Minggu, 20 September 2015

[Blog Tour] You Had Me at "Hello" - Indah Hanaco


Hello! Terima kasih sudah mampir di blog terakhir dalam rangkaian Blog Tour You Had Me at "Hello". Baca reviewnya dan ikuti giveaway di akhir postingan ini, ya. ^^



- The Best Between The Worst -


Judul buku: You Had Me at "Hello"
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Ke-1, 2015
Jumlah halaman: 354
ISBN: 9786020270050


"Kalau kamu tetap menikah dengan Alistair, kamu akan menyesal. Sangat menyesal. Percaya kata-kataku!"

Gara-gara ulah yang sudah sangat keterlaluan, Ina dan Zora harus berhadapan dengan murka ayah mereka, Navid. Demi membuat kedua anak kembarnya jera, Navid pun membuat hukuman yang tidak pernah dibayangkan keduanya: dijodohkan.

Nasib Zora sedikit lebih beruntung dari Ina karena orang yang dijodohkan dengannya tidak separah orang yang dijodohkan dengan Ina. Martin mungkin memiliki profesi yang menjanjikan, tetapi dia sangat jauh dari kriteria Ina.

Lalu, Ina mengalami kecelakaan, entah karena karma atau takdir. Ina tidak mengalami luka berarti. Sayangnya, kecelakaan itu menyebabkan pengemudi mobil yang ditabraknya dilarikan ke rumah sakit. Ketika hendak menjenguk korbannya, Ina justru terpana dengan mata biru es korban bernama Alistair itu.

Masa muda Ina yang semula dipenuhi kesenangan, tiba-tiba berubah dipenuhi masalah. Perjodohan. Kecelakaan. Dan, seolah semua itu belum cukup membuat pikirannya kusut, orangtua Alistair meminta Ina menikah dengan anak mereka.

Ina yang tidak memiliki banyak pilihan pun akhirnya memilih menikah dengan pemilik mata unik itu. Sungguh aneh seorang pria semenawan Alistair tidak menolak dijodohkan. Alistair dan Ina pun berusaha agar pernikahan yang dimulai dengan cara yang salah itu berhasil. Tak perlu waktu lama bagi Ina untuk benar-benar jatuh cinta pada Alistair. Ketika dia merasa cinta mereka sudah di atas angin, kebenaran alasan Alistair tidak menolak dijodohkan pun terkuak. Hati Ina yang terlanjur terbang tinggi pun jatuh dan menjadi serpihan.

Ina tidak menginginkan apa pun di dunia ini selain dicintai suaminya. - hlm. 275

* * *

Perjodohan adalah sebuah kisah klise, tetapi buku ini menyajikannya dengan cara yang berbeda: menghindari perjodohan dengan perjodohan. Mungkin ini seperti keluar kandang singa, masuk ke kandang buaya, tapi kalau merasa memang tidak ada jalan keluar yang lebih baik, mau tak mau harus memilih salah satunya. Bisa saja buaya sedang berendam sehingga tiada waktu untuk hidup lebih lama.

Ina digambarkan sebagai tokoh yang kurang bijaksana. Dibesarkan dengan keadaan keluarga yang cukup berada dan tanpa seorang ibu membuat dia dan saudara kembarnya terlalu banyak berfoya-foya. Mereka terlalu dimanja oleh Navid. Semua keinginan dipenuhi. Hidup Ina dan Zora dipenuhi kesenangan. 

Saudara kembar diciptakan untuk saling melengkapi, dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dalam hal ini, Ina lebih ekspresif dan impulsif daripada Zora. Ina tidak segan melalukan pembelaan. Ina pun bisa dibilang jarang berpikir panjang sehingga ketika diberi banyak tekanan sekaligus, dia pun membuat keputusan yang bisa dibilang terburu-buru. Saya suka bagaimana suatu sifat tokoh dapat membentuk alur cerita. Kalau Ina terbiasa dengan tekanan, mungkin tidak akan ada kisah semacam ini. Dia tidak akan dengan mengambil keputusan menikah dengan orang yang tidak benar-benar dikenal.

Kedua tokoh utama masing-masing memiliki sifat yang perlahan berubah seiring berjalannya cerita. Hal ini disebabkan kedua tokoh saling memiliki pengaruh. Ini semacam bagaimana sebuah pernikahan dapat membuat seseorang berbeda. 

Alistair awalnya digambarkan sebagai tokoh yang kaku dan irit bicara. Tokoh semacam ini yang menjadi kandidat book boyfriend. Lama-kelamaan dia lebih banyak bicara dan tidak terlalu kaku, bahkan hilang. Hal yang paling menganggu dari Alistair adalah panggilan sayangnya kepada Ina. Saya sempat berpikir, dia mencontoh siapa atau hidup di zaman apa?

Image source: Seattle Weddings Online, edited by me.

Buku ini dibagi menjadi tiga chapter. Chapter pertama menggunakan sudut pandang orang ketiga. Bagian ini berfokus bagaimana Ina mengambil keputusan dan segala situasi yang memengaruhinya. Chapter kedua menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Ina. Bagian ini berfokus pada penjajakan hubungan Ina dan Alistair. Chapter ketiga menggunakan sudut pandang orang ketiga. Bagian inilah yang dipenuhi badai.

Ketika konflik utama selesai, saya sempat berpikir apa lagi yang akan diceritakan buku ini? Masih tersisa banyak halaman. Saya lupa masih ada masalah sampingan yang belum selesai karena sepertinya hal itu tidak lagi menjadi masalah. Masalah sampingan inilah yang menjadi pereda konflik selanjutnya.

"Ina bukan rumahku, Ina," ralat Alistair.  - hlm. 135

Hal yang menjadi favorit saya bukan alur cerita, bukan juga tokoh, melainkan latar. Saya menyukai rumah Alistair. Rumah itu memiliki konsep terbuka, dengan dikelilingi kaca. Atapnya pun kaca, dilengkapi penutup yang bisa dinaik-turunkan hanya dengan satu tombol. Rumah itu seperti salah satu konsep rumah yang saya inginkan. Saya keduluan Alistair. 

"Oh ya, sebelum aku lupa, jangan bilang ini rumahku. Sekarang. ini rumahmu juga. Rumah kita."- hlm. 137

Adegan per adegan dalam buku ini bisa dikatakan cepat. Walaupun buku ini bertema pernikahan, saya rasa buku ini tidak memiliki deskripsi atau adegan berlebihan. Cukuplah sepasang mata biru es yang membuat Ina terpesona. Saya membacanya dengan aman sentosa.

Buku ini cukup tebal, tapi tidak terasa ketika membolak-balik halaman. Gaya penulis menyegarkan dan banyak bagian berlangsung cepat sehingga tahu-tahu saya sudah sampai pada bagian akhir.

Jadi, rating untuk buku ini adalah:



* * *

GIVEAWAY


Mau tahu juga kan kelanjutan kisah Ina dan Alistair? Ada 1 (satu) buku You Had Me at "Hello" ber-ttd Mbak Indah Hanaco. Caranya ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Follow blog ini via GFC, email, atau Bloglovin.
  2. Follow Twitter @IndahHanaco dan @afifahmazaya.
  3. Share info giveaway ini di media sosial, mention @IndahHanaco dan @afifahmazaya dan gunakan hashtag #YouHadMeAtHello.
  4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan format nama, akun twitter, link share, jawaban. Jawab semenarik mungkin karena pemenang dipilih berdasarkan jawaban paling menarik. ^^
  5. Pertanyaan: Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat.
  6. Giveaway ini berlangsung dari 20-24 September 2015. Pengumuman tanggal 25 September 2015
May the odds be ever in your favor.

