Minggu, 31 Mei 2015

[Blog Tour MNSL] Review Marry Now, Sorry Later - Christian Simamora




- Memiliki Tidak Selalu Membahagiakan -


Judul buku: Marry Now, Sorry Later
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora
Cetakan: Ke-1, Mei 2015
Jumlah halaman: 438
ISBN: 9786027036222


"Hanya karena lo memilih untuk mencintainya, bukan berarti lo berhak untuk mendikte orang itu supaya balas mencintai lo juga." - hlm. 378 (Micheal to Jao)

Menikah dengan orang yang tidak dicintai pasti bukan keinginan semua orang. Sayangnya, Reina terpaksa menikah dengan Jao Lee agar utang mendiang ayahnya kepada Jao Lee dianggap lunas. Ayah Reina meninggalkan perusahaan dengan kondisi di ujung tanduk, sedangkan Reina bisa dikatakan masih awam dengan dunia bisnis. Merasa tak ada cara lain menyelamatkan perusahaan, Reina pun menerima tawaran Jao.

Tak siap hidup dengan sosok yang dianggapnya iblis, Reina kabur menjelang resepsi. Jao, yang merasa dipermalukan di hadapan para tamu, mencari keberadaan Reina. Enam bulan kemudian, Jao menemukan Reina. Berdasarkan perjanjian sebelumnya, Reina hanya perlu bertahan menjadi istri Jao selama satu tahun dan setelahnya mereka dapat bercerai. Karena itu, sisa waktu yang dimiliki pasangan tersebut untuk hidup bersama hanya tersisa enam bulan.

Jao adalah sosok yang angkuh dan selalu bisa mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Jao memiliki masa lalu yang membuatnya tidak memercayai cinta. Ayahnya, yang sangat mencintai ibunya, ditinggal begitu saja karena ibu Jao memilih pria lain.  


"Daddy-mu yang bodoh ini cuma punya satu nasihat buat kamu: apa pun yang  terjadi, jangan berikan hatimu sepenuhnya pada perempuan. Karena mereka itu bukan manusia seperti kita." Jao mengernyit karena ayahnya tiba-tiba bersendawa. "Perempuan itu iblis, Jao. IBLIS! Semanis dan se-harmless apa pun mereka kelihatannya, makhluk itu penuh tipu muslihat." - hlm. 98


Blame the sex. Reina pernah mendatangi Jao untuk meminta penangguhan utang dan Jao meminta Reina sebagai gantinya. Saat itu, Jao hanya bercanda, tetapi Reina menganggapnya serius. Semula Reina menolak mentah-mentah, tetapi segala usaha yang dia lakukan sia-sia sehingga Reina menyanggupi syarat Jao. Jao yang semula mendatangi Reina hanya untuk klarifikasi, pada akhirnya menyerah pada diri sendiri. Jao ingin mengulangi malam itu lagi sehingga tercetus ide pernikahan yang ditukar dengan pelunasan utang. Reina menolak pada awalnya, tetapi Jao memberikan alasan lain kenapa Reina harus menikahi Jao.

Sayangnya, tidak mudah bagi Jao untuk mendekati Reina setelah mereka bertemu kembali. Reina bahkan mengajukan syarat tidak boleh ada seks. Reina juga pindah ke kamar tamu karena tidak mau berada di dekat Jao.

Hubungan Jao dan Reina dihiasi teriakan dan makian hampir di setiap percakapan pada awalnya. Jao berusaha membuat Reina nyaman dengan keberadaannya, tetapi Reina tidak seperti perempuan lain yang pernah dikencaninya. Materi tidak mempan untuk Reina. Berbekal saran dari sahabatnya, Micheal Rumahorbo, Jao mencoba menjadi laki-laki yang baik, suami yang baik, dan kesabaran serta egonya diuji dalam hal itu.

* * *

Alasan awal Jao menikahi Reina cukup membuat saya memutar mata: seks, nggak lebih, nggak kurang. Saya mau bilang, "Dasar laki-laki!". Tapi, kemudian, melihat usaha Jao untuk menjadi suami terbaik, saya rasa bisa membuat ibu-ibu yang sudah menikah ingin suaminya menjadi seperti Jao. Hehe.


"Jaga Reina baik-baik ya, Jao."
Jao mengangguk. "She is my wife. It's my duty to keep her safe by my side."
- hlm. 26 (Jao & Bu Gayatri)


Ada adegan klise yang sering saya lihat di drama: cowok menunggu cewek di tengah hujan. Jao pernah menunggu Reina di taman dan dia tidak pergi walaupun hujan karena takut Reina akan datang sedangkan Jao tidak bisa menghubungi Reina karena ponselnya kehabisan baterai. Jao juga tidak mau pindah karena takut bangku yang dia duduki akan diduduki orang lain. Padahal, ada solusi agar Jao tidak kehujanan dan tidak perlu takut Reina menunggu, dan harus diakui bahwa saat itu Jao menjadi bodoh.

