Minggu, 04 Oktober 2015

Oktober Babat Timbunan



Bulan ketiga menjelang akhir tahun. Progress baca tahun ini sepertinya lebih lambat daripada tahun kemarin. Tapi, ada yang lebih mengkhawatirkan daripada progress baca: timbunan yang makin menggunung. Kalau makin tinggi, bisa-bisa ambruk.

Beli buku memang nggak dosa, tapi boros temannya setan. Beli buku dan nggak dibaca kan termasuk boros. Kasihan juga mereka hanya disimpan di rak begitu saja. Rak bagian atas, khusus timbunan, sampai tidak muat lagi. Kalau dijajarkan ke atas, mungkin tinggi buku-buku itu lebih dari setengah meter.

Waktu beli buku, biasanya pakai prinsip: mumpung diskon, mumpung ada, atau mumpung pre order. Mumpung-mumpungan ini yang menyebabkan timbunan tumbuh ke atas. Tumbuh ke samping juga sih, kalau bukunya lebar.

Ada buku yang sudah bertahun-tahun belum turun dari bagian timbunan. Kasihan? Iya. Tapi, ya gitu deh. Waktu beli kayaknya seru, kayaknya bisa mudah diselesaikan. Waktu sudah setengah (kadang belum sampai setengah), kok krik krik banget. Nggak beres-beres akhirnya. Makanya, demi mewujudkan belas kasihan itu, aku berniat membabat timbunan.

Mungkin nggak semua bisa selesai bulan ini, tapi setidaknya aku akan berusaha supaya bisa setengahnya turun ke kamar teman-teman mereka yang sudah dibaca. Untuk itu, niatnya (NIATNYA) aku nggak akan beli buku bulan ini. *duh, kemarin nemu inceran sejak era kolonial*. Aku juga nggak akan ikut-ikutan giveaway *maafkan aku, teman-teman*.  Aku nggak ikut giveaway, memperbesar kesempatan orang lain untuk menang kan? Tapi, kalau ada yang mau ngasih buku, tetap aku terima kok *dilempar cimol*.

Semoga niat bukan sekadar niat. Semoga buku inceran sejak era kolonial itu masih ada bulan depan. Mari kita bersama-sama memberantas timbunan! Wish me luck, guys!

4 komentar:

  1. Disini buku masih pada di kardus, nggak punya lemari lagi. Penuh.

    BalasHapus
  2. Coba ada fotonya seberapa banyak timbunannya. Pengin lihat :D

    BalasHapus
  3. Coba ada fotonya seberapa banyak timbunannya. Pengin lihat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto di atas itu kan sebagian timbunannya. Kalau di foto semua, malu. Hehe.

      Hapus