4. aku baru baca Mitch Albom, dari 5 judul di atas

    BalasHapus
  5. aq mau pinjem buku the giver n the 5 peple doongg :)

    BalasHapus
  6. Saya belum baca semuanya dari 5 buku di atas..pengin baca buku yang disebut terakhir :D

    BalasHapus
  7. Wah, Afifah keren nih tahun 2015 banyak juga buku yang berkesan buat Afifah, sudah pasti yang dibaca buanyaak, ya. Bagi bunda, membaca itu sangat sulit untuk mengumpulkan semangat, karena biasanya, begitu pegang buku mau baca, datang rasa kantuk, hiks... Padahal untuk bekal jadi penulis, membaca itu penting banget. Iya, kan. Insya Alkah ltahun 2016 akan bunda galakkan membaca.

    BalasHapus
  8. Sama. Suka To All The Boys I've Loved Before & PS: I Still Love You - Jenny Han juga :D
    Wah jadi kepikiran buat post serupa :D makasih udah sharing :)

    BalasHapus
  9. Baru baca my wedding dress saja, Wira memang to good to be true ^^, tapi tetap suka cara dia memandang perjalanan.

    BalasHapus
  10. Belum pernah baca ke-5 buku di atas >.< Tapi... salah satu, eh salah tiganya sudah masuk wishlist-ku kok:
    Marry Now, Sorry Later - Christian Simamora
    To All The Boys I've Loved Before & PS: I Still Love You - Jenny Han

    Semoga cukup beruntung untuk dapat memenuhinya di tahun ini ^^

    BalasHapus