Selasa, 30 Juni 2015

Bali To Remember - Erlin Cahyadi




Judul buku: Bali To Remember
Penulis: Erlin Cahyadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 224
Cetakan: Ke-1, 2010
ISBN: 9789792264449


Berat lo berapa sih? Bikin oleng aja!' kata Dean keras, mencoba mengalahkan deru mesin jetski yang dinaikinya.
'Lo bilang gue berat? Ngaca dulu dong! Lo tuh yang gendut! Kasian juga ya lo, selebriti terkenal tapi nggak punya cermin di rumah!' balas Kira nggak mau kalah.
'Kalau lo ngomong yang nggak penting kayak gini, gue ceburin lo ke laut!'
'Berani lo? Gue nggak takut!'


Gara-gara terpilih jadi host acara jalan-jalan bersama artis, hidup Kira jadi jungkir balik kayak jet coaster. Apalagi artisnya Dean Christian.
Buat Kira, Dean itu kesialan terbesar di sepanjang hidupnya. Dean emang artis, tapi nyebelinnya minta ampun. Dean juga cakep, tapi kasarnya juga ampun-ampunan. Singkat kata, nggak mungkin deh Kira bisa baik atau bahkan suka sama cowok kayak Dean.

Tapi... kalau selama seminggu full Kira jalan-jalan bareng Dean, di Bali pula, apa mungkin perasaan itu nggak bakal berubah? Apalagi waktu Dean tiba-tiba melakukan hal-hal ajaib yang nggak pernah Kira bayangkan sebelumnya
* * * 

Novel ini sepertinya debut penulis pada zaman dahulu. Sekarang, penulis sudah menghasilkan karya-karya yang lain dan berdasarkan yang saya lihat di Goodreads, ratingnya membaik. Itu artinya, tulisan penulis semakin baik.

Sejak awal Kira bertemu Dean, mata saya sudah muter berkali-kali. Ada apa sih dengan ini cewek, kok gitu banget? Dan ketika saya tahu kenapa Kira benci banget dengan Dean, saya cuma mau bilang: "Please, deh. Jangan lebay." Saya merasa kelakuan Kira yang seperti itu sangat mencerminkan bahwa abege itu labil padahal nggak juga. Dan kelakuan Dean, kok orang ini sama-sama labil? Mereka sama-sama orang yang terjun ke dunia hiburan dan skenario yang ada di pikiran saya adalah sama-sama bisa saling menjatuhkan secara nggak sengaja. Misalnya, Kira lagi heboh cerita ke teman-temannya bahwa Dean itu menyebalkan lalu tanpa sengaja terekspos. Jatuhlah nama Dean. Begitu juga Kira. Kalau Dean nggak sengaja memberi komentar bahwa penyiar radio yang terdengar menyenangkan atau partnernya selama di Bali yang tampak ramah selama di depan kamera itu aslinya menyebalkan, bisa jatuhlah nama Kira. Kalau profesional, bukankah seharusnya mereka tetap baik-baikin satu sama lain demi tidak tersebar gosip yang diinginkan? Saya nggak ngerti sih dunia hiburan seperti apa. Kan itu hanya sebatas skenario yang ada di pikiran.

Ada juga cerita dengan Andros, kameramen yang awalnya Kira suka, yang ternyata juga menyukai Kira. I don't know, mungkin bagi remaja adalah hal yang menyenangkan dan layak dikhayalkan bahwa mereka disukai lebih dari satu cowok dan cowok itu sudah bukan usia remaja makanya dibuat cerita seperti itu.

Daripada saya ribut terus, mending bahas setting, kan tema Baca dan Posting Bareng bulan ini budaya dan setting Indonesia. Untuk budaya sih... kayaknya saya pilih novel. Hehe. Kalau kehidupan a la Kira dan teman-temannya bisa termasuk budaya Indonesia, oke lah. Budaya yang telah bergeser. Budaya kaum hedon. Budaya masyarakat metropolitan. Setting? Sudah pasti sebagian besar di Bali. Untungnya, penulis tidak hanya menyebutkan tempat-tempat yang umum seperti Pantai Kuta atau Sanur. Beberapa tempat cukup tidak umum, setidaknya bagi saya. Eh, ternyata cukup umum bagi Kira. Penjelasan mengenai tempat lebih banyak dilakukan melalui kalimat langsung oleh Kira yang nampang di depan kamera. Kan dia penyiar jadi harus banyak pengetahuannya gitu loh. Deskripsi melalui narasi saya rasa kurang (atau karena saya kebanyakan skip?). Paling tidak, biasanya deskripsi suasana tempat diracik melalui suasana tokoh ketika melihat tempat itu. Tempat yang disajikan pun terlalu banyak sehingga semakin tidak rinci. Saya bahkan lupa mereka ke mana saja. Yang saya paling ingat hanya Sangeh karena Kira takut kera.

Setidaknya, saya tidak menemukan typo di buku ini, terlepas dari saya banyak skip.

Anyway, kok tumben saya baca teenlit seperti ini? Entahlah, saya tiba-tiba ingin membaca yang saya pikir remaja banget lalu ada yang menjual murah, jadi deh saya beli. Buku sekon sih, penampilannya pun sesuai harga makanya saya tidak memfoto buku ini. 

Rating:


Diikutsertakan dalam:
Tema: Budaya dan setting Indonesia

2 komentar:

  1. Saya masih penasaran, dari mana kita tahu rating sebuah buku dan rating seorang penulis? :))

    Btw ikutan giveaway aku yuuk mba, hadiahnya bisa dilihat disini :
    http://beautyasti1.blogspot.com/2015/07/beautyasti1-first-giveaway.html
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Goodreads.com ada ratingnya, mak. :))
      aku pilih hadiahnya dulu. ^^

      Hapus