29 komentar:

  1. Lois Ninawati
    @_loisninawati
    https://mobile.twitter.com/_loisninawati/status/645362387663454208?p=v
    Jawaban : kalau aku, nggak percaya sama yang namanya cinta pada pandangan pertama. Karena, gak ada yang namanya cinta itu langsung, apalagi sama orang yang baru pertama bertemu. Kalau namanya cinta itu, awalnya gk kenal, terus semakin deket, terus, semakin deket, barulah timbul yang namanya cinta. Jadi, jawabannya, aku gak percaya sama yang namanya cinta pada pandangan pertama :)

    BalasHapus
  2. nama : pramestya
    akun twitter : @p_ambangsari
    link share : twitter.com/p_ambangsari/status/645395087006916608

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat

    jawaban :

    Aku percaya, tapi kurang setuju. Kadang orang lain ada yg mengalaminya, biasanya dia udah kenal tapi belum pernah ketemu. Lewat ta'aruf contohnya. Sebelumnya cuma bisa kenalan, ngobrol, saling memahami, tanpa tau bentuk fisik. Lalu dia jatuh cinta karena kepribadiannya.

    Kemudian mereka bertemu, dan timbullah cinta pada pandangan pertama. Bisa aja, tapi menurutku itu malah menjurus ke nafsu bukan cinta. Terlalu terbutakan oleh kesempurnaan fisik.

    BalasHapus
  3. Nama : seffi
    twitter : @seffiii
    https://mobile.twitter.com/seffiii/status/645423263955316736

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat.

    Jawaban : kalau aku sih percaya, karena pertama jatuh cinta berawal dari mata baru turun ke hati. Bukan karena fisik, terkadang dari mata kita bisa liat kesungguhan nya. Mata dan hati itu kadang mempunyai penilaian yg sama :)

    BalasHapus
  4. Nama : Evi Dwi Puspitasari
    Twitter : @littleephie
    Link : https://twitter.com/littleephie/status/645458056168402944

    "Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat.

    Tidak, menurutku pada pandangan pertama adalah rasa suka. Semacam rasa kagum yang membuat kita penasaran untuk lebih mengenal "dia'. Barulah setelah kita mulai mampu mengenal dia, kita bisa menilai karakternya lebih jauh. Dan kalau memang ada kecocokan, kesesuaian kriteria pasangan yang kita harapkan, maka dengan sendirinya perasaan cinta itu akan muncul. Perasaan suka yang berkembang menjadi cinta. Jadi, tidak ada cinta pada pandangan pertama. Yang ada "suka pada pandangan pertama".

    BalasHapus
  5. Nama : Eka Sulistiana
    Twitter : @ekasulistiana24
    Link share : https://twitter.com/ekasulistiana24/status/645521440775671808
    Jawaban :
    Aku percaya, karena hati orang berbeda-beda. Ada yang dengan mudah bisa langsung jatuh cinta, ada yang begitu sulit untuk bisa merasakan cinta. Namun, sebaiknya kita jangan terburu-buru menafsirkan bahwa perasaan yang membuat hati berdesir pada pandangan pertama itu adalah cinta. Karena sesungguhnya, butuh waktu dan bukti yang kuat untuk menarik kesimpulan bahwa itu adalah cinta. Seringkali, yang timbul pada pandangan pertama itu hanya berupa rasa kagum ataupun suka. Belum sampai pada perasaan yang namanya cinta. Untuk mencintai seseorang, tak cukup dengan hanya memandang fisiknya. Yang kita butuhkan adalah hatinya. Tepatnya, aku percaya pada suatu perasaan yang timbul akibat pandangan pertama, yang akhirnya berujung menjadi cinta.

    BalasHapus
  6. Nama : Naelil M
    Akun twitter : @Naelil_ID
    Link share : https://twitter.com/Naelil_ID/status/645578853444882432
    Jawaban :

    Saya percaya ada cinta pada pandangan pertama karena apa yang paling mengesankan itu adalah yang pertama kali kita lihat pada diri seseorang. Misal nih saya kemarin dalam perjalanan ke fakultas, ketika sedang bersenda gurau dengan teman, melihat seorang mahasiswi tuna netra yang tidak sengaja menjatuhkan tongkatnya ke jalan. Karena ia berdiri nyaris ke jalan raya, tangannya meraba-raba tongkatnya dan ada mobil yang hendak menuju ke arahnya. Saya buru-buru berlari menghampiri mahasiswi tersebut dengan tujuan untuk mengambilkan tongkat dan mengantarkannya ke tepi jalan. Eh ketika tangan saya nyaris menggapai tongkatnya, seorang mahasiswa turun dari mobil tadi dan di posisi sama dengan saya. Itu beneran loh kejadiannya. Jujur, saya terkesan akan sikapnya menghentikan laju mobil dan turun untuk menyelamatkan mahasiswi itu. Bisa aja dong saya jatuh cinta padanya, pada pandangan pertama, karena terkesan dengan sikap mulianya. Saya pikir cinta itu soal magnet karena orang jatuh cinta pada orang yang berbeda-beda, baik di pandangan pertama ataupun kesekian. Kalau saya dan mahasiswa tadi memiliki magnet, bisa jadi cinta itu akan tercipta pada pandangan pertama. Karena cinta pada pandangan pertama itu ada. Tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya. Yaitu magnet. Hoho

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. nama. septa anggara
    twitter. @seivtha
    link. https://twitter.com/seivtha/status/645638109334405120

    nggak terlalu percaya ya. karena bagiku di pandangan pertama itu yang muncul adalah rasa suka dan kekaguman, masih jauh dari cinta. Tapi jika ada pernyataan bilang pandanga pertama merupakan awal dari cinta itu mungkin saja. karena rasa suka dan kekaguman diawal pasti akan membawa cinta itu dengan sendirinya

    BalasHapus
  9. Nama : Yanti
    Akun twitter : https://twitter.com/NelyRyanti
    Link Share : https://twitter.com/NelyRyanti/status/645633225893658625

    Saya percaya, pada cinta pandangan pertama. Terkadang hati dapat merasakan sesuatu yang berbeda, yang tidak biasa, pada saat pertama bertemu atau berpandangan dengan seseorang. Bukan berarti cinta yang bertemu muka karena paras fisik yang cantik atau ganteng atau cinta karena nafsu. Tetapi hati lah yang berbicara . Sehingga dalam islam ada aturan laki-laki dan perempuan agar saling menundukan pandangan, karena memang pandangan dapat menyebabkan jatuh cinta

    BalasHapus
  10. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Link Share :
    https://twitter.com/VelikaNatalia/status/645677363653554176?s=09

    Umm percaya!! Percaya aja apa Percaya banget? Ya jelas percaya aja...

    Yupssss alasan dan penjelasannya :
    1. Cinta pandangan pertama ibarat, untuk pertama kali lihat/bertemu suka dengan paras dan gimik lawan bicara. Dari sisi penglihatan dan pendengaran. Cie pas ini pasti deg2 an banget.
    2. Karna kagum muncul rasa untuk ingin mendekati dan ingin tahu siapa sih dia lebih lanjut. Dari situ deh muncul benih-benih rasa sayang yg singkatnya cinta.

    Share aja... Ada lagunya juga tu dari RAN reff pertamanya nampol ati (♡○♡)~~

    Terimakasih sudah membaca :D.
    #YouHadMeAtHello

    BalasHapus
  11. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    https://twitter.com/LiebeIs0503/status/645752968143237120


    Cinta Pada Pandangan Pertama? aku ngak percaya kalau mengenai kisah nyata. Jelas itu hanya nafsu mata yang meracuni pikiran saja, membuat bayangan atau khayalan yang berlebihan sehingga mengakibatkan jantung serta hati jadi berdetak dan berdesir tak karuan.
    Tapi kalau nanya lagu saya percaya, karena memang ada dua yang pernah saya dengar. Lagunya, yaitu RAN sama SLANK ft Nirina ^^

    BalasHapus
  12. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/645790629008551937

    Pertanyaan: Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"?

    Jawaban:
    Aku percaya pada hal nyata yang pernah aku alami.
    Karena aku belum pernah ngalamin yang namanyanya "cinta pada pandangan pertama", jadi aku gak percaya.
    Ada yang bilang cinta datang tidak mengenal waktu dan orang, cinta juga tidak bisa dipaksa, cinta datang dengan sendirinya. Tapi Cinta itu kan butuh proses, dari melihat jadi tertarik, lalu mengenal lebih dekat, baru deh tumbuh cinta.
    Aku sih lebih percaya "suka pada pandangan pertama", karena sering ngalamin hehe...

    BalasHapus
  13. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Link Share : https://twitter.com/afikayulia/status/645805946719961088

    Jawaban :

    "Cinta pada pandangan pertama" aku tidak yakin mempercayainya. Karena buatku pribadi, berdasarkan pengalamanku juga, aku butuh proses bla bla bla, melalui proses tersebut aku baru bisa menyimpulkan cinta atau tidaknya pada seseorang. Kalau pertamakali melihat seseorang, paling tidak hanya "Lihat deh senior itu ganteng ya? Kira-kira udah punya pacar blm ya?" Ya hanya sekadar becandaan aja sih sama temen :D

    BalasHapus
  14. Nama: Eni Lestari
    Akun twitter: @dust_pain
    Link share: https://twitter.com/dust_pain/status/645857936799981568

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"?

    aku gak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. kalo pun ada yang merasakannya, sebenernya itu lebih ke tertarik karena penampilan fisik. seperti artikel yang pernah kubaca, ketika melihat seseorang dengan kriteria yang didambakan, maka tubuh akan dibanjiri berbagai macam hormon yang bikin seseorang merasa 'sesuatu'', seperti berdebar, bingung, gak fokus, pokoknya gejolak emosi yang gak seperti biasanya terhadap seseorang. karena merasakan sesuatu yang berbeda itulah, rancu dibilang cinta pada pandangan pertama. padahal sebenernya sih bukan. itu karena reaksi kimia dalam tubuh aja. menurutku, kalo cinta lebih dari itu. cinta itu ketika sudah mengenal seseorang, baik kelebihan dan kekurangannya. cinta butuh waktu, gak cuma sebentar. makanya gak bisa sekonyong2 bilang cinta pada pandangan pertama. yah, menurutku sih gitu :)

    BalasHapus
  15. Nama : Muhammad Ichsan
    Twitter : @ichsan_kaira
    Link Share :
    https://twitter.com/ichsan_kaira/status/645873153558753281

    Jawaban : Saya percaya cinta pandangan pertama, cinta ini diawali saling suka dan saling cinta yang berawal dari mata turun ke hati, cinta pandangan pertama tidak bisa dilupakan dari hidupku.

    Dulunya aku malu-malu hanya bisa memandang sih dia di foto saja lalu aku cari tau rumahnya dimana, lalu aku cari tau makanan kesukaanya apa, diam-diam aku ke rumahnya tanpa sepengetahuan dia tau aku bawa makanan favoritnya dengan seuntai bunga dan cokelat lalu ku ku tulis puisi tiap hari ku rutin mengirimnya lalu membuat dia penasaran dengan diriku lalu pada hari aku menembak dia kusiapkan petunjuk sebuah surat-surat ini ku taruh dirumah, lalu kutaruh petunjuk di tembok-tembok di dekat rumahnya ditempat yang sudah ku persiapkan untuk menembak cinta dia kalo aku suka dia, lalu ku ucapkan kalo aku cinta dan suka sama dia dengan sebuah puisi cinta itu cinta pada pandangan pertama yang aku rasakan.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/646156740682092544

    Saya percaya ada cinta pada pandangan pertama krn setiap orang punya kemistri dan inner beauty dalam dirinya dan jika kemistri dan inner beauty nya terpancar, terkadang itu yang bisa membuat kita langsung jatuh cinta ketika pertama kali melihatnya... ^^

    Thank You ... :)

    BalasHapus
  18. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/646203311851376640

    Aku kurang setuju dengan pernyataan cinta pada pandangan pertama, mungkin yang ada adalah ketertarikan pada pandangan pertama. Kalau cinta itu menurutku terjadi karena melalui sebuah proses dan repetisi atau pengulangan. Sesuatu yang ditekuni atau terus menerus diikuti akan menumbuhkan rasa kecintaan. Sedangkan kalau tertarik itu melibatkan perasaan kagum yang cenderung berupa nafsu.
    Menurutku, yang terjadi ketika cinta pada pandangan pertama itu adalah ketertarikan. Dengan tertarik, kita pasti akan berusaha mengenal, mencari tahu tentang yang kita sukai sehingga nantinya menumbuhkan rasa cinta.

    BalasHapus
  19. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/646203311851376640

    Aku kurang setuju dengan pernyataan cinta pada pandangan pertama, mungkin yang ada adalah ketertarikan pada pandangan pertama. Kalau cinta itu menurutku terjadi karena melalui sebuah proses dan repetisi atau pengulangan. Sesuatu yang ditekuni atau terus menerus diikuti akan menumbuhkan rasa kecintaan. Sedangkan kalau tertarik itu melibatkan perasaan kagum yang cenderung berupa nafsu.
    Menurutku, yang terjadi ketika cinta pada pandangan pertama itu adalah ketertarikan. Dengan tertarik, kita pasti akan berusaha mengenal, mencari tahu tentang yang kita sukai sehingga nantinya menumbuhkan rasa cinta.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Nama: Ramadhanul Fitri Mardas
    Akun twitter: @ramadhan_rae
    Link share : https://twitter.com/ramadhan_rae/status/645743635384958980

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat.

    Jawaban : sebenernya percaya ga percaya sih sama cinta pada pandangan
    pertama. Tapi pendapat aku lebih menjorok ke ga percaya. Kenapa?
    Pertama karena aku ga pernah ngerasain itu. Yang benar saja. Kedua
    karena cinta pada pandangan pertama hanya ada di film, iklan, drama,
    sinetron dan lagu. Buku juga ada kan ya? Yah tidak bisa dipungkiri.
    Ketiga karena setiap aku ngeliat cowo keren sekilas pandangan pertama
    itu tuh ga terjadi apa-apa, akunya terus jalan dan cowonya menghilang
    entah kemana. That's it. Cerita selesai -_-

    BalasHapus
  22. Nama : Fitra Aulianty
    Twitter : @fira_yoopies
    Link Share " https://twitter.com/fira_yoopies/status/646569977152036864

    Jawaban : Agak kurang logis sih sebenarnya kalau percaya sama cinta pada pandangan pertama. Karena sebenarnya cinta berani berkorban buat orang yang dicintainya, jadi gimana caranya kita berkorban sementara kita belum kenal sama sekali? Kemungkinan besar yang ada dalam pandangan pertama itu cuma kekaguman, seperti kagum dengan sifatnya atau wajahnya. Tapi tetap penasaran juga sama cerita-cerita pandangan pertama, ada gak sih yang jadi nyata? ^^

    BalasHapus
  23. Nama : Melly
    Twitter : @melfeyadin
    Link : https://twitter.com/melfeyadin/status/646580819696336896

    Saya percaya ada cinta pada pandangan pertama. Karena makna cinta itu sendiri luas banget artinya. Karena perasaan cinta itupun nggak cuma untuk seseorang atau mahluk hidup saja. Tapi untuk semua yang ada di bumi ini.

    BalasHapus
  24. Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter : @Rany_Dwi004
    Link Share : https://twitter.com/Rany_Dwi004/status/646646955888631808

    Apa yang kamu percaya ada “cinta pada pandangan pertama”?
    Percaya, karena aku sendiri pernah mengalaminya. Cinderella saja bisa jatuh cinta pada seorang pangeran tak dikenal dalam semalam. Pangeran Phillip juga rela melawan naga untuk membangunkan Aurora, si Putri Tidur, meski baru bertemu beberapa kali. Lihat, kan? Dalam waktu singkat, cinta itu bisa tumbuh di saat yang tak terduga. A Love at First Sight. Karena memang, menurutku pertemuan pertama itu mempengaruhi persepsi kita tentang seseorang juga.

    BalasHapus
  25. Nama :Dini Auliana Putri
    Twitter :@Dini_AP28
    Link share :https://twitter.com/Dini_AP28/status/646708344908976128

    Jawaban: Percaya. Karena tidak ada yg tidak mungkin saat Tuhan sudah berkehendak.

    BalasHapus
  26. Shiela Hartiningtyas
    @ruth_shiela
    Link share : https://twitter.com/ruth_shiela/status/646954525094350848

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat

    Ya, aku percaya, karena aku telah mengalaminya sendiri.
    Saat itu, beberapa tahun yang lalu, ketika aku baru saja masuk bekerja di tempat kerjaku sekarang ini,aku berkenalan
    dengan seorang pria. Kebetulan pria itu juga baru saja masuk bekerja, namun ia bekerja di bagian lain (aku di bagian farmasi, ia bagian keuangan).
    Karena sesuatu hal mengharuskan ia untuk mampir ke bagian farmasi.
    Nah, disitulah aku dan dirinya berkenalan (tepatnya dikenalkan oleh seniorku).
    Setelah itu aku merasa biasa saja, tidak ada yang spesial.
    Namun beberapa bulan kemudian, ia mampir kembali ke bagian farmasi.
    Kali ini, bisa dibilang ia hampir rutin selalu mampir ke farmasi. Namun ini karena bagian tempatnya bekerja
    mengharuskan ia untuk mengambil nota perincian obat di bagianku.
    Karena hal itu, membuat kami jadi beberapa kali mengobrol.
    Dari obrolan itu, kami jadi tahu bahwa kami berdua memiliki hobi yg sama, yaitu membaca komik.
    Akhirnya dari situ kami jadi akrab dan beberapa kali pernah bertukar komik.
    Eh, tidak tahunya selang beberapa waktu, ia malah menembakku.
    Sebenarnya saat itu aku belum memiliki perasaan padanya, namun aku merasa tidak ada salahnya mencoba.
    Akhirnya kami pun jadian. Dalam beberapa kesempatan, aku menanyakan padanya, kenapa ia bisa menyukaiku.
    Padahal menurutku aku biasa saja.
    Dan ia pun menjawab, bahwa ia sudah menyukaiku pada saat pertama kali berkenalan.
    Tentu saja aku kaget. Aku yg tadinya tidak percaya menjadi percaya akan adanya cinta pada pandangan pertama itu.
    Sekarang pria itu masih menjadi pacarku dan rencananya tidak lama lagi kami akan menikah.:)
    Bagaimana denganmu? Apakah kamu pernah merasakan love at the first sight?

    BalasHapus
  27. Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    Link share : https://twitter.com/angels_rutherfo/status/646955883285446656

    Menurutku agak sulit jika harus mengatakan cinta pada pandangan pertama.
    Ini karena menurutku ketika seseorang bertemu dengan lawan jenis yang ia sukai, pasti yang
    dilihat pertama kali adalah penampilan fisiknya. Entah apakah dia ganteng/cantik.
    Sedangkan cinta itu bukan hanya dilihat dari fisiknya semata.
    Kalau sudah begitu, bisa dibilang aku kurang setuju dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama.
    Karena menurutku butuh proses dan waktu agar kita bisa mencintai seseorang.
    Namun bukan berarti cinta pada pandangan pertama adalah tidak mungkin.
    Ini akan jadi mungkin ketika perasaan suka yang kita lihat lewat mata mampu turun ke dalam hati.:)

    BalasHapus
  28. Nama: Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    Link share: https://twitter.com/Thia1498/status/646982424941887489

    Apakah kamu percaya ada "cinta pada pandangan pertama"? Jelaskan dengan singkat.

    Tidak, aku pernah suka dengan orang ketika pertama kali melihatnya, tapi ketika aku pahami lagi perasaan itu, ternyata itu bukan cinta, itu hanya sebatas kagum dengan apa yang kita lihat. Cinta tumbuh seiring berjalan nya waktu ketika kita selalu dengan dia. Rasa kagum diiringi dengan kebersamaan itulah yang akan menjadi cinta, itu yang aku percaya.

    BalasHapus
  29. Nama: Leny H
    twitter: @Lenny66677291
    link share: https://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/646988725340114944?p=v
    iya aku percaya, ketertarikan itu ada karena kesan yg baik saat pertama kali bertemu. Karena ketertarikan itulah akhirnya jadi cinta. Cinta turun dari mata lalu baru terasa dihati.

    BalasHapus