Selasa, 30 Desember 2014

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan – J.D. Salinger






- Di Waktu yang Tepat -

Judul buku: Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan
Penulis: J.D. Salinger
Penerjemah: Anton WP
Penerbit: Bukukatta
Cetakan: Ke-1, 2014
ISBN: 9789791032766


“Yah, mereka berenang ke sebuah lubang berisi banyak pisang di dalamnya. Mereka seperti ikan biasa ketika masuk ke lubang itu. Tapi sekali mereka masuk ke dalamnya, mereka berkelakuan seperti babi. Ah, aku tahu beberapa bananafish berenang ke sebuah lubang pisang dan makan sebanyak tujuh puluh delapan pisang. Mereka jadi sangat gemuk hingga tak bisa keluar dari lubang itu lagi. Tak bisa muat melalui pintunya.”
- Hari Yang Sempurna Bagi Bananafish

“Saya sangat tersanjung jika Anda menulis sebuah kisah secara khusus untuk saya suatu hari nanti. Saya gemar membaca.”
Aku katakan aku tentu akan melakukannya, jika aku bisa. Aku mengaku tak terlalu produktif dalam menulis.
“Saya lebih suka kisah tentang kesengsaraan.”
“Tentang apa?”
“Kesengsaraan. Saya sangat tertarik dengan kesengsaraan.”
- Demi Esme, Dengan Cinta dan Kesengsaraan

* * *

Baca dan Posting Bareng bulan ini adalah buku-buku Bukukatta yang dijual dalam satu paket Rp45.000 yang berisi 4 buku. Alasan saya memilih buku ini untuk dibaca pertama kali adalah judulnya. Judul buku ini yang paling terkesan jadul dan “sastra banget”.

Saya pecinta buku, tapi bukan buku yang “sastra banget”. Otak saya belum nyampe. Mumpung bukunya tipis, tak apalah saya baca. Dan buku ini memang sastra banget bagi orang yang bacaannya pop macam saya.

Buku ini berisi dua cerpen: Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan dan Hari yang Sempurna Bagi Bananafish. Keduanya menceritakan pria yang sudah memiliki pasangan, tetapi kesepian dan bertemu gadis kecil. 

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan dibuka dengan sebuah undangan pernikahan yang didapat seorang pria dan istrinya. Undangan itu berasal dari gadis kecil yang ditemui pria itu bertahun-tahun lalu ketika dia masih bergabung dalam militer. Bergabung dalam militer membuat pria itu terisolasi, termasuk dari keluarga. Suatu hari, pria itu bertemu dengan seorang gadis berusia tiga belas tahun. Pria itu pertama kali melihat gadis itu di gereja sebagai penyanyi paduan suara. Lalu, mereka berjumpa lagi di sebuah kedai. Gadis itu lebih cerdas daripada gadis-gadis sesusianya, dan lebih anggun. Gadis itu bernama Esme. 

Hari yang Sempurna Bagi Bananafish dibuka dengan adegan Muriel Glass yang menelepon ibunya dari tempatnya berlibur. Dari macam-macam percakapan, dapat diketahui bahwa ibu Muriel mengkhawatirkan kondisi kejiwaan suami Muriel, Seymour. Cerita berganti latar menjadi pantai, ketika Seymour pergi ke pantai seorang diri. Dia memiliki teman, seorang gadis kecil. Seymour menunjukkan Bananafish kepada gadis itu. Di bagian ini, saya tidak tahu apakah adegan Bananafish dan gadis kecil itu hanya khayalan atau bukan karena gadis kecil itu juga melihat Bananafish. 

Dua cerpen ini membuat otak saya berputar-putar untuk mengerti maknanya sesungguhnya, padahal keduanya sangat singkat. Mungkin ada hal-hal yang hanya perlu dinikmati tanpa dipikirkan maknanya. Arti Bananafish saja masih menjadi perdebatan di antara penikmat sastra. 

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan diambil dari kumpulan cerpen Nine Stories (Amerika) atau For Esme, with Love and Squalor (Inggris). Buku tersebut berisi sembilan cerpen. Entah mengapa yang diterjemahkan hanya dua cerpen. Kalau diterjemahkan semua juga belum tentu saya sanggup membacanya sih. 

Karena ini berupa cerpen, walaupun bukan cangkir teh saya, saya bisa memberi rating. Karena bukan cangkir teh saya dan belum membuat saya “wow”, ratingnya pun hanya bisa saya beri 3.

Rating:

2 komentar:

  1. Wah sepertinya menarik, saya juga nggak terlalu ngerti sastra sih, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau baca buku sastra, bisa coba buku tipis dulu kayak buku ini. hihi. ;)

      Hapus