Jumat, 21 Agustus 2015

Alvin Ho: Alergi Terhadap Berkemah, Hiking, dan Aneka Bencana Alam - Lenore Look




- Si Penakut Bertualang -

Judul buku: Alvin Ho: Alergi Terhadap Berkemah, Hiking, dan Aneka Bencana Alam
Penulis: Lenore Look
Ilustrasi: LeUyen Pham
Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Ida Wajdi
Penerbit: Atria
Cetakan: Ke-1, Mei 2011
Jumlah halaman: 202
ISBN: 9789790244702


Tempat-tempat kecil dan sempit membuatku sulit bernapas dan mong cha cha, yang dalam bahasa Cina artinya kepalaku menjadi pusing. 

Alvin Ho adalah anak yang sangat penakut. Hal-hal yang dia takutkan meliputi . . . nyaris segalanya! Dia takut kata-kata yang panjang, tanda baca, bencana alam, ruang sempit, dan hal-hal lain yang kalau disebutkan akan membentuk daftar yang sangat panjang. Alvin memiliki seorang kakak bernama Calvin yang menurutnya bisa memberikan nasihat-nasihat yang bagus dan seorang adik bernama Anibelly yang sangat berbeda darinya. Alvin pun memiliki teman-teman di sekolahnya. Kalau dia tidak sangat penakut, dia akan seperti anak biasa.

Suatu hari, ayah Alvin menggagas ide berkemah. Hanya Alvin, ayahnya, dan alam liar. Tentu saja hal ini membuat Alvin takut. Dengan bantuan Calvin, Alvin pun membeli peralatan-peralatan berkemah modern yang mungkin bisa membantunya menghadapi alam liar. Dia pun menerapkan tips berkemah  a la Paman Dennis. 

“Mengenal dan menghargai alam adalah kunci untuk selalu bisa berhasil melakukan berbagai penemuan seumur hidup.” – Ayah Alvin (hlm. 44)
 
* * *

Ketika membeli buku ini, saya tidak tahu bahwa buku ini adalah buku kedua dari seri Alvin Ho. Saya bahkan tidak tahu Alvin Ho adalah buku berseri. Untungnya, Alvin kembali memperkenalkan dirinya di buku ini. Setiap buku dalam seri ini sepertinya menceritakan ketakutan-ketakutan Alvin pada hal tertentu.

Saya mengira akan mendapati cerita tentang seorang anak yang introvert, tapi Alvin tidak introvert. Di sekolah, Alvin berteman seperti anak biasa. Mungkin dia tidak bergaul sebaik anak lain, tapi dia tidak di-bully. Dia pun memiliki teman baik bernama Flea, yang secara fisik tidak sempurna, tetapi hidup dengan normal.  

Buku ini sangat ringan dan bisa dibaca oleh semua usia. Tulisannya cukup besar sehingga sangat jelas. Tedapat beberapa ilustrasi lucu sehingga menambah daya tarik buku ini. 


Buku ini menjadi pengingat bahwa anak-anak sangat menyukai segala sesuatu yang menurutnya keren, misalnya Paman Dennis. Bagi orangtua, dia mungkin bukan orang dewasa yang patut dijadikan contoh, tapi bagi anak-anak, Paman Dennis adalah orang yang luar biasa. 

Latar dalam buku ini adalah Concord, Massachussetts (betul kata Alvin, ini susah dieja!), Amerika Serikat, tapi penulis memberikan gambaran bahwa dunia anak selalu sama di mana pun. Penuh imajinasi. Dalam hal ini, imajinasi Alvin berlebihan ke arah negatif sehingga dia takut banyak hal. Penulis menunjukkan ada banyak hal yang bisa ditakutkan, tapi ketakutan selalu bisa ditaklukan dan kadang caranya sederhana. 

“Seorang pahlawan adalah orang yang bersedia menghadapi rasa takut.” Ayah Beaufeuillet (hlm. 165)

Saya menyukai pengetahuan yang diberikan buku ini bahwa anak SD di sana sudah bisa melakukan banyak hal. Bahkan, Anibelly yang berusia 4 tahun sudah bisa berkemas sendiri dan membuat tongkat serbaguna yang sebenarnya tongkat yang diikat dengan berbagai benda. 

Saya cukup menikmati buku ini. Sayangnya, saya menemukan ukuran tulisan yang berbeda beberapa kali, seperti pada halaman 45 dan 177. Saya tidak tahu sebenarnya itu sengaja atau tidak mengingat banyaknya tulisan dengan bentuk huruf dan ukuran berbeda di buku ini, tapi sepertinya itu bukan kesengajaan karena masih berada dalam percakapan.

Secara keseluruhan, saya menyukai buku ini sebagai bacaan yang tergolong camilan penahan lapar. Saya memberikan 4 Happy untuk buku ini.

Rating:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar