Minggu, 01 November 2015

The Dead Returns - Akiyoshi Rikako




- Mencari Pembunuh Diri Sendiri -


Judul buku: The Dead Returns
Judul asli: Houkaga Ni Shisha Ha Modoru
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Editor: Arumdyah Tyasyayu
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan: Ke-1, Agustus 2015
Jumlah halaman:  252
ISBN: 9786027742575


Pada dasarnya, aku memiliki bayangan tubuh yang tipis seakan tak terlihat. Kalau boleh jujur, aku mati ataupun hidup, bagi teman-teman sekelas pasti rasanya sama saja. – hlm. 26

2 September. 

Seseorang membuat janji temu dengan Koyama Nobou di tebing Miura Kaishoku pukul 19.00 melalui surat yang diletakkan di laci meja. Tidak tertulis nama pengirimnya. Koyama Nobuo mengira Tanaka Yoshio-lah yang menulis surat itu. Tebing Miura adalah tempat mereka sering memotret kereta. Lagipula, Yoshio adalah satu-satunya teman yang dimilikinya.

Ketika tiba, Nobuo tidak melihat siapa pun, tetapi tiba-tiba seseorang mendorongnya. Nobuo ingat dia mendengar mars kematian dan seseorang yang mencoba menolongnya. Sayangnya, orang itu pun ikut terjatuh. 

Untungnya, Nobuo selamat. Namun, ketika sadar, dia berada di tubuh lain. Tubuh orang yang hendak menolongnya: Takahashi Shinji. Nobuo pun memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa pun dan menjadi Takahashi Shinji. Dia berpura-pura menjadi Takahashi Shinji yang hilang ingatan. Dia ingin mencari pelaku pembunuhannya.

Seseorang menganggap diriku pantas untuk mati. Kemudian, bukan hanya menganggap, dia juga melaksanakannya.
Tapi... siapa? – hlm. 45

Koyama Nobuo dan Takahashi Shinji tidak bersekolah di sekolah yang sama sehingga Nobuo harus meminta orangtua Shinji untuk memindahkan sekolahnya. Dia curiga pelakunya adalah teman-teman sekelasnya karena hanya mereka yang memiliki kesempatan meletakkan surat di laci mejanya. 

Menjadi murid baru di kelas sendiri dengan tubuh orang lain ternyata berbeda. Teman-temannya mudah menerima seorang Takahashi Shinji. Berbeda dengan ketika dia menjadi Koyama Nobuo, seorang yang selalu dijauhi. Dia pun bisa dekat dengan murid-murid terkenal.

Gampang sekali membayangkan betapa hidupku akan sangat jauh berbeda, seandainya aku terlahir dengan penampilan seperti ini. – hlm. 21
  
Ketika mulai melakukan penyelidikan, seseorang menerornya. Orang itu menyebut dirinya “Orang yang Tahu Kebenaran”

* * *

Buku terjemahan dari bahasa Jepang keempat terbitan Penerbit Haru yang kubaca. Terjemahan kali ini semakin nyaman dibaca dibanding tiga lainnya yang masih agak kaku. Ketiga buku itu terbit sebelum 2015.

Buku ini adalah buku kedua karya Akiyoshi Rikako yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru, tapi aku belum membaca buku sebelumnya. Aku sudah membeli Girls in The Dark, tapi buku itu masih bertengger manis di timbunan. Girls in The Dark dan The Dead Returns bukan sekuel, memang. Aku memilih membaca buku ini dulu karena aku suka dengan covernya.

Latar belakang cover buku ini berwarna biru, tentu saja sensor biruku langsung tanggap. Walaupun bukan biru muda, biru pada sampul ini pun bagus. Kesannya misterius dan cool. Potret cowok di sampul pun, menurutku, keren. Dia memang tidak setampan tokoh-tokoh komik, tapi dia cukup menarik. Setelah bertanya-tanya seorang diri gambar itu Takahashi Shinji atau Koyama Nobuo, pertanyaan itu pun terjawab menjelang akhir. Aku menyimpulkannya dari poni yang dia miliki. 

Tokoh Takahashi Shinji dan Koyama Nobuo memiliki kehidupan yang amat berbeda. Shinji berasal dari keluarga yang cukup berada dan bersekolah di sekolah swasta. Nobuo hidup hanya dengan seorang ibu yang harus bekerja paruh waktu dan bersekolah di sekolah negeri. Hal yang paling mencolok adalah perbedaan fisik. Shinji tampan dan charming. Nobuo memiliki ketampanan rata-rata dan memiliki kesan suram. Nobuo selalu merasa penampilannya itu yang membuatnya menjadi introvert. Ketika berada dalam tubuh Shinji, Nobuo merasa mudah mendekati orang-orang. 

Koyama Nobuo sering merasa orang lain menilainya hanya berdasarkan penampilan. Ketika berada dalam tubuh Takahashi Shinji, dia baru menyadari bahwa dirinya pun melakukan hal yang sama. Dia men­-judge murid perempuan yang suram. Dia juga men-judge murid-murid lain yang terkenal. Ketika bisa melihat dari mata orang lain, barulah tersadarkan akan hal yang sebenarnya. 

Image source: Deviantart, edited by me.

Melalui kisah misteri, Akiyoshi Rikako menyampaikan masalah khas anak sekolah, terutama terkait penampilan. Nobuo selalu mengatakan tidak ada bullying di kelasnya, tapi pengabaian adalah bullying yang diam-diam menyakitkan. Di balik orang-orang yang mengabaikan atau orang-orang yang berpura-pura peduli, mungkin tersimpan rasa ingin menyingkirkan si objek bullying.

Nuansa drama anak sekolah dalam buku ini cukup kental, tapi untuk ukuran misteri, buku ini agak kurang.  Penyelidikan Nobuo ala kadarnya. Dia bahkan terlalu sembrono. Tidak ada ketegangan dan keruwetan yang biasa muncul ketika membaca novel misteri. Hal yang paling membuatku deg-degan sebatas "Orang yang Tahu Kebenaran" dan orang kedua terakhir yang dicurigai Koyama Nobuo. Bagian misteri dibuku ini diselamatkan oleh ending.

Ending buku ini... super twist! Di awal, aku memperkirakan pelakunya adalah si ini. Kemudian aku beralih ke si itu. Lalu beralih lagi ke yang lain. Kembali lagi ke si ini. Tapi, yang lain juga mencurigakan. Dan ternyata, benar-benar tidak terduga. I’m lovin it *bukan iklan*.

Walaupun misteri di buku ini kurang gereget, kalau memang ide buku ini sebenarnya adalah masalah anak sekolah, aku akan memberi rating 4. Dan, 4 juga untuk ending.


Rating:



4 komentar:

  1. ngeliat review temen-temen blogger jadi desprate sama buku ini wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selera orang beda-beda loh. Mungkin kebetulan yang review yang dibaca, yang dibuat oleh yang seleranya kurang dengan buku semacam ini. :))

      Hapus
  2. Kebetulan beberapa hari ini lg curi-curi waktu di sela UTS untuk baca buku ini hihihi :).
    Saya udah baca Girls ini the Dark, kata orang2 sih Girls in the Dark lebih bagus. Tapi dari segi ide ceritannya saya lebih suka The Dead Returns :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, pendapat tiap orang berbeda. Mungkin juga ide cerita dua buku itu nggak sama. :)

      Hapus