Sabtu, 13 Desember 2014

Lima Sekawan: Sarjana Misterius – Enid Blyton






(ringsek karena sering dibawa dalam tas tanpa pelindung)

- Berhadapan dengan Pengkhianat Negara -

Judul buku: Lima Sekawan: Sarjana Misterius (Five Have A Wonderful Time)
Penulis: Enid Blyton
Penerjemah: Agus Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ke-16, Maret 2011
ISBN: 9789792266580



Dua sarjana Inggris menghilang. Keduanya dituduh berkhianat. Keduanya dikabarkan membawa rahasia negara dan akan menjualnya ke luar negeri. Foto kedua sarjana itu terpampang di surat kabar.
 
Lima Sekawan berlibur dengan karavan di dekat Puri Faynights. Ketika meneropong gagak-gagak yang beterbangan, mereka melihat wajah dari jendela menara puri itu. Wajah itu mirip dengan salah satu sarjana yang menghilang. 

Lima Sekawan memutuskan menyelidiki wajah tersebut, tapi jalan masuk menuju menara tempat wajah itu sudah runtuh lama sekali. '
Kali ini, petualangan mereka tertunda karena mereka ditawan karena keingintahuan mereka.

* * *
Once upon a time . . .
Buku ini adalah buku ke-11 dari serial Lima Sekawan. Buku ini saya masukkan ke dalam kategori Once Upon A Time Lucky No. 14 Reading Challange karena terbit di tahun 1952, jauh sebelum saya lahir. Serial ini serial anak, tapi saya baru tertarik membaca ketika sudah menjadi golongan putih-abu. Saya juga tidak merasa sebaiknya membacanya sewaktu kecil. Bagaimana pun, waktu kecil saya belum menyukai cerita semacam ini. 
Walaupun waktu kecil saya belum menyukai cerita semacam ini, saya rasa buku ini memang buku anak. Petualangannya sangat khas anak yang serba ingin tahu dan belum mengenal takut. Maksud saya setidaknya anak 4 SD, ya. Anak yang lebih kecil dari itu mungkin akan kurang tertarik. 
Dalam buku ini, kita disajikan cara-cara berkomunikasi zaman dahulu. Berlibur beberapa hari saja mereka menulis surat. Dari sini, saya pun tahu bahwa tanpa alamat lengkap, kita bisa menulis surat asalkan orang yang dituju rajin mengecek kantor pos. Ibu George menulis surat untuknya padahal mereka tinggal di karavan yang tentu tidak memiliki alamat jelas. George mengambil surat itu di kantor pos. 
Telepon pun masih jarang digunakan. Untuk menelepon, mereka harus menggunakan telepon umum yang jaraknya tidak pendek dari karavan. Hal penting dan genting saja mereka ungkapkan melalui surat atau telepon. Sekarang, kita pasti sudah ketar-ketir kalau melihat orang mencurigakan dan kita tidak membawa ponsel. 
Sepertinya, terjemahan buku ini tidak berubah dari dulu. Versi cetak ulang tidak mengotak-atik versi lama. Kalau pun diotak-atik, mungkin hanya sebagian kecil yang menurut penerbit perlu diperbaiki. Gaya bahasa terjemahannya sangat terasa gaya bahasa yang belum kekinian.
Kata "sarjana" pada novel ini, saya rasa mengacu pada ilmuwan atau orang pintar. Bukan orang pintar yang suka melihat "hal-hal lain" tentunya. Saya tidak tahu bagaimana versi asli novel ini. Satu hal yang saya tahu, "sarjana" mengalami pergeseran makna. Dulu, "sarjana" berarti ilmuwan atau orang pintar. Sekarang, "sarjana" adalah penyebutan gelar bagi orang yang lulus strata 1. Begitulah kira-kira yang saya ingat dari pelajaran bahasa Indonesia SMP atau SMA. 
Buku ini menceritakan kenekatan para remaja (di buku disebutkan remaja, tapi saya tidak tahu berapa usia mereka dan mereke sepertinya masih pantas disebut anak-anak). Saya rasa, kalau buku ini dibaca anak-anak SD, mereka harus tahu bahwa meniru tindakan nekat semacam itu sangat berbahaya. Karena ini hanya novel, penjahat dan kawanannya yang mengkhianati negara hanya membawa satu pistol sehingga ketika dilucuti dia tidak memiliki senjata lain. Di dunia nyata, penjahat seperti itu pasti akan membawa lebih banyak senjata. Membaca buku ini atau tidak, saya rasa orangtua harus memberi tahu batas-batas hal yang disebut berani, nekat, dan membahayakan. 
Saya tidak tahu seperti apa bacaan anak-anak SD zaman sekarang, tapi daripada membaca bacaan yang tidak sesusai usianya, lebih baik membaca buku ini. Anak SMP dan SMA pun saya rasa tidak akan bosan, tentu tergantung selera juga. Bacaan semacam ini seperti mengingatkan untuk menikmati masa muda penuh petualangan - dengan mempertimbangkan bahaya. 

Rating: 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar