Senin, 13 April 2015

Happy Birthday, BBI!



Happy birthday, BBI!
Selamat hari kelahiran!

Sekarang BBI udah 4 tahun. Ibarat bocah, BBI udah bisa mewarnai, menggambar, menggunting, melipat, dan mungkin juga udah bisa jalan sendiri ke sekolah (kalau sekolahnya deket). Unyunya Bebi udah mulai ilang, digantikan bocah yang lebih pintar.

Aku baru kenal Bebi selama 2 tahun. Baru hampir malah, belum 2 tahun. Waktu itu, aku suka jalan-jalan ke blog yang suka ngasih review buku. Sebelum beli buku, biasanya aku mampir ke blog-blog itu dulu. Blog yang biasa aku sambangi adalah blognya Kak Stefanie, yang punya Bookie-Looker, dan blognya Kakak Peri Hutan yang bersemayam di Kubikel Romance. Kalau Kakak Peri Hutan yang nama aslinya Kak Sulis ini aku tau dari Facebook karena Kak Sulis suka nge-share tulisannya di Facebook. Kalau blog Kak Stefanie, aku lupa kenapa bisa nyasar di sana, yang pasti aku suka gayanya mereview dan nama blognya mudah diingat. 

Kalau aku lagi berniat beli buku tapi perlu informasi lebih banyak untuk menyakinkanku membelinya tapi buku tersebut belum di review dua blogger tadi, aku nyari di Google. Aku lebih suka baca tinjauan di blog daripada di Goodreads karena biasanya lebih lengkap. Nah, lama-lama aku perhatikan banyak blog khusus buku yang memasang gambar lucu di sidebar blognya. Yup, gambar BBI.

Waktu itu, aku belum punya blog buku. Pernah sih sok-sokan bikin resensi karena pelajaran bahasa Indonesia, terus ditaruh di blog, tapi blog itu terbengkalai selama setahun. Pencarianku mengenai BBI membuatku memutuskan membuat blog buku. Aku suka blogging, tapi nggak jelas tujuan bloggingnya. Kupikir, sebaiknya aku membuat paling tidak satu blog dengan tema khusus demi eksistensi di dunia perblogan supaya kesukaanku lebih terarah. Waktu mau daftar, aku buru-buru bikin 3 review karena minimal harus sudah mereview 5 buku. Maka, jadilah aku anggota BBI dengan codename 1311198.

Setelah aku masuk BBI, aku merasa menjadi kepik di antara kutu. Aku suka baca, tapi nggak sampai kayak anggota-anggota BBI yang beneran kutu buku. Sayangnya, kutu memang menular. Aku makin giat baca. Bacaanku juga makin banyak macamnya. Biasanya dalam setahun aku hanya membaca novel atau buku dengan sedikit gambar tidak sampai 10 (buku pelajaran nggak dihitung). Setelah bergabung dengan BBI, lihat saja buku-buku yang kubaca tahun lalu di akun Goodreads-ku dan bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hehe.

Aku makin banyak tahu tentang buku. Aku yang kadang kepo banget, mulai menjamah buku-buku yang dulu nggak kulirik. Membaca sharing mereka, sepertinya buku-buku itu seru. Memang nggak semuanya membuatku berubah haluan, tapi hampir tidak ada buku yang membuatku menyesal membacanya. 

Baru-baru ini juga aku baru tau bahwa subgenre dari setiap genre ternyata banyak. Salah satunya subgenre romance yang ada . . . lebih dari 15. Penulis tertentu suka menulis subgenre tertentu, bukan sekadar genre tertentu. Aku juga baru sadar aku polos banget dibanding kakak-kakak yang main bersamaku di Playing Around with Romance *ditimpuk*. Maksudnya, aku banyak nggak taunya. Penulis ini nggak tau, buku itu nggak tau, bahkan subgenre yang kubahas aja baru kuketahui. Anak bawang, anak bawang.

Aku, yang dulu membeli buku lalu langsung dibaca, terkena virus penimbun. Sebelum menjadi anggota BBI dan berkenalan dengan banyak orang, ada beberapa buku yang masih bertengger di rak dan belum dibaca, tapi belum terlalu banyak. Sekarang, aku punya sebaris rak untuk buku-buku yang belum kubaca. T.T Ini semua gara-gara membaca review mereka. Kabita. Ternyata pecinta buku nggak beda jauh dengan shopaholic. :P

Setelah bergabung dengan BBI, aku juga bisa mendapat buku gratis loh. Hoho. Bukan hadiah giveaway tentunya. Semua anggota BBI kayaknya tau bagaimana bisa begitu dan sepertinya pernah merasakannya. Beberapa kali juga pernah bekerja sama dengan penerbit, yang tentunya menghasilkan buku gratis. 

Sayangnya, aku belum pernah bertemu teman-teman BBI secara langsung, bahkan yang sama-sama di Bogor. Aku nggak akan menyebutkan alasannya, yang pasti sebetulnya aku ingin mengenal mereka lebih dekat. Mengenal mereka dari jauh saja sudah membuat banyak perubahan terhadapku, entah bagaimana kalau lebih dekat.

Sudah dulu, ya, Beb. Bogor panas, nih. Mau ngadem dulu. 
Sekali lagi, selama ulang tahun, BBI! 
Semoga panjang umur, sehat selalu, dan makin eksis. 
May the odds be ever in your favor.

7 komentar:

  1. Kayaknya asik gabung di BBI, nambah teman, nambah wawasan dan memicu kita buat rajin baca. Soalnya aku tipe beli buku dan bacanya kapan-kapan Hehe malah ada yang belum kebaca dari beberapa bulan yang lalu x___x

    BalasHapus
    Balasan
    1. berada di lingkungan orang-orang rajin pasti kecipratan rajinnya.
      tapi . . . itu kayaknya penyakit kita semua, suka nimbun buku. hehe.

      Hapus
  2. Kayaknya seru yaa gabung di BBI :) Udah sering terbesit sih, tapiiiii...

    BalasHapus
  3. Kayaknya seru sekali nih Group BBI, tambah semangat membaca, dan menulis juga. Jadi penasaran, bagaimana sih cara gabungnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara gabungnya bisa dilihat di http://blogbukuindonesia.com/faq/to-be-member/
      :)

      Hapus
  4. Haha. Tos, mba! Sama kita. Akhirnya ketularan virus nimbun. Padahal dulu kalo beli langsung dibaca ya. Sekarang banyak akses buat dapetin buku diskon yang murah meriah sekali, akhirnya malah punya dosa timbunan. Wekeke.

    BalasHapus