Selasa, 30 Juni 2015

[Opini] Setting dalam Cerita



Setting atau latar adalah salah satu unsur penting untuk menguatkan cerita. Terdapat setting fisik maupun sosial, mungkin ada setting-setting lainnya juga, saya masih kurang paham tentang macam-macam latar. Hehe. Pada Opini Bareng ini, saya ingin berbagi sedikit tempat-tempat yang menjadi favorit saya yang biasa terdapat dalam novel. 

London

Saya tertarik dengan kota ini sejak membaca Harry Potter. Semua setting dalam Harry Potter memang membuat saya tertarik. Sayangnya, sebagian besar hanya sebatas khayalan. Karena itu, daripada mengkhayalkan yang tidak mungkin, mending saya mengkhayal bisa pergi London. Hoho.

London mungkin kota yang sangat maju, tapi setiap kali membaca buku berlatar kota ini, saya selalu merasakan ada sesuatu yang kuno. Tak perlu membahas seri Harry Potter atau The Secret Immortal of Nicholas Flamel, membaca Spring in London pun saya sudah merasa bahwa kota ini memiliki magic tersendiri. 

Jepang

Saya mau menyalahkan Mama karena membiasakan saya menonton Doraemon setiap Minggu pagi sewaktu saya kecil. Dari Doraemon, saya pun berlanjut menyukai kartun-kartun Jepang lain, lalu mulai menyukai komik, dan pada akhirnya, saya pun menyukai negara asal seni-seni tersebut dibuat. Saya selalu ingin mengetahui apa pun tentang negara ini, walaupun saya belum menguasai bahasanya. Hehe. Karena itu, setiap kali ada buku dengan setting negara  ini, saya selalu tertarik. Oh, ya, saya lebih menyukai buku berlatar Jepang karya penulis lokal. Sudut pandang orang luar dan orang dalam tentu berbeda. Saya merasa bahwa membaca karya penulis lokal, seolah latar yang diceritakan merupakan sesuatu yang baru. Deskripsi yang disampaikan pun kadang lebih detail, mungkin agar pembaca lebih mengetahui tentang latar disajikan. 

Bandung 

Saya selalu merasa Bandung adalah kota yang romantis. Walaupun sekarang Bandung macetnya amit-amit dan panasnya pun sudah nggak enak, sejauh ini saya belum menemukan buku berlatar Bandung yang menyajikan bahwa Bandung crowded seperti Jakarta. Nah loh, saya jadi pengin ke Bandung. Ada yang mau antar-jemput saya ke Bandung gratis nggak? #abaikan.

Ya sudah deh, segitu saja setting favorit saya. Di mana pun setting yang digunakan, pasti selalu bisa menjadi menarik kalau bukan sekadar tempelan. ^^v


2 komentar:

  1. Yaaaa Jogja nggak masuk ya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru baca 2-3 buku yang settingnya Jogja. itu pun nggak detail.
      kalau udah pernah ke sana, mungkin walaupun nggak detail, aku tetap suka. :)

      Hapus