Minggu, 01 Juni 2014

Marginalia - Dyah Rinni




- Catatan Keajaiban -


Judul buku: Marginalia
Penulis: Dyah Rinni
Penerbit: Qanita (Mizan Pustaka)
Cetakan: ke-1, 2013
Jumlah halaman: 304
ISBN: 9786029225822

Puisi Rumi adalah puisi yang paling disukai Padma, kekasih Aruna - sang rockstar. Setahun setelah kematian Padma, Aruna mengembalikan buku puisi tersebut ke tempat asalnya: Kafe Marginalia. Seharusnya dia mendengarkan Sonya, pemilik kafe, untuk menyimpan buku itu sendiri. Dia tidak tahu keputusannya mengembalikan buku itu ke tempat asalnya mungkin merupakan salah satu kesalahan terbaiknya.

Mengikuti Chiya masuk ke Kafe Marginalia adalah sebuah kesalahan. Drupadi bertemu pasangan pemilik kafe, Gandi dan Sonya, yang percaya bahwa buku memiliki nyawa. Mereka percaya meninggalkan catatan di pinggir buku dapat mendatangkan keajaiban. Hari itu, Drupadi hanya merasa perkataan itu konyol.

"Banyak orang merasa sayang mencorat-coret buku mereka, tetapi menurut saya kebanggaan terbesar sebuah buku adalah saat seseorang mengambilnya dari sekian banyak buku yang ada, membacanya dengan sepenuh hati, menekuk ujung halamannya, meninggalkan marginalia di samping tulisan yang sudah ada, kemudian melanjutkan kepada manusia lain. Itulah saat sebuah buku menjadi hidup karena kemudian mereka akan menciptakan keajaiban." - Gandi

Drupadi tidak mengira dia harus kembali ke kafe itu. Berkat Chiya, klien mereka yang juga sepupu sekaligus musuh Dru, Inez, ingin menjadikan kafe itu vaneu pernikahannya. Demi mempertahankan Luna Nueva, mau tak mau dia kembali ke tempat itu. Namun, Sonya tidak langsung mengizinkan permintaan Drupadi. Sonya memberi Drupadi syarat: menulis marginalia, catatan di pinggir buku.

CENGENG! Itulah yang ditulis Drupadi. Satu kata itu cukup membuat Aruna yang kembali untuk melihat buku itu geram. Dia pun memulai perang Marginalia. Namun, Drupadi seperti kurang berminat menanggapi perang itu. Jangka waktu Drupadi membalas Aruna tidak konsisten. Aruna yang sangat ingin tahu orang yang menodai puisi Rumi memutuskan datang setiap hari. Tetapi, Drupadi tidak muncul. Sampai akhirnya, Aruna menyadari kebodohannya, ada cara lebih mudah mengetahui sosok penoda puisi Rumi.

Ketika berhasil bertemu Drupadi, Aruna, yang semula sudah menyiapkan skenario dari yang buruk hingga baik untuk menghadapi Drupadi, justru terkesima dengan Drupadi. Aruna tidak menyangka akan jatuh cinta pada Drupadi.

Drupadi mengira Aruna tidak akan serius. Terlebih, masa lalu buruknya terulang. Baginya cinta tidaklah penting.

Keteguhan Aruna mengejar Drupadi diuji dengan kembalinya sosok masa lalu yang dapat menghancurkan keduanya. Aruna diberi dua pilihan, dua pilihan yang sama-sama melukai dapat Drupadi.

* * *

Saya tidak mengenal tokoh-tokoh Pandawa atau Mahabarata. Awalnya, saya mengira Aruna adalah perempuan dan Drupadi adalah laki-laki.

Dalam kepercayaan Hindu, Drupadi adalah anak Prabu Drupada yang lahir dari api suci. Drupadi lahir dengan membawa dendam dan kekecewaan ayahnya. Dia mencintai kesempurnaan, di sisi lain dia menghargai manusia yang lahir dengan ketidaksempurnaan. Drupadi adalah istri semua Panca Pandawa, tetapi dalam pewayangan Jawa, dia hanya istri dari Yudistira.

Aruna adalah Sang Arjuna. Dalam kisah Mahabarata, Panca Pandawa mengikuti sayembara memanah untuk memenangkan Drupadi. Mereka menyamar menjadi brahmana. Ketika Arjuna berhasil memanah dengan tepat, para ksatria tidak terima karena lawan mereka adalah brahmana. Terjadi kekacuan. Yudistira, Nakula, dan Sadewa pulang menjaga ibu mereka, Dewi Kunti. Arjuna dan Bima bertarung melawan para ksatria. Kresna yang turut hadir dalam sayembara dan tahu siapa sebenarnya para brahmana itu, mengatakan mereka layak memenangkan sayembara karena memanah dengan tepat.

Ketika Dewi Kunti mengetahui Arjuna dan Bima kembali, Dewi Kunti mengatakan Arjuna dan Bima untuk membagi hasil meminta-minta. Barulah Dewi Kunti menyadari kehadiran Drupadi yang dibawa pulang Arjuna dan Bima. Dewi Kunti tidak dapat menarik kata-katanya sehingga Drupadi menjadi istri Panca Pandawa.
.
Walaupun dalam pewayangan Jawa Drupadi adalah istri Yudistira, mungkin karena Arjuna yang memenangkan sayembara memanah, novel ini menjadikan Arjuna sebagai tokohnya.

Nama Aruna sendiri sebenarnya Arjuna. Karena suatu hal yang dijelaskan dalam novel, nama itu berubah menjadi Aruna. Ketika belum mengetahui Aruna adalah Arjuna, saya mencari arti Aruna dan ada. Aruna adalah Dewa Fajar dalam Hindu.

Novel menjadi pemenang kedua Lomba Penulisan Romance Qanita. Saya belum membaca novel pemenang pertama dan ketiga, tetapi saya berpendapat novel ini layak menjadi pemenang.

Nyaris tidak ada yang tidak penting dalam cerita ini. Semua terjalin pada seutas benang. Tokoh minor seperti Indra, pegawai wedding organizer Luna Nueva, pun mempunyai peran dalam pencarian Aruna menemukan Sang Drupadi. Tapi, cukup mengejutkan tokoh yang sejak awal disebut-sebut menyebalkan, Inez, ternyata bertambah menyebalkan karena menyebabkan Perang Barathayudha melalui bagian benang yang digenggamnya.

Sejak awal, saya sudah dapat menebak akhir cerita. Namun, yang membuat penasaran adalah perjalanannya. Bagaimana Aruna menarik hati Drupadi. Bagaimana Drupadi mempertaruhkan harga dirinya dan mengorbankan hal yang paling dicintainya demi Aruna.

Aruna membuatku mengerti bahwa tidak ada yang lebih rapuh daripada hati manusia. Kamu bisa menyakiti fisiknya, dan hatinya bertambah kuat. Namun, lukai hatinya dan dunianya akan kiamat. - Drupadi

Saya juga menyukai eksekusi yang menurut saya menjadi salah satu faktor novel ini memenangkan lomba.

Aruna adalah bintang rock. Tetapi, Aruna digambarkan sebagai sosok yang menghargai cinta. Dia mempercayai hal-hal romantis dan rela melakukan apa pun demi cinta. Bagian favorit saya adalah ketika mengerahkan pasukan untuk Perang Barathayudha di Kafe Marginalia.

Drupadi, pemilik wedding organizer, justru sebaliknya. Dia tidak mempercayai arti cinta yang sesungguhnya. Baginya, pacaran lalu menikah hanyalah hal logis yang harus dilalui dalam hidup.  Cinta terbesar Drupadi kepada laki-laki hanya diberikan kepada ayahnya.

Ketika dihadapkan pada bintang rock dan orang logis, saya mengira akan menemukan cerita yang tokoh perempuannya tidak mau bersama tokoh laki-laki karena artis tidak mempunyai kepastian masa depan.

Aku paling benci pada jenis lelaki yang punya kehidupan yang teratur, pekerjaan yang tetap dan mapan. Perempuan mungkin takkan keberatan menjadikanku sebagai pacar, tetapi pada akhirnya lelaki jenis tadi yang akan dipilih sebagai suami. Bukan yang seperti aku. - Aruna

Saya salah. Drupadi sudah mengetahui konsekuensi itu karena ayahnya adalah bintang rock sehingga bukan itu yang membuatnya menepis Aruna.

Dengan embel-embel artis, saya juga mengira Aruna akan tengil. Nyatanya, Aruna hanya terlalu sering menggombal dan kadang kepedean.

Saya kurang setuju terhadap pendapat Aruna, mungkin pendapat penulis, bahwa takdir mereka biasa. Setelah selama ini mempercayai keajaiban, karena suatu hal, Aruna berbalik menganggap takdirnya biasa. Bagi saya, justru itu menambah bukti keajaiban.
 
 Mengenai marginalia, catatan itu hanya ada di awal dan akhir, jarang sekali disebut-sebut di tengah cerita. Tapi, tanpa marginalia, cerita ini tidak akan manis.

Oh, ya, walaupun sudah membaca penuturan Gandi, saya sepertinya belum tega membuat marginalia selain pada buku pelajaran. Tapi, marginalia memang kadang mampu membuat saya tersenyum sendiri membaca catatan aneh yang kadang tidak ada hubungannya dengan buku pelajaran.

^^

4 Happy untuk novel ini.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar