Minggu, 31 Mei 2015

[Blog Tour MNSL] Wawancara dengan Christian Simamora



Selamat datang di blog tour Marry Now, Sorry Later!

Menginjak hari ke-12, yang kali ini menjadi host adalah saya. Seperti blog tour Marry Now, Sorry Later (disingkat MNSL saja, ya), ada tiga postingan yang akan saya publish, yaitu wawancara, review, dan giveaway. Setiap postingan akan berselang tiga jam. Jadi, yang nunggu giveaway, hitung-hitung deh pukul berapa giveaway akan saya publish.

Sekarang, kenalan dulu dengan penulis MNSL: Christian Simamora, yang biasa disapa Bang Ino. Ini dia orangnya.


Nyentrik banget, kan? Kayak tulisannya. Hihi.

Bang Ino sebentar lagi ultah loh, tepatnya tanggal 9 Juni nanti ultah yang ke . . . lahirnya tahun 1983, hitung sendiri deh, saya malas mikir. Marry Now, Sorry Later adalah karyanya yang ke-14 dan menjadi bagian dari seri #jboyfriend ke-8. Seri #jboyfriend yang sudah terbit adalah Pillow Talk (Jo), Good Fight (Jet), With You (Jere), All You Can Eat (Jandro), Guilty Pleasure (Julien), Come On Over (Jermaine), dan As Seen On TV (Javi)

Bang Ino penyuka hot chocolate dan parfum beraroma manis. Kebalik dengan saya yang suka parfum beraroma menyegarkan. #abaikan.

Cukup sekian perkenalannya. Saya ucapkan selamat atas kelahiran "anak" ke-14 sekaligus "putra" ke-8 ini! 

Cekidot hasil wawancara dengan Bang Ino:

Dimulai dari cover. Boleh ga, diterangkan sedikit tentang cover Marry Now, Sorry Later? Kalau diperhatikan kan sepertinya tokoh cowok memakaikan lipstick untuk tokoh cewek.

Konsep foto di cover memang disesuaikan dengan isi novel Marry Now, Sorry Later, terutama di bagian fakta bahwa Jao yang memaksakan ide pernikahan ini pada Reina. 

Nama-nama tokoh dalam #jboyfriend selalu unik. Terinspirasi dari mana nama-nama tokoh dalam novel kali ini? 

JAO dipilih karena namanya sesuai dengan kepribadian karakter di novel Marry Now, Sorry Later. Pemilik nama Jao adalah tipe pemimpin, intelek, tegas, punya kekuatan untuk memilih jalan hidup sendiri dan meraih apa pun yang diinginkan dalam hidup.

Sedangkan REINA dipilih karena nama awalnya nggak cocok (Reba). Nama Reba ternyata berarti anak keempat, padahal di cerita kan dia anak satu-satunya. Dari berbagai pilihan nama, Abang kemudian memutuskan pilihan pada Reina atau Regina. Tapi nama Regina terlalu ‘keras’ nggak sesuai dengan konsep helpless di novel ini. Reina juga berarti ‘Ratu’, tapi ketiadaan huruf ‘g’ membuatnya terdengar lebih lemah hingga butuh dilindungi. Makanya kemudian pilihan akhir Abang jatuh pada Reina.   




Dari namanya, Jao Lee keturunan Korea, ya? Kenapa memilih Korea? 

No. Di buku diceritakan kok kalau ayah Jao adalah ekspatriat asal Hongkong. Dan ornamen layout pun disesuaikan dengan fakta itu, termasuk simbol double happiness yang jadi ikon pemisah antarparagraf.
Trivia: double happiness paling sering ditemukan sebagai bagian dari dekorasi pernikahan tradisional Cina.

(Ketahuan belum baca bukunya waktu nanya :P. Lagian marga Korea kan di depan, Fah.) 




Sebetulnya, apa pendapat Bang Ino tentang pernikahan yang dipaksakan jika ada di kehidupan yang sudah modern ini? Baik dari segi orang yang memaksa atau pun dipaksa.


Agak sulit ya menjawab pertanyaan ini karena konsep kawin paksa sendiri melibatkan banyak sekali pihak. Dan alasan masing-masing pihak melakukannya pun nggak bisa dihakimi segampang itu. Tapi kalau ditanya, apakah Abang setuju atau nggak tentang kawin paksa, Abang akan bilang nggak. Karena sampai sekarang, Abang percaya, pernikahan itu baiknya sekali untuk seumur hidup. Jadi, kalau sesuatu yang umurnya sepanjang itu dilakukan bukan karena dasar kerelaan hati, bukannya pada akhirnya akan berbuah penderitaan?

(Makanya Reina kabur menjelang resepsi, ya? Karena dia sadar pernikahannya akan berbuah penderitaan. Sayangnya, Jao terlalu ambisius dan nggak rela dipermalukan sampai ke planet lain pun akan dicari).




Adakah buku yang menjadi referensi dalam pembuatan novel ini?

Bukan buku, tapi dongeng Beauty and the Beast. Abang memang sudah pernah menonton versi Disney, tapi untuk novel ini Abang lebih banyak merujuk pada karya aslinya yang berbahasa Perancis, judulnya La Belle et la Bête, karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont, dimuat di majalah pada tahun 1756.
 
(Kalau mau tahu perbedaan dua versi Beauty and The Beast, bisa dilihat di sini.)



Itu tadi cuplikan wawancara dengan Christian Simamora, penulis Marry Now, Sorry Later. 

Mampir-mampir juga ke blog lain yang menjadi host blog tour ini! ^^


20 Mei: Luckty Giyan Sukarno @ Luckty Si Pustakawin
21 Mei: Nurina Widiani @ Nurina Mengeja Kata
22 Mei: Sri Sulistyowati/Peri Hutan @ Kubikel Romance
23 Mei: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
24 Mei: Stefanie Sugia @ Bookie Looker
25 Mei: Destinugrainy @ Desty Baca Buku
26 Mei: Dhyn Hanarun @ Too Early
27 Mei: Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Mei: Rizky Mirgawati @ Ky's Book Journal
29 Mei: Aya Murning @ Pieces from The Deepest
30Mei: Hanifah Dien F @ The Book of Life
31 Mei: Afifah Mazaya @ Lady Book's Notes
1 Juni: Martina Sugondo (Nana) @ A Pair of Glasses and A Cup of Tea
2 Juni: Ariansyah @ ABOokaddict

19 komentar:

  1. Wah keren ya, penulisnya friendly mau diwawancara untuk postingan blog.

    BalasHapus
  2. setiap nama tokoh,sudah di dalami dulu arti nama nya oleh penulis,menarik.

    BalasHapus
  3. menarik banget nih, diadaptasi dongen beauty and beast, pasti keren XD

    BalasHapus
  4. menarik , apalagi cerita beauty and beast kan sudah banyak yang kenal

    BalasHapus
  5. pertama kali baca nama Jao Lee juga kirain keturunan korea XD

    BalasHapus
  6. Paling suka tulisan bang Ino soalnya Ceritanya mengalir dan kadang suka bikin ga sadar kalo udah nyampe bab terakhir. Tulisan Bang Ino memang menghibur sekali. Keterampilan merajut kata seperti ini hanya bisa didapat dengan pengalaman menulis yang tinggi. Jadi pengen baca novel juga.

    BalasHapus
  7. Aku seneng bacanya, tulisannya nyante

    BalasHapus
  8. Thank's banget buat host-nya udah nanyain tentang cover :) Karena selama ikut blogtour ini, gak ada yang nanyain hal itu. Jadi yang terpikir tentang covernya yaa cuma nih cover "hot" dan sexy".. Padahal, gambar cover si cowok memakaikan lipstick pada si cewek menggambarkan bentuk pemaksaan si cowok terhadap ceweknya.

    Keren ah, interview-nya :)

    BalasHapus
  9. Dari hasil wawancara dengan Christian Simamora, penulis novel Marry Now, Sorry Later terlihat dengan jelas bahwa penulis benar-benar kreatif. Ia mengangkat cerita dari dongeng Beauty and the Beast tapi menggunakan karya asli yang berbahasa Perancis, berjudul La Belle et la Bête, karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont, dimuat di majalah pada tahun 1756.
    Sumber inspirasi yang sangat menarik, sangat jarang seorang penulis mendapat ide dari sebuah cerita dongeng seperti Bang Christian Simamora ini untuk dijadikan disebuah novel yang menarik.Salut deh buat Bang Christian Simamora. :)

    BalasHapus
  10. Oh bukan Korea, dongeng beaty and the beast yang 1 cantik yang 1 wujudnya buruk tapi hatinya baik
    @guru5seni8
    Penulis di www.kartunet.or.id dan http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    BalasHapus
  11. oalahhh aku kira nama Jao di ambil dari nama Korea taunya malah dari ayahnya yang keturunan orang hongkong tohh :D *maklumbelumpernahbacanovelnya* hahaha

    BalasHapus
  12. Reina ini semacem Julia Roberts di Runaway Bride ya, maen kabur sebelum resepsi,makin penasaran aja ini.....fufuufu, waktu tau namanya Jao aku kok langsung keinget Bo Bo Ho ya kak, lol, mungkin si Jao ini masih sodaraan sama Bo Bo Ho atau Jimmy Lin mungkin.:p

    BalasHapus
  13. Kereen bang Ino,,,,, milih nama tokohnya bener2 disesuaikan karakternya ^^

    BalasHapus
  14. wah, apa dalam pemilihan sebuah nama Bang Ino lebih mengutamakan yg enak di dengar atau lebih ke makna nama tokohnya? Pemilihan nama yg kedengarannnya unik emang ciri khas bang ino :)
    Sebenarnya yang paling sulit dalam pembuatan novel ini dibagian mananya ya? hehe

    BalasHapus
  15. tapi namanya sebenernya agak gak sreg deh. Jao sounds a bit... idk. Tapi yaudahlah namanya juga novel :)) *lagaknya kayak yang ngarang*. Lagian emang susah sih kalau semua tokoh novel namanya berawalan sama *jboyfriends*, saya percaya christian simamora sudah melakukan yang terbaik :D. Novel berikutnya mungkin namanya Jarot, mas2 jawa medok erotis gitu. Tapi kira2 disukai pasar gak ya :))

    BalasHapus
  16. Baca jawaban Bang Ino yang ini, detail banget ternyata. Ternyata ada makna di balik cowok yang memakaikan lipstik. Juga dipikirin sampai ornamen lay outnya.

    Konsep foto di cover memang disesuaikan dengan isi novel Marry Now, Sorry Later, terutama di bagian fakta bahwa Jao yang memaksakan ide pernikahan ini pada Reina.

    No. Di buku diceritakan kok kalau ayah Jao adalah ekspatriat asal Hongkong. Dan ornamen layout pun disesuaikan dengan fakta itu, termasuk simbol double happiness yang jadi ikon pemisah antarparagraf.
    Trivia: double happiness paling sering ditemukan sebagai bagian dari dekorasi pernikahan tradisional Cina.

    BalasHapus
  17. Saya kira Jao Lee itu juga keturunan Korea, eh ternyata saya salah fokus. Hmm…memang sih daripada nama Regina, nama Reina lebih cocok deh kalau bersanding dengan Price Charming The Beast ala bang Ino ini #hehe. Jadi penulisnya sendiri juga nggak setuju dengan yang namanya kawin paksa ini? Tapi salut juga sih kalau bisa membuat cerita tentang kawin paksa padahal bang Ino nggak setuju. Pasti jadi tantangan tersendiri ya, apalagi novel bertema pernikahan ini masih baru untuk penulisnya.

    BalasHapus
  18. Bang Ino bijak banget soal nikah paksa, tapi emang iya sih pernikahan itu khan sebenarnya cukup sekali seumur hidup, jadi ga boleh asal-asalan.

    Betewe, Bang Ino udah nikah belum sih? #oot

    BalasHapus
  19. Waw... ada tentang beauty and the beast juga?
    Wah... jd lbh byk tahu tentang novel kece ini setelah baca wawancara lgsung dgn penulisnya

    BalasHapus