Minggu, 12 April 2015

Romance Subgenre: Fantasy Romance



Membicarakan romance, tentu yang terbayang adalah kisah cinta dua manusia yang dibalut dengan berbagai masalah untuk mengukuhkan cinta tersebut. Latar tempat yang mungkin terbayang adalah dunia sekitar kita dan hal yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari dan nalar. Tapi, romance - yang selanjutnya akan saya sebut roman demi kemudahan - tidak melulu berkisah mengenai dua manusia, bisa saja kisah cinta terkait dua makhluk berbeda jenis, manusia dan nonmanusia. Latar tempat yang digunakan pun tidak hanya dunia sekitar yang kita lihat dan kita percaya melalui logika karena hal-hal "aneh" pun bisa membangun kisah roman.

Ketika membicarakan hal-hal di luar nalar, hampir selalu dikaitkan dengan fantasy atau paranormal. Fantasy romance (yang saya sebut fanrom) dan paranormal romance (pararom) adalah dua subgenre dari roman. Subgenre yang saya bahas hanya fanrom, sedangkan pararom dibahas anggota tim Romance yang lain. 

Source: Tehkseven, edited by me

Fantasy romance adalah subgenre yang sama-sama diakui oleh genre fantasy maupun romance. Hal ini tidak salah sebab dari segi cerita, kedua genre ini memiliki porsi yang hampir atau sama besar. Semua kisah yang mengedepankan cinta tentu bisa diklaim roman. Begitu pula semua kisah dengan unsur fantasy tentu bisa diklaim fantasy.

Menurut Wikipedia, kalau unsur roman lebih penting daripada fantasy, maka disebut romantic fantasy. Kalau unsur fantasy lebih penting daripada roman, maka disebut fantasy romance. Tapi, tidak jarang dua hal ini menimbulkan bias sehingga sulit membedakan keduanya. Terlebih, bagi pembaca kedua genre, "kepentingan" mengenai genre mana yang lebih dominan sering kali menjadi samar karena keinginan menikmati genre yang biasa dibacanya. 

Selain kerancuan antara genre fantasy dan roman, subgenre fanrom seringkali tertukar dengan pararom. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal-hal yang berhubungan dengan paronormal juga termasuk fantasy karena sama-sama hal asing dan di luar logika. Hal-hal berikut mungkin dapat sedikit memudarkan kerancuan tersebut walaupun tidak bisa dikatakan sebagai acuan:
  • Pararom berlatar dunia ini, dunia kita. Fanrom umumnya berlatar dunia yang berbeda dengan dunia kita, bisa juga dunia ini yang terisolasi dan hanya orang atau makhluk tertentu yang boleh mencapainya.
  • Makhluk paranormal lebih mudah berbaur dengan manusia dan umumnya mereka tidak mengalirkan sihir, tetapi kemampuan spesifik seperti membaca pikiran atau melihat masa depan sudah ada tanpa perlu dipelajari. Sihir dari makhluk fantasy biasanya mengacu pada kemampuan mengalirkan energi, baik energi diri sendiri maupun energi alam untuk mengalirkan sihir. Walaupun makhluk fantasy terlahir dengan bakat sihir, bakat tersebut perlu diasah.
  • Buang semua hal-hal aneh. Kalau setelah itu dunia yang terlihat adalah dunia biasa, bisa dikatakan itu adalah paranormal. Kalau setelah itu dunia tetap terlihat tidak biasa, bisa dikatakan itu adalah fantasy.
Plot

Plot yang banyak digunakan dalam genre fantasy adalah takdir menyelamatkan dunia, baik dunia tokoh saja maupun keseluruhan dunia. Sebagai bagian dari roman, kisah cinta diolah sehingga takdir tersebut bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan berdua. Tokoh utama bisa mempunyai takdir seorang diri menyelamatkan dunia, tetapi membutuhkan - atau ketergantungan - terhadap partnernya untuk memenuhi tujuan tersebut, bisa juga keduanya ditakdirkan menjadi pasangan terlebih dahulu untuk menyelamatkan dunia. Kebersamaan mereka akan menentukan tindakan dalam menyelamatkan dunia.

