Jumat, 10 April 2015

Second Lead dalam Novel Romance





Sebentar. Sebentar. Kalian yang baca post ini nggak perlu ngatain saya telat. Saya juga tau kok saya telat. Tadinya, saya nggak akan post tema hari ini, tapi ada satu tokoh yang minta dimunculin.



Second lead adalah tokoh yang menjadi mendukung tokoh utama dalam membangun cerita. Walaupun sebagai pendukung, tidak selamanya tokoh ini berada di posisi yang sama dengan tokoh utama. Bisa saja dia adalah sahabat yang menentang hubungan tokoh utama, bisa juga saingan cinta tokoh utama, bisa juga sahabat bijaksana yang selalu bersikap netral. 

Biasanya, tokoh ini berperan sebagai jembatan bagi perubahan tokoh utama. Misalnya, si tokoh utama jadi berani membuktikan cintanya gara-gara takut kalah oleh saingan cintanya atau tokoh yang bisa memutarbalikkan gagasan tokoh utama. Untuk menguatkan cerita, tokoh ini kadang dibuat memiliki sifat yang berbeda dari tokoh utama. Kalau tokoh utama labil, sahabatnya dibuat bijaksana.

Tidak jarang juga second lead dalam sebuah novel bisa menjadi tokoh utama dalam novel lain. Sebut saja novel-novel aliaZalea yang menjadikan circle Dara dkk tokoh utama dalam sebuah novel, tapi menjadi tokoh pendukung dalam novel-novel lain. Second lead dalam novel juga bisa menyita perhatian lebih besar daripada tokoh utama kalau pembaca menyukai kepribadiannya. Hal ini bisa membuat penulis yang semula hanya berniat menulis kisah tokoh utama membuat novel selanjutnya dengan si second lead sebagai tokoh utama.

Saya bukan tipe orang yang perhatian terhadap tokoh-tokoh selain tokoh utama. Saya mungkin lebih menyukai tokoh pendukung daripada tokoh utama, tapi biasanya ingatan saya mengenai tokoh itu tidak bertahan lama. Terlebih, beberapa novel memiliki tokoh pendukung yang hampir mirip: sahabat yang banyak memberikan masukan terhadap tokoh utama. Karena itu, di sini saya akan menyampaikan beberapa tokoh yang masih betah berada dalam ingatan.

Ve (Notasi - Morra Quatro)

Ve adalah salah satu sahabat Nino dan juga memendam perasaan terhadap sahabatnya itu. Sejak kemunculan Nalia dalam hidup Nino, secara tidak langsung Ve menjadi saingan Nalia walaupun dia mendukung hubungan mereka.

Ve digambarkan sebagai cewek strong yang lebih banyak mengungkapkan perasaan melalui tindakan, bukan melalui kata-kata. Ve adalah tipe perempuan yang akan menjaga kekasih orang yang dicintainya. Dia sangat mementingkan hubungan persahabatan ketimbang kisah cinta. 

Saya sangat menyukai tipikal seperti Ve daripada Nalia. Ve adalah satu-satunya tokoh pendukung yang saya ingat namanya melebihi ingat nama tokoh utama. Saya memang tidak menyukai Nalia, tapi biasanya setidaksukanya saya terhadap tokoh utama, saya masih bisa mengingat namanya. Saya turut bahagia dengan akhir kisah Ve. 

Jun (Interlude - Windry Ramadhina)

Pembaca Interlude tentu mengetahui Jun dan Gitta memiliki peran cukup besar dalam novel ini. Penggemar good boy tentu tidak bisa melepas perhatian dari tokoh ini. 

Jun adalah sahabat Kai, si tokoh utama. Jun digambarkan sebagai anak band yang juga memiliki pekerjaan tetap sehingga stabil secara finansial. Dia menyukai Gitta, tapi sayangnya Gitta memilih berpacaran dengan orang tidak jelas. Pada akhirnya, Jun menjadi orang-yang-tepat-di-waktu-yang-tepat.

Alif (Infinitely Yours - Orizuka)

Kemunculan Alif hanya satu kali dalam novel ini, tapi dialah tokoh yang memanggil saya untuk dipublikasikan dalam post ini. Sepanjang cerita novel ini, Rayan sering menyebut-nyebut Alif dalam inner-nya. Dia adalah sahabat sekaligus rekan kerja Rayan, sayangnya, posisi Alif di bawah Rayan.

Saya menyukai Alif sejak Rayan menyebutnya sebagai orang yang mampu menekan atasan dan membuat atasan tetap sibuk. Bukannya saya menyukai cowok dengan tanda-tanda memiliki kemampuan mendominasi, tapi saya menyukai orang yang tidak segan terhadap atasan selama dianggap perlu. 

Pemilik nama lengkap Syarief Ananda ini satu dari sedikit tokoh utama yang memiliki penampilan jauh lebih baik daripada tokoh utama. Kemunculan dengan gaya model Calvin Klein sukses menyita perhatian saya. Saya menyukai gaya bicaranya yang santai, tapi efektif. Dia jelas tipikal yang menaruh perhatian terhadap sahabat. Dia juga memiliki peran terhadap hubungan Rayan dan Jingga.

Itulah beberapa tokoh pendukung yang berbekas dalam ingatan saya. Adakah tokoh pendukung yang membuat kalian terkesan?

Jangan lupa berkeliling blog tim Romance. ^^


3 komentar:

  1. Duh sepertinya sangat kentara kalau kak Afifah menyukai karakter Alif >,< soalnya pembahasan Alif lebih banyak dari yang lain :D Emang sih, sering dijumpai di beberapa novel, ada beberapa karakter yang nggak terlalu menonjol atau bisa dibilang bukana pemeran utama yang bisa menarik perhatian kita dibanding pemeran utama itu sendiri >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah, aku ga sadar nulisnya. hehe.
      yup, kadang malah sebagai maunya mereka dibuatkan novel tersendiri. :D

      Hapus
  2. Ada. Wina, temennya Alexandra di novel Divortiare. Dibilang mendukung Alex sih nggak, dibilang nentang juga nggak. Tapi intinya dia itu maunya yang terbaik buat Alex dan Beno, bagusnya lagi kalau mereka bisa balikan nikah lagi. *ciyeee bahasanya balikan*
    Aku suka sama tokoh Wina, dia itu tioe sahabat yang aku idam-idamkan banget. Cablak. Cerewet. Tapi apa yang dia omongin emang pada bener. :D

    BalasHapus