Senin, 17 November 2014

Cheeky Romance - Kim Eun Jeong





- Romantisme Berkat Kesialan -

Judul buku: Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 450
Cetakan: Ke-1, Oktober 2012
ISBN: 9786027742024



Kenapa aku selalu merasa ‘diseret-seret’ oleh laki-laki ini? Apa perempuan juga bisa jadi seperti orang bodoh?


Yoo Chae sedang sial. Niatnya untuk membalas dendam pada mantan kekasihnya justru membuatnya mendapat kesialan beruntun. Curhatannya di situs jejaring kantor yang ingin hapus, justru ter-upload. Hal itu saja sudah cukup membuatnya kesal dan mendapat masalah di kantor.

Kesialan itu belum ada apa-apanya dibandingkan kejadian saat dia meliput acara live di sebuah restoran. Seorang dokter kandungan tiba-tiba mengacaukan acara. Pria itu memaki-maki Yoo Chae karena makan sembarangan dan menyebutnya ibu hamil. Parahnya, kamera masih mengambil adegan siaran langsung itu! Terkenallah Yoo Chae sebagai “ibu hamil nasional”.

Hal itu membawa dampak buruk bagi karirnya. Bukan hanya diminta membuat surat permohonan maaf, Yoo Chae juga dicemooh orang-orang di kantornya. Tak cukup sampai di situ, dia dipindahtugaskan ke kantor cabang yang jaraknya cukup jauh. Julukan “ibu hamil nasional” itu juga menyebabkan dia tiba-tiba terkenal, secara negatif.

Tak hanya kesialan yang didapatnya. Impiannya untuk mendapat acara tetap pun terkabul. Tapi, berikutnya keberuntungan itu sepertinya menjadi kesialan lagi baginya. Dia harus bekerja sama dengan So Yoon Pyo, dokter kandungan gila itu!

Acara yang dibuatnya adalah acara dokumenter kedokteran. Syuting dilakukan di Rumah Sakit Taejo, tempat dokter itu bekerja. Lebih lagi, dokter itu juga bertanggung jawab dalam acara tersebut. Seolah kurang cukup bertemu di rumah sakit, rental house untuk Yoo Chae bersebelahan dengan rental house Yoon Pyo.


“Kau jangan semudah itu mengacuhkan masalah orang atau omongan orang. Kalau semua orang di dunia ini seperti itu, mungkin tidak ada yang memunyai kemauan untuk peduli terhadap orang lain.” – Yoon Pyo to Hye Rong (hlm. 137)



Rumah sakit ini ternyata lebih menyeramkan daripada perusahaan yang lain. Kalau dipecat dari perusahaan, paling orang itu tinggal mencari pekerjaan baru di perusahaan lain. Tapi kalau dokter yang pekerjaannya menyangkut nyawa orang itu kehilangan pekerjaan dan nama baiknya, sepertinya akan sulit sekali untuk mengembalikan hal itu. – hlm. 137-138


Di syuting awal, Yoo Chae meliput seperti orang bodoh, tapi lama-kelamaan dia jauh lebih baik. Dia bahkan tampak cerdas ketika rumah sakit mendapat masalah besar terkait seorang dokter bernama Oh Hye Rong, yang saat itu dekat dengan Yoon Pyo. Hye Rong dituduh tidak bisa menyelamatkan pasien. Yoo Chae pun dikaitkan dengan masalah itu. Yoo Chae yang bersikeras menayangkan masalah itu, dituduh gemar menyebarkan isu.

Tidak hanya masalah pekerjaan yang mengganggu Yoo Chae. Pikirannya terganggu oleh sahabatnya, So Yeong. Dia tidak ingin menikah, tetapi ingin memiliki anak. So Yeong hamil berkat donor sperma. Dia mengatakan donornya terdapat di antara dokter kandungan di rumah sakit itu.  Saat mencari informasi terkait donor sperma untuk acaranya, Yoo Chae menemukan bahwa donor sperma So Yeong adalah So Yoon . . . dan nama seperti itu yang Yoo Chae tahu hanya satu di rumah sakit itu.
Semua itu membuat hubungan Yoo Chae dan Yoon Pyo yang semula buruk lalu berbaikan menjadi naik-turun.


“Kau tahu tidak, kapan perempuan tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta?” – Yoo Pyo to Yoo Chae (hlm. 248)


* * *
Yoon Pyo mengubah pandangan saya mengenai dokter kandungan laki-laki! Semula, saya berpikir dokter kandungan laki-laki itu menggelikan. Ibu-ibu hamil di Rumah Sakit Taejo itu juga berpikiran sama, kecuali yang sudah mengetahui reputasi Yoon Pyo. 

Rasa hormatnya terhadap ibu-ibu hamil dan kebahagiannya menyambut kelahiran baru melebihi dokter kandungan mana pun. Hal ini berkaitan dengan masa lalunya. Sayangnya, walaupun dia menghormati ibu-ibu hamil, dia tidak akur dengan ibunya sendiri. 


“Manusia kan memang seperti itu, tidak sadar kalau masih memiliki sesuatu.” – Yoo Chae to Ibu Yoon Pyo (hlm. 354)


Tapi. . . kalau bukan Yoon Pyo, sepertinya tetap menggelikan. Hehehe.

Kembali ke cerita.

Dua tokoh utama novel ini sama-sama keras kepala. Pertemuan pertama mereka saja sudah tidak baik. Masalah berdatangan silih berganti, membentuk karakter para tokoh. Hubungan Yoon Pyo dan Yoo Chae naik turun, bahkan saat mereka sudah berpacaran. Eh, ini bukan spoiler kan? Goal novel ini kan bukan kedua tokoh itu berpacaran, tapi lebih dari itu, supaya hubungan mereka kukuh. 


“Sudahlah. Aku tahu kau pintar dan selalu mendapat nilai 100 di setiap ujian. Kau pasti tidak mengerti perasaan orang yang mendapat nilai 50 sepertiku ini.” – Yoo Chae to Yoon Pyo (hlm. 391)


Novel ini sukses bikin saya ketawa-ketawi sendiri berkali-kali. Walaupun sepertinya tokoh utama mengalami banyak masalah, ada saja hal yang bisa membuat tertawa. Tapi ini bukan novel komedi, ya, cuma banyak adegan lucu saja. 

Saat tahu Yoo Chae dan Yoon Pyo akan tinggal bersebelahan, saya mengira akan menemukan banyak masalah di tempat itu. Ternyata, rental house mereka hanya beberapa kali disorot. 

Adegan favorit saya adalah sewaktu kunci pintu rumah Yoon Pyo rusak dan kunci mobilnya terjatuh ke parit. Karena faktor cuaca, tukang reparasi (apa ya istilahnya di novel ini?) tidak bisa segera datang. Maka, Yoon Pyo pun “mengganggu” Yoo Chae malam-malam. Yoon Pyo pun membuat Yoo Chae menjadi bahan tertawaan karena “jejak” yang ditinggalkannya. Sudah menolong, malah “diberi hadiah”.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga. Yoo Chae dan Yoon Pyo bergantian menjadi tokoh utama. Banyak adegan yang dijelaskan berbeda dari sudut pandang masing-masing. Jalan pikiran cewek dan cowok kan memang berbeda.

Kedua tokoh utama sudah 25+, tapi saya rasa novel ini cukup sopan. Kira-kira bisa dibaca yang sudah berseragam putih-abu-abu. Jalan ceritanya kurang lebih sejenis dengan drama Korea. Kalau suka baca novel dan nonton drama Korea, kemungkinan suka novel semacam ini. Apalagi, membacanya bisa sampai guling-guling. :D

Novel ini dicetak ulang dengan cover baru. Saya lebih menyukai cover baru karea lebih simple, tapi yang saya pertanyakan, kenapa pintunya hanya satu? Hal ini memberikan kesan keduanya tinggal bersama. Botol yogurtnya sih lebih jelas di cover baru. Saya agak mikir itu botol-botol apa sewaktu pertama kali melihat cover lama, tapi saya langsung berpikir botol-botol di cover baru mirip botol minuman yang menyuruh mencintai usus itu loooh.

Source: Goodreads


Kalau sudah cetak ulang dengan cover baru, kenapa saya membeli cover lama? Karena ini murah! Hanya Rp25.000 di IIBF. Yaaah, tapi pinggiran kertasnya sudah agak berubah warna dan ujung cover-nya sedikit terkelupas. Saya sih yang kurang teliti membelinya.

Walaupun banyak novel lain yang diobral, saya memilih novel ini karena saya pikir novel yang cetak ulang kemungkinan besar bagus. Untungnya, saya tidak menyesal. ^^v

Saya suka memerhatikan layout buku. Saya rasa, margin novel ini terlalu pinggir. Tapi, kalau tidak sepinggir itu, sepertinya novel ini akan menjadi sangat tebal sih. Lebih baik margin terlalu pinggir daripada tulisan terlalu kecil sih.

Saya juga menemukan kalimat sesudah kutipan langsung yang ter-“enter”. Kalimatnya juga tidak menjorok ke dalam seperti paragraf baru. Semoga diperbaiki di cetakan yang baru. 

Akhir kata, saya ikhlas memberi novel ini rating 4. ^^




“Memang aku yang menyetir, tapi kau bisa ikut mengendalikannya. Tidak hanya saat ini, tapi untuk ke depannya juga.” – Yoon Pyo to Yoo Chae (hlm. 319)

3 komentar:

  1. Huwaa buku ini sudah masuk list tapi belum sempet beli. Ternyata banyak adegan lucunya ya. Semakin penasaran ingin membacanya. Saya sudah pernah baca novelnya kim eun jeong yang so, i married the anti fan. Dan saya sukaaa sekali. Semoga suka juga sama cheeky romance ini ~

    BalasHapus
  2. kayaknya bagus ni kak. sebenernya banyak os yg jual murah buku ini tp serlah baca so i married the anti-fan nya kim eun jEong entah knp males lagi baca buku dia. kesannya kayak nonton film korea gitu hihihi

    BalasHapus
  3. kayaknya bagus ni kak. sebenernya banyak os yg jual murah buku ini tp serlah baca so i married the anti-fan nya kim eun jEong entah knp males lagi baca buku dia. kesannya kayak nonton film korea gitu hihihi

    BalasHapus