Sabtu, 22 Agustus 2015

Kelopak Bintang - Indri F.R.


- Karena Bintang Memiliki Banyak Sisi - 

Judul buku: Kelopak Bintang
Penulis: Indri F.R.
Penyunting: Agnes P.A. Simamora
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: Ke-1, 2007
Jumlah halaman: 169
ISBN: 9797801012


Ternyata lebih indah mencintai dengan tulus, daripada dengan menggebu-gebu. - hlm. 42

Dissa menemukan cinta pertamanya ketika SMA. Di SMA juga cinta pertama itu berakhir. Lalu, Dissa pun jatuh cinta untuk kedua kalinya. Tidak seperti cinta pertamanya yang dimulai dengan hal-hal romantis, cinta kedua ini dimulai dengan hal yang biasa. Orang yang bisa membuat Dissa jatuh cinta lagi adalah adik kelasnya, Afra. Dissa pun melakukan hal-hal yang biasa dilakukan seorang secret admirer dengan mengatasnamakan sahabatnya, Renith.

Ketika lulus, Dissa belum bisa melupakan Afra. Sayangnya, Afra sudah menjadi playboy. Walaupun demikian, Dissa tetap menaruh hati pada Afra.

Lalu, mereka pun jadian di bawah langit malam. Tamat? Belum.

Pengejaran yang lama tidak lantas membuat masa-masa berpacaran mereka selalu indah. Banyak hal membuat Dissa ragu. Dissa bahkan pernah mendapati Afra nyaris mencium cewek lain. Ketika mendapati Dissa dengan cowok lain di hari Valentine, Afra pun dengan mudahnya merelakan. Kisah mereka naik-turun, dan ada masa ketika turunan yang mereka hadapi sangat curam.

Mengapa harus ada perlu dulu jika ingin bertemu? Seandainya rindu adalah sebuah keperluan. - hlm. 52

* * *

Saya memilih buku ini di antara sekian banyak buku di perpustakaan kota karena satu alasan: tipis. Saya ingin membaca buku yang bisa selesai sekali baca di perpustakaan, tanpa perlu membawanya pulang. Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun sebelum membaca buku ini, tidak juga berusaha mencari tahu tentang buku ini atau pun penulisnya, dan hal itu memberikan keuntungan tersendiri.

Saya menikmati buku ini dari awal hingga akhir. Saya menyukai bagian awal yang menceritakan Dissa yang sedang mengenang masa SMA-nya di depan sekolah pada hari kelulusan. Flashback Dissa ini cukup runut mulai dari awal masuk, awal persahabatan, hingga menemukan orang yang membuatnya jatuh cinta.

Buku ini tipis, tapi padat isi. Konflik terbagi sebelum Dissa dan Afra berpacaran dan setelahnya. Usaha-usaha yang dilakukan Dissa untuk mendapatkan Afra pada akhirnya seolah bisa dihapus begitu saja ketika mereka berpacaran dan Afra justru membuat Dissa ilfeel (ilang feeling).

Begitu kan yang namanya pacaran? Sebelum jadian, semua tampak indah, semua kejelekan tampak bisa dimaklumi. Ketika sudah jadian, mudah sekali untuk kecewa. Kalau kata orang, lebih sulit mempertahankan daripada mendapatkan.

Jujur saja, kalau dipikir-pikir, konflik Dissa dan Afra terlalu drama untuk ukuran hubungan mahasiswa baru dan anak SMA. Walaupun begitu, penulis membuat konflik mereka terasa sah-sah saja terjadi pada anak sekolah sekali pun. Siapa pun bisa memiliki kisah cinta berliku, tidak peduli berapa usia mereka. 

Satu hal yang menganggu pikiran saya adalah Afra yang mempercayai bintang jatuh dan memulai istilah "kelopak bintang". Afra kelihatannya nakal, tapi tahu-tahu dia mengejar bintang jatuh. Kalau adik saya, yang sekarang seusia Afra, berkelakuan seperti itu, saya akan menjadikannya bahan lelucon.

Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama dari Dissa. Beberapa kejadian yang tidak Dissa lihat secara langsung, diceritakan olehnya seolah dia telah diceritakan oleh orang lain. Hal ini mengurangi kejutan, tapi juga mengingatkan bahwa di saat kita berpikir negatif, kita tidak tahu keadaan yang sebenarnya sedang terjadi.

Kadang kala kita memang sering menunjuk orang lain atas kesalahan yang kita lakukan sendiri. Menyakiti tanpa menyadari. Kemudian berharap orang yang kita sakiti itu untuk meminta maaf lebih dulu. - hlm. 163

Saya merasa beberapa bagian dari buku ini melompat-lompat. Satu halaman yang semula menceritakan kejadian hari ini, tiba-tiba menceritakan kejadian minggu depan tanpa ada pembatas. Untungnya, kesederhanaan cara penuturan dalam buku ini menjadikan gaya bercerita semacam itu mudah ditangkap. 

Secara keseluruhan, saya menyukai kisah Dissa dan Afra. Satu kisah lagi di dunia fiksi tentang cinta masa muda. 3 Happy untuk buku ini.

Rating:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar