Jumat, 30 Januari 2015

The Five People You Meet in Heaven - Mitch Albom






- Dimulai Saat Ditutup -

Judul buku: The Five People You Meet in Heaven
Judul terjemahan: Meniti Bianglala
Penulis: Mitch Albom
Penerjemah: Andang H. Sutopo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 204
Cetakan: Ke-2, Oktober 2005
ISBN: 9789792270020


Kematian merupakan penutup bagi kisah seseorang, tapi bukan kisah Eddie. Kematian merupakan awal kisahnya. 

Eddie adalah seorang maintance dan dikenal dengan sebutan Eddie maintance oleh anak-anak. Bagi Eddie, kehidupannya sangat membosankan. Dia sebenarnya tidak ingin bekerja di tempat dia dibesarkan, tapi keadaan tidak memungkinkan dirinya keluar dari jebakan hidup itu.
Kehidupan membosankannya berakhir tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-83. Eddie sedang bekerja seperti biasa di taman hiburan, dengan kebosanan yang biasa. Salah satu wahana mengalami kerusakan. Wahana itu jatuh dan ada seorang anak di bawahnya. Eddie mencoba menyelamatkan anak itu dari maut, tetapi akibatnya kisah hidupnya berakhir.

Sebagai gantinya, kisah kematiannya dimulai. Di alam baka, Eddie bertemu lima orang yang menjelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan tentang hidupnya. Orang-orang itu bukan hanya orang yang pernah Eddie temui, tapi juga orang yang hidup jauh sebelum Eddie lahir. Dari mereka, Eddie mendapatkan pencerahan dan penyesalan.



“Bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain, sama seperti kau tidak bisa memisahkan embusan udara dan angin.”- Orang Biru to Eddie (hlm. 52)



* * *

Buku ini membuat saya penasaran pada pandangan pertama. Pertama kali saya menemukan ini adalah di Gramedia. Judulnya eye-catching. Sinopsisnya semakin membuat saya penasaran. Bagaimana pendapat orang hidup mengenai kehidupan setelah kematian?

Kehidupan setelah kematian merupakan hal yang mungkin agak sensitif. Setiap agama dan kepercayaan memiliki ide sendiri mengenai kehidupan setelah kematian. 

Ekspektasi saya cukup tinggi mengenai buku ini. Saya berharap menemukan hal-hal mengharukan, menyedihkan, mengerikan, atau semacamnya. Saya juga mengira akan menemukan cerita yang membuat saya harus duduk diam untuk memahami cerita dalam buku ini.

Mungkin buku ini bisa dibilang mengharukan. Kehidupan seseorang bisa saja sebetulnya hasil dari kematian orang lain. Eddie hidup karena ada orang lain yang mati.



“Kadang-kadang kalau kau mengorbankan sesuatu yang berharga, kau tidak sungguh-sungguh kehilangan itu. Kau hanya meneruskannya pada orang lain.” – Kapten to Eddie (hlm. 97)
 
Tapi, yah, bagi saya yang sedang kurang berperasaan, buku ini sepertinya bukan diperuntukan untuk bersedih-sedih atau berharu-haru. Saya malah merasa cerita dalam buku ini seperti cerita anak. Buku ini bisa saja menjadi cerita anak kalau disederhanakan.


Pada suatu hari, seorang penjaga taman hiburan melakukan perjalanan menuju surga. . .


Walaupun bisa dijadikan cerita anak, novel ini bukan diperuntukan untuk anak. Ada hal-hal yang terlalu keras untuk dijadikan cerita anak. Mungkin beberapa kisah harus diubah dan dibuat lebih lembut untuk anak, tidak ada adegan mati-matian apalagi bunuh-bunuhan. Pemilihan kata terjemahan pun terlalu variatif. Buku ini kan memang bukan diperuntukan untuk anak, ya.

Pastinya sih buku ini diperuntukan untuk kita (saya sih) yang kadang mempertanyakan untuk apa hidup ini. Saya rasa, penulis sengaja membuat cerita yang tergolong ringan supaya bisa dipahami semua orang. Hidup yang membosankan saja ternyata bisa sangat berharga bagi orang lain tanpa kita sadari. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan, buat sebanyak mungkin orang tersenyum. ^^

Selain penjelasan dari lima orang yang ditemui Eddie, kisah-kisah kehidupan Eddie juga diceritakan pada bagian-bagian tertentu. Setelah selai bertemu satu orang, sebelum bab berikutnya yang menceritakan pertemuan selanjutnya, akan ada kisah-kisah pada hari ulang tahun Eddie.

Saya menyukai bagian-bagian yang menceritakan hubungan Eddie dengan keluarganya. Dia bukan berasal dari keluarga yang selalu bahagia. Satu-satunya kebahagian tanpa cela adalah bersama istrinya. Walaupun kadang tidak harmonis, saya merasakan cinta terpendam terhadap orangtua dan kakaknya.



Orang sering mengatakan mereka “menemukan” cinta, seakan-akan cinta sejenis benda yang tersembunyi di balik bongkahan-bongkahan batu. Tapi cinta mempunyai berbagai bentuk, dan tidak pernah sama bagi setiap pria atau wanita. Yang ditemukan orang sebenarnya cinta tertentu. – hlm. 159


Walaupun tidak semambahana ekspektasi saya, I love the ending. Saya langsung ingat lagu Micheal Jackson.


Heal the world. Make it better place.


Arti lagunya agak nggak nyambung sih, tapi sepertinya musiknya cocok untuk adegan itu.

Rating:



Orangtua jarang melepas anak-anak mereka, jadi anak-anak yang melepas orantuga mereka. Mereka pergi. Mereka pindah. Pengakuan yang dulu penting untuk mengukur keberhasilan mereka – pujian ibu, anggukan ayah – tertutup oleh pencapaian mereka sendiri.  – hlm. 130
 


* * *
Sekarang saatnya menebak Santa saya yang baik hati. 

Riddle-nya sudah saya posting dan seperti yang bisa dilihat, riddle itu “wow” banget. Saya sampai minta clue tambahan dari Mbak Oky. Tapi, clue-nya agak kurang berguna juga sebetulnya. Saya juga tahu itu dari buku dan kemungkinan pengarangnya sama. Yang saya nggak tahu, siapa penggemar pengarang itu. Bagi orang malas macam saya, ngubek-ubek blog semua peserta adalah hal yang malesin *yaudah nggak usah ikutan SS*.

Akhirnya, thanks to Google saya bisa menemukan kemungkinan Santa saya.
Perkiraan saya adalah

Wirda Adila Ridyananda (Nina)

Semoga benar. ^^



Posting ini diikutkan dalam:
Baca Opini Bareng 2015


11 komentar:

  1. Kayaknya tebaknmu ketuker dgn kembar siamnya si santa. Soalnya santamu pernah bilang sengaja bikin riddle yg mengecoh antara dia dan kembar siamnya.
    *etapi aku juga nebak doang sih. Bisa jadi aku yg salah nebak malah*

    BalasHapus
  2. Mari kita tunggu Santa nya muncul

    BalasHapus
  3. Nah, yg mana nih yg bener

    BalasHapus
  4. Santanya mana nih, ayo mengakulah ^^
    #edisiSantaKembar

    BalasHapus
  5. Wah, nebak Nina ya? Maaf ya Afifah :) Technically, I did buy your books (karena Santa-mu waktu itu ngga ada di Surabaya) and help your Santa make the riddle. Mbak Dewi tuh, bikin rusuh -_____-" Santa-mu belum muncul mungkin masih lelah (baca: males)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok aku yg bikin rusuh? :))
      aku gak pernah kasih clue apa2 kook ke x-mu ato x-nya partnermu. Sungguh.
      wong mereka gak nanya2 juga x))

      Hapus
  6. Halo afifah, maaf ya baru muncul...
    Wah, kamu menebak orang yang salah ya afifah. Mau aku beri tau bagaimana memecahkan riddle nya?
    Their goddess itu maksud nya author nya. Tapi, aku nggak menggunakan nama depan mereka melainkan, nama belakang. Aku menyusunnya secara acak. Jika kamu merangkai nya akan te rbentuk kata "veteriner" .
    Nah, satu satu nya calon veteriner di bbi itu aku :D .
    Maaf ya riddle nya bikin pusing. Makasih juga sudah suka banget sama hadiah nya. Dibilangin romantis lagiiii, padahal aslinya aku gak ada sisi romantis nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaaah, kenapa kak nina ga pura-pura jadi santaku supaya aku ga salah #plak
      biarpun salah, tapi makasih banyak loh, santa.
      aku nggak kepikiran kalau itu acak kata. aku malah nyari yang bikin review itu. hehehe.

      Hapus
  7. Nice review. Jadi makin penasaran dan teryakinkan buat baca karya-karyanya Mitch Albom. Premis ceritanya menarik ya. Ada gak ya penulis Indonesia yang ngangkat premis ini? Btw, setuju. Judulnya eye-catching banget. Kenapa harus Meniti Bianglala? Penasaraaan!

    BalasHapus
  8. Nice review. Jadi makin penasaran dan teryakinkan buat baca karya-karyanya Mitch Albom. Premis ceritanya menarik ya. Ada gak ya penulis Indonesia yang ngangkat premis ini? Btw, setuju. Judulnya eye-catching banget. Kenapa harus Meniti Bianglala? Penasaraaan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. karya-karyanya fantasy tapi seolah nyata juga.
      sepertinya belum. atau ada tapi aku belum tau. :)

      Hapus