Sabtu, 01 Agustus 2015

[Opini] Amanat dalam Komik Jepang



Tema Opini Bareng bulan ini adalah amanat. Saya langsung kepikiran amanat dalam komik Jepang.

Orang-orang yang sering stalking saya (emang ada?) pasti tahu saya suka banget komik Jepang. Sebagian besar komik yang saya suka adalah shounen atau komik cowok. Saya suka komik cowok karena . . . karena apa, ya? Ya suka saja. Cinta tak butuh alasan. :P

Setelah mengarungi beragam komik, ada satu kesamaan yang hampir selalu ada dalam setiap komik, khususnya komik cowok. Tokoh utama sering kali memiliki tujuan yang besar. Entah itu menjadi pemimpin, memenangkan kejuaraan, atau lainnya. Tokoh utama kadang dibuat tidak memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi memiliki semangat pantang menyerah.

Semangat Pantang Menyerah

Pantang menyerah sebelum berperang.

Rintangan sudah pasti banyak ditemukan si tokoh utama. Entah dalam bentuk selalu kalah dalam pertandingan awal, dikucilkan, saingan yang sangat hebat, atau hal-hal lainnya. Tokoh utama akan selalu berusaha menjadi lebih baik. 

Sebenarnya, tak jarang proses yang dilalui tokoh utama untuk menjadi lebih baik tidak terlalu ditonjolkan. Walaupun begitu, tetap saja ada amanat yang bisa diambil. Tokoh utama tidak akan menyerah dalam pertarungan, sekali pun lawannya terkenal sangat kuat. Tokoh utama mungkin akan kalah, tapi pada akhirnya, tokoh utama tetap memiliki semangat untuk pertarungan di kemudian hari.
Di beberapa kasus, kalah bukanlah pilihan. Apa pun yang terjadi, menang adalah keharusan. Biasanya, ini terjadi untuk membela sesuatu yang sangat berharga. Dari mana tokoh utama bisa mendapatkan kekuatan? Bayangkan saja, orang yang paling ditakuti pun bisa dikalahkan tokoh utama.

Teori Ikatan

Teman dan keluarga memberi kekuatan.

Kekuatan dahsyat yang tiba-tiba bisa didapat dari teman-teman, keluarga, desa, guild, sekolah, dan sebagainya. Keinginan untuk melindungi yang memberi kekuatan pada mereka. Inilah yang saya sebut teori ikatan. Bedanya dengan teori ikatan kimia, ikatan untuk melindungi tidak terpaut seberapa banyak yang ingin dilindungi. Kalau ikatan kimia kan semakin banyak suatu atom berikatan, semakin lemah ikatannya (kalau nggak salah. Hehe). Di komik, ikatan yang kuat menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Hmmm... mungkin ini seperti pahlawan kemerdekaan kita. Senjata penjajah jauh lebih canggih, tapi pada akhirnya para pahlawan bisa membalikkan keadaan. Anyway, sebentar lagi film animasi Battle of Surabaya tayang loh. Jangan lupa nonton, ya! *Numpang promosi*

Teori ikatan juga bisa ditemukan pada shoujo alias komik cewek. Biasanya, ini berlaku pada lingkaran persahabatan. Komik cewek yang saya baca, umumnya adalah yang realistis. Semangat pantang menyerah pun bisa muncul dalam cerita, seperti dalam menghadapi ujian sekolah atau menggapai cita-cita. 

Memang bukan hanya komik Jepang yang memiliki amanat-amanat semacam itu, tapi saya merasa lebih mudah menangkap amanat dari komik Jepang, lebih gereget. Belum lagi, ketika komik yang saya baca dibuat versi anime, amanat yang diberikan semakin mudah memengaruhi saya. So, membaca komik dan menonton anime tidak buruk kan? Selama tidak berlebihan. ^^

3 komentar:

  1. Makk, kalo bener suka komik, baca komik shounen ai juga donk.. Hihihii.. Aku pernah makk, bishounen dan shounen ai seneng banget.. Ceritanyaaa.. Tentunya selain conan, bleach, dll.. Kalau komik dalam negeri, aku kurang suka.. Hehehe

    BalasHapus
  2. wah,,, kelihatan sukanya fairy tail nih

    selain itu sebenarnya masih banyak kok
    tapi dua inilah kayaknya yang jadi poin utama tiap ceritanya

    BalasHapus
  3. Wahhh... suka komik Jepang ya? Aku juga suka. Tapi bacanya yang kayam Detektif Conan.

    BalasHapus