Ada juga adegan sewaktu Reina membuatkan Jao makanan sebagai ungkapan terima kasih. Jao sampai memfoto makanan itu. Dia juga tetap memakan masakan Reina walaupun terlalu asin dan dia mengatakan tidak ada masalah dengan makanan itu. Dan, dengan noraknya, Jao mengirim foto makanan itu kepada Micheal Rumahorbo. Pokoknya, chat Jao untuk Micheal norak banget! Tapi, saya suka. LOL.

Saya merasa agak sulit menjelaskan mengenai Reina dan Jao sebagai satu individu, terutama Reina karena sepertinya Reina adalah matahari baru bagi Jao. Sejak awal, Reina dan Jao diceritakan sudah menikah, dengan beberapa kali adegan flashback untuk menjelaskan adegan lain. Chemistry Reina dan Jao betul-betul terasa, bahkan dalam adegan marah-marah. Masing-masing sebetulnya sering memikirkan satu sama lain walaupun hal yang dipikirkan tidak selalu baik. Jao yang sering uring-uringan kalau menyangkut Reina pun sukses membuat saya gemas. Perubahan perasaan Reina terhadap Jao juga terlihat jelas. Kecurigaan-kecurigaan Reina terhadap sikap manis Jao pada awalnya membuat perkembangan Reina tidak tampak dipaksakan. Saya suka Jao dan Reina bisa saling ubah satu sama lain, bukan hanya terkait cinta satu sama lain, tapi juga hal-hal lain yang menyangkut kehidupan, dengan cara yang masing-masing tidak menyadarinya.

Saya suka perubahan Jao yang egois, arogan, ambisius, menjadi Jao yang lebih bisa mengalah untuk Reina dan juga mengalahkan egonya, lagi-lagi untuk Reina. Jao yang tidak pernah menyerah walaupun ditolak berkali-kali oleh Reina juga menambah level keromantisannya. Tapi, yang paling saya suka justru bukan saat Jao menyiapkan hal-hal romantis, melainkan saat menjadi pendengar bagi istrinya itu dan saat Jao mau turun tangan menggantikan tugas Sari dalam suatu pesta demi membantu Reina. Ini Jao loh, pemilik showroom Shylock Indonesia, yang lebih milih membeli isi satu toko Mikimoto daripada belajar tentang boyfriend experience. 

Saya biasanya bisa membayangkan tokoh berwajah oriental sebagai aktor Korea atau Jepang tertentu, tapi khusus Jao, saya tidak bisa menentukan siapa yang cocok. Aktor yang saya tahu sepertinya tidak ada yang setampan Jao dalam bayangan saya. Kalau bukan karena emosinya, Jao mungkin saya katakan bukan manusia. Siapa yang tidak akan setuju kalau saya mengatakan Jao adalah laki-laki idaman, paket komplit, too good to be true, prince charming versi modern? Oh, iya, saya lupa. Novel ini kan mengambil ide dari Beauty and The Beast, jadi tentu Jao-lah prince charming-nya.

Reina juga tidak kalah menarik. Dia satu dari sedikit karakter perempuan yang membuat saya tertarik. Reina berasal dari keluarga kaya dan dia pun bergaul dengan kalangan sosialita. Alasan dia menerima tawaran menikah dengan Jao setelah bersikeras menolak dan seolah optimis bisa menyelamatkan perusahaan mendiang ayahnya pun agak absurd sebetulnya. Kadang-kadang dia bisa terlihat manja, kadang-kadang bisa terlihat berani. Dia juga tidak melulu memicu pertengkaran dengan Jao. Kalau Jao bisa bersikap baik dengan cara yang tepat, Reina tahu cara menanggapinya. Sayangnya, dia menampik diri sendiri untuk menyukai Jao.

Image source: 7Themes, edited by me

Tak ketinggalan, dalam novel ini pun ada tokoh-tokoh sahabat. Jao dengan Micheal Rumahorbo, artis yang sedang naik daun dan membintangi serial Ganteng-ganteng Simamora. Reina dengan Sari, pemilik nail salon bernama Nail Me, dan Char, a gay friend. Awal mula pertemanan Sari dan Char pun sangat menyenangkan. Sideline Char dan kisah cintanya pun tidak kalah menarik karena ada konflik batin juga di sana. Yah, walaupun saya bukan pendukung gay.

Sudut pandang yang digunakan dalam buku ini adalah sudut pandang orang ketiga. Beberapa kali juga ada percakapan dengan diri sendiri. Semacam pertentangan batin. Saya suka gaya penulis. Entah berapa kali saya cekikin sendiri sewaktu membaca buku ini.

Untuk ending, saya cukup puas. Bagian ini dibuat emosional walaupun harus melibatkan pihak lain.

Novel ini tergolong novel dewasa, dengan adegan seksual yang eksplisit (semoga nggak ada keluarga saya yang baca review ini!). Jadi, kalau kalian masih imut-imut, sabar dulu, ya. Kalau hanya mau nimbun untuk beberapa tahun ke depan sih nggak apa-apa. ^^

I wish you don't grow from someone I love to someone I lose.

Rating:


Intip Isi Buku



Selfie dengan Lisptick Merah


Kayak buronan deh
Ini beneran tantangan. Saya paling nggak bisa selfie. ROFL.

Mampir-mampir juga ke blog lain yang menjadi host blog tour ini! ^^

20 Mei: Luckty Giyan Sukarno @ Luckty Si Pustakawin
21 Mei: Nurina Widiani @ Nurina Mengeja Kata
22 Mei: Sri Sulistyowati/Peri Hutan @ Kubikel Romance
23 Mei: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
24 Mei: Stefanie Sugia @ Bookie Looker
25 Mei: Destinugrainy @ Desty Baca Buku
26 Mei: Dhyn Hanarun @ Too Early
27 Mei: Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Mei: Rizky Mirgawati @ Ky's Book Journal
29 Mei: Aya Murning @ Pieces from The Deepest
30Mei: Hanifah Dien F @ The Book of Life
31 Mei: Afifah Mazaya @ Lady Book's Notes
1 Juni: Martina Sugondo (Nana) @ A Pair of Glasses and A Cup of Tea
2 Juni: Ariansyah @ ABOokaddict

17 komentar:

  1. Baca Reviewnya aja Jao udah berhasil ngembat hatiku akh!!

    BalasHapus
  2. pas pertama kali liat buku ini di toko buku online, "ini novel apaan sih?!"
    tapi setelah baca review-reviewnya, aaaaaawwww JAO LEEE!!! i love you!! haha.. saya suka tipe-tipe badboy *uhuk

    BalasHapus
  3. Pertama kali melihat judulnya, aku kira ini adalah novel terjemahan. Apalagi melihat gambar covernya yang khas novel barat. Namun membaca nama penulisnya dan review yang ditulis oleh mbak Afifah, ternyata ini novel indonesia.

    Buku dengan tema pernikahan tanpa cinta. Ah kalo pernikahan tanpa cunta saya pasti ingat kisah Siti Nurbaya. Tapi mungkin saya bang Ino membuat kisah Siti Nurbaya tahun 2015. aaaaa pengen baca...

    BalasHapus
  4. Awalnya aku nggak tertarik karena ini novel dewasa tapi setelah baca review ini jadi kepengen baca >,< plotnya macem buku Sarah's Child, tapi Sarah's Child parah banget, scene begituannya di mana-mana -_- wkwkwk

    BalasHapus
  5. Ah iya iyaa, aku ingat Charlie (Char), teman Reina yang seorang gay. Memang sih, selama ikut blogtour ini, aku selalu jatuh cinta sama tokoh Jao yang merupakan sosok iblis yang berubah menjadi malaikat demi Reina. Tapi, aku juga lumayan penasaran sekali interaksi Char dengan tokoh lainnya. Dan ini banyak blog host yang gak ngasih bocorannya -__- Mungkin buat ngehindarin spoiler kayaknya ^_^

    BalasHapus
  6. Dari hasil review Marry Now, Sorry Later karya Christian Simamora ini banyak amanat yang terselip di setiap bagian cerita. Pesan itu sudahh terlihat di beberapa review yang ditulis diatas. Dimana dua pasangan yang berbeda karakter dinikahkan atas dasar paksaan membuat konflik di cerita ini semakin menarik. Gak kebayang kalo cerita ini benar-benar nyata, mungkin aku akan mencari mereka berdua untuk mewawancarainya secara langsung. :)

    BalasHapus
  7. Seru ya dari paksaan, hutang, cinta yang ga disadari yang berhujung cerai walo ada romantisnya ditunggu
    ah bikin meleleh

    Semoga ada buku versi pdfnya

    Salam
    @guru5seni8
    Pnulis di www.kartunet.or.id dan http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    BalasHapus
  8. reviewnya kerennn jadi penasaran pengen bacaaaa :D hahaha btw kak selfienya keren lohhhh :D

    BalasHapus
  9. "Daddy-mu yang bodoh ini cuma punya satu nasihat buat kamu: apa pun yang terjadi, jangan berikan hatimu sepenuhnya pada perempuan. Karena mereka itu bukan manusia seperti kita." Jao mengernyit karena ayahnya tiba-tiba bersendawa. "Perempuan itu iblis, Jao. IBLIS! Semanis dan se-harmless apa pun mereka kelihatannya, makhluk itu penuh tipu muslihat." - hlm. 98

    Bapaknya si Jao gitu amat sih ama kaum perempuan, abis diapain coba?makin penasaran banget sama ini novel.

    BalasHapus
  10. Nahhh kan?!!!! Tambah penasaran saja selesai baca reviewnya ^^

    BalasHapus
  11. Kasihan Jao masih dibayang-bayangi masa lalu ayahnya. Bangaimana pun masa depan kisah percintaannnya ya tetap jadi miliknya. Dan Reina bukan sprti sosok ibunya yg tega ninggalin Jao dan ayahnya :(

    BalasHapus
  12. hmmmmmm entah kenapa review+sinopsisnya sedikit mengingatkan akan 50 shades of grey. hehehe, bagian yang katanya maksa2nya sih bukan bagian nikahnya :P.

    BalasHapus
  13. Waah asiiiik dikasih bocoran scene Jao secara detail. Sebelum-sebelumnya nggak dikasih bocorannya. Mungkin genteng di Blog mbak emang bocor kali ya .He he

    Ada adegan klise yang sering saya lihat di drama: cowok menunggu cewek di tengah hujan. Jao pernah menunggu Reina di taman dan dia tidak pergi walaupun hujan karena takut Reina akan datang sedangkan Jao tidak bisa menghubungi Reina karena ponselnya kehabisan baterai. Jao juga tidak mau pindah karena takut bangku yang dia duduki akan diduduki orang lain. Padahal, ada solusi agar Jao tidak kehujanan dan tidak perlu takut Reina menunggu, dan harus diakui bahwa saat itu Jao menjadi bodoh.

    Ada juga adegan sewaktu Reina membuatkan Jao makanan sebagai ungkapan terima kasih. Jao sampai memfoto makanan itu. Dia juga tetap memakan masakan Reina walaupun terlalu asin dan dia mengatakan tidak ada masalah dengan makanan itu. Dan, dengan noraknya, Jao mengirim foto makanan itu kepada Micheal Rumahorbo. Pokoknya, chat Jao untuk Micheal norak banget! Tapi, saya suka. LOL.

    Micheal Rumahorbo itu beneran artis membintangi serial Ganteng-ganteng Simamora? Ha ha ngakak bas baca ini. Bang Ino mau marganya eksis juga, ternyta Bang Ino penggemar GGS juga. :)

    BalasHapus
  14. Jadi makin penasaran deh sama kisah Reina dan Jao ini. Sikap-nya Jao yang tiba-tiba baik dan mengalah kepada Reina bikin saya meleleh juga #Lho? Ending cerita mereka berdua gimana ya? Kan sayang banget kalo mereka berdua nggak bisa bersatu alias cerai, soalnya dari reviewnya saja saya sangat yakin kalau Jao itu mencintai Reina. Btw, untungnya saya sudah cukup umur untuk bisa baca buku ini, kalau nggak, pastinya saya bakal uring-uringan saking penasarannya pengen tahu kisah si J ke-delapan yang dari review-nya aja udah bikin emosi saya naik turun. Nice review!

    BalasHapus
  15. Baca review-nya makin tau banyak soal MNSL, dan makin tertarik sama novelnya.

    Eh iya, aku baru tau kalo ada tokoh namanya Micheal di MNSL.

    BalasHapus
  16. Seperti biasa bang ino selalu bkin novel yg hot hahaha
    Jboyfriend yg bisa bikin cewek2 langsung suka
    Ini pasangan lovable bgt berdasarkan reviewnya

    BalasHapus
  17. Wooow..telat sy tau cerita ini..baru beli kmrn..blm selesai baca..tp dr reviewnya sprtnya tema yg sgt saya sukai..tokoh ceweknya ketus(tdk lemah)..cowoknya yg semula sombong,kaya raya jd takluk jg sm tuh cewek..teringaaat sm novel jadul karya marga T 'karmilla'yg sangat berkesan buat sy..

    BalasHapus