Minggu, 31 Januari 2016

Attachments - Rainbow Rowell



- Sebelum Pandangan Pertama -


Judul buku: Attachments
Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Editor: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Penerbit Spring
Cetakan: Ke-1, Desember 2015
Jumlah halaman: 430
ISBN: 9786027150553


Temukan aku. Ikuti aku. Jadikan pertemuan kita tak terelakkan. – hlm. 264

Lincoln merasa menerima pekerjaan sebagai petugas keamanan intermet surat kabar The Courier adalah sebuah kesalahan. Dia mengira akan mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan hacking, tetapi pekerjaannya hanya memantau e-mail perusahaan. Dia hanya perlu memberi peringatan kepada orang-orang yang melanggar peraturan penggunaan e-mail perusahaan. Jam kerjanya yang dilakukan di malam hari tidak membuat pekerjaannya semakin menarik.

Pekerjaannya menjadi sedikit lebih menarik ketika dia mulai membaca e-mail Beth dan Jennifer. Mereka tahu seseorang memantau e-mail mereka, tetapi mereka menganggap itu candaan. Mereka sudah melakukan banyak pelanggaran, tetapi tidak pernah mendapat teguran satu kali pun.

Lincoln suka membaca e-mail mereka. Ada sesuatu yang menarik dari pesan-pesan mereka. Karena itulah, Lincoln membiarkan mereka dan tidak memberi peringatan sama sekali.

Kemudian, perasaan Lincoln mulai berubah pada salah satunya. Dia jatuh cinta hanya karena membaca e-mail. Lincoln bahkan tidak tahu rupa mereka seperti apa. Namun, Lincoln tahu keduanya sudah mempunyai pasangan, bahkan ada yang sudah menikah.

Lincoln tidak membicarakannya karena membicarakan berarti menerima. Menyerah dan karena jika ia memberitahu seseorang, ia tahu apa yang dialaminya tidak akan terdengar terlalu buruk. Bahwa sesungguhnya itu hanyalah sebuah kisah patah hati remaja yang biasa saja. – hlm. 179

Di sisi lain, Lincoln sudah lama tidak jatuh cinta. Selama ini, dia masih sering memikirkan pacar pertamanya. Maka, setelah sekian lama, ada perempuan lain yang menarik Lincoln. Seseorang yang belum pernah Lincoln kenal secara langsung.

“Ingat,” tandas Christine, “tidak semua yang bertualang akan tersesat.” – hlm. 240

* * *

Attachments adalah karya Rainbow Rowell pertama yang kubaca. Nama Rainbow Rowell sudah tidak asing sejak Eleanor & Park booming. Karya-karya lainnya pun banyak menjadi favorit para pecinta buku. Setelah membaca buku ini, aku pun mengerti kenapa karya Rainbow Rowell banyak disukai.

Latar waktu buku ini menggunakan tahun 1999-2000. Semula, aku heran kenapa penulis memilih tahun itu. Kemudian, aku pun tahu bahwa latar itu bukan sekadar tempelan. Beberapa hal yang terjadi di buku ini hanya bisa terjadi di tahun-tahun itu, tidak lebih ke masa sekarang atau ke masa lalu. Kisah cinta unik ini pun tidak akan ada kalau tidak menggunakan latar tersebut. Penulis membawa pembaca menikmati transisi zaman dengan sangat baik.

“Ada sesuatu yang sangat romantis tentang hal itu. Semua wanita menginginkan seorang pria yang jatuh cinta pada jiwanya, selain juga penampilannya.” – hlm. 238

Tokoh-tokoh yang diciptakan bukan tokoh yang “wah” dengan segala sesuatu yang membuatnya charming seandainya nyata. Setiap tokoh langsung terlihat hal-hal yang membuat mereka tidak bisa disukai. Namun, dari situlah akhirnya aku bisa menyukai mereka.

Lincoln digambarkan sebagai laki-laki yang seperti tidak mempunyai semangat. Kehidupannya sangat membosankan. Dia jarang bergaul, apalagi setelah bekerja pada malam hari. Pergaulannya semakin sempit.

Kakaknya, Eve, terus-menerus menyuruhnya pindah dari rumah ibu mereka. Mungkin budaya barat menganggap tinggal dengan orangtua di usia dewasa adalah hal memalukan. Hal itu juga seolah menunjukkan dia tidak mempunyai kehidupan sendiri. Pendapat Eve itu juga menguatkan gambaran kehidupan membosankan Lincoln.

Dua tokoh lainnya tampak seperti sepasang sahabat yang gemar menggosip. Mereka sempat membicarakan banyak hal di sela-sela kesibukan. Baik itu kehidupan pribadi maupun kehidupan kantor.

Di bagian awal, aku sulit membedakan Beth dan Jennifer. “Kenapa nanti Lincoln bisa jatuh cinta hanya pada salah satunya?”, itulah pertanyaan yang muncul. Semakin ke belakang, aku pun menyadari mereka serupa tapi tak sama. Aku bisa mengerti alasan Lincoln lebih tertarik pada salah satunya.

Sifat-sifat para tokoh tidak lepas dari latar belakang masing-masing. Setiap tokoh mempunyai latar belakang yang berbeda. Hal inilah yang kemudian menjadi sifat para tokoh ketika cerita dibuat, seperti sifat manusia sebenarnya yang memang dipengaruhi latar belakangnya.


Alur buku ini terasa lambat. Penulis menuntun perubahan para tokoh secara berangsur-angsur sehingga tidak terasa dipaksakan. Ada banyak sideline yang membantu perubahan para tokoh. Perubahan itu pun tidak hanya terjadi pada tokoh utama, tetapi juga tokoh sampingan. Aku suka bagaimana penulis menunjukkan seseorang pasti bisa berubah walaupun tidak berlangsung cepat dan mengejutkan. Faktor-faktor pembawa perubahan itu mengalir begitu saja.

Membaca buku ini mungkin menuntut kesabaran, tetapi pada akhirnya, terbayarkan dengan cerita keseluruhan yang apik. Terjemahan yang tidak kaku membuatku betah membacanya. Cerita ini pun mengalir hingga ending yang memuaskan.

Jadi, perkenalanku dengan Rainbow Rowell berlangsung baik. Buku ini recommended bagi yang mau membaca kisah cinta yang unik. Setelah ini, aku mungkin akan membaca buku-bukunya lain (kalau timbunan sudah menciut).

“Ingat,” tandas Christine, “tidak semua yang bertualang akan tersesat.” – hlm. 240

Rating:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar