Minggu, 31 Mei 2015

[Opini] Realita Sosial



Saya (hampir) selalu menyukai buku-buku dengan tema sekolah, khususnya SMA. Kenapa? Karena saya tidak menikmati masa SMA sebaik-baiknya. Kalau ada yang mengatakan masa SMA adalah masa-masa paling indah, saya dulu tidak percaya. Sekarang juga kurang percaya sih, tapi sekarang kalau dipiki-pikir lagi, masa SMA saya cukup indah.

Saya memang menyukai tema sekolah, tapi maksudnya bukan cerita cinta-cintaan a la anak sekolah, ya. Saya suka persahabatan, semangat, dan printilan-printilan lain yang membuat mereka berbeda dari orang dewasa. Masa-masa ketika masih ingin cepat dewasa, tetapi ternyata ingin kembali ke masa itu setelah melewatinya.

Saya sendiri tidak bisa membandingkan kenyataan dengan cerita. Cerita saya semasa sekolah hanya belajar dan berteman seadanya. Saya bukan seseorang yang suka berkumpul beramai-ramai. Kalaupun saya ikut berkumpul, itu lebih karena saya menghargai mereka sebagai teman. Setidaknya, dengan begitu, saya bisa tidak dilupakan. Bagi saya, cukuplah memiliki sedikit teman, yang memiliki sedikit teman juga, lalu memiliki sedikit teman juga, asalkan hubungan yang terjalin bisa kuat karena yang akan datang lebih dulu tentu teman yang memilki ikatan yang kuat, kan? Saya bergolongan darah A, anyway.

Di banyak buku, justru biasanya tokohnya beramai-ramai menjalin ikatan. Saya suka mengamati bagaimana ikatan yang semula tidak ada, perlahan menjadi kuat. Kadang, saya ingin seperti itu, tapi lagi-lagi menilik kenyataan bahwa yang sering datang hanya orang-orang tertentu yang sudah sangat saling percaya. Nyatanya, walaupun perjuangan para tokoh beramai-ramai - satu kelas, satu sekolah - selalu ada tokoh-tokoh tertentu yang memiliki hubungan yang lebih kuat. 

Saya percaya teori-teori ikatan kimia juga berlaku pada ikatan teman. Ikatan bisa dimiliki dengan siapa pun, dengan sebanyak apa pun, tetapi selalu ada ikatan yang lebih kuat. 
Itu pendapatku, bagaimana denganmu?

2 komentar:

  1. Iya, selalu ada yg begitu, ada yg lebih akrab meski sama2 sahabatan.

    BalasHapus
  2. Afifah masih mending :) saya malahan pernah diberi label "anti-sosial" sama teman, hanya karena selalu jalan sendirian, bicara seadanya, dan tidak terlalu dekat dengan banyak orang.

    BalasHapus