Kamis, 28 Agustus 2014

Nasional.is.me - Pandji



Saya sangat terlambat untuk posbar tema Lokal/Nusantara ini.  Terima kasih untuk blogger.com yang memberikan fasilitas setel tanggal dan waktu. Walaupun terlambat, saya masih bisa menyetel tanggal sesuai tanggal posbar. 


- Kenal Dulu, Baru Cinta -

Judul buku: Nasional.is. me
Penulis: Pandji
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Ke-1, Juli 2011
Jumlah halaman: 330
ISBN: 9786028811538
Buku ini hadir atas kepedulian penulis terhadap bangsanya. Nasionalisme dengan dua titik pemisah dapat menjadi Nasional is me, saya adalah sebuah bangsa. Buku ini ada untuk mengangkat optimisme kita terhadap Indonesia. Penulis sangat sering bertemu orang-orang yang pesimis terhadap bangsa ini.
Buku ini semula berupa e-book yang bisa di-download secara gratis. Kemudian, penulis ingin buku ini bisa dibaca masyarakat yang tidak memiliki akses internet. Masalahnya, masyarakat yang tidak memiliki akses internet kemungkinan berada di wilayah yang perekonomiannya kurang maju.
Datanglah Bentang Pustaka yang menyanggupi menerbitkan buku ini dengan ketentuan setiap satu orang membeli buku ini, satu buku Nasional.is.me disumbangkan untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan akses. Pelaksanaan ide ini pun dibantu Putera Sampoerna Foundation.
Mengetahui membeli satu buku berarti menyumbang satu buku, saya merasa tersindir. Saya mendapat buku ini secara gratis karena menang kuis. Artinya, saya bukannya menyumbang, justru disumbang? :$
Di sisi lain, saya merasa beruntung mendapatkan buku ini. Buku ini jenis buku yang tidak akan saya lirik. Not my cup of tea. Jangan melirik, mengetahui keberadaannya pun tidak.
Walaupun bukan my cup of tea, buku ini berhasil merebut ketertarikan saya sejak bagian sambutan. Sambutan dan pengantar berisi alasan-alasan buku ini lahir.
Buku ini dibuka dengan cerita mengenai sepasang suami istri yang meminta bantuan penulis agar mereka bisa meninggalkan Indonesia. Mereka berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik di negeri orang.
Kemudian, ada juga segala hal yang penulis ketahui dari Sabang sampai Merauke. Ada banyak hal yang perlu kita ketahui dari negeri ini agar kita enggan melepasnya. Indonesia bukan hanya indah, tapi juga unik, antik. Barang antik saja harganya mahal. Sayangnya, karena Indonesia luas, cerita setiap kota tidak terlalu detail, tapi cukup padat. 

Salah satu favorit saya adalah Padang. Hal ini karena Padang mempunyai bus yang dihias dengan air brush. Warga Padang cenderung memilih bus dengan gambar yang mereka suka, sesuai trayek tujuan tentunya.
Sejarah-sejarah yang tidak diungkapkan di buku pelajaran pun bertebaran di buku ini. Siapa yang tahu gambar Pattimura yang kita kenal bukan Pattimura yang sesungguhnya?
Kalau sampai setelah membaca buku ini masih pesimis soal Indonesia, kebangetan namanya.
Kalau buku ini berwarna, pasti lebih menarik. Minimal, kalaupun hitam putih,gambarnya diperjelas. Kertas yang digunakan juga gelap, jadi agak bikin males bacanya *alasan*. Mungkin fisik buku yang seperti itu karena penerbit harus menerbitkan dua buku dengan satu harga.
Overall, buku ini sangat cocok dibaca siapa saja yang masih ingin memiliki jiwa nasional.is.me.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar