Senin, 30 November 2015

[Blog Tour+Giveaway] My Wedding Dress - Dy Lunaly



- Berdamai dengan Masa Lalu -


Judul buku: My Wedding Dress
Penulis: Dy Lunaly
Editor: Starin Sani
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Ke-1, 2015
Jumlah halaman: 270
ISBN: 9786022911067


Apa aku masih tidak berhak untuk bahagia?
Berapa lama lagi aku harus menanggung semua kesedihan dan kepedihan ini? – hlm. 81

Hubungan Abby dengan tunangannya, Andre, selalu harmonis. Tidak pernah ada tanda-tanda Andre akan meninggalkan Abby, tetapi itulah yang terjadi. Parahnya, kejadian itu menimpa Abby tepat di hari seharunya mereka menikah, tanpa alasan yang jelas.

Setahun setelah kejadian itu, Abby belum sepenuhnya bangkit. Abby ingin move on, tetapi dia masih mempertanyakan alasan Andre meninggalkannya. Abby menyalahkan dirinya. Baginya, seandainya dia sempurna, Andre tidak mungkin Andre meninggalkannya.

Ternyata benar, tidak ada manusia yang benar-benar ahli menghindar dari kenangan, termasuk aku. Sekuat apa pun aku berusaha berlari dan menghindar dari kenangan, selalu ada hal-hal kecil yang mengembalikannya. Menggerus habis pertahananku. – hlm. 35

Illustration by Dy Lunaly
 
Sepotong tulisan dalam sebuah buku karang Quirky Traveler membuat Abby mengambil tindakan: membuang semua benda kenangan. Pada akhirnya, buku itu membuat Abby memutuskan traveling, salah satu hal yang paling dibencinya. Seolah melakukan hal yang dibenci dan pernah membuat trauma tidak cukup gila, Abby menambah kegilaan itu dengan traveling dengan gaun pengantinnya. Benda itu adalah satu-satunya benda yang tidak dapat disingkirkannya. Karena itu, Abby berharap gaun itu bisa menyerap semua kesedihannya dan berubah menjadi hitam. 

Tujuan Abby adalah Penang. Tanpa diduga, dia bertemu seorang traveler profesional, Wira. Pria membawa Abby melihat dunia dari sisi yang berbeda. Wira juga membuat Abby belajar mengenai kehidupan. Sesekali, perjalanan mereka diselingi keisengan Wira. 

“Ayolah, Bi.” Wira ikut tertawa bersamaku. “Aku yakin, kamu bakal lebih sedih karena nggak jadi kenalan sama aku dibandingkan sedih gara-gara mantan tunangan kamu itu.” – hlm. 119

Namun, Abby belum sepenuhnya bisa lepas dari masa lalu. Dia masih membutuhkan jawaban, alasan Andre meninggalkannya. 

“One bad day is just that; one bad day. Jangan sampai satu hari buruk merusak kebahagiaan yang sedang mengantre untuk menghampiri kehidupan kita. So, smile and don’t ever stop.” – hlm. 18

Illustration by Dy Lunaly


* * *

Kalau mengikuti blog tour ini dari awal, aku yakin kamu sudah tahu bahwa salah lima tokoh dalam buku ini adalah tokoh-tokoh dari buku Dy Lunaly sebelumnya, “Pssst!”. Aku tidak akan membahas hal itu karena sudah dibahas dua host sebelumnya. Selain itu, aku belum membaca buku tersebut. Hehe. Walaupun begitu, setelah membaca buku ini, aku tertarik dengan buku tersebut. Aku ingin mengetahui masa muda Wira. ^^v

Sebelum membaca buku ini, aku membayangkan akan banyak adegan galau dan depresi. Aku sempat mengira buku ini termasuk roman depresi, terlebih karena covernya. Gambar-gambar dan tulisan pada sampul buku ini memang terlihat manis, tetapi latar belakang hitam menjadikannya sedikit gloomy

Ternyata perkiraanku sedikit meleset. Galau, yes. Depresi, no.

Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Abby. Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam buku yang mengisahkan patah hati tidak melulu menjadikan sebuah buku penuh dengan rasa sakit. Di bab-bab awal, pembaca memang diajak menyelami kepedihan Abby. Begitu pun di beberapa bagian buku ini. Namun, selanjutnya penulis kembali menghadirkan kesan ceria ke dalam buku ini. 

Sosok Abby hadir dengan kebimbangannya akibat kegagalan pernikahan. Dia mencoba terlihat kuat walaupun sering dia tiba-tiba menangis, bahkan histeris, ketika terkenang masa lalu. Keputusannya travelling menandakan keinginan kuat untuk melangkah maju. Dia mungkin sulit keluar dari masa lalu, tetapi dia pun mencoba melupakannya. 

Tokoh yang membantu Abby untuk melangkah maju adalah Wira. Dia mampu melihat dunia dari beragam sisi. Dan, hal itulah yang sedikit banyak menguatkan Abby. Banyak terluka di masa lalu menjadikan sosok ini semakin tepat untuk menjadi “pembimbing” Abby. Dan, bukan berarti dia sudah terbebas dari masa lalu. Justru kehadiran Abby pun membuatnya belajar.

Illustration by Dy Lunaly

Untuk buku dengan tema patah hati, buku ini sangat sering membuatku tersenyum dan tertawa. Ada banyak adegan manis. Percakapan Abby dan Wira banyak diselipi godaan dan keisengen atau pun kalimat impulsif yang membuatnya menjadi awkward moment.

Bagian favoritku adalah ketika Abby dan Wira melihat sepasang kakek-nenek yang seang bersantai di teras rumah di Clan Jetties. Adegan yang sangat heart-warming, terlebih bagi seseorang yang mengalami kegagalan dalam cinta. Percakapan Abby dan Wira selanjutnya pun menjadi favoritku. Setelah adegan yang membuatku tersenyum, aku disambut adegan yang membuatku tertawa. 

Di sisi lain, buku ini membuatku banyak berpikir. Mungkin setiap orang pernah mengalami patah hati dalam berbagai bentuk. Patah hati tidak melulu soal cinta, kan? Satu hal yang pasti, patah hati dan move on adalah satu paket, hanya sering tidak kita sadari. Kita terlalu “menikmati” patah hati itu sampai tidak sanggup lagi melirik keinginan untuk maju. 

Tapi, kalau mau jujur, bukankah sebenarnya kita semua merupakan kumpulan masokhis, disadari atau tidak? Terlalu sering kita sengaja membuka kenangan menyakitkan atau menyedihkan dan menyesapnya kembali.  Membuka luka yang belum benar-benar mengering. Luka yang tidak akan pernah kita biarkan mengering karena kita mencandu rasa sakit itu. – hlm. 17

Walaupun mengatasnamakan cinta, buku ini memberiku pelajaran secara global mengenai penyesalan, kebahagiaan, dan berbagai perasaan yang muncul ketika patah hati atau pun setelahnya. Buku ini pun membuatku perpikir apakah aku sudah berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri *kumat curcolnya*. Sangat sulit untuk bergerak maju ketika belum mampu berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri. 

Sama halnya seperti Abby yang berusaha mengubah hidupnya. Abby mungkin tampak mampu berjalan. Namun, tanpa disadari, rasa sakit itu menjadi batu penghalang. Sulit menyadari bahwa sebetulnya orang yang belum move on tidak berjalan dengan tegak, tetapi dengan tertatih. 

Mendapatkan jawaban dari masa lalu pun tidak lantas menyelesaikan masalah, seperti yang didapat Abby. Masalah hati memang sulit. Pemiliknya pun kadang tidak memahami apa yang sedang dirasakan.

Illustration by Dy Lunaly

Image source: Unsplash, edited by me

Sekilas, buku ini mungkin terkesan bertele-tele. Terlalu banyak adegan serupa, hanya saja dengan latar berbeda. Abby yang tiba-tiba teringat masa lalu, Wira dengan kebijaksanaannya, Wira dengan keisengannya, Abby yang melihat dan memandang hal-hal baru. Tetapi, justru adegan-adegan yang nyaris serupa itulah yang perlahan membawa perubahan. Hal ini hampir sama dengan dengan perjalanan hidup seseorang. Seolah setiap hari melakukan hal yang sama, tetapi kenyataannya lambat laun berubah. 

Aku percaya dunia selalu mengalami perubahan. Kehidupan, lingkungan, apa pun yang ada di dunia ini pasti mengalami perubahan. Tapi, aku juga percaya, ada beberapa hal yang ditakdirkan untuk tidak pernah berubah. – hlm. 161

Latar tempat dalam buku ini cukup banyak menambah pengetahuanku. Lokasi yang digunakan Abby untuk traveling adalah Penang dan Singapura dengan beragam tempat wisatanya. Deskripsi setiap tempat tidak berlebihan, tetapi cukup mampu membuatku membayangkan tempat itu. 

Buku ini bukan sama sekali sempurna. Aku sempat risih dengan pengulangan deskripsi Wira tentang “tawanya menular”. Hal itu cukup sering disebutkan. Deskripsi yang menurutku kurang adalah mengenai mata biru Wira. Sebetulnya ini juga sering disebutkan, tetapi aku tidak bisa merasakan hal yang Abby rasakan. 

Kekurangan yang cukup jelas adalah adanya dua adegan yang saling bertolak belakang. Di bagian awal, halaman 2, dikatakan bahwa Andre semula keberatan dengan gaun pilihan Abby, tetapi terpaksa mengikuti kemauan tunangannya itu. Di halaman 79-80, terdapat adegan flash back ketika Abby dan Andre mencari gaun pengantin. Dalam adegan itu, Andre langsun setuju dan mengatakan bahwa gaun itu sempurna. Untungnya, hal itu tidak terlalu berpengaruh pada jalan cerita. 

Alur yang digunakan adalah alur campuran. Setiap alur berjalan mundur dan menceritakan kenangan tentang Andre, pada akhirnya, Abby kembali merasakan kesedihan. Alur mundur pun beberapa kali muncul mengenai Wira, dan dampaknya terhadap Abby justru berkebalikan dengan kenangan tentang Andre. 

Aku jadi ingat seorang teman pernah mengatakan segala hal tentang mantan adalah hal sensitif. Dan, Abby membuktikan bahwa hal itu benar. Terlebih, Abby belum sepenuhnya move on

Karena aku khawatir mulai baper, sebaiknya aku akhiri review ini. Seperti biasa, aku selalu memberikan rating.

Dan, hati yang kuberikan untuk buku ini adalah:
 

Illustration by Dy Lunaly



* * *

GIVEAWAY


Mau ikut baper, tersenyum, sedih, dan tertawa dengan buku ini? Ada satu My Wedding Dress beserta merchandise khusus untuk satu orang yang beruntung.

Peraturan giveaway kali ini adalah:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun Twitter @dylunaly, @bentangpustaka, dan @afifahmazaya.
3. Share giveaway ini dengan mention ketiga akun di atas dan hashtag #MyWeddingDress
4. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan format nama, akun Twitter, link share. Pertanyaannya:


Kalau Abby memutuskan travelling sebagai cara untuk move on, apa yang akan lakukan untuk move on?

Boleh menyertakan foto kegiatan yang kamu lakukan via Twitter (ada nilai tambah untuk ini, loh) dengan mention @dylunaly dan @afifahmazaya di atas dan hashtag #MyWeddingDress.


5. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban dan foto paling menarik.
6. Giveaway ini berlangsung pada 30 November-6 Desember 2015. Pengumuman pemenang pada 13 Desember 2015.

Cukup jelas? Kalau ada pertanyaan, silakan mention Twitter-ku.

Good luck!

^^

PS: Akan ada satu pemenang utama pada akhir rangkaian promosi My Wedding Dress, dengan syarat mengikuti rangkaian promosi yang berlangsung sejak 16 November sampai 13 Desember 2015. Jadi, jangan sampai ada yang terlewat!


27 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Nama : Hana Bilqisthi
    Twitter: @hanabilqisthi
    Linkshare: https://twitter.com/hanabilqisthi/status/671252977525592064

    Aku akan menghabiskan waktu dengan keluargaku, terutama adik dan sepupu2. Mereka bisa membuatku tertawa dan merasa dicintai. Kadang ketika berusaha move on, kita bertanya-tanya adakah yang mencintai kita? apakah kita layak dicintai? apakah ada yang mau menerima kita apa adanya? Dalam proses move on, we need lots of love dan aku menemukannya dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mereka berfungsi seperti safety net. :)
    Link pict share: https://twitter.com/hanabilqisthi/status/671255026665394176

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Nama: Vina Yuniar Chafifah
    Twitter: @Vinayuniarc_
    Link Share: https://twitter.com/Vinayuniarc_/status/671673241946079232

    Cara moveon khusus saya:
    Enggak muluk-muluk sih mintanya, kalau ada waktu luang pokoknya gunain aja waktu buat keluar rumah, entah sekedar nyapa burung-burung terbang kek, atau jalan-jalan liatin pepohonan hijau-hijau. Kalau waktu luang banyak, lebih menjurus ke kumpul bareng temen/sahabat, selfie enggak jelas, ngerjain hal-hal asyik walaupun gila juga, nongkrong untuk sekedar ngisi perut, dan kalau emang enggak kuat mendem dan butuh pertolongan nyembuhin hati, mau enggak mau saling curhat sama temen, minta pendapat 'nanti abis ini kudu gimana' biar kesannya bisa tegar gitu. Sambil jalannya waktu sedikit demi sedikit juga bakal nemuin titik terang juga.

    Pict Share: https://twitter.com/Vinayuniarc_/status/671677542902796289

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. nama : Wening Purbawati
    twitter : @dabelyuphi
    link : https://mobile.twitter.com/DabelyuPhi/status/671815372597682176?p=v

    mencurahkan segala kesedihan dan sakit hati kepada sang pencipta, menyerahkan hati ini agar tidak lagi merasakan sakit. selain itu menuliskan segala sesuatu yang membuat pikiran kalut ke dalam blog agar kenangan tentang dirinya sedikit demi sedikit mulai berkurang. banyak-banyakin membaca buku, kalo buku yang ada di rak udah habis, kelayapan di wattpad(dot)com, fanfiction(dot)net atau asianfanfiction(dot)com. kalo kebetulan ada waktu luang dan sedang libur, banyakin kumpul, ngobrol atau hang out bareng keluarga atau teman dekat. dengan begitu perlahan-lahan bakal bisa move on :)

    BalasHapus
  7. Nama: Dyah Muawiyah
    Twitter: @dyahmuawiiyah
    Link share: https://twitter.com/dyahmuawiiyah/status/671842445647175680

    Cara move on saya biasanya dengan menyukai orang baru :D Tapi sukanya lebih karena orang itu menarik, bukan suka yang pakai hati hehe. Selain itu biasanya menyibukkan diri dengan kerjaan atau main game dan makan :D

    BalasHapus
  8. Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Link share: https://twitter.com/RizAnNie88/status/671879911607369728

    Jawaban:
    Cara move on menurutku sih simpel aja.
    Move tuh tujuannya pengen melupakan, seperti lirik lagu 5 Seconds of Summer-Amnesia ini "I wish that i could wake up with amnesia, and forget about the stupid little things"

    Yang aku lakukan tuh:
    1. Menyibukkan diri dengan liburan wisata ke alam

    Aku bukanlah tipikal cewek mall yg lebih suka menghambur.hamburkan uang buat belanja.Berhubung rumah ku adalah kota wisata, lebih baik wisata ke alam menikmati pemandangan alam, air terjun, hutan pinus, kebun teh, pantai, angin sepoi.sepoi pegunungan yg berhembus, kalau perlu mencoba kegiatan paralayang. Enak tuh sambil teriak diatas ngeluarin semua uneg.uneg biar cepat plooong hehehe. Asal bilang dulu ke pemandunya kalau mau teriak biar gak dikira aneh hehe.

    2. Baca buku dan dengerin musik

    Melakukan hobby yg disukai tuh emang paling enak. Beli buku atau pinjem buku yg banyaaaaaakkkk sambil dengerin musik. Jadi pikiran kita disibukkan dengan alur cerita dinovel, trus pesanku dengerin musik jangan yg sedih apalagi yg bertema patah hati. ITU SAMA SEKALI GAK BANTU yg ada malah bikin kita tambah mewek. Mending dengerin lagu happy atau lagu rock aja hehe

    3. Nonton film

    Selain suka baca buku dan dengerin musik aku suka banget nonton film. Tonton aja film yg kamu suka atau film baru yg ceritanya diangkat dari novel favorit kamu. Ituu nyenengin banget. Apalagi kalau ada part di novel yg dipotong saat difilmkan, bikin geregetan. Lhoo kok part ini gak ada, lho ini kok gini, dan lho lho yg lainnya. Hehehe

    4.Optimis buat move on dan BERDOA

    Apapun yg kita lakukan tuh niatnya berawal dari diri kita sendiri. Kalau mulut kita berkata move on tapi hati gak bisa itu sama aja boong kan. Jadi optimis dan fokus pada tujuan awal buat move on, lupain semua kenangan yg udah terjadi. Ambil sisi positifnya buat kamu. Jangan lupa berdoa, harusnya kita bersyukur pada Tuhan artinya dia bukan jodoh yg baik buat kita.

    "Untuk menghindarkanmu dari orang yang salah, Tuhan mematahkan hatimu"

    Udah itu aja sih dari aku, intinya bahagiain diri sendiri itu lebih baik dari pada menyiksa diri sendiri dgn bayang.bayang masa lalu.
    Hehehe
    Sekian matur thank yuu ^_^

    BalasHapus
  9. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/671913186522714113

    Move on itu identik dengan pindah. Entah pindah situasi, pindah hati, pindah tempat dan sebagainya. Nggak jauh beda dengan yang dilakukan oleh Abby, aku akan 'melarikan diri' eh, maksudnya pindah dari tempat yang ku anggap akan membuatku kesusahan untuk move on. Kalau melarikan diri kesannya nggak berani bertanggungjawab terhadap hidup dan tidak menyelesaikan permasalahan. Tapi kepindahanku ini bukan bersifat sementara seperti travelling, tapi aku akan pindah beberapa saat dari kehidupanku yang susah move on untuk menjalani hari baru yang lebih cerah *eaa :D
    Seperti yang ku lakukan sekitar 2,5 tahun lalu. Aku diterima di PTN di Malang. Meski awalnya aku gak berani karena nggak pernah tinggal jauh dari keluarga tapi akhirnya aku memutuskan untuk menerima tantangan hidup itu dengan berbagai resikonya. Kapan lagi aku dapat kesempatan keluar dari zona nyaman?
    Selain itu, kalau masih di rumah pasti akan kebayang terus sama doi yang suka datang dan pergi sesuka hati. Kalau misal pindah kan kemungkinan untuk ngelihat dia akan sangat kecil jadi nggak akan kebayang lagi, nggak akan menjadikan dia prioritas lagi. Prinsipku, jika ditakdirkan oleh Tuhan maka akan selalu ada jalan untuk kembali bersama lagi.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Vena Dwi Masfiyah
    @venadwim
    https://twitter.com/venadwim/status/671931887581945856

    Move on itu bukan hal mudah dan tak butuh waktu yang sebentar. Untuk move on dari mantan, aku aka melakukan hal2 yang sederhana dan biasa2 saja. Seperti semakin rajin belajar biar nilai aku meningkat dan orang2 akan bilang bahwa aku baik2 saja. Aku juga akan menyibukkan diri dengan kegiatan2 sekolah atau kegiatan lainnya yang menyenangkan bareng teman-teman aku. Kalaupun saat di rumah sedang tak ada kerjaan, aku bisa menonton film secara maraton atau mendengarkan lagu heavy metal supaya aku tetap bahagia dan merasa rileks. Walaupun begitu aku tak mau membuang kenangan dengan si dia, karena kenangan hanyalah kenangan. Aku harus berteman bahkan bersahabat dengan kenangan. Biar suatu saat nanti saat si dia terlihat di sekitarku lagi aku bisa kuat dan menyadari bahwa kenangan tak perlu untuk disalahkan. Biarkan kenangan menjadi cerita masa lalu alias sejarah hidup ^^
    Begitulah......

    BalasHapus
  12. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/671943737711329280
    Jawaban:
    Yang aku lakukan untuk move on adalah refreshing. Biasanya kumpul bareng sahabat, kangen-kangenan, makan-makan, curhat-curhat, berbagi cerita dan pengalaman selama tidak ketemu, dan pastinya selfie-selfie :D
    Biasanya setelah kumpul bareng sahabat itu hati dan pikiran jadi fresh, dapat inspirasi, nasehat juga masukan dari mereka, membuat aku kembali semangat untuk memulai rencana baru, harapan baru, dan mencari cinta baru – cinta yang sebenarnya ;)

    Link pict: https://twitter.com/nunaalia/status/671965762681114624

    BalasHapus
  13. Nama: Nadia Zulpa Aulia
    Twitter: @nadia_zulpa
    Link share: https://twitter.com/nadia_zulpa/status/671959304270831616

    Aku memutuskan untuk belajar atau kursus masak. Jujur, aku ngga terlalu bisa masak. Ya bisa sih simple kayak goreng telur, masak mie goreng, rebus air hehe. Nah, jadi double. Move on sekaligus belajar. Dengan cara ini, aku akan cepat move on. Kenapa? Kan setiap hari aku mikirin resep, cara masaknya gimana. Well, jadi ditimpuk sama pikiran masak dan masak dan 'nothing time' ntuk mikirin doi.

    Itu aja sih hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Link pict: https://twitter.com/nadia_zulpa/status/671971610434252800

      Hapus
    2. Link pict: https://twitter.com/nadia_zulpa/status/671971610434252800

      Hapus
  14. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/672274972648210432

    Baca buku sambil dengerin musik klasik, jazz atau musik instrumen. Biasanya kedua hal ini bisa menetralisir pikiran saya yang lagi gak karuan. Dengan harapan, setelah kegiatan ini pikiran menjadi tenang dan bisa kembali berpikiran positif dan bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil kedepannya biar gak selamanya tenggelam di kubangan masa lalu... *eaaa bahasanya :D*

    Link Gambar : https://twitter.com/n0v4ip/status/672292734888112129

    Terima Kasih ^^

    BalasHapus
  15. Naning Pratiwi
    @chelseas_lovers
    https://twitter.com/chelseas_lovers/status/672301861731368962

    Berhubung punya kesenengan yang sama sama Abby, aku pilih travelling juga dong. kalau Abby sendiri, aku rame-rame. sama temen-temen terbaik so pasti. Stop lagu mellow, stop hal-hal yang akan membangkitkan kenangan masa lalu, supaya move on berhasil. Galau, yes. Depresi, no. Setuju banget..

    BalasHapus
  16. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Link Share: https://twitter.com/DiddySyaputra/status/672787551426445312

    Seperti sebelum-sebelumnya. Perihal Move On, pastinya aku akan menyibukkan diri segala aktivitas yang berhubungan dengan alam. Salah satunya "Mountain Climbing." Yah, karena dengan mendaki gunung apalagi Mahameru yang siaga menyuguhkan Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, juga Samudera di atas Awan, tentunya pikiranku bakalan di-refresh habis-habisan. Terlebih dengan kebersamaan pendakinya yang luarbiasa. Kita bahkan bakalan ngerasain beban bersama-bersama, juga senang bersama-sama. Pokoknya semua berhubungan dengan kebersamaan. Nggak ada kesempatan buat galau, apalagi Move Down. So, If you want to Move On, Mountain Climbing is Recommended Alternative!

    Terima kasih!

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Nama : Hurum Maqshuro
    Twitter : @loloarifin
    Link Share : https://twitter.com/loloarifin/status/672981720417755137

    Emang sih, move on itu biasanya cuma bisa diucap aja, pas dilaksankannya, saya gak yakin kalo belum menemukan pengganti bisa dibilang move on yang sesungguhnya. Sebenernya, yang dilakukan seperti Abby -traveling- itu cuma untuk memberikan waktu untuk diri sendiri berpikir dan memahami maunya diri itu apa. Memahami semua complicated things yang ada di benak pikiran.
    Tapi, dengan quality time, full time melakukan hal yang menyenangkan diri itu bisa menjadikan salah satu jalan untuk move on. Bagi saya, nonton drama/ movie menjadi salah satu alternatif kegiatan 'move on'. Walaupun pasti ada baper-baperan saat nonton, tapi drama/movie juga memberikan masukan-masukan untuk diri kita, untuk bisa memahami apa maunya diri kita.
    Dan satu hal yang saya selalu ingat : "One Day, Someone will walk into your life and make you see why it never worked out with anyone else.." it's encourage me. :)

    BalasHapus
  19. Nama : Rizky Novianti
    Twitter : @ritzkyy99
    Link share : https://twitter.com/ritzkyy99/status/673010425483542529

    Cara saya buat move on :

    1. Cari tempat full wifi yang free *eh* Daripada gagal moveon kan gara-gara terlalu sepet liat muka orang yang niatnya saya 'move-on-in' XD Soalnya cuma di depan leppy pikiran saya bisa fokus, nggak pernah terbersit muka orang yang saya pengen move on darinya. Selain itu saya hobi cari video-video orang cakep. Gimana? Ada manis-manisnya gitu kan. C'mon daripada inget yang sepet :p

    2. Makan yang banyak, kalo bisa sih berkantong-kantong snack. Daridulu saya jatuh cinta sama makanan dan berbanding terbalik sama badan kurus ini T_T Snack itu moodbooster saya kali ya? Abis bawaannya bahagia terus kalo lagi ngemil-ngemil. Makanan selalu setia jadi bahan pelampiasan saya kalo lagi kesel. Yaaa, apalagi makanan gratis *nodongin kantong*

    3. Berpetualang sama keluarga.
    Ayah saya itu kan jiwanya petualang gitu ya jadi nggak bakalan segan-segan ngajakin saya naik gunung, pantai, terutama tempat-tempat yang memanjakan mata dengan pemandangan super memesonanya. Apalagi kalau tempat itu belum saya jamah. Dengan begini saya mungkin akan melupakan kesedihan saya, apalagi kalau rutin jalannya XD

    Yap, itu cara saya, picture ada di twitter yaa :)

    BalasHapus
  20. Azzah Hanifah
    @azhanifa
    https://twitter.com/azhanifa/status/672965841407754240

    Cara moveon :
    1. Mewarnai buku gambar. Entah kenapa, kadang sangkin galau, bingung dan muak sama dia yang sering muncul di kepala bikin stress. Mewarnai adalah salah satu hal yang aku lakuin buat lupain dia meski mewarnai aja kek anak tk.
    2. Menyibukkan diri dengan hal positif kayak ngerjain tugas buat seminggu, beresin kamar, masak-masakan, menulis dan membaca novel.
    3. jalan-jalan karena kalo travelling itu duit belum mencukupi. Jalan ke tempat yang jauh dari kenangan tentang doi.
    4. Cari gebetan lain. Kadang kita emang perlu orang baru untuk menyingkirkan orang lama yang menyakitkan. Seenggaknya untuk menyegarkan enggak mesti harus cinta.

    BalasHapus
  21. Nama: Rika Awanti
    Twitter: @rikaaawan
    Kota: Bogor
    Link Share: https://twitter.com/rikaaawan/status/672708244985348097

    Cara Move on versi aku ya? Hm, kalau aku mungkin duduk dari pagi sampai sore di taman kota, menunggu laki-laki ganteng yang mungkin bisa menarik perhatianku. Atau mungkin siapa tahu aku ketemu mantan yang masih kita sayang yahahaha

    Itu cara kampungan sih, kalau cara elitnya, mungkin aku akan membuat quality time dengan teman-teman perempuanku, membuat girl time dengan mereka. Karena yang aku dengar dari teman-temanku, saat dia punya pacar dia sedikit melupakan teman-temannya, apalagi yang jarang ketemu. Mereka akan datang saat butuh saja.

    Dan ya, aku pengikut pepatah itu. Datang saat butuh saja, karena ya aku memang selalu membutuhkan teman-temanku. Membutuhkan saran mereka untuk menjadikan hidup lebih baik.

    Hal yang biasa aku lakukan sama temen-temen itu macam-macam. Tetapi untuk cara move on ini aku akan setel lagu Me and My Girls dari Fifth Harmony, dan joget sepuasnya dengan mereka. Ya mungkin aku bisa melupakan tentang mantan, meskipun hanya sekejap, mungkin aku bisa mengulang lagu itu sampai bener-bener lupa.

    Setelah itu aku bakal mengunjungi tempat2 yang pernah aku datangi dengan mantan, kemudian membuat kenangan baru lagi dengn teman-temanku. Menghilangkan kenangan dengan si mantan. Wish me luck!

    BalasHapus
  22. Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/673277168722440193?p=v

    (Sorry, link di atas salah mention XD).

    Terima kasih!

    BalasHapus
  23. Nama: Putri Prama Ananta
    Akun Twitter: @putripramaa
    Link share: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/673313440711053313?p=v
    Cara move on-ku yaitu:
    Pertama, hapus chat. Memang terkesan berlebihan, ya. Tapi, dengan menghapus chat, nggak akan ada cara untuk mengingat masa-masa yang 'manis' itu. Dengan begitu, nggak akan ada masa-masa aku flashback, lalu baper, dan akhirnya gagal move on. Yeah, menurutku, menghapus chat itu penting.
    Kedua, putar lagu yang buat aku bangkit lagi dan sesekali lagu yang 'galau' untuk memuaskan pelampiasan. Seperti aku, yang kuputar adalah lagunya Maroon 5 yang berjudul It Was Always You. Ada bagian dari lagu itu yang seperti ini:
    "Now I know why my heart wasn't satisfied
    It was always you
    No more guessing who
    Looking back now, I know it was always you"
    Memuaskan diri dengan lagu galau, kemudian putas lagu yang membangkitkan semangat. Hahaha!
    Ketiga, bikin bunga-bunga kecil yang bisa dijual. meskipun harganya murah, tapi setidaknya bisa melampiaskan kekesalan pada bunga itu. Selain itu, dengan membat bunga-bunga yang kecil itu, aku bisa melatih kesabaran juga, mengontrol emosi juga (karena kalo nggak bisa ngontrol emosi sewaktu bikin bisa saja bunganya berantakan).
    Itu caraku, caramu gimana? *eaaa

    BalasHapus
  24. Nama : Erdina Yunianti
    Twitter : @Dinnaaa_27
    Link share : https://twitter.com/Dinnaaa_27/status/673451971106484224

    Cara move on ku biasanya dengan menghabiskan waktu luang bersama Keluarga dan Teman. Kumpul bareng keluarga dan teman itu akan bikin aku lupa sama mantan. Karena ketika aku kumpul bareng mereka, aku akan di buat ketawa :D yang jelas mereka itu akan menghibur aku :D mereka bisa memberi masukan ataupun bercanda bersama.

    BalasHapus
  25. Nama :Rany Dwi Tanti
    Twitter : @Rany_Dwi004
    Link share : https://twitter.com/Rany_Dwi004/status/673501517056348160

    Hangout bareng sahabat. Entah itu nantinya cuma jalan - jalan ke mall sampai kaki sengkleh atau mampir ke cafe langganan cuma untuk sekedar nge-gosip ria. Well, bersama mereka, mendengar ocehan konyol mereka dan melihat tingkah absurd mereka aja udah bikin aku lupa sama masalah yang sedang menderaku. Selfie bareng, gokil - gokil bareng. Kami memiliki kalimat favorit yang sama "a friend is God's way of taking care of us." - seorang teman adalah cara yang dipilih Tuhan untuk memelihara kita. Jika kalau salah satu diantara kami ada masalah (misah nih pengen move on dari sesuatu) pasti kami akan saling menghibur satu sama lain, membantu satu sama lain menghadapi masalah yang tengah mereka hadapi. Jika kita sama - sama dalam suka maupun duka. Dan bersama mereka membuatku diterima apa adanya.

    BalasHapus