Kamis, 12 Maret 2015

[Opini] Alur Cerita


 
Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?

Ada tiga macam alur cerita yang saya kenal, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Saya tidak memiliki kesukaan dengan alur tertentu. Alur apa pun saya suka asalkan tidak membingungkan.

Alur yang mungkin sering membingungkan adalah alur campuran. Satu bagian bergerak maju, lalu mundur di bagian lain, lalu maju lagi. Mengutip istilah mata pelajaran Sejarah, alur ini paling beresiko terkena "kerancuan waktu". Terlalu banyak flashback yang tidak runut dapat menimbulkan kerancuan. Sebetulnya, asalkan teliti membaca, mungkin bisa terhindar dari "kerancuan waktu".

Alur maju maupun mundur pun bisa saja terdapat kerancuan. Semua itu bergantung pada ketelitian pembaca dan penulis. Penulis sudah membuat cerita dengan kronologi yang tepat, tapi saya terburu-buru membacanya, mungkin saya akan merasa rancu. Mungkin juga, in case, naskah sudah lama tidak digarap dan penulis kurang menyadari alur waktu. Walaupun begitu, sebelum sampai ke tangan pembaca masih harus melewati editor dulu, bukan?

Saya tidak memiliki buku dengan alur favorit. Bagi saya, semua alur sama saja. Kalau alur maju, bagaimana buku tersebut bisa membuat saya terus ikut bergerak maju dengan perkembangan tokoh. Kalau alur mundur atau campuran, bagaimana buku tersebut bisa membuat saya bersimpati terhadap kejadian di masa lalu. Hal yang terpenting adalah membuat alur yang tepat sesuai ide dan tema, tidak memaksa menggunakan alur tertentu.

2 komentar:

  1. Alur campuran sepertinya lebih menantang daripada alur maju ya. Jika udah asik, jadi keterusan nggak berhenti baca. Tapi kalau penulis tidak cermat dalam mengolahnya, malah bikin kita bete dan tidak bisa nyaman membacanya ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. kadang, bagian flashback lebih bikin penasaran.
      untungnya, jarang nemu buku yang diolah dengan kurang cermat, ya. :)

      Hapus