Perbedaan dunia bisa menjadi masalah khusus yang diangkat. Beberapa makhluk atau jenis manusia akan selalu menginginkan darah murni. Kedua tokoh utama yang berbeda dunia akan menghadapi masalah karena akan merusak kemurnian darah.

Perebutan kekuasaan, politik, sosial adalah hal-hal yang umumnya menjadi penghalang bagi kisah cinta kedua tokoh utama dan dikemas dalam balutan magis.

Buku

Stolen Songbird - Danielle L. Jensen



Buku ini adalah buku pertama dari trilogi The Malediction. Buku ini menceritakan Cecile yang diculik untuk dinikahkan dengan pangeran troll. Negeri troll dikutuk oleh penyihir dan menurut ramalan, kutukan tersebut akan hilang jika pangeran dipertalikan dengan dengan manusia yang memiliki ciri-ciri seperti Cecile. Hubungan keduanya tidak baik pada awalnya. Cecile yang merasa dirinya diculik, beberapa kali berusaha melarikan diri. Tristan, si pangeran troll, pun sepertinya tidak mau dipertalikan dengan Cecile. Pada akhirnya, ketika hubungan mereka membaik, mereka harus tetap terlihat tidak akur agar rencana Tristan berjalan lancar dan dapat menggulingkan ayahnya.

Graceling - Kristin Cashore
 

Katsa memiliki kemampuan membunuh dengan tangan kosong. Ia termasuk Graceling, kelompok yang memiliki Bakat tertentu yang luar biasa. Katsa berteman dengan Pangeran Po, yang memiliki Bakat Bertempur. Namun, Bakat Katsa sebenarnya bukan membunuh. Sebuah penculikan menjadikan Katsa harus menemukan motif kejadian tersebut.

Daughter of Smoke & Bone - Laini Taylor



Karou selalu membawa buku sketsa berisi gambar-gambar monster menyeramkan. Sejak kecil, dia dirawat oleh Brimstone, seorang penyihir. Para malaikat (seraphim) memusnahkan portal menuju dunia chimaera. Sejak dulu, malaikat dan chimaera adalah musuh. Aktiva, salah satu malaikat, hendak membunuh Karou karena memiliki simbol iblis di tangannya. Tapi, Aktiva justru tidak jadi membunuh Karou karena Karou memiliki kemiripan dengan chimaera yang menjadi pernah kekasihnya. Karou pun terlibat peperangan antar dua dunia.

Jumlah buku fanrom yang diterjemahkan, yang saya tahu, masih sedikit, padahal buku genre ini cukup banyak. Sebut saja karya-karya Amy Raby, Kylie Griffin, Anne Bishop, dan C.L. Wilson. Mungkin subgenre ini masih kurang diminati di Indonesia. Dibandingkan fanrom, pararom sudah lebih banyak diterjemahkan. Mungkin ini karena fantasi yang diberikan pararom tidak sebanyak fanrom sehingga nuansa roman masih terasa sangat kental, sedangkan pada fanrom, nuansa fantasi dan visi tokoh utama kadang membuat nuansa roman menjadi lebih kabur. Bagi penggemar fantasi yang kurang menyukai roman, mungkin subgenre kurang memuaskan karena banyaknya adegan percintaan. Padahal, bagi penggemar fantasi sekaligus roman seperti saya, subgenre ini bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan dua hal sekaligus.

Kalau mau mengetahui subgenre romance yang lain, silakan berkunjung ke blog tim Romance lain. ^^

4 komentar:

  1. Dapet wawasan baru...tfs mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. makasih sudah berkunjung. :)

      Hapus
  2. Rasanya seri The Iron King nya Julia Kagawa bisa masuk subgenre ini. Soalnya kisahnya tentang negeri fantasi.
    Aku masih penasaran dengan Stolen Songbird ini, konon troll yang biasanya digambarkan makhluk raksasa jelek dan bau, di Stolen Songbird adalah pangeran tampan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku belum baca. dari sinopsisnya, kurang yakin itu romance. jadi bisa masuk subgenre ini, ya. thanks, mbak.
      di stolen songbird ada yang jelek banget kayak troll biasa, ada yang tampan kayak prince charming. sayangnya, belum jelas kenapa bisa beda gitu.

      Hapus