Rabu, 30 September 2015

Snicker the Brownie and Other Stories - Enid Blyton



- Once Upon A Time -


Judul buku: Snicker the Brownie and Other Stories
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: Award Publications Limited
Cetakan: Ke-4, 1989
Jumlah halaman: 192
ISBN: 9780861631469


Snicker the Brownie
Snicker sangat jahil. Dia sangat senang menertawakan orang lain. Suatu ketika, dia menjahili kucing-kucing penyihir hingga ekor-ekor mereka lepas. Ekor-ekor tersebut melompat pergi. Penyihir sangat marah dan menyuruh Snicker mengejar ekor tersebut. Ekor-ekor tersebut kemudian masuk ke rumah goblin yang galak.

The Toys Go to the Seaside
Goblin Peeko baru saja membeli sebuah bis. Dia mengajak para mainan ke pantai selagi pemilik mereka pergi. Mereka belum pernah pergi ke pantai. Para mainan pun sangat antusias. Mereka melakukan banyak hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Don't Tell Anyone
George mendapat setelan baju. Dia sangat senang dengan pakaian itu. Dia memakainya untuk acara minum teh bersama Auntie Winnie. Dia juga memakai jam silver-nya. Lalu, dia berjalan-jalan dengan pakaian tersebut. Dia berjanji tidak akan mengotori pakaian tersebut. Tiba-tiba, seorang anak tercebur ke laut dan tidak ada yang menolongnya. George pun langsung menolong anak itu, tetapi pakaiannya basah dan jamnya hilang.

* * *

Buku ini berisi 17 cerita berbeda. Aku pribadi tidak menemukan keterkaitan antar cerita. Tokohnya beragam. Konfliknya beragam. Satu-satunya yang sama adalah selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari setiap cerita.

Aku menemukan buku ini di Perpustakaan Cinta Baca. Aku selalu menyukai Enid Blyton. Aku pernah membaca buku cetakan baru maupun cetakan lama, tetapi selama ini hanya membaca buku-buku terjemahan.

Ketika aku mengunjungin Perpustakaan Cinta Baca, aku menemukan begitu banyak buku lama dan berbahasa Inggris. Walaupun bahasa Inggris-ku belum canggih sekali, menemukan buku lama dengan bahasa aslinya tetap saja menarik. Maksudku, bahasa yang kumengerti, ya. Kalau bahasa asli, tetapi tidak kumengerti, aku pun tidak bisa membacanya.

Membaca buku ini, rasanya seperti didongengkan. Beberapa cerpen diawali dengan "Once upon a time..." dan di akhir dengan kalimat seolah penulis merupakan saksi mata langsung dari cerita tersebut, seperti bagian akhir film Cinderella dan Maleficent.

Beberapa cerita memiliki tokoh utama baik, sedangkan beberapa cerita memiliki tokoh utama nakal. Satu hal yang pasti, setiap cerita selalu memiliki amanat yang mudah dipahami anak-anak. Kalau nakal, pasti mendapatkan ganjaran agar jera. Kalau baik, pasti mendapat ganjaran sehingga mereka bahagia.

Tokoh-tokoh dalam buku ini tidak hanya manusia. Beberapa memang realistis, hanya menampilkan manusia. Beberapa adalah hewan, benda mati, atau pun makhluk mitos. Ada cerita yang menampilkan mainan sebagai tokoh utama dan mainan itu hanya hidup ketika pemiliknya tidak melihat. Cerita itu mengingatkanku pada Toy Story.

Buku ini dilengkapi beberapa ilustrasi. Tidak sebanyak pada buku cerita bergambar, tapi cukup untuk tidak membuat bosan. Walaupun begitu, aku sempat bosan ketika membacanya. Mungkin karena terlalu banyak cerita dalam satu buku, juga karena konflik yang disajikan tidak banyak. Baiklah, aku tahu ini buku anak, tapi biasanya aku mudah menikmati buku anak.

Dari segi konflik, buku ini sudah bisa diberikan kepada anak prasekolah. Mungkin buku ini dimaksudkan untuk dibacakan, bukan untuk dibaca sendiri. Kalau sudah sekolah, mungkin ceritanya akan lebih kompleks. Walaupun begitu, aku kurang mengetahui perkembangan pada zaman itu, jadi aku tidak tahu buku seperti ini diberikan pada usia berapa saat itu. Kurasa, untuk hal ini setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Toh, aku membacanya untuk diriku sendiri di usia...sekian.

Kalau begitu, langsung saja kuberikan rating untuk buku ini.

Rating:



Tulisan ini diikutsertakan pada:

Tema: Sastra Eropa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar