Jumat, 25 September 2015

To All The Boys I've Loved Before - Jenny Han


- Kebetulan yang Aneh -


Judul buku: To All The Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Editor: Selsa Chintya
Penerbit: Penerbit Spring
Cetakan: Ke-1, April 2015
Jumlah halaman: 380
ISBN: 9786027150515


"Kau harus santai, Lara Jean. Hidup tidak harus terlalu direncanakan. Jalani saja dan lihat apa yang terjadi." - hlm. 131 (Peter to Lara Jean)

Lara Jean suka mengumpulkan banyak benda. Benda-benda yang dikumpulkan bukan benda yang berharga, tapi baginya benda-benda itu bisa memiliki nilai tersendiri. Benda yang paling penting baginya adalah surat-surat cintanya.

Surat-surat itu bukan dituliskan orang lain untuknya, melainkan surat yang ditulisnya untuk cowok-cowok yang pernah mengisi hatinya. Lara Jean tidak pernah berniat mengirimkan surat-sura itu karena semua surat itu adalah pertanda dia akan melupakan perasaannya. Surat-surat itu disimpan di kotak topi pemberian mendiang ibunya. Tidak ada yang mengetahui mengenai surat-surat itu. Totalnya ada lima buah, untuk lima cowok.

Salah satu cowok itu adalah Josh, kekasih Margot, kakak Lara Jean. Mereka putus karena Margot berkuliah di Skotlandia. Kemudian, Lara Jean sadar dia belum benar-benar melupakan Josh.

Semua kejadian itu berlangsung seperti sebuah kebetulan yang aneh. Seperti sebuah tabrakan kereta dalam gerakan lambat. Agar semua masalah bisa menjadi sangat rumit, semua hal harus saling berpapasan dan beradu pada saat yang tepat, atau pada kasus ini, pada saat yang salah. - hlm. 93

Suatu hari, entah bagaimana, surat-surat itu terkirim kepada cowok-cowok itu, termasuk kepada Josh. Demi menyelamatkan harga dirinya, Lara Jean melakukan hal yang sangat spontan. Dia tidak berpikir panjang untuk melakukannya. Dia memanfaatkan Peter Kavinsky, cowok paling tampan dan populer di sekolahnya. Dia pernah menyukai cowok itu dulu dan cowok itu juga sudah menerima surat dari Lara Jean. Pada akhirnya, Lara Jean menyesal.

Keadaaan membuat mereka bisa saling memanfaatkan. Lara Jean menyelamatkan harga dirinya dari Josh dan Peter membuktikan diri kepada mantan pacarnya, Gen. Mereka pun berpura-pura pacaran. Tapi, menjadi pacar Peter tidak mudah. Lara Jean hanya gadis polos yang tiba-tiba terjebak situasi yang rumit.

* * *

Akhirnya aku membuat review buku ini. Ketika membuka-buka kembali halaman demi halaman, butuh usaha keras untuk tidak membaca ulang.  Aku merasa sedang membolak-balik buku kenangan.

Aku sudah menginginkan buku ini sebelum Penerbit Spring menerbitkan terjemahannya. Ketika terjemahan buku ini diterbitkan, aku justru menunda membacanya karena aku ingin membacanya dalam keadaan tenang dan senang. Situasiku saat itu belum memungkinkan. Walaupun begitu, aku mengikuti beberapa giveaway dalam rangka blog tour buku ini dan aku beruntung berjodoh dengan salah satunya. ^^

Hal pertama yang membuatku sangat excited adalah cover yang digunakan sama seperti cover asli. Hanya ada sedikit penambahan untuk informasi penerbit. Aku memang tidak terlalu menyukai cover dengan foto manusia, tapi selalu ada pengecualian. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cover buku ini.

Ketika akhirnya aku melahap habis buku ini, aku tidak tahu bagaimana aku harus mengekspresikan rasa senangku. Buku ini sangat memuaskan. Penantian sekian lama rasanya sama sekali tidak sia-sia. 

Cerita gadis polos yang "terjebak" dengan cowok populer sebetulnya klise, tapi Lara Jean membuatku ikut jatuh cinta. Detail-detail kecillah yang membuat kisah ini manis. Aku tidak akan menceritakan detail-detail itu seperti apa, aku ingin menyimpannya untuk diriku sendiri (aku tertular Lara Jean). Buku ini membuatku ingin kembali ke masa sekolah dan membuat lebih banyak kisah selain belajar.

Ada banyak konflik yang harus dihadapi Lara Jean. Dengan Peter. Dengan Josh. Dengan Margot. Dengan semua orang. Bahkan dengan dirinya sendiri.

Image source: cake-geek, edited by me

Aku juga sangat menyukai hubungan gadis-gadis Song, sebutan yang dibuat Lara Jean dan saudara-saudaranya menggunakan marga ibu mereka. Mereka sangat dekat walaupun ada kalanya mereka bertengkar sampai tak mau bicara bahkan membuat kekacauan satu sama lain.

Terjemahan buku ini sangat membuat nyaman. Tidak semua kata diterjemahkan sehingga tidak ada terjemahan yang tampak memaksa. Sekarang ini kan banyak kata-kata dalam bahasa Inggris yang lebih umum daripada kata-kata dalam bahasa Indonesia-nya. 

Terlepas dari cara pergaulan Barat dan Timur yang masih berbeda (untung saja masih!), aku ingin merekomendasikan buku ini kepada semua orang. Well, mungkin tidak untuk anak kecil sih. 

Sekali lagi, aku sangat menyukai buku ini.

"Ada apa sih dengan cewek dan hujan?" Peter bertanya-tanya.
Aku tak tahu.... Kurasa mungkin karena segala sesuatu terlihat lebih dramatis di bawah guyuran hujan," kataku sambil mengangkat bahu.

Rating:


1 komentar:

  1. Hihi aku juga suka buku ini! Ceritanya ngebuat jatuh cinta >,< Dan... aku udah nggak sabar baca P.S. I Still Love You soalnya ending To All the Boys I've Loved Before gantung banget!

    BalasHapus